
setelah berpamitan pada ummi Lala dan Abi Yusuf langsung masuk kemobil
"tunggu aku ikut"ucap Musa menghentikan Fatah sebelum pergi kerumah sakit
membuka kaca mobilnya sambil melihat kearah Musa yang sedang jalan kearah mobil
"kenapa mau ikut?ayo masuk kita jalan sekarang"ucap Fatah menutup pintu kaca mobilnya
"engga usah pakai Kaka segala panggi nama aja"tegur Musa sudah masuk duduk su sebelah sahabatnya
"iya-iya maaf,sudah kan"
mobil pun melaju ke rumah sakit Medika tempat di mana Shela bekerja
sampai di rumah sakit sedang mencari ruangan Bu Warsi engga lama akhirnya ketemu juga langsung masuk kebetulan ada Shela sedang memeriksa keadaannya
"gimana kondisinya dok?"
membalikkan tubuhnya kearah mereka yang baru datang kasitu
"Fatah kau kenapa di sini?"tanya Shela terheran-heran melihatnya
"aku kesini sebagai keluarga dari pasien,ibu ini sudah ku anggab keluarga apa yang terjadi shel engga ada yang serius kan?"
"engga ada yang serius cuma kelelahan aja obatnya jarang di minum kan Bu?"
"lupa dok kalau obatnya habis belum sempat membeli obat di apotik maaf dok"
"shel kapan bisa pulang?ini teman ku namanya Musa"
menganggukkan kepalanya sebagai tanda pertemanan mereka
"Shela temanya Fatah dari SMK sekaligus dokter di sini kalau kau?"
"Musa sahabat dari pesantren menjadi teman pas waktu pertama kali mengajar disana"
"ini resep obatnya setelah membaik bisa pulang, pagi-pagi juga boleh pulang biasa engga usah oke"
"engga bisa gitu dong kalau juga pekerjaan mencari nafkah di sini,jagain Bu Warsi nanti aku kembali lagi membawa makanan untuk mu"ucap Fatah mau jalan kembang pintu
"kalau kau kesana purcuma sudah di lunasi ayo sus kita periksa pasien lain"ucap Shela jalan keluar memeriksa pasien lain
sedangkan Fatah jalan ke administrasi menyelesaikan pembayaran Bu Warsi
"maaf sus mau minta tagihan atas nama Bu Warsi"ucap Fatah gelisah memikirkan ucapan Shela tadi sebelum pergi
"sebentar mas saya periksa dulu"
engga lama akhirnya ketemu nama Bu Warsi engga ada tagihan sama sekali
"maaf mas sudah di bayarkan ada lagi yang mau tanyakan?"
"ada siapa yang membayar tagihannya dan juga tagihan ku waktu itu atas nama Fatah"
"engga bisa di bicarakan namanya mas,kalau mau akan saya sampaikan kalau masau nitip pesan padanya"
"makasih sus duluan assalamualaikum"pergi menebus obat di apotik rumah sakit Medika
"wangalaikimusalam,benar yang di katakan dokter Shela"
setelah menebus obat lalu kembali keruang rawat Bu Warsi memberikan obatnya
...****************...
"kenapa Kaka juga memiliki perasaan yang sama seperti ku!!"
engga ada orang yang mendengarkan teriakan Dira karena sedang ada di tanah samping pesantren
__ADS_1
sendiri engga ada yang tau kalau Dira ada di situ sedang mengeluarkan kekecewaan terhadap kakanya
"aaaaaaaaaaaa Kaka jahat!!!kenapa ka?hiks"
hati semakin larut akhirnya pulang keasrama engga sholat Maghrib berjamaah sedang dayang bulan
masih menangis, kecewa dan marah kepada kakanya setelah selesai sholat Shila menghampiri di asrama langsung masuk
"kenapa?mau aku buatkan air hangat buat mu?"tanya Shila baru masuk kedalam kamar
"engga usah makasih, boleh pinjam bahumu?"
