
Aini bersiap menuju ke tempat ia bekerja. Benar kata Ilma, Ikbal tidak jadi berangkat ke kantor karena akan mengurus perusahaannya. Beruntung hari ini tidak ada jadwal operasi dan kontrol pasien yang sudah mendaftar via online.
Jadi, Ikbal tidak perlu terburu-buru menyelesaikan pekerjaannya di luar rumah sakit.
Aini menyapa beberapa pekerja rumah sakit. Telinga nya begitu tajam mendengar setiap kalimat sini yang ada dalam hati beberapa orang yang berpapasan dengannya.
Wajah nya tersenyum, tapi hati nya mengumpat.
'Apa sih yang dokter Ikbal liat dari cewek itu? Cakep juga ngga!'
'Patah hati ngga sih kalo modelan kaya gitu jadi pemenang hati dokter Ikbal!'
'Paling juga tuh dokter ganteng udah di pelet sama tuh anak!'
'Gue harap mereka ngga beneran punya hubungan, mereka ngga cocok sama sekali?!'
Suara-suara sumbang berdatangan silih berganti terdengar oleh telinga Aini meski mereka tak mengucapkan secara verbal.
Kadang, mendapatkan anugerah kemampuan seperti itu tak selamanya menyenangkan. Iya ngga sih?
Aini tiba di ruangannya. Hanya ada Ahmad di sana.
"Assalamualaikum! Mas Ahmad!", sapa Aini.
"Walaikumsalam."
"Tumben sepi, mas Kholil sama pak Bambang mana?"
"Pak Bambang ijin mudik ke kampung istrinya, kalo Kholil katanya lagi ngurus SIM apa gimana lah."
__ADS_1
"Jadi, kita cuma berdua?", tanya Aini pada Ahmad. Ahmad mengiyakannya.
"Desas desus yang gue denger, Lo sama dokter Ikbal...udah go public?"
"Siapa yang bilang?", tanya Aini.
"Banyak sih yang gosipin!", kata Ahmad.
"Dih, cowok kok kaya lambe-lambean gitu, ngga usah dengerin mas Ahmad!!", kata Aini.
"Ya gue juga berharap sih...Lo mikir-mikir dulu Ain! Bukannya apa-apa, dokter Ikbal itu kan...''
"Dia orang berada? Gue orang susah? Gitu kan yang mau Lo omongin?", tanya Aini.
"Maaf Ain, jangan tersinggung. Gue cuma ngga mau nantinya Lo sakit hati kalau kalian pada akhirnya ngga...bersatu!", Ahmad menghela nafas panjang.
"Dengan siapapun kita menjalin hubungan lalu akhirnya tidak bersatu, itu artinya memang tidak berjodoh. Rasa sakit hati nya juga akan sama kok!", kata Aini berdiri mengambil beberapa lembar kertas yang akan dia foto copy di ruangan Dewi.
"Iya iya...udah gue ngga masalahin kok. Sorry, gue mau fotocopy dulu!", kata Aini meninggalkan Ahmad yang terduduk lesu di bangkunya.
'Gue kalah segala-galanya dari dokter Ikbal Aini!' ,batin Ahmad.
.
.
.
Sean sudah menghubungi polisi agar datang ke perusahaan keluarga Ikbal atas laporan yang sudah Ikbal buat.
__ADS_1
Berdasarkan beberapa bukti yang menunjukkan keterlibatan Romi atas pembunuhan Ilma dan juga sabotase kecelakaan papa Ikbal, polisi pun menindaklanjuti laporan Ikbal.
"Selamat pagi Ndan!", sapa Ikbal pada salah satu petugas.
"Selamat pagi dokter Ikbal!"
"Jadi, surat penangkapan Romi sudah di siapkan?", tanya Ikbal.
"Sudah siap semua dok! Dan kami harap, anda tetap kooperatif untuk tidak menimbulkan kekacauan di perusahaan anda. Melihat... banyaknya kasus yang Romi lakukan, wajar jika anda begitu murka terhadap tersangka."
"Saya memang marah Ndan ,tapi saya tidak mau mengotori tangan saya lalu membalas perbuatannya dengan perbuatan yang sama. Apa bedanya dengan dia kalau seperti itu bukan Ndan?"
"Betul dokter! Pantas anda menjadi seorang dokter, anda begitu sabar menghadapi situasi seperti saat ini."
Beberapa saat kemudian....
"Saudara Romi Haryanto, kami dari polres Xxx memberikan surat penangkapan untuk anda atas tuduhan menghilangkan nyawa saudara Ilma dan juga menyabotase mobil tuan Fauzan hingga beliau kecelakaan dan meninggal dunia. Dan juga kasus penggelapan dana perusahaan yang sang merugikan perusahaan!''
Romi yang berada dalam kubikelnya di buat terkejut.
"Anda jangan sembarangan ya Pak !", hardik Romi.
"Maaf, jika anda ingin melakukan pembelaan, silahkan lakukan di kantor!", kata petugas itu dengan tegas.
Romi meronta tak kalah kasar saat beberapa anggota memegang kedua tangannya. Ternyata, Romi tidak sendiri melainkan ada Sutan yang juga di tangkap karena kasus penggelapan dana perusahaan juga Sutan.
Romi terus meronta tak ingin di pegang. Matanya menatap nyalang pada Ikbal. Romi tahu, anak tirinya lah yang sudah membuat dia di tangkap.
***""
__ADS_1
16.28
Terimakasih 🙏