Kaulah Matahariku

Kaulah Matahariku
Kesembuhan Elaine


__ADS_3

Beberapa hari lagi adalah hari yang spesial. Hari ulang tahun Elaine yang ke-16.


Papa dan mama telah menyiapkan sebuah pesta ulang tahun untuk Elaine. Elaine sangat bahagia, ia boleh mengundang teman-teman sekolahnya.


Elaine masih berteman akrab dengan Michelle dan Oliver. Mereka bertiga sering belajar bersama dan saling memberi semangat untuk meraih nilai-nilai terbaik. Sedangkan Leo, anak itu menjaga jarak jauh-jauh dari Elaine seakan-akan takut kepada Elaine, tanpa Elaine tahu apa sebabnya.


“Apa cowok ganteng yang sering menjemputmu itu nanti juga datang ke acara ulang tahunmu?” Ucap Michelle antusias.


Elaine tertawa mendengar pertanyaan Michelle. Wajah si kutu buku Michelle yang sangat serius dan lebih cocok membicarakan mengenai pelajaran, kini malah menanyakan soal Ellio, sungguh membuat Elaine geli.


“Kenapa, kamu mau dia datang? Nanti kuundang kalau memang kau mau kenalan.” Goda Elaine.


Wajah Michelle bersemu merah, dia membetulkan letak kacamatanya yang sedikit turun dari tulang hidungnya.


“Ah, nggak. Aku cuma tanya aja.” Jawabnya pelan.


Elaine tersenyum. Ellio memang menjadi incaran di sekolahnya sejak ia rajin menjemput Elaine pulang. Yang membuat penasaran tentu saja wajahnya yang tampan dan seragamnya yang bercirikan pelajar dari sekolah lain, membuat murid-murid perempuan di sekolah Elaine penasaran. Tak terkecuali Michelle.


“Aku akan coba undang ya. Semoga dia mau datang.” Ujar Elaine, membuat wajah Michelle berseri kembali. Elaine juga membayangkan, pesta tanpa Ellio pasti rasanya kurang seru, karena Ellio adalah temannya yang terbaik dan paling dekat dengannya.


🌻🌻🌻


Sore itu, Elaine mengundang Ellio untuk datang di pesta ulang tahunnya di akhir pekan ini.


“Pesta ulang tahun?” Ulang Ellio.


“Iya, aku ulang tahun. Kamu bisa datang kan?” Tanya Elaine penuh harap.


“Kenapa aku harus datang?” Tanya Ellio lagi, membuat Elaine gemas.


“Kamu ga salah nanya begitu? Tentu aja karena kamu teman baik aku! Masa teman baikmu ulang tahun, kamu ga datang?” Ujar Elaine bertambah gemas.


Ellio menggelengkan kepalanya.


“Bukan alasan yang bagus untuk membuatku menghabiskan waktuku. Ada alasan lain?” Tanya Ellio lagi.


Elaine bertambah gemas. Dicubitnya pinggang Ellio hingga Ellio meliukkan tubuhnya.


“Teman-teman aku mau kenalan sama kamu!” Ujar Elaine sewot.


Ellio semakin keras menggeleng.

__ADS_1


“Nggak! Aku lagi ga mau kenalan sama orang baru!” Ketusnya sambil memajukan bibirnya.


“Ellio!” Elaine memekik. “Kamu benar-benar ga asik! Ayolah, datang dong, Elliooooo… Temani akuuu…” Bujuk Elaine lagi sambil menggandeng tangan Ellio.


“Alasan kamu masih gak cocok! Kalau cuma temani kamu, setiap hari juga aku sudah temani kamu. Saat ini juga aku lagi temani kamu. Ayo, kenapa aku harus datang?” Tantang Ellio lagi, sambil menatap mata Elaine dalam-dalam.


Elaine tercekat, pegangannya di tangan Ellio terlepas. Dia kehilangan kata-kata.


Sebenarnya banyak yang terlintas di pikiran Elaine, namun ia ragu dan malu mengatakannya. Ia ingin berdandan cantik didepan Ellio, memberikan potongan kue pertama untuk Ellio, dan bila boleh, berdansa dengan Ellio. Ellio adalah teman tersayangnya saat ini.


Tidak mungkin mengatakan itu semua pada Ellio. Elaine terlalu malu. Akhirnya, ia hanya bisa menundukkan wajahnya sambil meremas jarinya sendiri.


Ellio tersenyum. Lagi-lagi, ia bisa membaca pikiran Elaine. Namun ia tidak mau langsung menembak Elaine, ia ingin Elaine bisa mengutarakan perasaannya.


“Ah, ya sudahlah. Kalau alasannya gak tepat, lebih baik aku ga datang. Lebih baik aku main PS dirumah atau istirahat.” Ujar Ellio acuh, pura-pura tidak melihat wajah Elaine yang kecewa.


“Ellio…” Ujar Elaine lemah, ia kembali meraih tangan Ellio.


Ellio menatap mata Elaine, kembali membuat Elaine salah tingkah. Aduh, kenapa sih tatapannya selalu tajam begitu, gumam Elaine dalam hati.


Ellio menyentuh pipi Elaine dengan ujung jarinya, membuat mata Elaine kembali terfokus menatap Ellio.


Ellio tersenyum, ia tahu Elaine belum siap mengutarakan isi hatinya. Ellio sendiri tidak tega untuk terus mendesak Elaine. Ellio memutuskan untuk menunggu sampai Elaine siap mengatakannya kepada Ellio.


