Kapan Dia Datang

Kapan Dia Datang
6.0


__ADS_3

cerita ini sudah 9 bulan kemudian atau tepatnya 1 hahun sudah Shila mencadi santri di pesantren,cerita 5.9 ada yang kurang dari ceritanya maka membacanya di sini lebih lengkapnya Adel dan Dimas belum menikah cuma sedang melaksanakan ta'aruf sekarang ini baru akan menjadi pendamping dari Dimas selamanya.


-usia Arsa sekarang 13 tahun


-usia Danu sekarang 13 tahun


-usia shila sekarang 15 tahun


-usia dira sekarang 15 tahun


-usia Fatah sekarang 19 tahun


maaf yah ceritanya engfa jelas kebanyakan drama ataupun yang lain


sedang menghadiri pernikahan Adel bersama Dimas akhir sampai di tempat tujuan


langsung masuk ke dalam usia Dira sekarang 18 tahun sedangkan Dimas 19 tahun,tak lama kemudian sudah selesai acara pernikahan mereka banyak tamu undangan yang berbahagia dengan pernikahan mereka.


Fitri dan Bagas nyamperin kearah sahabatnya yang sedang melamun ga jelas


"kenapa hem lihat nih ada buah cinta kita kan sayang"ucap Bagas pada sahabatnya


"berapa bulan? semoga kalian bisa memegang amanah kalian harus menjaganya sampai nanti"celetuk Fatah meneteskan air matanya entah ada apa dengan dirinya


langsung menghapus supaya engga ada yang melihat kalau dia baru saja meneteskan air matanya


"engga ada kalau gitu aku pulang duluan tugasnya nanti aku kirim lewat email kau aja yang meneruskan assalamualaikum"langsung pulang kerumahnya


"wamgalaikumusalam kenapa dia kayanya mendengar kan ucapku langsung marah"


"kau sih kenapa bilang gitu kan kau tau Fatah engga bisa kontrol emosi kalau soal pernikahan atau pun pasangan"


"iya maaf nanti aku bicarakan soal ini kepadanya"ucap Bagas menyesali perbuatannya kepada Fatah pulang tanpa memakan apapun


...----------------...


Setibanya di rumah


mencari keberadaannya ummi dan Abi akhirnya ada di dapur sedangkan Abi engga ada di rumah belum pulang ada kegiatan bersih-bersih lingkungan


"mi Abi mana?aku mau bicara sama kalai berdua penting"ucap Fatah sangat sopan


"bicara apa seperti penting banget"ucap Abi Arifin baru pulang dari bersih-bersih lingkungan sekitar kompleks tempat tinggal


"bentar Abi cuci tangan dulu"timpal Abi Arifin


setelah selesai baru bergabung bersama mereka duduk di samping Fatah persis


"ada apa?jangan lah menangis jelek tau sudah dewasa loh kalau di lihat Shila nanti malah di ledekin"ucap Abi menghapus air matanya tinggal memeluk anaknya


"Abi mau kan mengabulkan permintaan ku?aku kan engga pernah meminta apapun dari kalain,kali ini aku mau menjadikan Dira sebagai istri ku apa kalian bisa?sudah lama semenjak kenal dan dekat dengan Danis anak pak kyai Yusuf dari situlah aku mulai mencintainya diam-diam ummi pernah tanya kan?tapi aku engga membicarakan masalah ini tapi sekarang secepatnya Dira menjadi milikku selamanya"ucap Fatah dengan baik-baik kepada orang tuanya


"baik lah kita akan membantu mu tapi gimana dengan sekolahnya Dira ka?kan baru lulus SMP 3 tahun itu waktu yang lama atau Kaka bisa ta'aruf dulu selagi menunggu Dira sampai kelas 3 gimana mi,ummi setuju dengan pendapat abi kan?"


"setuju bi kau akan pindah dari sana supaya engga terlalu memikirkan ini ummi yang akan memastikan Dira menjadi milikmu selamanya"ucap ummi lita berjanji kepada putranya sambil memeluk anaknya

__ADS_1


...----------------...


