
engga lama kemudian Dimas sama Bagas datang langsung duduk dan mengambil cemilan di hadapannya
"wangalaikumusalam"ucap Fatah mengingatkan kepada temannya yang baru datang
"assalamualaikum"ucap bersamaan melanjutkan makan cemilan yang sudah di hadapannya
"ingat ada yang sedang berpuasa loh hargai lah,gimana perasaan kalau kalian yang berada di posisi mereka?"timpal Fatah
"iya maaf siapa yang sedang puasa?engga mungkin kalau kau yang berpuasa kan"
mengembalikan cemilan ke meja kembali menyadari kalau berbuatanya sangat salah
"ka Adel kenapa?ka tadi aku memetik pelajaran sangat penting dari siang tadi bersama ka Adel dan ka Fitri"
"pelajaran apa kalau bicara yang jelas supaya Kaka mengerti!!"menekan perkataannya
"aku bertemu dengan ibu Warsi pemilik kedai makanan suaminya sudah meninggal 1 tahun yang lalu ibu itu engga mempunyai keturunan beberapa hari terakhir kedainya engga ada pelanggan yang membeli makanan itu"
"lalu kau mau menghamburkan uang yang sudah susah payahnya di cari untuk mu setelah membeli yang tidak di perlukan itu?"
menyadari kalau memang benar yang di ucapkan Fatah kepada Shila sang adik lalu menangis di pelukan kakanya
"maaf ka aku tau kalau masih ada orang yang membutuhkan bantuan kita hiks...hiks....hkis"
mengelap kotoran hidung ke bajunya lalu sampai hampir semua baju yang sedang di pakai terkena kotoran hidung
"de baju Kaka kotor loh awas lepaskan tanganmu dari baju ku ambilkan bantal cepat Dimas"menekan kayaknya sambil menutupi dengan kedua tangannya
hap lemparan tepat di tangannya lalu memeluk bantal yang tadi sempat di lempar di hadapannya ada Adel dan Fitri
maka dari itu Fatah menjadi agak kurang nyaman dengan perilaku adiknya
"kalian bisa istirahat di kamar Shila kau berdua kekamar ku istirahat di sana aku sudah mendingan ayo"
"engga mau ka!aku maunya sama Ka Fatah engga amu sama mereka"tolak Shila dengan mencium kakanya
"sudah kan sana kemar dengan Adel dan Fitri ayo Sanah kalian langsung keakmar aja nanti aku nyusul Dimas"
langsung masuk kemamar masing-masing Fatah masih berusaha melepaskan pegangan dari adiknya
jalan ke kamar sampai di ujung pintu kamar lalu membuka pintu melihat kearah mereka sedang tidur pulas,menutup pintu kamarnya kembali
"de kembali ke kamar mu aja engga mungkin kau ikut sama Kaka masuk kedalam ayolah mau kan Kaka gendong sampai kamar mu" berusaha membujuk Shila supaya mau Kemabli kekamarnya
menggendong menuju kekamar lalu sampai di depan pintu kamarnya menurun Shila
"sudah Sanah masuk Kaka mau kekamar"
"Kaka masuk kedalam ayo"membuka pintu kamar menarik supaya mau masuk kedalam
Fatah berusaha menahan dirinya supaya engga masuk kedalam kamarnya sambil berpegangan pada apa aja yang di depannya
Shila menarik dengan sekuat tenaganya akhirnya berhasil menarik kakanya masuk kedalam
"astaghfirullah ka ngapain di sini?Fitri bangun ada ka Fatah"ucap Adel sambil membangun kan sahabatnya yang sedang tidur pulas
"maaf mengganggu waktu istirahat kalian aku aja yang pergi kasihan kalau masih tidur di bangunkan"jalan kearah pintu langsung menuju kamarnya sendiri
...****************...
setelah selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah Fitri,Dimas dan Bagas berpamitan kekeluargaan Fatah dan yang lain
sedangkan Adel terjebak engga boleh pulang sana Shila akhirnya mengalah untuk menemaninya di situ sampai nanti kalau sudah di izinkan pulang
__ADS_1
"ka Adel mau mandi?pinjam baju ku aja gimana?ayo ka engga nyaman kalau pakai baju yang sama seharian"
"baiklah ayo makasih kalau kesini akan aku bawa"
jalan masuk kedalam kamar Shila lalu duduk sebentar sambil menunggu sedang di ambilkan baju ganti
memberikan baju yang di pinjemin,setelah itu masuk kekamar mandi
datang ke kamarnya langsung masuk melihat sang adik lalu rebahan di kasurnya
"kaka ngapain di sini Ka Adel sedang mandi!!"
"baru masuk dari tadi atau sudah lama mandinya?"
"5 menitvyang lalu kenapa ka, Kaka kapan nih mau nyari calon tunangan"goda Shila memegangnya sambil menahan dirinya supaya engga bisa keluar dari kamarnya
"awas de Kaka harus pergi sekarang!!Adel kau masih lama atau engga?"teriakan Fatah agak kencang supaya Adel mengengar teriakannya tadi
"bentar lagi kenapa ka?kau ngapain di sini?"
"bentar jangan keluar aku engga bisa tetap di sini de plis ayolah mau aku panggil kan ummi?"ancam Fatah kepada adiknya sendiri
"Sanah kalau Kaka yang akan di marahin oleh ummi dan Abi juga"
"ummi!!!kemari tolong aku di kamar Shila!!" teriak sekencang-kencangnya sampai terdengar sama ummi dan Abi
menghampiri anak-anaknya takut tarjadi uang tidak di inginkan
langsung masuk ummi sama Abi melihat sekeliling kamar Shila engga ada Adel di situ!!