Ellio kembali menyentuh pipi Elaine dengan jari-jari tangannya. “Maaf ya, aku tidak bisa datang ke acara ulang tahunmu. Bukannya aku tidak mau, aku tidak bisa. Suatu hari nanti, aku akan mengatakan alasannya kepadamu.” Ujar Ellio sambil terus membelai pipi Elaine.


Elaine tertunduk kecewa. Ellio merasakan kekecewaan Elaine, ia meraih kepala Elaine dan mendekapnya di dadanya. “Maaf ya?” Bisiknya berulang-ulang sambil mengecup pucuk kepala Elaine. Elaine terisak.


🌻🌻🌻


Hari ini acara ulang tahun Elaine. Pesta akan diadakan pukul lima sore ini sampai jam tujuh malam.


Sejak bangun tadi pagi, Elaine tidak begitu bersemangat. Ia tahu, nanti sore Ellio tidak akan datang ke pestanya. Dengan gontai, Elaine menuju ke kamar mandi untuk mandi pagi.


Selesai mandi, Elaine berjalan kembali kekamarnya untuk berganti pakaian. Matanya tertumbuk pada sekuntum bunga matahari yang terletak diatas kasurnya.


“Ellio!” Desisnya tertahan. Elaine mencari-cari dengan matanya, apakah Ellio masih ada di kamarnya? Padahal pintu kamar dan pintu teras tertutup, dari mana Ellio masuk?


Elaine berjalan cepat kearah ranjangnya, mengambil kuntum bunga matahari itu. Sebuah surat berwarna merah muda terselip di pita yang terikat di tangkai bunga itu. Elaine tersenyum dan segera membuka suratnya.


Dear My Princess,

__ADS_1


Happy Birthday!


Dihari istimewa ini, ijinkan aku jadi yang pertama untuk mengucapkan selamat ulang tahun… Semoga kamu selalu sehat dan tambah sayang sama aku, hahaha…


Semakin dewasa, semakin sukses dalam kehidupan dan cita-citamu ya… Tadinya aku mau mendoakan supaya kamu tambah cantik, tapi ingat ya Princess, segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Kamu itu sudah cantik, jadi kalau tambah cantik lagi nanti kamu terlalu cantik malah jadi ga baik, hahaha…


Selamat berbahagia merayakan hari istimewamu hari ini. Tapi ingat, sisakan sedikit tenagamu untukku ya. Aku punya kejutan untukmu, wait for it ok?


Hugs,


Ellio.


Elaine tersenyum bahagia, entah bagaimana caranya tapi yang pasti Ellio sudah menyampaikan hadiah terindah dari ini. Elaine melipat suratnya, kemudian mengecup bunga matahari dan surat itu bergantian. Hatinya sangat bahagia.


Tok.. Tok.. Elaine terkejut, pintu kamarnya tiba-tiba diketuk.


“Elaine?” Terdengar suara mama dari balik pintu.


“Ya, Ma.” Jawab Elaine, cepat-cepat ia menyembunyikan bunga matahari dan surat Ellio di bawah ranjangnya.


Klik! Elaine membuka pintu kamarnya untuk mama. Mama dan papa sudah berdiri didepan pintu kamar Elaine sambil memegang sebuah kue tart kecil dengan beberapa lilin menyala diatasnya.


“Happy birthday, Elaine sayang.” Ucap mama sambil memeluk Elaine dan mengecup kedua pipinya.


Elaine membalas pelukan mama. “Terima kasih, Ma.” Ucapnya senang.


Papa juga segera memeluk dan mencium Elaine. “Selamat ulang tahun, putri kesayangan Papa. Sudah besar, makin dewasa, makin cantik, selalu sehat, selalu bahagia. Papa selalu sayang Elaine.” Ucap papa lagi sambil kembali memeluk Elaine. Elaine terharu mendengar ucapan Papa, ia membalas pelukan papa dengan erat. Elaine teringat usaha keras papa untuk kesembuhan Elaine, berapa banyak keringat, air mata dan uang yang papa keluarkan untuk kesembuhan Elaine. Elaine terisak di pelukan papa.


“Stt, jangan menangis. Ini hari istimewa Elaine, Elaine tidak boleh sedih ya? Ayo, tiup dulu lilinnya.” Mama menyodorkan kue yang ia dan papa bawa sejak tadi. Elaine memejamkan mata, ia memanjatkan doa untuk papa, mama, Ellio dan dirinya sendiri. Setelah itu, Elaine meniup lilinnya.


Papa dan mama bertepuk tangan gembira. Sebelum mama menyodorkan sebuah pisau untuk Elaine memotong kuenya, Elaine sudah mengambil sebongkah kue itu dengan kelima jari tangan kanannya, dan langsung menyuapkannya ke papa dan mama. Kedua orang tua itu tertawa bahagia mendapat suapan big size itu.


Papa menyodorkan sebuah amplop kepada Elaine. “Isinya mengenai hasil test kesehatan kamu minggu lalu. Ingat kan, minggu lalu kita cek kesehatan?” Ujar papa sambil tersenyum.


Jantung Elaine berdebar-debar, dengan cepat ia membuka amplop itu kemudian dibacanya dengan cepat. Segera Elaine bersorak setelah selesai membaca hasil itu.


“Aku sembuh!”


🌻🌻🌻


Next: Kenalkan, aku Edward…

__ADS_1


__ADS_2