Kapan Dia Datang

Kapan Dia Datang
5.4


__ADS_3

setelah menghabiskan minumanya Fatah berdiri membayar pesanannya dan juga teman-teman


masuk kemobil melaju kembali kerumah Fatah menemui ummi Lita, akhirnya sampai turun langsung masuk kedalam engga sabar bertemu dengan beliau.


"assalamualaikum ummi Lita!"ucap Fitri agak kencang sampai terdengar di telinga ummi Lita yang sedan membersihkan kolam renang


"wangalaikumusakam sebentar"


jalan menghampiri mereka,mencium tangan ummi lita sudah di anggap seperti anak sendiri mereka pun sama sudah menganggap ummi seperti orang tua sendiri


"baru selesai membersihkan daun di kolam mu?Abi mana engga kelihatan"


"ada sedang mengisi acara di masjid depan engga ketumu tadi sebelum kesini?"


"engga mi,kata ka Fatah ummi masak banyak makanya kita kesini hehe"


"ck....siapa yang ngajak makan"ledeh Dimas


sambil usil pada Adel kerena kalau diledekin pasti di bales olehnya


"Ummu liat tuh ka Dimas selalu gitu deh nanti engga ada uang mau mbagi informasi tentang tugas kelompok loh!"ancam Adel padanya sambil bersembunyi di belakang ummi Lita


"sudah hentikan kita amakn dulu bentar lagi Abi pulang,oh iya Shila engga ikut bersama mu pulang kenapa?nanti siapa yang njemput pulang?"lagi-lagi mencemaskan Shila takut merepotkan orang di pesantren


"Abi yang njemput Shila katanya,tadi sudah ku ajak pulang tetap engga mau mi masih senang bermain sana Dira dan teman-teman"


tiba-tiba Abi datang membawakan paper bag bersini baju Koko pemberian dari warga sekitar yang menghadiri tauziah tadi


"assalamualaikum sudah pulang Shila engga ikut?tadi dia minta jemput Abi,Abi engga bisa kau aja ka yang njemputnya"


"wangalaikumisalam insyaallah bi minta di jemput kapan?"tanya Fatah sambil makan cake yang abru di ambil dari kulkas


"belum tau coba kau yang WhatsApp siapa tau mau pulang sekarang"


trut........trut........trut


Shila menghubungi kakanya langsung di angkat oleh Fatah


"iya kenapa?"ucap Fatah sangat singkat


//ka jemput sekarang!!oke tadi Abi sudah bilang kan Kaka yang jemput aku di sini//


"tunggu di situ Kaka kesana sekarang ada lagi?kalau engga ada Kaka kesitu"


//iya cepat 2 jam lama loh//


"iya bawel,makanya kalau di ajak pung mau engga merepotkan hu............"


menutup telepon dari Shila pamitan menyusul nya di pesantren,di perjalanan Fatah sengaja menyalakan murotaal akhirnya sampai turun dari mobil jalan kerumah pak kyai


Shila sudah siap dan membawa baju yang kotor di bawa pulang,begitu pun dengan Dira


"ka,Dira boleh ikut bersama kita?engga ada yang nnemput kakanya sedanh bekerja"


"boleh sudah engga ada yang ketinggalan!Kaka engga kesini lagi"


sudah berada di dalam mobil pun melaju kembali kerumah,Shila sengaja duduk di belakang sendirian sedangkan Dira di samping ka fatah.sedang tertidur pulas sampai engga kerasa ponselnya terjatuh ke bawah masih menyala sedang melihat toktok


"berhenti!tadz hpnya Shila terjatuh di bawah"

__ADS_1


akhirnya berhenti sejenak Dira turun mengambil kan ponselnya lalu di simpan mobil melaju kembali kerumah


"ini hpnya Shila tadz takut di cariin"


"taruh di dalam desbor makasih rumah mu di mana?sekalian ku antar sampai rumah"


"komplek yang sama E5 di situ rumah ku"


bentar deh itu bukannya rumahnya Shela juga kan?mereka Kaka adik ternyata!