"kenapa teriak-teriak malu tau ada tamu juga,Adel mana engga kelihatan?"
"ada sedang mandi mi Kaka mau pergi dari kamar lalu aku gantikan haha"tawa pecah engga ada yang ikut tertawa
"de engga boleh gitu kasihan kakamu itu,Adel kau engga papa kan? sudah selesai mandi?" jalan menghampirinya di kamar mandi di depan pintu
"engga papa ka Adel sudah selesai menggunakan baju sama nikhobnya ayo keluar lepas de"
melepaskan genggaman dari tubuh kakanya lalu mereka pergi keruang tengah
duduk bersama sambil bersantai sedang menunggu pesanan makanannya datang
"engga masak mi?biar aku bantuin ayo"
"engga usah ummi sedang memesan makanan untuk kita bentar lagi juga nyampai"
"bi mi kenapa Shila selalu membuat ku ekstr waspada kalau ada teman-teman ku kesini!memang aku harus menikah sekarang?"
"Shila menginginkan Kaka perempuan makanya kalau ada temenmu pasti gitu apa lagi kalau shial sudah kenal dengan Adel sama Fitri pasti ada aja yang membuatmu harus bersabar"nasehat ummi kepada anaknya yang sedang rebahan di pangkuanku
"benar juga kau beraba semester lagi ka kuliahnya? cepat lulus dong berikan Abi menantu supaya ummi engga kesepian di rumah"ledek Abi kepada anaknya
"engga sekarang kuliah ku 2 tahun lagi ini cukup untuk usia ku menikah"
"kelamaan 1 tahun aja mau kan?Abi akan mencarikan untuk mu dengan anak temannya Abi ada yang sempurna dengan mu 5 tahun lebih muda dari usia mu"
"maaf engga sekarang berati seusia Shila dong?bi engga usah biar aku aja yang mencari tapi engga sekarang"
...****************...
baru selesai bersih-bersih lalu keruang makan bersama yang lain engga lama semua ustadz dan ustadzah juga sudah datang kesitu
sedang menikmati makanan yang sudah di sediakan lalu berdoa dan memakannya
__ADS_1
trut....trut......trut
Fatah video call dengan Musa melepas rindu di pesantren
menggeser warna hijau pada ponselnya sambil memperlihatkan sedang makan bersama
"assalamualaikum kenapa mau curhat?"ledek Musa sambil meletakan hpnya di benda yang bisa menjaganya supaya terjatuh
"wangalaikumuslam engga dong aku kangen dengan pesantren lusa insyaallah kesitu gimana engga kerepotan kan?"
"enga dong kan banyak staf yang membantu ku di sini kau sedang apa di rumah?pasti memikirkan soal pe.... pernikahan kan?"
"ngarang engga lah aku sedang istirahat kenapa bisa di berikan pada Arsa dan Danu?"
"boleh bentar Arsa ini ada yang mau bicara dengan mu"memberikan ponselnya kepada Arsa santriwati kesayangan Fatah
"assalamualaikum tadz ada apa gerangan nanti aku hubungi lagi dan mau menceritakan hal banyak"
"wangalaikumusalam oke Arsa kau mau membantu ku kalau mau akan aku kesana sana Danu ajak sekalian"
membisikkan kelubang hp"ngapain tadz mau berbuat yang engga-engga kan?"goda Arsa pada ustadz Fatah sambil tersenyum-senyum sendiri memikirkan ucapan yang 5adi di lontarkan
"astaghfirullah ngarang engga lah ustadz engga berani melakukan hal yang di larang untuk kita"
"kali aja tadz,mau ngapain engga aneh-aneh kan?bicara yang jelas dong"
"mau membagikan makanan untuk orang yang membutuhkan sekalian bertemu dengan kyai dan yang di situ"
"tadz di cariin tau lama engga kesini sih"
tiba-tiba langsung masuk jalan kearahnya lalu melompat
bruk
hath tepat di atas perutnya sambil menahan sakit engga mungkin kalau melarang sang adik, mengalihkan layar hp kearah lain supaya engga ada yang mengira yang bukan-bukan
"de kau awas perut kaka sakit,Adel tolong angkat Shila bisa kan?"
jalan kearah membantu Shila turun dari atas perutnya ada pemberontakan darinya lalu video call sudah di matikan
"de lah perut Kaka sakit berbaling di samping Kaka aja"masih menahan rasa sakit di bagian perut sambil menahan air mata engga terjatuh kalau menangis ada yang aneh nantinya
memalingkan pandangan kearah lain karena susah engga kuat merasa sakit perutnya
air mata pun membasahi muka sambil merintih kesakitan
"ka mau aku panggilkan ummi bentar ka Adel sini dulu nantiabku kesini lagi"
jalan kearah pintu"mi Kaka sakit perut cepat kesini"langsung masuk kedalam lagi
mengambil minyak telon lalu jalan ke arah Fatah lalu mengoleskan meperutnya
membelakangi Adel jadi bisa mengoleskan minyak telon kepadanya
langsung masuk menengok keadaan anaknya
"ka mau kerumah sakit aja?sudah minum obat atau belum?"khawatir dengan kondisi anaknya sedang menahan rasa sakit di perut
"engga usah mi sudah mendingan sepertinya masuk angin aja tadi sudah di kasih minyak telon"
"syukur lah kalau gitu ummi ikut senang istirahat lah"
"iya mi maaf merepotkan kalian,de kau pergi saja temenin Adel"ucap Fatah sambil memejamkan matanya untuk meringankan rasa sakitnya
__ADS_1
"engga mau ka aku pulang aja takut mengganggu kalian di sini"
"ayo ke kamar aku aja biarkan Kaka istirahat"