
"engga usah mengada-ngada kan belum tentu benar apa adanya biarin aja kan masih batas wajar"
"Abi engga sholat tahajud?tapi sudah habis waktunya bentar lagi sholat subuh"
turun dari tempat tidur Abi dan ummi berdiri dihadapannya
"engga Abi kesiangan bangunnya Kaka kekamar aja siap-siap sholat subuh,besok kita kerjmah pade Rizki menghadiri milad Arsy"
"oke datang kapan sore aja bi gimana setuju kan?"usul Danis
jalan keluar kamar menutup kembali pintu kamarnya menemui Danu dan Arsa
sampai di depan pintu ruangan tempat sablon mengetuk pintu terdengar oleh Arsa jalan mendekat ke arah sumber suara
membuka pintu tidak sepenuhnya"iya ada apa datang kesini kau engga bisa masuk nanti aja setelah sholat subuh"
"besok sore kita keumah mu mau lupa hari sepesial?"memncing ingatan Arsa tersenyum di balik nikhobnya
"tau milad Arsy kan mas ayo di lanjutkan nanti aja"
"nanggung 5 baju lagi 15 duluan aja nanti aku nyusul,nis kau besok ikut kerumah Arsa kah?"
"tentu kenapa nu kau mau di sini aja engga mau ketemu dengan safy"
"yuh nis duluan biarkan mas Danu nyusul aja ke masjid kan mas?"
"yups duluan aja"
...****************...
persiapan sudah selesai semua barang juga sudah dimasukan kedalam mobil
Danu,Arsa dan Danis masuk mobil di belakang sedangkan Abi Yusuf dan Ummu Lia duduk di depan melaju kerumah Rizki
hampir 2 jam mereka sudah sampai di halaman rumahnya yang lain turun duluan mengangkat barang-barangnya sedangkan Abi memalkirkan mobil supaya tidak menggangu jalan kendaraan lainnya
setelah selesai langsung masuk kedalam tadi sempat berhenti di jalan karena waktunya sholat jadi agak terlambat datangnya
Arsy masih tidur siang di kamarnya belum bangun dari tadi Arsa nyamperin kekamarnya langsung masuk menutup pintu kembali
"de bangun sudah waktunya sholat ashar loh"
"hem masing ngantuk tau baru tadi 1 jam yang lalu azan duhurnha masa iya sudah mau azan ashar"suara khas saat tidur masih mengantuk jadinya bicara sambil menutup mata
"ayo lah Bagun ada Danis loh engga mau nemuin"
jalan kekamar Arsy membuka pintu kamarnya langsung masuk menutup pintu kembali
"ini aku engg mau bangun juga?sy jangan tidur mu dong"
"diam bisa ga sih masih ngantuk nih"teriak Arsy karena terusik kedatangan mereka
"de bicara yang sopan engga ada yang mengajari mu bicara kaya tadi loh"tegur Arsa membuka selimutnya supaya terbangun dari tidurnya
akhirnya bangun Arsa melihat kearah Arsy cuma menggunakan t3nt0p doang terkadang juga Arsy kalau tidur menggunakan celana pendek doang
membalikan pandangan kearah lain Danis melihat kearah Arsy lalu menarik kembali selimut tubuhnya
"maaf ka ucapan yang tadi lupakan saja,ka Danis engga marah kan sama Arsy"
"engga baju mu mana sy kau tidur cuma menggunakan itu saja kah?"
"kalain bisa bicara akua kan keluar mau kekanar"ucap Arsa acuh padanya sambil berjalan hendak keluar dari kamar
__ADS_1
lalu di hentikan oleh Arsy memeluknya dari belakang setelah itu Arsa memutar badanya kearahnya
"lepas de kau bentar lagi remaja tinggal menghitung jam doang,ayo lah lepas kan Kaka engga bisa gini terus Ade!!Kaka engga mau berbuat kasar pada mu"menekan kata-katanya sampai matanya memerah menahan emosi sekaligus perasaan Arsy
"engga akan Kaka jahat!!Kaka sudah menghiraukan aku Kaka jahat hiks...hiks"air mata Arsy seketika tumbang masih memeluk kakanya
"de maaf Kaka engga mau menyakiti mu apa lagi perasaan mu maafin Kaka,Arsy dengarkan Kaka kau bentar lagi berusai 9 tahun jadi Kaka engga bisa sering-sering bermain seperti dulu"
jalan menghampiri Arsy membawakan kain untuk di pakaikan padanya
karena Arsy masih memeluk Arsa jadi Danis engga bisa memasangkan kain itu padanya
"nis Arsy tarik paksa aja engga papa"
"Tapi sa,engga lah nanti kesakitan Arsy ayo lepaskan Kaka mu ka Danis enga mau kalu kau gini terus".