"anak dari habib Zaenal? beliau juga punya anak perempuan lagi kan Shela"


"benar aku adiknya ka Shela tadz,ustadz Fatah mengenai Kaka ku?kah atau jangan jangan kau kan yang menyelamatkan kakaku waktu itu?kau juga kan yang mau menikah dengannya"ucap Dira dengan ekspresi marah sudah membasahi pipinya engga bisa menahan kesedihannya lagi


kebetulan belum sampai di rumah masih agak lama jadi bisa berbincang-bincang dulu..


"iya tapi engga di lanjutkan perjodohannya karena masih mau mengejar masa depan serta menambah karir kita masing-masing"


"tadz kalau kau mau bisa di lanjutkan walaupun masih kuliah kan semester 3 sekarang?ustadz kan masih bisa membagi waktu serta punya penghasilan kan?"


lagi-lagi Dira semakin sedih sampai matanya mulai sebab karena menangis terus-menerus


"engga bisa,kau kenapa jangan nangis dong maaf dengan sikapku atau perkataan ku yang kasar,hapus lah air matanya plis kalau ada unek-unek atau perasaan mu yang tidak menyukai sikapku sampaikan saja nanatia ku perbaikan kesalahan ku di mana"


shila terganggu dengan pembicaraan mereka berdua akhirnya bangun dari tidurnya melihat Dira sedang menangis sambil tersedu-sedu


"ka di apakan oleh mu?ra kau kenapa katakan pada ku jangan bilang masalah yang kau pernah ceritakan"ucap shils keceplosan


'ups'yah keceplosan gimana ini!


"masalah apa!sebum sampai di rumah Kaka akan selesaikan sekarang juga cepat kata kan!!"dengan nada tinggi sambil marah pada Shila dan Dira tidak mengatakan apapun


"boleh kan ka"


"iya hapus dulu air mata mu nanti mereka salah sangka dan mikir yang tidak-tidak"


"makasih,oh iya Abi ku ada tauziah di luar kota kata Abi aku di harus menginap di rumah habib Arifin"ucap Dira sudah tidak bersedih lagi melupakan yang terjadi barusan


flashback on


kring pesan dari Abi Zaenal ke hpnya Dira membaca pesan dari beliau


[nak Abi ada urusan 1 Minggu di luar kota kau bisa menginap di rumah temen Abi,habib Arifin Abi Fatah kau kenal kan?nanti setelah selesai Abi jemput di rumahnya]


mengetik langsung di kirim ke hpnya ayah Zaenal


[tapi yah kan bukan makhrom ku, ustadz Fatah kan di rumah pasti tidur di kamarnya]


[masalah itu biar Arifin yang mengaturnya Fatah engga di rumah selama 1 Minggu,akan menginap di rumah Bu Warsi kalau engga salah Arifin sendiri yang bilang]


flashback off


"barati bisa tidur di kamarku dong asik ada temannya"ucap Shila kegirangan


"ya kalian bisa sepuasnya di rumah Kaka engga tidur di situ,ada urusan bersama Bu Warsi selama 1 Minggu de kau senang kan engga ada Kaka di rumah"


akhirnya soai di rumah langsung menurunkan barang-barangnya masuk kedalam,ternyata sudah di dului sama Shela ada di situ juga menemui Fatah ada urusan juga di situ.


"assalamualaikum ummi mana?bentar sudah lama menunggu ku?"