Fatah sudah membereskan berkas-berkas dari pesantren itu kepesantren yang baru setelah selesai semuanya bisa istirahat sejenak sembaring menunggu jam istirahat


di sana Fatah belajar melupakan masalah pernikahan bersama Dira tetapi bukanya melupakan malah makin merindunya di sana,sudah hampir 1 tahun Fatah menghajar sebagai ustadz di pesantren ini tidak ada santriwati yang bisa meluluhkan hatinya Sekarang dia kembali ke rumah sudah lama engga bertemu dengan adiknya dan juga keluarganya.Tak lama kemudian akhirnya sampai ada tamu juga di sana anak kecil sedang bermain kejar-kejaran.


bruk


seorang anak kecil menabrak Fatah tapi engga menangis berlutut di depannya


"nama mu siapa?"tanya Fatah kepadanya


"aish om,om ciapa enda pelnah beltemu cebelumnya"timpal aish kepadanya


"orang tua mu di mana?kenapa kau ada di sini?itu siapa yang sedang bermain bersamamu"lagi-lagi banyak pertanyaan yang muncul di kepala Fatah


pertanyaan itu membuat aish pusing akhirnya berlari kepada bunda Fitri duduk bersamanya


"itu anak mu masyaallah cantik om temanya bunda mu, manggilnya bunda atau yang lain?"


"unda om,om enal sama unda ku"


"kenal dong umur mu berapa tahun"


"mau 1 lebih tahun 5 bulan,tah kasihan Dira tau kata Shila tiap bulan menyindir di kamar sampai mau subuh engga tidur cuma mikirin mu kau kapan meminangnya?"


"tunggu abi datang tapi niatnya bulan ini juga aku engga mau basa basi lagi,kau amu kan membantu ku menyiapkan semuanya eh seperti ini pas deh sama miladnya Dira kalau engga salah tanggalnya aku lupa"


"gimana sih masa inggatnya bulan bukan tanggal nanti kalau kelewat gimana?"tegur Bagas mendekat kearah sahabatnya


"ada tuh di rumah Dira sedang main nanti juga pulang"ucap ummi Lita kepadanya


kring


suara hp Shila berdering ada pesen masuk ke ponsel engga di baca sama sekali


[de ini Kaka hp Kaka hilang,mau tanya kapan milad Dira kaja lupa tanggalnya bulan ini kan?!] sudah di kirim dari tadi tatap engga dibaca oleh Shila sama sekali


trut......trut.........trut


beralih dengan menelepon Shila engga di angkat karena Shila tergantung oleh suaranya akhirnya di angkat lah teleponnya


"iya kau siapa!engga usah ganggu aku oke kalau engga penting"tegur Shila kepada penelepon itu karena engga ada suaranya


//ini aku Fatah lupa,baik lah kalau kau juga lupa Kaka engga akan ganggu kamu lagi//


"eh Kaka iya ka ada apa maaf kirain bukan Kaka,kenapa nomornya ganti engga memakai nomor yang lama Kaka sengaja kan membuat ku menunggu mu selama ini"


//maaf kapan milad Dira Kaka mau melamarnya bulan ini kan tanggalnya Kaka lupa katakan atau engga ada hadiah untuk mu nanti//


"tunggu ka miladnya lusa Kenap ka nanya nanya gituan atau jangan-jangan aku mau mempunyai Kaka perempuan kah asik aku tunggu ka, boleh kan aku menginap di sini sampai lusa aku mau menemani Dira sampaikan ke ummi supaya engga nyariin aku makasih ka"langsung nenetup teleponnya


"sama-sama,mi Shila menginap di sana sampai lusa untuk menemani Dira dan kita akan mempersiapkan semuanya sebelum jam 12 malam"ucap Fatah kepada semuanya


"oke ka Fatah aku akan memantu mu biarin Najwa sama ayahnya,ka Fitri juga akan membantu kita kau mau konsep tunangan seperti apa?yang harus di bawa engga banyak cuma niat dan tujuannya insyaallah akan di terima Dira dengan senang hati"

__ADS_1


"kita belanja sekarang aja gimana?ummi juga ikut yah nemenin aku"pinta Fatah kepadanya


"kalian aja ummi di sini nemenin mereka"


setelah berdiskusi masuk kedalam mobil melaju ke mool mudah mencari barang barang di sana satu persatu toko sudah di kunjungi dan sudah mendapatkan semua yang di perlukan tinggal pulang kurumah


selama perjalanan Fatah seperti supir taksi online karena mereka duduk di belakang


tak lama akhirnya sampai membawa barang belanjaannya masuk kedalam dan merancang beberapa seserahan untuk pertunangan di bantu teman-temannya kalau anak mereka rewel bergantian menjaganya sampai akhir seleksi semuanya


Abi Arifin pulang melihat banyak barang seperti sesarahan yang akan di hantarkan ke rumah calon menantunya