"boleh silahkan menangis sepuasnya kalau kau mau dan kalau mau cerita juga bisa"ucap Shela mendekat lalu duduk di sebelahnya
sambil memeluk Dira yang sedang menangis sedih sekali kelihatannya
sudah mendingan engga terlalu sedih lagi bisa mendengarkan ucapan Shila
"kenapa?ada masalah dengan keluarga mu?atau yang lain?kalau keluarga mu maaf aku engga bisa ikut campur"
"engga juga sedang sedih aja karena aku dan Kaka sama-sama suka dengan orang yang sama maka dari itu aku menangis"
"gitu siapa nama kakamu?ka Shela kan?"ucap Shila asal sebut namanya
"betul kenapa kau tau?Ka Shela kakaku?kau tau tentang itu!"
"engga aku pernah denger dan mengerti sedikit tentangnya karena dulu ka Fatah pernah menyelamatkan dia di sungai pas hanyut setelah lulus SMK engga ada kabar lagi, beberapa tahun ka Fatah pergi pertukaran mahasiswa di kampusnya engga jauh masih kota ini"
"gitu kah?pantas aja ka Shela mulai ada rasa tapi ustadz Fatah cuma menganggapnya sebagai teman walaupun ka Shela engga pernah menceritakan kepadanya"
"maaf jadi ghibah deh jangan bilang ke ustadz yang ku katakan ataupun yang kau lihat plis"
"engga akan Kaka jarang memperdulikan orang yang bukan makhronya atau cuma sekedar menolongnya kalau kesusahan"
mengambil baju miliknya di lemari laku menaruhnya di paper bag memberikan kepada Shila
"rumahnya di mana?kalau dekat dari rumah ku aku akan main kesana boleh kan?"
"sangat boleh di perumahan yang sama dengan mu, kompleks E nomor 5 ngerti kan?"
"ngerti nenti kita main bersama boleh kan?di rumah ku juga mau kan?"
"tentu makasih Shila sudah mau mendengar kan masalah ku"menekuknya dengan erat
"sudah-sudah jajan yuh beli cilok atau bakso juga boleh"ajak Shila pada Shela
"ayo tapi izin dulu ke ustazah takut di cariin"
jalan menghampiri ustazah yang sedang santai di halaman asrama menikmati angin malam hari sangat indah
"permisi ustazah boleh kita jajan di luar pesantren?bolehlah ka Fatah sudah izinkan kita"ucap Shila berbohong kepadanya
"baik lah jangan lama-lama nanti kembali lagi kesini kalau engga akan ustazah adukan kalian berdua"ucap ustazah Jihan
"makasih ustazah Jihan assalamualaikum"
"wangalaikumusalam hati-hati"
jalan keluar pesantren membeli jajan disana seperti cilok,somay dan bakso tusuk
setelah selesai membeli jajan langsung kembali ke dalam pesantren kebetulan teman temannya datang nyamperin mereka
...****************...
dokter Shela datang menengok kondisi ibu Warsi langsung masuk kedalam ruangannya
"permisi selamat malam bu gimana kondisi nya sudah mendingan?Sus gimana sudah di cek semuanya?"tanya Shela pada suster yang mendampingi selama tugas
__ADS_1
"sudah dok ibu Warsi sudah membaik keadaanya juga lebih vit dari sebelumnya"
"dok boleh pulang sekarang aja kasihan mereka kalau menunggu saya di sini"
"iya Bu boleh pulang sekarang tapi nunggu Fatah datang dulu kesini,sedang sholat isya kan mereka berdua?"
