
"boleh dong pulangnya jangan kelamaan"
"de ikut Kaka temenin nanti bisa jajan sepuasnya deh"ucap Fatah kepada adiknya
"atu oleh itut?"tanya Aish mau ikut bersama mereka jalan-jalan keluar
"sudah malam tidur yah di gendong bunda" celetuk Fitri kepada anaknya
"howa........enda au nda au itut om atih" merengek mau ikut bersamanya
"izinkan aja engga jauh dekat sini aja nanti aku anter pulang,dan sejak kapan nama ku jadi atih?nama om bukan atih tapi Fatah"
"biarin aja sih kan masih kecil belum ceta huruf-hurufnya"tegur Dira kepada ustad Fatah Dira menggendong aish bersamanya
setelah mereka keluar rumah mencari jajan yang akan di belinya
"aish mau beli apa sayang?"tanya Dira kepada bertanya aish dengan penuh kasih sayang
"khem yang ngajak keluar itu aku bukan aish" tegur Fatah kepada Dira menatap tajam kearahnya sambil berjalan
"iya.......iya mau beli apa adanya cuma makanan enga ada cemilan,atau ke supermarket aja disana banyak cemilannya" usul Dira kepada mereka semuanya
"atu au tan,otat yang banyak"pinta aish
"engga ada coklat,ayo kesana aish engga boleh beli coklat nanti di marahin bunda dan ayah mu om yang di salahkan"
setelah tiba di supermarket sedang mencari cemilan yang akan di beli mereka
"mau gantian takut tangan mu sakit,mau sama om Fatah yah kasihan tanre Dira nanti beli es krim aja gi mana kalau mau sama om Fatah"ucap Fatah meluluhkan hatinya aish
"enda atu sama ate aja,ate kan ait enda peti om alah-alah telus"tolak aish kepadanya
"terserah jangan beli coklat!nih pesan dari bunda mu,ra engga ada yang bilang kalau aish engga boleh makan coklat"mekrisikan ketelinga Dira supaya tau kalau anak kecil engga boleh keseringan makan coklat
"aish belinya 1 aja yah nanti kalau giginya aish sakit gimana?"
"yang bantat tan Enda di malahin unda,shil ambilkan coklat secukupnya sudah kan kita pulang aish mau kan sama om Fatah tangan Tante kesemutan anak baik mau kan?"
"ya emi ate atu au"ucap aish kesal dengannya
beralih kegendongan Fatah sudah di gendong tapi tangannya megang kerudung Dira,sampai Dira ikut ketarik-tarik oleh aish
"aish lepasin kerudungnya kita kan sudah punya coklat kalau engga di lepas coklatnya batal buat aish"ucap Fatah membantu melepaskankan tangan aish dari kerudungnya
akhirnya terlepas tinggal membayar belanjan nya mengambil uang dari dompetnya
"jadi berapa mba?"tanya Fatah kepada casir
"200 ribu mas ada tambahan lain?"
"engga ada mba sudah cukup"memberikan uang 200 ribu langsung pulang kerumah
...----------------...
"ummi aman ga yah aish bersama Fatah jangan-jangan di ciwit lagi"ucap Fitri cemas kepada anaknya
tak lama kemudian akhirnya sampai rumah juga melihat anaknya baik-baik saja sudah menghilangkan rasa kecemasan pada dirinya
"uda tadi atu eli oklat"ucap aish kepada Fitri
"sudah malam tidur yuh sama bunda"
"enda atu aunya sama ate unda huwa.....huwa enda au sama unda"tangisannya lumayan kenceng supaya di izinkan
"malam ini aja yah tidur di ruang tu aja"
"aku kekamar dulu mi bi sudah malam tidur juga"pinta Fatah kepada Ummu dan Abi
tak berselam lama semuanya sudah kembali ke kamar masing-masing,entah kenapa Fatah masih merindukan aish yang menggemaskan masuk kekamar tamu ada Dira juga di sana.
Dira sengaja tidurnya memakai nikhob mereka sangat serasi seperti ibu dan anak sesungguhnya, tiba-tiba Ais menangis minta minum susu sudah terbiasa kalau malam pasti di buat kan susu formula di taruh botol.
