
setelah membeli cilok mereka kembali ke pesantren takut di cariin
sedangkan di rumah gandus dan om Adit sudah kembali kerumah, kesempatan Danu berbicara dengan ayah Luki dan juga bunda intan karena sudah di izinkan Danu siap-siap pulang kepesertaan lebih cepat dari yang di izinkan kyai Yusuf.
sedang merapikan baju kedalam koper karena sudah ada asar Danu segera sholat setelah selesai sholat asar Danu menyelesaikan beres-beres baju engga lama kemudian keluar ayah dan bunda sudah menunggu di luar,Danu chat Arsa kepesantren sekarang setelah itu Danu menggenggam ponsel di tangan nya 2 jam sudah perjalan akhirnya sampai di pesantren mobil pun sudah terparkir langsung masuk kerumah karena pintu juga terbuka.
"assalamualaikum yuf la apa kabar"
"wangalaikimusalam Alhamdulillah baik baru kemarin pulang sekarang sudah di sini aja kenapa?"
"engga papa om Danis mana?"mencium tangan om Yusuf dan Tante lala
"sedang bersama teman-teman di dekat pesantren ada tanah kosong biasanya ada di situ kalau sedang hari bebas"
"de ikut Kaka jangan banyak tanya"dengan suara lembut nan tegas
"belum juga nanya ayo lah yah kita mau jalan-jalan papay"
pergi ketempat yang tadi sudah di tunjukan oleh kyai Yusuf pada Danu dan juga safy akhirnya km etemu juga mereka sedang bersantai di sana sambil menikmati udara yang sangat sejuk tidak ada orang satupin di sana,Danis memakai nikhob sedangkan Dira baru beberapa hari yang lalu karena masih butuh pendamping atau pun teman yang selalu di sampingnya.
"assalamualaikum bisa bicara sebentar KA citra?"
"wangalaikumisalam"jawab bersama citra sedikit senyum kearah Danu
"boleh kesana aja masih ikuti aku"ucap citra sambil berjalan duluan
lalu Danu mengikuti langkah citra setelah itu mereka berbicara berdua masih ada Danis dan yang lain cuma geser sedikit dari mereka
"ka maaf yang tadi kirim pesan bukan aku melainkan safy,tadi diruamh ada tamu lalu hp ku di pegang safy terus Danis kirim nomer Kaka dan ka Dira setelah itu yang kirim pesan atau menjawab pesan itu safy bukan aku" menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada citra
"terus ini semua bukan kamu yang mengirimkan chat ke aku?tapi aku sudah terlanjur baper dengan jawaban yang safy kirimkan keaku"jawab citra jujur dari dalam hatinya
"maaf ka,kaka boleh marah sepuasnya aku akui kalau itu salah maaf ka"sesal Danu frustasi sudah kehilangan kata-kata Yanga kan di keluarkan
"sudah lah jangan di bahas lagi anggap aja engga pernah terjadijangan Panggi Kaka kalau mau aku maafkan"
"benaran ka?maaf tra engga marah lagi kan?kalau sudah yo kedana takut ada salah paham lagi maaf"
"it's oke lagian kau sudah memaafkan boleh kan safy aku anggap adikku sendiri?"
"sangat boleh yo tuh kan sudah banyak pertanyaan Yang akan mereka katakan"
jalan bergabung dengan yang lain masalah tentang nomor itu sudah selesai mereka kembali normal seperti biasanya
"ka beli cilok yang sama seperti ka Danis"rengek safy
"beli dimana nis ciloknya?"
"di luar pesantren tadi nanti kalau pulang dari sini pasti ada yang masih jual ciloknya"bujuk Danis sambil memeluk safy
"engga mau ayo ka beli sekarang aja"
__ADS_1
"iya ayo jalan kalau mau beli kan harus jalan dulu baru beli"
"tunggu tadi aku beli 2 bungkus tapi gak pedas engga papa"memberikan cilok yang belum di makan
"beneran ka buat aku?Kaka mau lagi atau engga biar aku cari aja sama ka Danu"tolak safy memilih membeli sendiri dari pada punyanya Ka citra
"ambil lah punya Kaka sudah habis tadi ini buat safy aja belum sempat di makan ka citra"
"makasih ka,ka uang buat ngganti ciloknya ka citra"
mengambil uang dari sakunya memberikan uang pada adiknya lalu uang tersebut di berikan pada citra tapi malah engga mau menerima uang tersebut
"buat jajan safy aja kaka ikhlas atau buat jajan nanti aja setelah magrib kita akan keluar jajan mau ikut atau engga"
"ikut dong engga usah di tanya kalau pergi tanpa safy"
"Ade ga boleh gitu minta maaf bilang apa kalau sudah di kasih sesuatu sama orang?" ucap Danu mengingatkan kalau ucapan dan tindakan safy salah
"maaf ka tadi ucapan ku menyakiti hati ka citra kan,maaf ka makasih ciloknya"
"sama-sama engga papa sudah kaka maafkan"
"bentar lagi mau azan duhur ke masjid aja"
"ada yang beda deh nis di samping mu Dira bukan? soalnya kalain kan selalu bertiga sama Dira kan sekarang Dira engga ikut kalain kah?"