"betul dok bentar lagi juga kesini dan membeli makan malam"
tiba-tiba datang mengagetkan mereka semua yang ada di situ meletakan makanan di samping Bu Warsi
"maaf mengagetkan kalian kah?Shela Bu Warsi boleh makan nasi ayam goreng atau engga?"tanya Musa pada dokter Shela
"boleh jangan keseringan ya bu jaga kesehatan nanti boleh pulang kalau sudah makan malam ayo sus"ajak dokter Shela kepada suster yang mendampinginya
"tunggu boleh bicara sebentar Shela? sebelum kau melanjutkan memeriksa pasien lain"ucap Fatah dengan rasa berani membicarakan pembayaran yang sudah di bayangkan oleh dokter Shela sendiri
"iya bicara saja,kenapa ada masalah dengan kondisi mu?atau yang lain?"
"Shela kenapa kau membayarkan tagihan rumah sakit saya dan Bu Warsi!minta nomor rekening mu nanti aku transfer saya engga mau berhutang budi kepada mu katakan saja nanti akan aku bayar semuanya"
"engga usah Fatah anggap aja sebagai tanda terimakasih kau sudah menolong ku waktu itu selamanya keluarga mu ada keluhan bilang saja nanti akan aku batu menyembuhkan kalain,maaf aku buru-buru ayo sus selamat malam Bu assalamualaikum"ucap Shela langsung keluar dari ruangan Bu Warsi
pergi memeriksa pasien lain,mereka sedang makan malam bersama engga lama akhirnya selesai sedang bersiap-siap untuk pulang kerumah Bu Warsi
"sudah engga ada yang ketinggalan bu?"tanya muasa memastikan engga ada barang yang ketinggalan di raung rawatnya
"engga ada nak Musa makasih kakain mau membantu ibu maaf merepotkan kalian"
"tidak dong malah kita senang kalau ibu juga senang bisa pulang kerumah ayo,bentar Musa kau sama Bu Warsi keluar duluan ini kunci mobilnya akua ada urusan sebentar"
mereka jalan bersama sampai di depan tempat administrasi rumah sakit
Fatah jalan kesana mengambil uang di dalam sakunya,dan ada catatan untuk dokter Shela
"maaf sus bisa nitip ini buat dokter Shela" ucap Fatah memberikan amplop coklat yang ada uangnya tadi pada suster di situ
"bisa mas atas nama siapa yang mengirim kannya?"tanya suster itu pada Fatah
"di dalamnya sudah ada catatan untuk dokter Shela makasih sus permisi"
langsung menyusul mereka yang sudah menunggunya dari tadi
"maaf lama ato pulang keburu malam sampai di pesantren"ucap Fatah langsung amsuk ke dalam mobil
mobil pun melaju mengantarkan Bu warsi pulang kerumahnya engga lama akhirnya sampai,turun dan mampir sebentar kedalam sebelum pulang kepesantren
"makasih sudah malam sebaiknya kami pulang takut di cariin"ucap Musa engga enak hati merepotkan bu Warsi
"ya sudah minum dulu sebelum kalian pulang ini ramuan herbal supaya kalain engga mengantuk di perjalanan"
meminum ramuan herbal itu,pamitan lalu masuk kedal mobil
mobil pun kembali melaju ke pesantren gantian menyetir mobil engga lama akhirnya sampai dengan selamat sampai tujuan
Shila jalan menghampiri kakanya yang baru sampai memeluknya dengan erat
"de lepas Kaka mau istirahat kau tidur lah di rumah abi Yusuf"ucap Fatah kepada Shila
akhirnya di lepas juga pelukannya sambil menahan tangannya supaya engga bisa kemana-mana
"Shila Kaka mu cape butuh istirahat kau juga kembalilah kerumah Abi Yusuf sekarang!"
"kenapa ka musa kan dia kakaku boleh dong" ucap Shila meledek Musa supaya melupakan kemarahanya
"hentikan ayo Kaka antar sampai depan rumah Abi,kau kembali saja ke kamar mandi aku nyusul kesana"ucap Fatah kepada Musa
mereka terpisah,setelah mengantar Shila kerumah pak kyai lalu pergi keasrama santri lalu istirahat
__ADS_1
hari mulai malam semuanya sudah terlelap dalam mimpinya