
Kedua orang tua Aini mempersiapkan pernikahan dadakan untuk putri tunggal mereka. Begitu pula dengan Ruby dan Nita. Mereka turut di sibukkan dengan acara dadakan tersebut. Yang awalnya mereka akan menikah lebih dulu, tapi justru kalah cepat dari Aini dan Ikbal.
"SAH!!!"
Satu kata yang keluar dari para saksi mengubah status single dari keduanya menjadi pasangan suami istri yang di akui oleh negara juga agama tentunya.
"Alhamdulillah", kata hamdalah keluar dari bibir para penghuni kamar Aini. Rencananya, Aini akan di bawa pulang ke apartemen Ikbal untuk di rawat sendiri olehnya karena tak ada perkembangan apa pun selama perawatan di rumah sakit tersebut.
Niat awal yang akan resign dari rumah sakit tersebut Ikbal tunda sampai Aini benar-benar bangun dari tidur panjangnya. Dia tak ingin melepas profesinya mengingat dirinya tak bisa melakukan tindakan jika dia hanya orang sipil.
"Nak Ikbal, bapak pasrahkan anak bapak pada Nak Ikbal. Jika suatu saat nak ikbal sudah tak menginginkan Aini, tolong kembalikan pada kami secara baik-baik!'',kata bapak Aini.
"Astaghfirullah pak, saya tidak ada niat sedikitpun untuk meninggalkan Aini apa pun keadaannya. Insyaallah, saya akan menjaga Aini sepenuh hati saya dan semampu saya",janji Ikbal.
Bapak Aini menepuk pelan bahu menantunya. Dia mencoba mempercayai ucapan Ikbal. Lelaki sepuh itu melihat kesungguhan Ikbal selama ini. Andai dia di panggil oleh yang maha kuasa, setidaknya ada Ikbal yang akan menjaga putri semata wayangnya.
Ilyas menjelaskan apa-apa saja yang harus mereka lakukan selanjutnya. Mereka menyiapkan doa bersama setelah perbincangan kecil antara bapak mertua dan menantunya tersebut. Doa bersama di lakukan kurang lebih hingga satu jam lamanya.
"Mas Ikbal, tolong bisikkan kalimat penguat di samping telinga Aini. Insyaallah dia akan mendengar suara Mas Ikbal. Jangan lupa ucapkan salam dan basmalah sebelumnya. Semoga, Aini bisa mendengarnya dan segera sadar!", kata Ilyas. Ikbal pun mengiyakannya.
__ADS_1
Dia sedikit membungkukkan badannya lalu mendekatkan bibirnya di telinga Aini.
"Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum...Nur Aini, istriku! Bangun sayang, kamu tidak ingin melihat suami mu heum....!''
"Ayo sayang! Berjuang untuk bangun! Hadapi semua rintangan yang menghalangi jalan mu untuk keluar dari sana. Aku menunggumu sayang!'', bisik Ikbal sebelum ia mengangkat kepalanya dari telinga Aini.
Ikbal menyempatkan mendaratkan sebuah kecupan dikening Aini. Tapi tidak ada tanda-tanda Aini akan segera bangun. Bahkan tak ada gerakan sekecil apa pun disalah satu anggota tubuh gadis itu.
"Sabar Bal!'', Ruby menepuk bahu Ikbal. Ikbal pun mengiyakannya dengan anggukan tipis. Nita sendiri memilih duduk menemani ibunya Aini yang terlihat lebih tegar dari sebelumnya.
.
.
.
"SAH!!!"
Setelah itu, ia mendengar suara seorang lelaki yang sangat familiar di telinganya. Iya, suara Ikbal. Tapi yang membuat Aini bingung saat Ikbal memanggil dirinya istri dan menyebut Ikbal suaminya. Benarkah mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri???
__ADS_1
Selain mendengar suara Ikbal, ia pun mendengar suara Ibas.
"Aku bahagia untuk mu Ain!", kata Ibas.
Ditengah kebingungannya,sesosok makhluk mendekati Aini.
"Kamu akan segera keluar dari sini. Laki-laki itu benar-benar menyayangi mu!'', ujar sosok itu.
"Alhamdulillah benarkah??? tapi raja itu???'', tanya Aini yang awalnya tersenyum berubah muram.
"Aku yakin raja tidak akan tinggal diam. Tapi suami dan orang-orang yang ada di sekitar mu pasti akan membawa mu kembali. Hanya saja....akan ada akibat yang harus kam...."
Sraakkkkkk....sesosok makhluk lain menyeret sosok yang tengah berbicara dengan Aini secara kasar hingga membuat Aini terkejut dan terpekik. Bagaimana tidak? Salah satu tangan dari sosok yang ada di hadapannya tadi terlepas dengan mudahnya karena tarikan paksa tadi.
Aini menjerit dan menutup mata serta telinganya. Apalagi raungan kesakitan dari sosok tadi terdengar sangat menyayat hati. Hati Aini semakin di landa ketakutan. Dia takut, dia kan merasakan hal yang sama seperti sosok tadi.
******
Belum bisa bikin jump scare! Ternyata nulis horor itu cukuppp susah....🤧🤧🤧🤧 belum bisa menaklukkannya 🙏🙏🙏
__ADS_1
Terimakasih yang sudah berkenan mampir di sini
19.04