Kau Tak Sendiri

Kau Tak Sendiri
74


__ADS_3

Malam! Ini adalah waktu yang sangat Aini takutkan beberapa hari terakhir ini. Kenapa? Dia takut untuk beranjak tidur lalu bermimpi bertemu makhluk-makhluk yang mengerikan itu.


Jika di suruh memilih, Aini lebih memilih melihat makhluk astral dalam dunia nyata dibandingkan makhluk dalam mimpinya itu.


Eh, tidak juga! Jika diizinkan Aini ingin memiliki kehidupan yang normal seperti dulu. Tapi atas kemampuan yang aini miliki saat ini pun tak bisa Aini tolak.


Bagaimana dia menolaknya jika dia saja tak mampu membuang kemampuan itu????


Detak jam dinding berbunyi nyaring diruang sepi. Aini memilih menyumpal telinga nya dengan headset.


Jika awal-awal dia takut melihat sekelebat bayangan, tidak kali ini. Dia akan mencoba mengabaikannya selama mereka tak mengganggu Aini.


Gadis itu benar-benar sudah mulai beradaptasi. Ternyata...penghuni kamarnya tidak hanya dia dan Nita. Melainkan beberapa makhluk lain yang entah kebetulan atau apa nampak seperti perempuan.


Ekor mata Aini nampak mengawasi makhluk-makhluk penghuni kamar ini atau sekedar lewat dan numpang mandi.


"Kami cuma numpang mandi!", kata salah seorang diantara makhluk itu. Aini terkejut mendengar suara itu terdengar tiba-tiba.


"I-iya!", jawab Aini tergagap.


"Kamu bisa melihat kami? Tidak takut?", tanya salah satunya. Aini meletakkan bukunya lalu melepaskan headset dari telinganya.


"Apakah makhluk semacam kalian juga mandi seperti kami?", tanya Aini yang penasaran dengan sosok perempuan berambut panjang. Jika di lihat, dia tidak seperti Ilma si hantu gentayangan yang masih mengenakan seragam SMA nya saat meninggal. Mereka seperti Miss Kun tapi berpakaian sedikit 'rapi'.

__ADS_1


"Kami? Tentu saja!", jawabnya.


"Aku tak pernah melihat kalian sebelumnya di sini!", kata Aini.


"Tapi kami sering melihat mu!", jawabnya.


"Benarkah?", tanya Aini. Kedua makhluk perempuan dengan cuping telinga yang berbeda dengan manusia pada umumnya itu pun mengangguk.


Bahkan gigi-gigi mereka seperti gigi taring semua. Tapi saat mulut mereka mengatup, mereka tampak sangat cantik dengan rambut hitam legam dan panjang.


"Kenapa kamu tidak takut melihat kami?"


"Mungkin terbiasa!", jawab Aini seadanya.


"Apa kami tak cukup menakutkan buat mu Aini?"


"Tidak, kalian cantik!", jawab Aini.


"Tapi kamu jauh lebih cantik, buktinya saja suami kami menginginkan mu! Bahkan dia meminta kami membawa mu ke alam kami!", jawab salah satunya.


"Tunggu! Suami?", tanya Aini.


"Iya, dia meminta kami membawa mu ke alam kami agar dia bisa menjadikan mu pengantinnya."

__ADS_1


Aini menganga tak percaya.


"Begitu pula dengan sahabat kamu, dia juga akan menjadi budak di alam kami!"


"Maksudnya? Ahmad?", tanya Aini. Keduanya mengangguk.


"Astaghfirullahaladzim!", gumam Aini yang sontak membuat dia makhluk aneh berjenis kelamin perempuan itu menutup telinga.


"Aku tidak mau ikut kalian, aku manusia!", kata Aini lantang.


"Tapi jika kamu tak ikut, kami bisa mati di tangannya."


"Mati? Bukankah kalian sudah mati? Eh... meninggal?",tanya Aini.


"Kami dari bangsa Jin pun bisa mati seperti halnya manusia!", jelas mereka.


Aini sudah tak mampu berkata-kata lalu dalam hatinya ia merapalkan ayat-ayat suci yang dia hafal dalam hatinya. Tidak! Bukan hanya hafalan, spontan Aini membuka ponselnya.


Di bukanya aplikasi Qur'an online. Beruntung tadi dia selesai solat isya dan belum batal wudhu.


Dia membaca kalimat-kalimat agung yang ada di dalamnya. Dengan perlahan dua makhluk perempuan itu meninggalkan Aini begitu saja.


****

__ADS_1


Terimakasih 🙏


19.16


__ADS_2