
Jam sebelas malam, Nita memasuki kamar kost yang ia huni dengan Aini. Dilihatnya sang sahabat yang sudah seperti saudara sendiri itu tengah bermain ponsel di atas kasurnya.
"Assalamualaikum'', Nita memberikan salam.
"Walaikumsalam'', jawab Aini tanpa menoleh pada sahabatnya tersebut. Nita mengernyitkan alisnya karena heran dengan sikap Aini yang tampak cuek tidak seperti biasanya. Dari pada binngung dengan sikap Aini, Nita memilih untuk membersihkan diri lebih dulu. Dia lelah karena pekerjaannya banyak kali ini.
Sepuluh menit berlalu, Nita pun selesai mandi lalu mendirikan empat rakaatnya. Beberapa menit kemudian, gadis itu merebahkan diri di kasurnya yang bersebelahan dengan kasur Aini. Aini terlihat masih cuek saja seolah tak ada Nita di sana.
Merasa di diamkan sejak tadi, Nita pun buka suara.
"Lo kenapa sih Ain?Marah sama gue?', tanya Nita bingung.
Tapi Aini memilih diam tak menjawab pertanyaan Nita. Nita mendesah pelan. Bertahun-tahun lamanya mereka bersahabat. Hanya satu kali mereka bertengkar hebat. Itu pun karena Aini memutuskan untuk berpacaran dengan Ibas yang menurut Nita, Ibas adalah laki-laki urakan yang tak pantas untuk Aini.
"Ain, ngomong sama gue! Lo kenapa? Marah sama gue karena apa? Gue bikin salah apa sama lo?', cerca Nita. Aini meletakkan ponselnya di atas bantal lalu bangkit dan duduk bersila menghadap Nita. Nita pun melakukan hal yang sama.
"Lo ngomong apa sama mas Ruby? ",tanya Aini pada Nita.
"Hah? Ngomong apaan sih Ain?''
"Lo nolak nikah sama mas Ruby, nunggu gue nikah dulu gitu?''
"Ain....gue gak...''
"Apa? Lo mau bilang cemas kalo gue sendiri? Lo ga mau pikirin masa depan lo hah? Lo pikir, Mas Ruby bakal sabar berapa lama nunggu gue niakh duluan dibanding kalian hah?''
__ADS_1
"Aini, lo jangan salah sangka gitu. Masud gue ga gitu Ain.''
"Berhenti berpikiran picik kaya gitu Nita. gue tahu Lo sayang sama gue. Tapi bukan berarti lo harus korbanin maa depan kalian dong!''
Nita memilih diam tak menjawab ucapan Aini yang sedang emosi tersebut.
"Nit, mas Ruby kurang serius apa sih sama Lo hah? Lo masih ragu sama hubungan kalian?'', tanya Aini. Terdengar helaan nafas dari bibir Nita.
"Justru karena itu Nit. Gue mau lo nikah duluan, biar...biar mas Ruby sadar kalo lo....ssshhhh", Nita mengusap kasar wajahnya.
"Gue kenapa?'',tanya Aini menarik bahu Nita dengan tatapan penuh emosi.
"Karena gue tahu kalo mas Ruby sebenarnya peduli sama lo melebihi peduli terhadap teman kekasihnya Aini. Lo ga nyadar hal itu!''
Nita memegang kedua bahu Aini. Kedua gadis itu saling berhadapan.
"Mas Ruby suka sama lo, bahkan sebelum sama gue Ain. Cuma Lo udah terlanjur sama Ibas waktu itu!''
Aini menggeleng lemah!
Enggak! Dia tidak ingin mengorbankan persahabatannya hanya karena sebuah perasaan yang salah.
"Ain, gue tahu lo ga ada perasaan apa-apa sama mas Ruby. Tapi sebagai seorang pacar, gue cukup dari sekedar peka. Mas Ruby....."
"Stop Nit! Gue ga mau denger apa-apa lagi!'', Aini merebahkan diri di kasurnya. Ia tak mau mendengar penjelasan Nita yang menurutnya tak masuk akal.
__ADS_1
Nita hanya memandangi punggung Aini yang membelakanginya. Ternyata apa yang terjadi tidak seperti perkiraan Nita. Tak berapa lama kemudian, Nita pun tertidur pulas karena lelah bekerja. Sedang Aini sendiri tak bisa tidur.
Seperti biasa, hantu cantik yang datang dan pergi tanpa di minta itu pun hadir di depan wajah Aini. Beruntung penampakan Ilma dalam kondisi cantik. Coba kalau seram, sudah pasti mengejutkan.
"Bentar lagi...gue ga bakal gangguin lo lagi Ain!'',celetuk Ilma.
"Bagus lah!'',sahut Aini tanpa minat.
"Lo jangan berantem sama Nita. Gimana juga maksud dia baik kok Ain.'' Aini melotot tajam pada hantu cantik di hadapannya terebut.
"Hyuuu...serem amat tuh matanya melotot. Gue yang hantu aja jadi kalah serem deh heheheh", ledek Ilma.
"Ngga lucu!'',sahut Aini ketus.
"Heum...ya udah deh kalo lagi ga mood. Inget, tuh kuping di sumpel ama earphone. Dengerin murotal Quran."
"Iya!'', sahut Aini malas. Memang sejak tidur mendengarkan ayat-ayat suci, Aini bisa tidur nyenayk tanpa mimpi buruk itu lagi.
"Ga seru lo Ain, males gue! BYE!!!'', Ilma pun meninggalkan Aini yang masih belum mampu memejamkan matanya.
*******
22.06
Terimakasih
__ADS_1