Kapan Dia Datang

Kapan Dia Datang
4.4


__ADS_3

...pagi yang cerah...


...orang yang paling cantik...


...hari-hari mu tampa lelah...


...kaulah yang ku kritik...


...matahari bersinar terang...


...sinarnya tanpa rembulan...


...kaulah yang jadi penenang...


...asalkan tidak salah jalan...


segitu dulu yah author sedang bedbood jadi melantur 🤭 🤝


seminarnya sedang di mulai tadi sebelum berangkat Arsa dan Danu sudah di rumah om Adit berangkat pun naik mobil kyai Yusuf


2 jam sudah penyampaian materi semua mahasiswa fakultas pendidikan agama Islam setelah menerima honor dari yang mengundang acara pamitan ada kegiatan yang lain


mobil pun sampai di rumah om Adit turun menghampiri mereka berdua masuk kedalam


"assalamualaikum mau pulang atau gimana?"


"wangalaikumysalam pulang lah kebetulan semua urusan sudah selesai"


"makasih om kami pamut pulang assalamualaikum"


mencium tangan om Adit lalu masuk kedalam mobil ditengah-tengah perjalanan Fatah membahas yang lain


"kau mau pulang kepesentren atau gimana aku amu pulang ada acara keluarga?mau ikut atau anter pulang aja"


trut....trut.....trut


menggeser tombol hijau artinya diangkat teleponnya


"bentar ada yang telepon,iya gimana sudah pada dateng kah?"


//iya sudah kau di mana kayanya mau datang boong kan//


"engga aku engga bohong ada santri yang ikut bersama ku sama-sama ada urusan makanya bareng deh,kau mau ikut aja gimana nanti akan aku anter ke pesantren lagi engga usah khawatir keluarga ku sana seperti kalain"


mengasihi tawaran yang menguntungkan juga kalau di pikir-pikir jadi menerima pengalaman yang baru


"tapi tadz apa engga sebaiknya anter kita dulu takut mengganggu urusan kalian nantinya"tolak Arsa engga mau ikut campur dengan keluarga ustadz Fatah


//ajak aja mas engga papa tadi Abi sudah izinkan kalau soal pakaian bisa pinjam punya mu kan?//


"oke sampai nanti bentar lagi nyampai rumah,engga papa kan sana kalian tenang ada aku pasti akan menyenangkan"


Tut...Tut .....Tut


telepon pun sedang di matikan Fatah sedang menuju kerumahnya engga lama akhirnya sampai


turun dari mobil di sambut hangat sama keluarga ustadz Fatah langsung masuk melihat sekeliling ternyata sudah ada tamu yang datang bagi Fatah engga asing dengan tamunya


"assalamualaikum maaf menunggu lama baru selesai acara seminar"

__ADS_1


mencium tangan Ummu,Abi serta tamu laki-lakinya


"wangalaukumusalam iya engga papa silahkan duduk"ucap Abi Zidan sebagai ayah dari Fatah yang selalu merindukan anak laki-lakinya


"bi ini Danu Arsa salah satu santri yang sedang ku abdi"memulai pembicaraan semua orang karena enggavasa yang berbicara


"kau kan anak dari abi Rizki kan Arsa?saya sahabat beliau sering bertemu di tausiyah kalau ada hahaha"tawa pecah mengingat kejadian dulu bersama sahabatnya itu seblum ada Arsa lahir


"betul om Arsa ini saudaraku Danu"


mencium tangan semua orang laku duduk bersama yang lain


"apa kabar sya lama engga ketemu ada apa kesini"


"mas lupa yang sudah di perjanjian dulu sewaktu kau masih kuliah"tiba-tiba datang dari belakang membawa makanan ringan untuk mereka


"silahkan di makan aku yang membuat loh janji mu akan ku tagih sampai di kabulkan" mengingatkan janjinya pada adik perempuan satunya


"iya mas engga lupa makan nu sa engga usah takut engga nggigit koh memang dia suka usil sedikit kalau lama engga ketemu"ledek Farah pada adiknya


"kedatangan kita sekeluarga mau menanyakan soal yang sudah di janjikan oleh mu zi inggat kan?"


"inggat gimana dengan mu nak mau kan kita akan melakukan ta'aruf dulu engga usah buru-buru kan nal?"melirik kearah anaknya yang dari tadi diam aja


keluarga Zaenal pun diam dan engga bisa berbuat apa pun selama anak dari sahabat nya berbicara mau menikah putrinya


"Abi mau aku menikah kan?usia ku juga sudah masih muda baru 19 tahun karir ku masih panjang maaf bib engga bermaksud membatalkan atau gimana,putri kalain juga engga berbicara sana sekali dan kami masih inggin melanjutkan karir dulu apakah bisa?"


"tunggu sampai aku punya penghasilan sendiri bi semua fasilitas yang Abi berikan akan aku kembalikan nanti kalau sudah mampu membeli rumah sendiri insyaallah gimana dengan mu?"menjelaskan semuanya pada orang tua nya itu lebih baik dari pada di sembunyikan bersamanya sampai nanti


"betul yang di katakan mas Fatah saya pribadi juga masih mau belajar menambah wawasan karena karir yang sedang saya jalani juga sedang belum setabil,saya baru di terima di rumah sakit Medika jaya yang sangat terkenal di daerah sini"


"yah waktu pun bisa berubah kapan pun kita tunggu aja kalau memang jodoh engga akan kemana"ucap istri Zaenal mengetuk pintu hati sang suaminya


"kami permisi zi makannya sangat lezat makasih maaf jadi mengganggu mu sekeluarga"


"engga papa nal mau pulang sekarang?"


