
"beneran ayo turun yang lain pasti sudah turun"ajak Danu pada Arsa
jalan keluar kamar sambil meringis kesakitan mereka juga sudah merencanakan semuanya
tinggal ngikut rencana yang sedang di mulai Danu dan Arsa,Arsy awalnya cuma melirik kearah tiba-tiba pingsan seketika yang lain masih duduk santai.
Jalan mendekat kearsa melihat kondisinya mencoba cara yang di ketahui engga bangun-bangun mulai panik memanggi bunda dan ayahnya
"Bun ini gimana Kaka engga amu bangun hiks....hiks aku engga mau kehilangan nanti kalau engga ada temennya kurang asik"tangis asry pecah yang lain mendekati dan menenangkan
"biar ayah aja yang ngangkat kesofa"
sebenarnya Arsa senang kalau di gendong ayah Luki meletakkan di sofa mengambil minyak telon di dekatkan kehidupannya
seolah pingsan beneran padahal bohong🤭
"ka bangun kasihan Arsy sendirian"ucap ayah sambil menepuk-nepuk biar bagun
"tadi kenapa nu bertengkar kah kalian?atau kenapa cerita lah sama pade"memberikan kode padanya supaya berhasil kejutannya
"maaf pade tadinya cuma salah paham tapi entah kenapa salah satu dari kita engga ada yang mau mengalah jadi kaya gini deh,maaf bude pade"
"ka Danu gimana sih kan Kaka ku ini selalu mengesalkan tapi menyenangkan kalau engga ada dia pasti sepi"menghapus air mata yang terjatuh sekitaran wajah memeluknya sambil mencari akal supaya cepat bangun
akhirnya engga ada cara lain Arsy melitik-tik tubuh kakanya karena itu mulai membuka matanya
"aku kenapa ada di sini?apa yang terjadi"ucap Arsa sambil mengingat yang terjadi padanya tapi sebetulnya dia mengingat semuanya
"bohong kalian membohongi ku kan!Kaka kenapa membohongi ku"
"de kenapa dengan mu Kaka kan pingsan tadi otomatis engga mengingat yang terjadi"
mengambil air mineral yang masih ada segelnya membuak dan meminum kemudian di taruh di situ
memeluk Arsy menenangkan pikirannya yang lain mematikan lampu dan mengambil cake yang tadi sudah di buatkan untuk dirinya
engga lama cakenya sudah dibawa 'bismilahiraohmanirohim' denagn membaca itu cake sudah di potong,dibagikan keorang tuanya serta yang lain
sudah terbiasa kalau ada cake pasti akan jahil mengoleskan kemuka saudara-saudari satu sama yang lain
Arsy berlari kekamarnya bersama Danis serta safy masuk kekamar
Arsy dan Danu jalan membawa cake ditangan sampai di pintu kamar Arsy berusaha membuka engga lama akhirnya sudah jadi terbuka,orang tua mereka cuma berbincang di ruang tengah ada tamu ternyata gandis bersama om Adit.
"langsung ke kamarnya Arsy aja mereka ada disana dis"
"makasih tan duluan semuanya"setelah mencium tangan langsung jalan kekamar Arsy
kebetulan pintu kamarnya terbuka semua orang sudah mencici mukanya di kamar mandi setelah itu berkumpul kembali masih di kamar Arsy
"aku ganggu kalian kah? boleh ikut gabung?"
masih di bang pintu bekum ada persetujuan dari pemilik kamar
"boleh masuk aja ka iya kan Kaka ku?"tanya Arsy pada yang lain
"silahkan kau gandis kan kita pernah ketemu inggat dengan ku?"mendekat kearahnya merangkul untuk masuk ikut bergabung dengan yang lain
"masih ka Danis kan saudaranya Arsa?disini juga sudah lama kah"mencium tangan Danis tadi di tepis olehnya seperti ada yang aneh aja
"panggilan nama aja sama seperti yang lain biar lebih agrab,engga usah mencium tangan ku berpelukan aja boleh kan?"
"boleh dong nis kalau sedang ngapain di sini?aku ketelat datangnya kan?"
__ADS_1
"betul dis kau telat"ucap Arsy sangat singkat
"mas keluar yuh ya kut mengganggu merek masa kita doang"
"ayo lah kekamar mu aja Bain GEMS aja gimana?"
"oke duluan hefan"
jalan kekamarnya berdua dengan Danu langsung masuk menutup pintunya kembali pintu kamarnya
sedang main gems lalu Arsy mencari alasan untuk keluar dari kamarnya akhirnya bisa setelah itu langsung melamar kakanya
mengganggu mereka yang sedang bermain akhirnya berhenti karena ulah Arsy,Arsa berdiri dari duduknya mau jalan sebelum berjalan Arsy sudah meloncat kearah Arsa.