__ADS_1


"wangalaikumusalam"jawab bersamaan


"lumayan agak lama 10 menit yang lalu pas kau pergi,Dira apa kabarmu maafkan Kaka" ucap Shela menyeseli kesalahannya


"oke kita bicara sekarang de ikut Kaka temenku nanti kau bisa minta apa saja yang kau inginkan jangan yang susah-susah"


"siap ka mau bicara di mana?"


jalan duluan bersama Shila di susul Shela duduk di halaman samping rumah


memberikan amplop coklat berisi uang yang Fatah berikan pada Shela waktu itu lalu di kembalikan kepadanya


"ini apa?engga usah Shela aku engga mau berhutang kepadamu ambil lah atau bisa di berikan kepada orang yang membutuhkan di tempat mu bekerja"meninggikan suaranya


"tapi ini kebanyakan tah aku ambil setengah nya aja yang setengahnya lagi kau taruh masjid gimana?"memberikan jalan tengah untuk dirinya dan juga Fatah


"terserah de ambil lah simpan kau sholat kan nanti?bawa sekalian berikan kepada takmir masjid kompleks aja yang lebih dekat dari rumah,ada lagi?oh iya ada masalah apa kau dengan Dira adikmu kalau ada masalah selesaikan secepatnya assalamualaikum"


langsung pergi meninggalkan mereka berdua masuk kedalam rumah jalan kekamarnya memberikan barang-barang yang akan di bawa selama 1 Minggu itu engga lama akhirnya keluar nyamperin yang lain


"Tah kau jadi?engga mau di gantikan aku atau Dimas saja?"tanya Bagas padanya menatap kearah Fatah ada yang berbeda tidak seperti biasanya apa mungkin ada masalah?


"engga usah biar aku aja,mi izinkan aku kerumah Bu Warsi selama 1 Minggu beliau kasihan engga mempunyai keturunan suami nya sudah meninggal dunia 1 tahun yang lalu"


"baiklah ummi dukung kalain apa pun yang terbaik untuk mu ummi dukung,Shela dan Shila dimana engga bersama mu?kan tadi pergi bareng kenapa sekarang terbisah"


"di halaman samping rumah mi aku pergi sekarang besok kalian nyusul kesana loh satu lagi agendanya kapan di mulai?besok aja gimana eh jangan besok bulan depan aja aku butuh liburan gimana?"


'setuju'teriakan kompak semua teman-teman


"ke puncak gimana?asik tuh sebelum lebaran kita harus cuci otak nih penuh dengan materi dan materi"usul Dimas pada kelompoknya


"tapi engga usah yang tinggi-tinggi mendaki nya cape tau sama aja seperti mempelajari materi kuliah"timpal Fitri


"kalau engga tinggi kurang menyenangkan tau,gimana ini pak ketua solusi-solusi dong"


"kemping aja gimana sebagai pengganti pendaki?lebih mudah tinggal nyari tempat atau di bukit kan engga terlalu tinggi seperti mendaki gunung setuju atau engga nih?"


"oke lah ka aku setuju dengan yang ini dari pada yang tadi yang lain"


'setuju'tetiakan paling keras dari Bagas semangat kalau kemping di bukit dari pada mendaki gunung sangat melelahkan


"besok yang nyari tempatnya siapa?atau seperti biasa saja, tempat yang sama ajak yang lain mungkin tampah menyenangkan"


melihat kearah jam tangan yang melingkar di tangan sudah sore bentar lagi azan ashar


pun berkumandang mereka melaksanakan sholat berjamaah di rumah Abi Arifin


baru datang bergabung bersama yang lain di tarik Fatah untuk menjadi imam sholatnya


engga lama akhirnya selesai duduk di sofa ruang tengah berbincang-bincang lagi


"bi Kaka mau kerumah Bu Warsi sudah sore boleh kan?dan Minggu depan rencananya mau kemping boleh kan bi biar engga terlalu memikirkan materi dan materi"


"boleh dong tugas kampus mu kan banyak bersama teman mereka kan?ajak Shila juga sekali-kali iya kan mi"menengok kearah ummi Lita fokus pada acara televisinya


"eh iya bi ummi setuju selama kalian engga ada ummi akan menemani Bu Warsi boleh kan bi?"melihat kearah Abi minta persetujuan


"boleh dong katanya mau pergi engga jadi ka?masih mau di sini sampai kapan ka,Dira kau bisa tidur bersama Shila atau di kamar tamu terserah kau saja"

__ADS_1


setelah berpamitan Fatah masuk mobil langsung ketumah Bu Warsi akhirnya sampai


__ADS_2