baik Arsa maupun Danis susah berusaha membujuk tidak ada satu pun perkataan yang Arsy dengerkan
akhirnya Arsa menyerah duduk di kasur karena lama berdiri jadi kesemutan
Arsy pun ikut duduk masih memeluk Arsa bukanya duduk Arsy sengaja menarik badanya kebelakang
"nis tinggalkan kita plis sekanga!!"menekan perkataan sambil ngalihkan pandangan kerahah adiknya
"oke kalau ada apa-apa teriak saja"
jalan keluar kamar menutup pintu kamar kembali menghampiri mereka di ruang tengah
sepertinya Arsy akan berdrama sekarang dan benar saja
Arsa berusaha menghalangi tangan Arsy yang sangat menggangunya
Arsy sangat suka kalau melihat Ka Arsa tidak berdaya (delema) mehadapi sikap adiknya
"de engga boleh Kaka mau kekanar lepasin tangan mu itu,ayo Ade ku tangan mu awas dulu"
"astaghfirullah de ah kenapa ha kau menguji Kaka mu ini"
karena tangan Arsy sudah melepas gulungan sarung yang Arsa kenakan akhirnya sarung pelepas
Arsa berusaha mempertahankan sarungnya dan melepaskan Arsy dalam pelukannya
setelah beberapa lama sudah terlepas dari adiknya karena Arsy engga mau kalau kakanya makin marah kepadanya
"gitu dong dari tadi papay adik ku yang sangat tersayang"membenarkan sarung setelah itu baru kekamarnya
jalan kekamar langsung masuk menutup pintu kamar rebahan di kasur sangat lah nyaman
Danu dan sasy juga dari tadi sudah ada di situ belum sempat menemui saudara-saudarinya
Danu masuk kekamar Arsa menutup pintu kembali jalan kearahnya
melihat saudaranya sedang rebahan sambil memejamkan matanya jalan kearah Arsa
"kenapa hem ada masalah dengan adik mu?diem-diem wae bicara dong"
"biasa lah ngapain kesini jangan bilang kau mau menggangguku kan kalau iya pergi aja dari sini"
"kenapa cerita dong kau ngasih hadiah apa pada adikmu?itu yang selalu menggangguku juga"
"ada deh belum ku beli biar kan Arsy yang milih sendiri"
bangun dan duduk bersama saudara laki-laki yang baru datang
__ADS_1
bercerita tentang segalanya tadi engga semuanya baik Arsa maupun Danu mereka selalu ada satu sama lain dan saling membantu menyelesaikan masalah bersama-sama
"sudah kan bentar lagi azan ashar siap-siap ke masjid kalau lama aku tinggal duluan" ancam Danu pada Arsa menyudutkan matanya sangat tajam
"iya bentar gitu aja marah dasar saudara ku yang menyebabkan"lari ngambil baju dari lemari setelah itu masuk kamar mandi
"gini-gini kau juga membutuhkan bantuan ku kan awas aja kalau kau membuat masalah engga akan aku bantu selesaikan masalah sendiri"anjam Danu padanya meninggikan suara
"iya maaf,kenapa sih selalu ngancam ngancam engga seru tau"
"makanya engga usah mulai duluan"
padahal dirinya yang mulai bukan Arsa
"Hem ayo"keluar kamar mandi sudah memakai Hem+sarung yang melekat pada dirinya
jalan duluan meninggal saudaranya lalu Danu lari kearah Arsa
bertemu Abi Rizki,ayah Luki dan Abi Yusuf di jalan arah kemasjid Arsy Danis sudah duluan kemasjid
masuk kedalam karena sudah wudhu dari rumah sholat pun sedang di laksanakan engga lama akhirnya selesai berzikir dan berdoa
setelah selesai mereka pulang merumah masing-masing Danu Arsa jalan bersama mau merencanakan sesuatu buat Arsy
sampai rumah masuk kamarnya Arsa bersama safy juga menyusun rencana karena Arsy sedang bersama Danis jadi mudah membuat rencananya Lanjar sampai nanti malam
bunda intan bersama ummi Lala sedang membuat cake buat Arsy sedangkan ummi Sinta menyiapkan dekorasi di kamar taumu yang akan di tempati malam ini
lama kelamaan kejutan sudah hampir selesai setelah melaksanakan sholat Maghrib mereka melanjutkan membuat Arsy sangat kesal,marah bahkan bawa-bawa kakanya terluka sudah di atur semuanya
Danu chat kenomer Danis memberitahu kalau semuanya sudah selesai
//nis nanti setelah sholat isya puncaknya oke Arsa sedang merias luka palsu di tubuhnya"
membuka hp dari sakunya membaca chat dari Danu
//oke atur aja Arsy sedang makan es krim sambil nyemil menghilangkan rasa kecewanya sama Arsa//
ada notifikasi dari hp Danu membuka semuanya memperlihatkan ke Arsa
"sa coba lihat adikmu sangat kecewa nanti siap-siap engga dapat jatah jajan selama 1 bulan sama om Rizki"
"engga usah khawatir Abi engga akan ikut campur urusan ku dengan Arsy akan ku selesaikan semuanya"merasa tenang seperti tidak akan terjadi sesuatu yang merusak kebahagiaan adiknya
"bentar lagi azan isya 5 menit lagi ini engga Kana luntur kan?riasannya"
"luntur lah ruas ulang aja bantu aku awas kalau engga membantu aku"ancam Arsa pada saudaranya menatap tajam kearah Danu
"iya bawel ayo sholat sini aja engga ada yang masuk kan?kaujadi imam"
"senaknya kau kan lebih tua dari ku menurut keturunan"
"Hem cepat kalau la aku tinggal"
masuk kamar mandi mengambil air wudhu setelah selesai mereka melaksanakan sholat isya berjamaah berdua doang yang lain kemasjid dan sholat di musholla rumah
engga lama kemudian sholat pin sudah selesai berzikir dan berdoa setelah itu mereka melanjutkan merias luka di bagian kepala,pipi tangan bahkan punggung kaki
"mas itu engga kebanyakan yang terluka?kan niatnya cuma tangan sama kepala doang" protes arsa karena engga sesuai konsep dari awalnya
"diam aja engga papa niatnya sih bagian perut juga tapi engga jadi ada Danis,gandis,dan safy pasti kau engga mau kan"masih merias menyelesaikan yang tadi belum sempurna
"iya lah kau tega sama ku mau menjadikan ku santapan mereka"
__ADS_1
"tadinya iya engga usah deh pura-pura aja mengangin perut"saran yang menyesatkan senyum sinis pada Arsa
"sama aja lah,sama-sama engga ada yang ku sukai saran mu itu"