Kaulah Matahariku

Kaulah Matahariku
Siapakah Kau Sebenarnya?


__ADS_3

Trik! Trik!


Malam itu, pintu teras kamar Elaine kembali diketuk. Elaine yang sedang berdandan di meja riasnya tersenyum, itu pasti Ellio.


Saat dibukanya pintu teras, Elaine terkejut. Diterasnya berdiri seorang gadis cantik yang tidak ia kenal sedang memandangnya.


"Halo, kenalkan, aku Rose." Ujarnya sambil mengulurkan tangannya.


Elaine menoleh kekanan dan kiri. 


"Darimana kamu masuk?" Tanya Elaine bingung.


Rose meringis, menurunkan tangannya yang tidak disambut Elaine. Setelah tangannya tidak disambut Edward, sekarang Elaine juga begitu.


"Aku masuk dengan cara yang sama dengan cara Ellio setiap kali masuk ke rumah ini." Jawab Rose tenang.


Mata Elaine membulat. "Oh, kamu teman Ellio?" 


"Kamu pacar Ellio?" Tanya Rose membalas pertanyaan Elaine. 


"Pacar?" Elaine membeo. Dia bingung dengan kehadiran Rose yang tiba-tiba. "Ellio temanku!" Sambung Elaine lagi.


"Teman? Kau yakin?" Rose menaikkan dagunya. "Kalau begitu, akulah pacarnya. Kami sudah bersama sejak ribuan tahun yang lalu." Ujarnya ketus.


"Ribuan tahun?" Elaine bertambah bingung mendengar kata-kata Rose. "Tunggu dulu, siapa kau sebenarnya? Kenapa kau masuk kesini? Kenapa kau mengaku-ngaku pacar Ellio?" Cecar Elaine. Dia mulai tidak suka dengan Rose.


Rose tertawa sinis. "Aku, pacar Ellio. Kami sudah bersama ribuan tahun. Kenapa bisa ribuan tahun, karena kami adalah sebangsa peri, bukan manusia biasa seperti kamu. Kenapa, kamu kaget? Kamu nggak percaya? Tanyalah nanti ke Ellio supaya kamu tahu kebenarannya. Tapi setelah itu, tinggalkan Ellio! Manusia dan bangsa peri tidak bisa bersatu. Kamu cuma jadi penghalang antara hubunganku dan Ellio!"


“Itu tidak mungkin!” Desis Elaine, tidak percaya.


“Itu benar!” Sahut Rose cepat. “Ellio adalah Peri Bunga Matahari. Apa kau tidak heran mengapa Ellio begitu mudah mendapatkan serbuk bunga matahari untukmu? Karena dia adalah perinya, dia pemiliknya. Berpikirlah!” Serunya jengkel.


“Sedangkan aku, aku adalah Peri Bunga Mawar Hitam. Kami pasangan yang serasi, kan? Karena itu, jangan halangi kami! Kehadiranmu membahayakan Ellio! Entah sudah berapa kali Ellio dihukum karena menyalahgunakan kekuasaannya untuk memberikan serbuk bunga matahari untukmu! Kau mau hukuman untuk Ellio berlanjut karena kau berpacaran dengannya? Berpikirlah pakai otakmu! Ellio akan dihukum dan diasingkan bila dia berpacaran dengan manusia! Kalau kau sayang Ellio, tinggalkan dia! Kecuali kau memang mau membuatnya dimusnahkan oleh Dewa Matahari!” Sambung Rose, dingin.

__ADS_1


Setelah berkata demikian, Rose membalikkan badannya. Ia memamerkan sayap dipunggungnya yang sangat indah, mengepak-ngepakannya, kemudian langsung mengubah dirinya menjadi bentuk peri, dan terbang meninggalkan kebun Elaine.


Elaine terkejut, ia tidak dapat mempercayai matanya.


Elaine jatuh terduduk di terasnya. Shock. Benarkah apa yang dikatakan peri itu? Ellio juga seorang peri? Ellio dan Elaine tidak akan bisa bersatu?


Air mata Elaine menetes. Ellio…


Ellio… Ellio… Hanya nama itu yang dapat Elaine sebutkan didalam hatinya. Air matanya terus turun tanpa bisa ditahannya.


“Elaine?”


Elaine menoleh, melihat Ellio yang sudah berdiri di sampingnya.


“Elaine, ada apa? Kamu kenapa? Kamu sakit? Apa yang sakit?” Ellio berlutut disamping Elaine, melihat Elaine dari ujung kepala sampai ujung kakinya, mencoba mencari luka di tubuh Elaine.


Elaine tidak menjawab apa-apa. Ia mengulurkan tangannya dan memeluk Ellio. Ellio membalas pelukan Elaine, lalu perlahan menyelipkan lengannya dibawah lutut Elaine. Kemudian Ello mengangkat tubuh Elaine dan mendudukannya ke kursi di teras.


Elaine memandang Ellio yang kini berlutut dihadapannya, sedang memperhatikan wajah Elaine.


“Dari…. Pintu.” Jawab Ellio kebingungan dan ragu-ragu. Elaine menatapnya dengan matanya yang masih berkaca-kaca.