"hati-hati bib maaf juga karena aku engga bisa mengabulkan janji itu pada kalian"sesal Fatah karena betapa habib Zaenal menginginkan anak perempuan menikah dengannya


"engga papa dong ayo nak assalamualaikum"


"wangalaikumusalam"


pergi masuk mobil lalu setelah itu adik perempuan ustadz Fatah mendekat kearah sambil menahan tawa karena santri sangat pemalu, kebetulan baik adik atau Ummunya selaku menggunakan nikhob yang melengkat pada kesehariannya


"bisa geser?aku amu duduk di sampingnya" meminta dengan sopan pada mereka sambil sakit perut menahan tawanya


"engga bisa kau siapa?bukan makhronya ustadz Fatah jadi kita akan halangin"


"dia adik ku Shila namanya belum sempat cerita kan maaf,mau jalan-jalan?atau beli sesuatu katakan?"


"nak kau mendapatkan rezeki kah?Abi mau kemasjid nanti menusul kesana"jalan keluar


"iya bi tenang aja,cepat katakan kalau engga aku mau nyusul Abi Abi Danu Arsa ayo ke masjid"


"nanti aja Sanah kemasjid sudah di tunggu Abi"menekuk kakanya setelah itu melepaskan pelukannya mencium tangan dan masuk kekanarnya


setelah selesai melaksanakan sholat dhuhur berzikir dan berdoa jalan kerumah ustadz Fatah mereka istirahat di kamar tamu

__ADS_1


Shila menemui kakanya di kamar yang sedang sibuk dengan skripsinya sedang kuliah S2 fakultas Nusantara mengambil jurusan perkembangan Islam,mbuka pintu kamarnya melihat kearah sumber suara ternyata adiknya.


"ka sedang bikin skripsi kah?ka janji nya loh masih ada,kita jalan-jalan aja dekat sini ajak Danu dan Arsa juga ka boleh kan?"


"sangat boleh nanti yah Kaka sedang sibuk kalau sudah selesai kita jalan-jalan bersama gimana"sambil melihat kearah adiknya lalu fokus kembali keleptopnya mengetik skripsi yang belum selesai


"oke aku kekamar sampai nanti ka,kaka mau tanya boleh?Ka....kapan Kaka menikah aku mau punya Kaka ipar yang bisa di ajak main bersama kalau Kaka mah sibuk terus jarang ada waktu buat ku"menyindir kakanya karena sibuk dan sibuk terus engga ada waktu bersama dengan keluarganya


"maaf de Kaka sedang sibuk ini aja sedang di kejar-kejar materi yang belum selesai karena tertunda bekum ku kerjakan"


"bentar lagi selesai skripsinya tinggal di print dan di serahkan ke dosen,Kaka engga kepikiran kalau nikah sekarang penghasilan Kaka cuma pas untuk mbayar kuliah dan uang buat jajan doang"sambung Fatah sedang print di kamar juga sudah di lengkapi dengan alat percetakan berkas-berkas


"iya sing paling sibuk ka dicariin tadi"


setelah selesai print lalu di jilid ditaruh meja setelah itu jalan kekasur rebahan lama kelamaan tertidur banyak tugas yang sedang di kerjakan


"ye malah tidur giman sih kan aku sedang bicara di tinggal tidur"sambung Shila kecewa kepada kakanya


jalan kekamar istirahat siang atau bisa juga disebut dengan tidur siang semuanya sedang tidur


mereka bangun dari tidurnya Shila jalan kekamar ka Fatah masuk menutup pintu kembali


mendekat kearahnya membuka nikhob yang melekat di tubuhnya mengganggu tidur kakanya karena itu akhirnya bangun juga


"kenapa masing mengantuk lagian masih jam 2 kan 30 menit lagi biarkan aku tidur lagi"


"pinjam hp nanti ku biarkan Kaka tidur"


"ambil di meja yang tadi sudah kan,jangan buka WhatsApp dan dokumen selain itu boleh"dengan suara khas masih dalam tidurnya


mengambil ponsel setelah itu membuka aplikasi Facebook dan juga tiktok setcrol video karena bosan jadi membuka WhatsApp


bukanya itu engga boleh?tetap aja beberapa pesan sudah di baca oleh Shila


"mencari teman dekat yang sedang ka Fatah deketin siapa tau ada di wa nya"ngedumel sendiri lalu menemukan nomor yang engga tertera di hpnya


//assalamualaikum tadz kapan pulang kepesantren?//


pesan itu baru masuk kenomernya cuma di baca oleh Shila engga ada balesan sama sekali


trut.....trut.....trut


mengangkat telepon dari nomor yang sama


//assalamualaikum tadz kenapa engga di bales pesan ku tadi//ucap Dira sambil memikirkan keadaan ustadz Fatah sembaring tadi engga ada kabar kesiapan pun


”wangalaikumusalam maaf ini dengan siapa yah?kenapa bisa tau nomor pacar ku?"jawab Shila santai iseng-iseng siapa tau itu cewe yang sedang dekat dengan kakaku


//saya Dira maaf boleh titip pesan padanya?//


"boleh silahkan asalkan janga banyak-banyak nanti aku lupa bilang sama pacar ku"


//iya,kalau pergi harus tinggalkan pesan pada ustadz musa jadi tau kalau engga kenapa kenapa itu aja makasih//


"oke nanti aku sampaikan padanya sudah kan engga ada lagi yang mau disampaikan?”


"siap yang telepon sini hp ku kalau engga!!"


"nih masih kesambung dengan orang yang titio pesan tadi,kalau pergi harus tinggalkan pesan pada ustadz musa jadi tau kalau engga kenapa-kenapa"

__ADS_1


LANJUTAN CERITA INI DIHALAMAN SELANJUTNYA ➡️


__ADS_2