Kau Tak Sendiri

Kau Tak Sendiri
Bab 43


__ADS_3

Sesampainya di Jakarta Ikbal dan Ruby mengantar Ahmad lebih dulu. Barulah setelah itu ia mengantarkan Aini ke kosannya. Ruby pun turut mengantar Aini. Kebetulan Ruby dan Ikbal menyewa mobil bak agar bisa membawa kendaraan Ahmad.


Dan hampir tengah malam ketiganya sampai di kosan Aini. Nita yang harap-harap cemas pun segera bangkit dari rebahannya setelah mendengar langkah kaki yang menuju ke kamarnya.


"Assalamualaikum!", sapa ketiganya.


"Walaikumsalam!", sahut Nita sambil membuka pintu. Gadis itu langsung menghambur ke pelukan Aini. Ia begitu mengkhawatirkan sahabatnya tersebut. ketakutan di mana Aini pernah kecelakaan dan koma membuat Nita selalu cemas dengan sahabatnya itu.


"Ya Allah Aini!", pekik Nita. Aini yang di peluk begitu erat hanya tersenyum tipis. Dia tahu jika Nita pasti sangat mencemaskan dirinya.


"Lo baik-baik aja kan Ai?"


"Gue baik Nit, lo tenang aja!"


"Gimana gue bisa tenang dokter Iqbal bilang kalau Lo balik jam lima dan sekarang udah hampir jam satu pagi gimana gue nggak cemas?"


"Boleh nggak ceritanya besok pagi aja gue capek ngantuk!"


"iya lo buruan bersihin badan langsung istirahat kalau mau makan dulu Gue masakin mie instan deh!"

__ADS_1


Aini pun mengangguk. Tentu saja dia lapar lagi meskipun tadi sudah makan di warung si bapak misterius.


"Aku juga Yang tolong masakin mie instan sama Mas Iqbal juga!", sahut Ruby.


"oh oke tunggu ya!", jawab Nita.


Nita segera mengeksekusi mie instan itu yang kebetulan ada 4 buah sesuai dengan jumlah yang akan memakannya.


Aini sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Dia sudah tidak menggunakan jilbabnya hanya memakai handuk. Tapi setelah itu dia menggunakan jilbab instannya.


Ikbal hanya mau mencuri pandang sesekali pada gadis pujaan hati nya tersebut. Tidak mungkin bukan dia terang-terangan ingin melihat seperti apa cantiknya Aini yang cantik alami tanpa make up.


Aini pun melaksanakan salat Isya lebih dulu sebelum dia turut ikut makan malam menjelang pagi atau lebih tepatnya sahur mungkin. Karena setelah itu nanti dia akan segera tidur.


Nita memberikan dua porsi untuk dua laki-laki di hadapannya dan sisanya untuknya juga Aini. Tidak ada obrolan berat selain sesekali bertanya hal yang receh.


Pukul l 01.30 pagi Ruby berpamitan pulang begitu pula dengan Iqbal karena ia akan praktek besok pagi.


"Besok kamu nggak usah masuk aja dulu Ai nanti aku yang izin!",kata Ikbal.

__ADS_1


"Nggak usah Mas insya Allah besok aku tetap masuk masa baru kerja sehari langsung nggak masuk. Nanti dikiranya aku nggak betah."


"Tapi kamu pasti capek Ai"


"Nggak papa Mas. Mas Ikbal jauh lebih capek!"


"Ya sudah terserah kamu saja!"


Setelah saling memberi perhatian, Ruby dan Ikbal pun keluar dari kost tersebut.


Ruby mengendarai mobil bak terbuka yang ia sewa tadi. Tepatnya, Ikbal yang menyewa karena dia yang membayarnya.


Tapi saat mulai keluar dari area kost nya, ia merasa ada sesuatu yang membuat mobil nya terasa berat. Padahal, dia hanya menggunakan mobil tersebut seorang diri. Karena penasaran, Ruby pun menoleh ke bak belakang. Betapa terkejutnya saat ia melihat beberapa makhluk yang ada di bak belakang.


"Astaghfirullahaladzim!", gumam Ruby. Dia pun membaca ayat-ayat suci yang dia hafal dalam hatinya.


"Ngapain kalian ikut mobil ini??? Kalian ikut dari kapan???", monolog Ruby. Tapi bibirnya masih terus melafalkan ayat kursi. Beruntung tempat tinggalnya tak begitu jauh dari kost Aini. Jadi dia tak perlu berlama-lama melihat kehadiran mereka yang mungkin menang sengaja ikut ke ibukota.


****

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏


22.05


__ADS_2