
"Udah malam banget mas, mas Ikbal ngga pulang?", tanya Aini. Ikbal tersenyum simpul.
"Kamu mengusir ku?", tanya Ikbal. Aini menggeleng cepat.
"Bukan gitu maksudnya mas. Tapi ini udah malam, udah gitu besok kita kan harus kerja juga."
"Heum, iya. Aku pulang Ai!", kata Ikbal mengusap kepala Aini dengan lembut.
"Heum, maaf ya mas. Aku ngga bermaksud buat ngusir kamu!", kata Aini ngga enak.
"Iya, aku paham. Sekarang kan memang status kita belum halal. Jadi memang tidak baik kalau berduaan seperti ini terus."
Aini mengangguk pelan. Dia tak mampu menanggapi ucapan Ikbal. Takut baper jika Ikbal membahas tentang ucapan nya di rumah Ikbal tadi.
"Ya udah, mas pulang ya!", kata Ikbal sambil berdiri. Keduanya pun berhadapan.
Aini mengangguk pelan. Tak lupa ia menyunggingkan senyumnya.
Tanpa di duga, tiba-tiba saja Ikbal mendaratkan kecupan di puncak kepala Aini yang tertutup jilbab dengan singkat. Tak lupa di elusnya puncak kepala tersebut.
Aini sempat membeku. Memang hal ini bukan pertama kalinya untuk Aini. Dulu bersama Ibas, ia pun suka memperlakukan dengan lembut. Hanya saja setelah tahu keinginan Ibas yang sebenarnya hanya ingin menikmati tubuhnya lalu bisa ia lemparkan ke para sahabatnya, Aini merasa jijik dan benci setengah mati.
"Mas pulang ya, Assalamualaikum!", pamit Ikbal. Aini yang membeku pun hanya mengangguk pelan.
Dia merasa seperti mimpi di perlakukan seperti itu oleh seorang dokter sekelas Ikbal. Siapa lah dirinya, hanya seorang pekerja di salah satu rumah sakit sebagai pengurus jenasah.
__ADS_1
Aini baru menyadari saat Ikbal sudah menjauh darinya hingga menampakkan pundak dan punggung tegapnya karena dia memakai kemeja slim fit berwarna hitam yang terlihat sangat cocok di pakai olehnya.
"Ngga usah mikir mesum! Makanya nikah sama kakak gue, iparan deh kita. Jadi pikiran Lo ngga usah melanglang buana begitu!", ucap Ilma tiba-tiba seperti biasa.
"Kebiasaan banget sih pulang pergi ga tahu waktu dan tempat!", kata Aini.
"Weish....sabar sista!", ledek Ilma.
"Lagian Lo sih, siapa juga yang mesum!", kaya aini manyun.
"Wakakak...Lo yang ngomong, bukan gue! Makanya gue bilang, iya in aja kalo kakak ku minta kamu jadi istrinya. Seumur-umur dia belum pernah punya pacar. Tahu-tahu malah minta Lo jadi istrinya kan?", tanya Ilma yang melihat wajah Aini memerah.
"Tahu ah?",kata Aini kesal.
Ilma yang notabene seorang hantu menoleh ke arah taman. Dia punya ide jahil pada Aini.
"Ai, Lo masih penakut ngga?", tanya Ilma.
"Ngga!", jawab Aini tegas.
"Yakin Lo?", ulang Ilma.
"Yakin lah!", sahut Aini.
"Owh, oke! Kalo Lo emang ngga takut, coba liat ke sana?!", pinta Ilma. Ilma pun mengikuti telunjuk Ilma yang mengarah ke sebuah pohon.
__ADS_1
Mata Aini menyipit pelan.
"Siapa yang bakar sampah di situ?", tanya Aini pada Ilma.
"Bukan sampah Ai! Ya ampun!",kata Ilma.
"Lalu apa?", tanya Aini.
"Lo liat aja Ai!" pinta Ilma. Aini pun menatap dengan seksama apa yang Ilma katakan.
Tahu apa yang Aini lihat???
(Sebagian kecil dari pengalaman othor ya. Bisa saja berbeda dengan pengalaman kalian yang bersangkutan dengan hal tersebut)
Mata Aini memandangi sebuah asap yang keluar dari dalam tanah tersebut. Awalnya, asap itu kecil lalu lama-lama pekat dan perlahan asap itu berubah wujud menjadi....
"Ilma! Brengsek Lo! Astaghfirullahaladzim!", Aini langsung masuk ke kamarnya. Beberapa anak kost yang baru akan masuk ke kamar mereka pun menggeleng heran pada Aini. Mereka pikir, sejak Aini kecelakaan pikiran Aini korslet dan merubah dirinya yang awalnya pendiam jadi super aktif.
Meski Aini punya kemampuan untuk melihat semacam itu, tapi makhluk yang diikat itu justru yang sangat menakutkan di mata Aini.
****
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏
22.44
__ADS_1