Dira terbangun dari tidurnya mendengar aish menangis minta susu formulanya
__ADS_1
"aish jangan nangis dong bentar Tante ambil kan,eh ustadz kebetulan jagain bentar aku mau ambil susu formula dulu"
Fatah menggantikan Dira yang sedang membuat susu formula tak lama kemudian akhirnya datang juga membawakan susu itu
"sudah jadi tidur lagi yah masih lama paginya"
Fatah pindah kearah lain sambil melihat kedekatan mereka berdua
"enda au itu,aua yang ini"menunjukan dada Dira sambil menangis lagi engga berhenti
"sayang Tante engga bisa ini aja lebih sehat lebih kenyang mau yang mubasir kalau sudah di buat engga di minum"
"huwa........huwa.........huwa"tangis aish makin kencang sampai engga bisa berhenti
"aku keluar mau aku ambilkan apa ra?aku mau ke dapur siapa tau kau lapar"
"engga makasih tutup kembali pintunya tadz,aish sudah yah jangan menangis iya ini"
Fatah langsung pergi ke dapur mengambil air minum yang ada di kulkas,setelah itu kekamar Dira lagi sebentar melihat mereka sedang tidur bersama seperti keluarga.
"aish jangan di gigit yah"ucap Dira sambil memejamkan matanya
setelah itu menutup kembali pintunya langsung ke kamar untuk istirahat juga
pagi yang cerah
sudah mengawali kegiatan seperti biasanya Fitri masuk kekamar Dira, melihat anaknya sangat dekat dan agak kebuka auratnya Fitri itu dan tak lama Dira terbangun melihat temannya sudah ada di situ.
"maaf ka,aish minta ini jadi aku kasih engga papa kan?sudah di buatkan susu formula tapi engga mau mintanua yang ini"ucap Dira sambil duduk karena aish masih tertidur nyenyak engga terbangun
"huwa.........unda au susu"ucap aish sudah terbangun dari tidurnya melihat ke bunda
"anak bunda sudah bangun rupanya sini sama bunda,makasih tante Dira maaf ra semalam Aish mengganggu tidur mu kan engga nyenyak tidur nya"
"eh aish kau beneran minum dari tante Dira?gimana enak atau engga?"ucap Fitri lagi
"enak apanya?eh maaf....maaf"ucap Fatah memuter membelakangi mereka
"enda da cuma dikit enda seerti unda"ucap aish sambil minum asi dari Fitri
"bukan itu,ummi sedang kurang sehat kalian mau makan apa?di kulkas engga ada bahan masakan sudah habis semua,mau bubur ayam atau apa nanti sekalian aku belikan"
"masak aja gimana?ka Fitri setuju kan dari pada membeli makanan masak aja beli didepan rumah juga bentar lagi lewat"
'sayur bu,ibu sayur masih segar'suara itu membuat farah pergi keluar membeli belanjaan,di susul Dira sedang melihat-lihat sayur an yang akan di olah menjadi makanan untuk semua orang Yanga dan di rumahnya.
"bu ini sudah jadi berapa?"tanya Dira pada penjual sayur keliling
"50 ribu beng,bukanya ini rumah ummi Lita pagi sekali sudah ada disini?"
"oh itu tadi Shila bilang umminya sakit jadi aku kesini nemenin kasihan kalau engga ada teman dekatnya untuk melewati masa Sulinya"jawab Dira menghilangkan rasa ragu pada ibu penjualnya,memberikan uang 100 ribu yang di berikan Fatah kepadanya
"kembaliannya ambil aja bu makasih"ucap Fatah langsung masuk kedalam sedangkan belanjaan sebagian di bawahnya kedalam
sedang memasak di dapur bersama dengan Dira lalu shola datang membantunya juga
"kenapa tuh muka pagi-pagi cemberut aja makin jelek tuh engga ada yang mau nanti"celetuk Shila pada kakanya
"engga ada Kaka sedang sebel sama ibu-ibu sukanya ngerumpi aja"ucap Fatah sambil ngedumel sendiri
satu detik kemudian mengingat ucapannya barusan amarahnya yang menguasai dirinya
"astaghfirullah halazim masak aja kau mau membantu atau cuma ngeliatin"tegur Fatah
"iya apa yang harus aku bantu?aku kan engga mengerti masak nasi goreng kah asik dapat bonus nih dari calon Kaka ipar"goda Shila ada Dira sedang fokus memasak nasi goreng
"engga aku bagi untuk mu,tolong ambil cabai yang sudah di belendar tadi"
Fatah memberikan yang Dira minta ambilkan cabai engga sengaja tangan mereka saling bersentuhan lalu sama-sama melepaskan mengambil itu dari tangan Fatah
"makasih,maaf engga sengaja hampir selesai mau di tambah telor ceplok atau engga nih?"