"kata siapa engga ikut engga mengenai ku sudah lupa kah?ini aku Dira sekarang dan seterusnya insyaallah aku akan menggunakan nikhob sama seperti Danis"
"masyaallah sampai pangling maaf engga mengenali ka dira"
"katanya sholat tuh sudah di lihatin ustadz Fatah nanti kena hukum lagi"
nyamperin kearah mereka sebelum yang lain jalan kearah ustadz Fatah
"assalamualaikum ayo ke masjid sudah azan loh mau ustadz hukum?"
"wangalaikumusalam ustadz"jawab kompak serentak
"maaf ayo de pulang nanti di cariin bunda lagi dan Kaka yang kena hukum"
"dendong ka"dengan nada manjanya beraksi
"jalan aja cape tau hitung sampai tiga engga jalan Kaka tinggal,satu.......dua......ti..."
langsung lari kearah Danu sedangkan yang lain jalan kemasjid bersama ustadz Fatah, ustadz Fatah juga lulusan sini tahun lalu sekarang ngajar di situ sama ustadz Musa sedangkan ustazah Jihan dan ustadzah Nada mang lulusan dari universitas negeri Malang.
setelah sholat duhur berjamaah semua santri dan santriwati istirahat siang sedangkan Danu dan Danis sedang mendisain baju yang tadi sudah di kirimkan lewat email oleh om Adit.
"ginama nu sudah jadi kah disainya?kalau menurutku gini aja kan persis yang dikirimkan om Adit cuma beda gambar dan sedikit perubahan doang"usul danis
"oke kayanya anak-anak suka deh kalau disainya seperti ini,oh iya alat yang lusa kata om Yusuf mau di kirim sudah ada?di ruangan sebelah mana?biar aku aja yang membuatnya besok Arsa kesini kayanya"
__ADS_1
trut......trut........trut
hp dnu berbunyi ternyata Arsa yang Vidiocall langsung diangkat karena Danu tau kalau Arsa mau tidur engga menggunakan baju engga sengaja Danis melihat kearah ponselnya langsung mengalihkan pandangan kearah lain
"maaf engga sengaja beneran cuma mau tau siapa yang telepon"
"Arsa kenapa mau bicara dengannya nih kalau kau mau"ledek Danu pada keduanya salah tingkah
"mas engga usah gitu dong awas kalau aku kesitu pasti engga kan aku lepaskan kau dari ku,
"iya-iya kenapa vidiocall ada yang penting kah?atau kangen kah dengan salah satu santri disini?"lagi-lagi Danu memancing emosi Arsa
"mas kau sudah kepesantren lagi besok aku kesana kalau saja chat lebih awal aku akan kesitu juga"
"maaf tadi om Adit juga bilangnya mendadak jadi aku kesini juga mendadak setelah om Adit bilang mau pesen baju sebanyak 50 biji kau cepat kesini dong disainya sudah Dil"sengaja bilang gitu supaya ada temennya
"belum dikirim baru mau dikirim Danu sedang berbohong engga usah percaya padanya"
"oh gitu kah........awas aja kalau aku sampai sudah lah jangan di bahas lalain berdua doang?diruangan itu engga ada yang lain"
Danu mengarahkan kamera vidiocall kearah yang banyak orang di ruang tengah,Danis sudah mengirimkan disain baju lewat email setelah selesai mereka bergabung dengan yang lain.
"Arsa mau bicara dengan kalian ini hpnya" memberikan hp ke om Yusuf sengaja sepaya Arsa engga jadi tidur
"assalamualaikum om besok aku kesitu nanti kena olel ladi dan tuh saudara yang sangat mendesak ku untuk kesitu"
"wangalaimumusalam datang aja nanti om akan mengurus semuanya supaya lebih cepat selesai disainya"
"makasih om tapi Arsa mau tidur engga jadi deh tuh mas Danu nggangguin aku terus"adu Arsa pada omnya dan juga padenya
"ka kan kasihan anak orang mau tidur di ganggu terus"tegur ayah Luki pada anaknya
"bukan aku tapi dia yang vidiocall duluan kepala Danu yang dimarahi engga Adil dong awas kalau ketemu"
sesama saudara saling bertengkar tali kalau engga ketemu atau tidak satu hari pun engga bertengkar ada yang kurang tapi mereka selalu meluangkan waktu satu sama lainnya
terkadang menyebalkan dan menyenangkan
"katanya mau tidur sana tidur besok kesini atau nanti setelah bada magrib?"
"engga tau om Abi sedang ada urusan bersama bapak-bapak komplek ada kerja bakti besok om makanya engga dirumah deh"
"makasih sa kau mengingatkan pade kalau besok kerja bakti pade sampai lupa"
"ayah malu-maluin tau kenapa baru inggat sekarang?kan tadi sudah bunda inggatkan"
"iya maaf kan pekerjaan ayah banyak"
"mau sampai kapan tuh kan ada Arsy,mas Danu engga mengizinkan ku tidur siang"
langsung masuk mendekat kearah Arsa meloncat kearahnya karena sedang vc suara mereka terdengar sama yang lain, kameranya di arahkan ketah lain supaya tidak melihat drama Arsy cuma mendengar kan lalu Arsa memencet tombol merah (mematikan)vcnya.
__ADS_1
"de awas Kaka mau berkemas kepesentren besok engga bisa Abi sibuk jadi minggir oke"
mengalihkan badan Arsy setelah itu bangun membereskan baju-baju kekoper engga lama akhirnya selesai turun kebawah jalan ke mobil melaju kepesantren