“Peri lewat pintu?” Tanya Elaine, berbisik.


Ellio terdiam. Dia membuang pandangannya, bingung bagaimana harus menjawab Elaine.


“Apa betul kamu peri?” Tanya Elaine lagi.


Ellio terdiam, tidak bisa menjawab. Elaine menunduk, menahan air matanya yang mau jatuh lagi.


“Apa bisa sekali ini jujur padaku?” Bisiknya dengan suara bergetar.


Ellio mengalihkan pandangannya ke Elaine, ia menghela napas berat. Ellio duduk di depan kaki Elaine, ditempatnya ia berlutut tadi.

__ADS_1


“Aku akan ceritakan semuanya.” Ujarnya lirih. Lalu mengalirlah pengakuan Ellio bahwa ia adalah peri bunga matahari. Diceritakannya bagaimana ia menemukan Elaine yang mengalami saat berusia enam tahun, lalu sejak itulah Ellio mulai mengawasi Elaine. Semua diceritakannya, kecuali masa lalu mereka sebagai Jung Yun dan Peri Melva. Ellio merahasiakannya karena terdapat larangan di alam baka untuk memberitahukan kepada makhluk hidup mengenai kehidupan mereka yang sebelumnya.


“Jadi itu betul? Yang dikatakan Rose benar?” Isak Elaine lagi.


Deg! Jantung Ellio serasa berhenti. Rose! Jadi Rose penyebabnya!


“Apa benar kita tidak akan pernah bersatu?” Lirih Elaine, air matanya kembali menetes. Ellio menatap mata Elaine, hatinya begitu sakit melihat Elaine menangis.


“Aku akan berjuang.” Ucap Ellio lagi, ia menghapus air mata Elaine.


“Jangan putus asa. Aku akan berjuang untuk kita.” Ellio masih berusaha meyakinkan Elaine.


Elaine menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia menangis dalam diam.


Ellio meraih kepala Elaine, meletakkannya di dadanya. Elaine sontak melepaskan tangannya dari wajahnya, lalu memeluk pinggang Ellio.


“Aku akan membahayakanmu. Hukumanmu sudah terlalu banyak. Bila kita bersatu, kau akan kembali dihukum. Aku tidak mau kau musnah.” Elaine terisak lagi, dia begitu sedih membayangkan dirinya yang akhirnya harus berpisah dari Ellio. Baru kemarin Ellio mengatakan bahwa Ellio mencintainya dan Elaine belum menjawabnya, sekarang kenyataan yang harus dihadapi adalah halangan dari semesta untuk cinta mereka.


Dahi Ellio mengernyit, ia merasa mendengar ada yang salah disini.


“Hukumanku? Hukuman apa?” Tanyanya bingung. Ia merasa tidak pernah dihukum selama ini. Bila dimarahi, memang Ellio dimarahi Apolo, tapi hukuman?


Elaine menggelengkan kepalanya. “Jangan bohongi aku, Ellio. Rose bilang kau sering dihukum karena sering mengambil serbuk bunga matahari untukku. Sekarang kau akan dihukum lebih berat kalau berhubungan denganku. Kau akan dilenyapkan!” Ujar Elaine lagi, air matanya semakin deras.


“Tu-tunggu dulu. Itu tidak benar! Aku tidak mengambil serbuk itu tanpa ijin. Aku tidak pernah dihukum karena itu. Aku…”


Elaine membelai pipi Ellio, membuat Ellio terdiam. Kemudian dengan perlahan, Elaine menangkup wajah Ellio dan mengecup bibirnya. Kecupan yang singkat namun penuh kepedihan. Entah kenapa, Ellio merasa kecupan itu seperti kecupan perpisahan.


“Selamat malam, Ellio.” Elaine berkata dengan lirih, kemudian dia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Menutup pintu teras dan tirainya, meninggalkan Ellio yang masih terduduk di lantai di depan tempat Elaine duduk tadi. Ellio terpaku, tangannya mengepal erat.


🌻🌻🌻


“Rose! Rose!” Kembali Ellio berteriak-teriak di istana mawar hitam. Namun kali ini, Rose tidak keluar menyambutnya. Keadaan masih tetap sepi, istana mawar hitam tidak berpenghuni.

__ADS_1


“Arrrghhhh!!!” Ellio berteriak melampiaskan kemarahannya. Sebelum ke istana ini, Ellio sudah mencari Rose ke beberapa kebun mawar hitam, tetapi Rose tidak ada. Ia seperti bersembunyi dari Ellio. Ellio sangat ingin memarahi Rose karena Rose begitu lancang menceritakan tentang dirinya pada Elaine, bahkan memfitnahnya hingga membuat Elaine begitu sedih dan putus asa. Ingin Ellio merusak istana ini dan menghancurkan tiap mawar hitam yang ditemuinya, namun peraturan semesta melarangnya untuk membunuh makhluk hidup, termasuk tanaman. Apalagi ia sendiri juga seorang peri tanaman.


Kurang ajar, Rose! Kau akan kubalas! Ellio bersumpah dalam hati akan membalaskan sakit hati dan tangisan Elaine.


__ADS_2