Kau Tak Sendiri

Kau Tak Sendiri
Bab 95


__ADS_3

Aini tertunduk takut di ujung sebuah ruangan asing. Suara kesakitan makhluk tadi terngiang-ngiang di telinganya. Bayangan di mana lengan makhluk itu terlepas secara paksa membuatnya bergidik ngeri. Mungkin gadis yang sekarang berstatus sebagai nyonya Ikbal itu mengalami trauma yang sangat mendalam.


Dia berada di sebuah tempat yang tidak tahu di mana jalan keluarnya. Angin segar yang sempat ia dengar dari sosok tadi pun seketika menguap.


Gadis itu pesimis bisa keluar dari tempat itu. Bukan penjara dengan pintu sel yang mengelilinginya. Tapi entah kenapa ia tak bisa keluar dari sana.


Aktivitas yang terjadi di sana seolah berputar seperti itu-itu saja. Aini bertanya dalam hatinya, apakah mereka pun tawanan seperti dirinya???


Gadis itu perlahan menguasai dirinya. Dia meyakinkan dirinya jika semua akan baik-baik saja. Dia akan selamat dan segera keluar dari tempat asing itu.


Aini menghapus air mata yang meleleh di pipinya. Di tengah usahanya untuk menguatkan diri, sesosok makhluk yang...entah lah! Sosok yang sulit di jabarkan oleh seorang Aini.


Makhluk itu bersimpuh di samping Aini. Nafas Aini mulai tersengal-sengal. Akankah dirinya atau makhluk tadi akan bernasib sama seperti makhluk sebelumnya jika mereka saling bicara.


Makhluk itu menelisik tubuh Aini dari atas hingga kebawah. Beruntung saat dirinya tidur, gadis itu memakai piyama panjang. Hingga yang terjadi saat ini, dia pun memakai pakaian yang sama.


"Jang-jangan dekati aku!", kata Aini takut. Sungguh, dia tak ingin kejadian tadi kembali terulang.


"Kamu beruntung!", katanya. Dari suaranya, ia seperti seorang laki-laki.


"Ap-a-apa..?", tanya Aini tergagap. Mau tak mau ia menatap lawan bicaranya. Belum sempat ia mengatakan apapun, sesosok yang mungkin pantas di sebut algojo menghampiri Aini.


"Raja ingin bertemu dengan mu!", kata algojo tersebut dengan suara yang terdengar begitu galak dan kasar.


"A-aku? Mau bertemu dengan ku? Ke-kenapa?",tanya Aini memberanikan diri. Jika beberapa saat lalu ia yakin bisa melawan rasa takutnya terhadap makhluk ciptaan Tuhan yang sebangsa itu, tidak kali ini!


Dia takut menjadi korban seperti sosok tadi. Terulang-ulang terus di pelupuk mata Aini!

__ADS_1


"Kamu mau berjalan sendiri atau di seret kasar kalau banyak bertanya?", ancam algojo tersebut. Aini mengangguk cepat dan berusaha berdiri dari tempat ia duduk tadi.


Gadis itu berjalan di depan para algojo yang mengekor di belakangnya. Tempat itu benar-benar tak bisa di deskripsikan oleh Galuh.


Di dunia nyata, dia tak pernah melihat ada tempat seperti ini. Jika memang tempat ini adalah sebuah sel untuk para tawanan, tempat ini benar-benar berbeda di banding dengan sel pada umumnya di di dunia nyata.


Setelah berjalan beberapa waktu, gadis itu jatuh tersungkur di hadapan raja jin itu. Nafas Aini memburu menahan emosi juga rasa takut.


"Rupa-rupanya kalian ingin bermain-main dengan ku!!", kata raja itu dengan suaranya yang menggema memekakkan telinga siapa pun. Manusia normal tentunya yang bisa merasakan hal tersebut!


"Keluarkan aku dari sini!", kata Aini mencoba memberanikan diri.


"Kamu pikir akan semudah itu keluar dari istanaku?", sarkas raja jin tersebut.


"Tuhan menciptakan pasangan dari bangsa nya masing-masing. Begitu pula dengan kamu! Pasangan ku tentu saja manusia, sama seperti aku. Bukan makhluk asing seperti mu!"


"Hahahaha!", tawa raja itu menggelegar seolah menguasai ruangan tersebut.


"Suami ku dan juga keluarga ku pasti akan membebaskan ku dari tempat laknat ini!", kata Aini. Raja jin tadi menatap tajam Aini. Untuk beberapa saat, nyali Aini sempat menciut. Tapi mengingat orang-orang yang menyayanginya, gadis itu mencoba memberanikan diri melawan raja itu.


"Suami????", tanya Raja itu dengan geram.


.


.


.

__ADS_1


Ibas datang ke makam Ilma. Penampilannya begitu lusuh benar-benar tak terurus. Rambut gondrong dan wajah tampannya kini memudar.


Bukan motor besar yang jadi tunggangannya melainkan sebuah motor matic sejuta umat yang hampir di miliki sebagian orang.


Hidup lelaki itu benar-benar sudah tak terarah sejak keluar dari rumah Rini.


Bagaimana tidak? Apakah dia masih punya nyali untuk tinggal di tempat ibu tirinya setelah apa yang ayah kandungnya lakukan terhadap keluarga itu????


"Cantik! Kakak datang!", kata Ibas mengusap nisan Ilma.


"Kamu mau menunggu kakak, heum?",tanya Ibas sendu. Akibat pergaulan bebasnya dengan teman-teman laknatnya, Ibas terjerumus dalam pergaulan yang salah.


Ternyata...ada sahabat... tepatnya mantan sahabat yang mengkhianati dirinya. Seorang Ibas di vonis menderita Aids yang tak pernah ia sadari apalagi ia bayangkan!


Sejak kapan ia menyadarinya??? Sejak ada sahabatnya yang mengalami kecelakaan membutuhkan donor darah. Dari situ lah, ia tahu jika sudah di khianati.


Ternyata teman ONS nya membawa perempuan yang biasa di pakai bersama. Lebih parahnya, perempuan itu memiliki penyakit tersebut.


Gila kan????


Sekarang hanya ada penyesalan dalam hidupnya. Apakah dia akan bisa melanjutkan hidupnya atau ... berakhir di waktu yang tak akan lama lagi.


***


20.59


Masih belajar 🙏✌️🙏

__ADS_1


Maaf 🙏


Terimakasih


__ADS_2