Kau Tak Sendiri

Kau Tak Sendiri
Bab 83


__ADS_3

Ruby baru saja tiba di kost Aini bersamaan dengan Ikbal yang baru saja mengantar kekasihnya. Sayang nya, baik Ikbal atau pun Ruby tak sempat bertegur sapa karena ada selisih beberapa detik. Hanya Aini yang sempat Ruby temui.


"Mas Ruby?", sapa Aini ramah.


"Mau jemput Nita?", tanya Aini yang langsung menoleh ke arah rumah kost nya.


"Ngga, Nita lagi stok opname. Minta di jemput nanti setengah sebelas", jawab Ruby.


"Oh, terus? Mas Ruby ke sini mau...apa? Ada perlu sama aku mungkin?"


Ruby mengangguk pelan.


"Oh, ya udah kalo ada yang mau mas Ruby omongin ke aku. Tapi maaf, kita bicara di situ aja ngga apa-apa kan?", tanya Aini sambil menunjuk sebuah bangku di depan garasi.


"Iya, masa mau di kamar sih Ain!", kata Ruby terkekeh.


"Heheh iya mas!", sahut Aini. Lalu keduanya pun duduk berhadapan di bangku yang memang biasa di pakai anak-anak kost bersantai.


Aktivitas anak-anak kost juga masih ramai. Banyak yang berlalu lalang di lorong kost.


"Mau ngomong apa mas?"


"Ehem, maaf sebelumnya Ai kalau aku kesannya ikut campur urusan pribadi kamu!"


Aini mengernyitkan alisnya.


"Urusan pribadi aku? Apa maksudnya mas Ruby?"

__ADS_1


"Kamu tahu, aku dan Nita sudah lama berhubungan. Dan kamu juga tahu kalau usia ku sudah cukup matang untuk menikah."


"Ehum, ya aku tahu. Lalu kenapa mas?"


"Nita masih belum mau aku ajak ke jenjang pernikahan."


"Emang tuh anak ya, padahal aku sudah sering ngomong ke Nita lho mas buat lanjutin hubungan kalian biar sah. Tapi malah...."


"Alasannya karena kasian sama kamu, kalo dia nikah nanti kamu sama siapa?", Ruby menoleh pada Aini.


Aini bergeming mendengar ucapan Ruby tersebut.


"Jadi, maksudnya...Nita menolak menikah karena takut aku sendiri? Bagaimana bisa mas?", tanya Aini. Padahal dia juga tahu Nita pernah mengatakan hal itu. Tapi Aini tak tahu jika Nita mengatakan pada Ruby juga alasannya tersebut.


"Sejak kamu kecelakaan, Nita khawatir banget sama kamu Ain! Aku tahu, dia menyayangi mu melebihi saudaranya sendiri."


"Aku akan membujuk Nita mas, aku dan Nita sama-sama sudah dewasa. Bagaimana bisa Nita mencemaskan ku berlebihan seperti itu?"


"Nita tak menolak untuk menikah dengan ku Ain, tapi... nunggu kamu nikah dulu!"


"Hah??? Ada-ada aja sih tuh bocah!"


"Terdengar konyol memang! Tapi...saat Nita cerita tentang kelebihan kamu pasca kecelakaan itu dan mimpi-mimpi kamu, Nita semakin khawatir."


Nita terlalu terbuka dengan mas Ruby. Perkara mimpi gue dan kelebihan gue aja dia ceritain??? Ya Allah, mereka sedekat itu??? Batin Aini.


Aini tak menyahuti ucapan Ruby karena dia sedang memikirkan apa yang Ruby katakan tadi.

__ADS_1


"Aku laki-laki Ain, aku tahu kalau....Ikbal sungguh-sungguh sama kamu."


Aini langsung menoleh pada Ruby.


"Ikbal pasti akan menjagamu dengan baik Ain. Nita pasti tidak akan terlalu mencemaskan mu jika kamu sama Ikbal."


"Mas Ikbal memang pernah mengatakan bahwa dia ingin menikah dengan ku mas. Tapi...kami belom lama saling mengenal. Pernikahan itu sakral mas, tidak bisa buru-buru..."


"Kalian akan saling mengenal dengan seiring berjalannya waktu Ain."


Aini bangkit dari duduknya.


"Kok mas Ruby jadi maksa aku sih? Ini pernikahan lho mas, ngga main-main!!!", kata Aini yang entah kenapa tiba-tiba merasa emosi.


Dengan kesal ia meninggalkan Ruby begitu saja. Ruby pun tak mengejar gadis itu. Dia memandangi Aini yang beranjak menuju ke kamar kost nya.


Setidaknya jika kamu sudah menikah dengan Ikbal, perasaan ku akan utuh buat Nita seorang, Aini! Ucap Ruby dalam hatinya.


Sayangnya... meski jarak tak terlalu dekat, Aini masih mampu mendengar suara hati Ruby.


Apa maksudnya ini???? Gumam Aini yang masih kesal pada Ruby.


****


08.57


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2