"de Kaka mau tidur kau kembali kekamar Sanah plis"
"engga mau,ka aku mau tidur bersama Kaka boleh kan?Danu tidur sama safy di kamar ku"
"kau tidur sama safy aja aku sama Arsa"
"ayo lah nu kali ini aja mau kan?aku akan adukan sama bunda mu loh"ancam Arsy padanya supaya mau mengabulkan permintaannya tadi
"engga de kau aja yang tidur sama safy Kaka cape!hargai kaka dong"
bukanya turun malah menambah Arsy makin kesel dengan drama-dramanya,turun dari punggung kakanya lalu menarik baju sampai Arsa yang mengalah untuk mundur.
bukannya melepaskan tangan dari bajunya malah menariknya kuat-kuat sampai bisa terlepas oleh adiknya
Arsa membelakangi adiknya karena sama-sama sudah remaja maka dari itu sebisa mungkin menghindari Arsy
"de plis keluar sekarang sebelum yang lain nyariin mu kesini"
"engga mau ka masih sama jawabannya tidak tetap tidak!tuh suruh saudara mu mengalah saja tidur semalam sana ku"
"tidak akan sebisa mungkin aku akan menghalangi kau san tidak izin kan kau tidur sama Arsa"
masih sama dengan posisi tadi yang lain melihat tangan yang melingkar di pinggang Danu
"itu Arsa kan kenapa ada dibelakang mu? ayo keluar lah"
"engga bisa kalian pergi saja plis tinggalkan kita sekarang!!"sedikit meninggikan suara pada ucapan tadi merasa bersalah karena kasar kepada mereka
"maafkan Arsa kalian pergi dari sini nanti akan aku jelaskan semuanya"
"ayo dis fy kita kekamar safy aja biarkan mereka menyelesaikan masalah sendiri kita engga usah ikut campur"ucap Danis sambil berlutut di hadapan safy menjelaskan supaya mau ikut dengannya
"pergi lah kau juga sy pergi lah cepat!!"teriak Arsa padanya yang kian cuma takut sudah sangat marah pada adiknya
"nis tolong bawa Arsy sekalian biar aku yang menangani Arsa"
"oke ayo mba keluar kita tidur sudah malam"membujuk Arsy supaya mau ikut bersamanya jalan menarik tangannya
berusaha melepaskan genggaman tangan Danis karena sangat kuat jadi engga bisa berkutik sama sekali
"nanti aku kesini lagi tunggu saja"
"Arsy pergi sekarang!engga peduli mau nati,besok atau lusa sudah biasa tidak heran"
bukanya berhenti malah nambah drama
genggam tangan Danis melemah karena memandang kearah lain mendekat kearah Arsa
mencoba menerobos perisai dari Arsa yaitu Danu yang mengalanginya dan menghindari dan dari makheom Arsa mereka masih ada di sana kecuali adiknya sendiri
__ADS_1
"ka sanu minggir lah dari hadapan ka arsa cepat"
"engga bakal de bawa Arsy pergi!"
"ayo sy pergi"menarik tangan saudaranya itu badan mereka sama besarnya agak sulit
"sa hitungan 3 kau mundur oke,satu,dua sekarang"
Arsa jalan mundur sudah ada di sakam kamar mandi karena ennga bisa tahan lama kalau disana terus bisa makin tersudut
yang lain sudah pergi kekamar Arsy sedangkan mereka masih ada di situ masih berencana mengganggu Arsa
mereka sepakat ngerjain Danu bersama-sama karena sasaran Arsy susah ada di kamar mandi
aksinya sedang dimulai Arsa mendengar Danu sedang berusaha menghindar dari adiknya dan saudaranya
mengambil handuk keburukan ada di sana menggunakan sebagai penghalang auratnya
"de hentikan kita kekamar lain aja Kaka mau tidur bersamamh kali ini aja kain kali kak engga bisa"
"oke guru Ding dari tadi kan makin mudah"
"engga sa aku akan menemani mu,kau pergi kemana aku ikut kan kau juga tau Arsy kalau ada Danis atau gandus gimana sikap dan rencananya"
memikirkan kembali ucapan tadi yang sudah keluar dari mulutnya mempertimbangkan ucapan Danu tadi
agak lama memikirkan hasil akhirnya menghela nafas panjang sudah rileks sedikit
"engga jadi de kau tidur sama mba safy aja mau kan?"
"engga ka aku maunya sama Kaka loh masa sana mba safy"protes Arsy pada kakanya sambil cemberut karena engga di turutin
"engga papa lah kan sama-sama tidur apa susahnya sih?ayo aku sudah ngantu nih"
"duluan aja"
hendak pergi keluar namun arsy mempunyai ide yang cemerlang
"tunggu hadap sini"bebarengan dengan ucapannya handuk yang di kenakan Arsa di tarik sengaja
safy membelakangi Arsa lalu Danu mendekat kearah Arsa menutupi rasa malunya pada adiknya
"astaghfirullah maaf mba de masih ada safy loh"
"kalau engga ada tetap boleh?sampai Kaka belum mempunyai pendamping hidup selamanya?"ledek Arsy padanya membuat kakanya terheran-heran
"Tentang makna dari sabda Nabi ﷺ, 'Seorang laki-laki tidak boleh berkumpul di satu selimut/kain dengan laki-laki lain,” hal yang sama juga berlaku pada wanita. Hukumnya haram jika di antara keduanya tidak ada pembatas"
mengambil handuk yang tadi sempat di lembar kearah lain
"maka kau tidur sendiri Sanah di kamarmu" jalan kelemari ngambil selimut untuk Danu melempar ke arahnya
"cepat sy aku mau tidur juga lelah tau besok lagi de kau juga Kaka amu tidur"
"ye yuh mba ribet kalau mereka makin paham sudah memperdalam ilmu agama"
"terserah tutup kembali pintunya"
setelah Arsy safy keluar Danu membuka bajunya mau tidur membawa selimut yang tadi di berikan padanya
lama kelamaan tertidur sangat pulas yang lain pun sama
gandis menginap di sini tidur bersama Danis mereka di kamar sebelahan dengan Arsa
__ADS_1
matahari sudah terbenam sholat subuh pun sudah di laksanakan
sebagian dari mereka ada yang masih tidur termasuk Danu dan Arsa,karena tau Kakanya belum bangun aksinya akan dilanjutkan