"telor nya juga engga ada"ucap Shila
__ADS_1
"ada dong radi sudah membelinya,aku aja kau bersih-bersih pakai bajunya Shila"
"iya ka aku pinjemin ayo ra"ajak Shila padanya
"bentar dulu kan belum di cicipin nasi goreng takut ada yang kurang"
tak lama kemudian sudah selesai dengan sempurna,tinggal masak telor ceploknya pun bentar lagi selesai lalu menaruhnya di ruang makan sekalian sudah selesai.
aish berlari mendekat kearoma nasi goreng yang enak banget kebetulan Fatah belum pergi dari sana
"jangan lari-lari nanti jatuh giman?mau makan masih panas bentar lagi yah,om mau mandi aish sama ayah dulu ayo om anter kan"
"enda om yayah edang ama unda atanya au bitin ade untut aish"ucap nya gengiangan
"engga ada pengertian anak kecil sudah di ajarin seperti itu gimana gedenya"ucap Fatah lagi dan lagi lalu mengendong kekamar Shila
sudah ada di depan pintu mengetok pintu kamarnya engga ada suaranya
"engga di kunci masuk aja"
langsung masuk meletakan aish disana lalu pergi ke kamarnya
...----------------...
malam hari di kediaman Abi Arifin
semua orang sedang berkumpul di ruang tengah sedang berbincang-bincang ummi juga ada di sana sudah sembuh
Fatah juga mau pergi sebentar tiba-tiba aish mau ikut bersamanya
"aish jangan ikut yah perginya sama ayah Bagas aja nanti"pinta Fatah kepadanya
"enda mau om,mau itut boleh tan?"
"la mau ikut atau engga?kalau engga alhamdulilah engga ada yang menghabiskan uang ku Minggu ini"ucap Fatah menggendong aish bersama nya
menaruh aish di depan Fatah hendak pergi ke toko cake naik motor membeli beberapa untuk nanti malam, akhirnya sampai di depan toko cake lalu turun menggendong masuk kedalam melihat-lihat cake yang akan di beli.
"om mau cake juga yang helo iti"
"mba ada cake animasi?"tanya Fatah
"ada mas di sana,mau yang mana?"
"hello Kitty,yang itu 2 dan ini 2 jadi berapa mba?yang 2 itu di beri tulisan bisa?"
"sangat bisa mas mau nulis sendiri?"
"boleh"ucap Fatah sambil menggendong aish
'heppy milad makmumku'cake untuk Dira,'Dira love ustadz Fatah' untuk bersama dengannya.
"sudah mba makasih jadi berapa"
"500 ribu sudah termasuk lilinnya"ucap pegawai cake yang melayani Fatah
mengambil uang 500 ribu di berikan kepadanya lalu memintanya untuk di anter jam 17.00,setelah itu baru pulang kerumah membawa cake yang aish mau akhirnya sampailah di rumah.
"aish jalan yah tangan om kesemutan"
langsung masuk duluan meninggalkan om Fatah menghampiri bunda Fitri
"unda aku beli cake hello titi ada di om atah"
"iya nih engga bawa uang ikut-ikut"timpal Fatah kepada orang tuanya aish
"kan keponakan mu dari sahabat mu, makasih sudah membelikan cake hello Kittynya"
"hem sama-sama, bosen deh eh kemarin sempet beli bakso atau engga yah Ra?"
"engga tau kan engga mempet keliling cuma sibuk sama aish"
"beli engga banyak mau BBQ kan sudah ada di jidadmu ka, dan aku mau menerima beres oke"ucap Shila mengambil cemilan di depan nya sambil memakan dan menikmati nya
__ADS_1
sore hari jam 17.30 cake juga sudah di anter kerumah Farah di taruh kulkas di ambil nanti saat setelah Maghrib tiba
semuanya sedang menyiapkan BBQ sedang menyiapkan bahan seperti bakso dan sosis,ada yang membuat sambal pakai cabai cablak di belendar dan sudah ada yang matang lalu aish meminta makan duluan.