"assalamualaikum rame sekali cucu opah datang ada acara apa?engga bilang-bilang kalau ada acara"ucap Abi baru pulang


"wangalaikumusalam anak mu mau melamar Dira Lisa tapi sudah di beli sekarang"


"besok aja gimana satu malam sebelum miladnya kan,atau sekarang aja Zaenal baru sampai rumah tadi bertemu dengan ku di jalan takut mengganggu istirahat karena habis perjalanan jauh"


"habis dari mana bi"tanya Fatah penasaran


"rumah sakit kalau engga salah tadi juga ada Musa di mobil itu bersama Shela"


"ya sudah nanti malam setelah sholat Maghrib aja gimana,kan masih jam 1 siang masih ada waktu untuk om Zaenal istirahat"


setelah itu mereka pulang kerumah masing-masing mempersiapkan segalanya mau datang ketumah Dira nanti


jam 17.45 sudah pada datang kerumah Fatah sholat bersama di situ setelah selesai melaksanakan sholat magrib sedang bersiap-siap melaksanakan barang bawaankedalam mobil semuanya sudah siap menuju rumah habib Zaenal turun lalu masuk kedalam,di sambut oleh keluarganya sedang berkumpul di ruang tengah bersama menonton televisi sambil memakan cake coklat toping keju.


"silahkan duduk wahai sahabat ku,Shila dimana Dira?tadi ada di sini engga kelihatan"


"sedang mengambil nikhobnya om tadi engga memakainya bentar lagi juga turun,tuh kan baru di bilang langsung turun ra di cariin tuh"


Fatah sengaja memutar balik membelakangi mereka membuat kejutan kepada Dira


"khem!engga inggat sama aku kah?sudah lupa yah ya sudah engga jadi ayo mi bi pulang"ledeh Fatah kepada Dira sampai sampai Dira meneteskan air mata


"ustadz Fatah?kau bukanya masih mengajar di pesantren itu kenapa pulang?engga ada jawaban selama di sana"ucap Dira mulai membasahi pipinya yang mengalir tanpa henti menunggu jawaban dari ustadz Fatah


"karena hp ku hilang panjang deh ceritanya lalu aku beli lagi maaf engga tau kalau kau menunggu jawaban dari ku,apakah kau mau menjadi calaon makmum ku kalau kau ambil setangkai bunga yang ada di tangan kanan mau menjadi makmumku,kalau engga mau ambil setangkai tangkai bunga di tangan kiri dan kalau tidak ada jawaban engga usah ambil"ucap Fatah mengulurkan kedua tangan dan ada setangkai bunga di kedua tangannya


Dira mengambil setangkai bunga di tangan kana yang artinya menerima kedatangan Fatah di dalam kehidupannya


"makasih sudah mengambil setangkai bunga di tangan kanan ku ini ada hadiah lagi untuk mu pasang sendiri yah"teletuk Fatah mengambil dari saku jaketnya memberikan pada Dira sekalian membukanya


mengambil cincin perempuan memakainya di tangan kanannya"makasih tadz sudah mau menunggu ku sampai sekarang maaf kalau banyak kesalahan yang ku buat"


"sama-sama aku juga minta maaf pergi dari mu selama ini karena aku mau melihat melaju menuju kesuksesan,aku engga akan memaksa mu kalau mau menikah sekarang nunggu sampai kenaikan kelas 2 juga engga papa kan bi,mi,om"timpal Fatah melihat kearah mereka satu persatu


"boleh asalkan kau menjaga putriku dengan penuh kasih sayang yang kau berikan sama seperti om berikan kepadanya"ucap Abi Zaenal dengan tegas kepada Fatah


"eh tunggu Musa ada di sini juga ada hubungan apa kalian berdua engga ada yang mau cerita dengan ku?ya sudah lah bukan urusan ku juga kenapa aku harus mengetahui hubungan kalian iya kan?"


"selama kau pergi engga bisa di hubungi kita sudah menikah selama 3 bulan yang lalu engga ada yang memberitahu mu tentang ku"titih Musa padanya sampai menepuk jidatnya karena Fatah


"jadi konsepnya sekarang kau menjadi Kaka ipar ku engga papa sih aku kan tau semuanya tentang mu,mi nanti izin jalan boleh?"

__ADS_1


"sama siapa?kalau sama Dira izinnya sama ayahnya bukan ummi"ucap ummi tegas


__ADS_2