Kaulah Matahariku

Kaulah Matahariku
Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang bahagia untuk Ellio dan Elaine. Mereka akan meresmikan pernikahannya.


Sebuah pantai pulau terpencil di dunia, telah disulap menjadi tempat pernikahan mereka. Sebuah pernikahan sederhana menurut dunia peri, namun adalah sebuah momen besar bagi Ellio dan Elaine. Mereka merayakan bersatunya cinta mereka yang telah berlangsung ribuan tahun dan telah mengalami banyak halangan dan rintangan.



Elaine tampil sangat cantik. Dengan gaun broken white bertabur berlian dan menggandeng lengan Ellio, mereka berjalan menuju pelaminan.



Pernikahan mereka akan diresmikan oleh Apolo sebagai Dewa Matahari. Para peri diundang dalam pernikahan mereka. Mereka terbang kesana kemari, mengambil hidangan berupa madu yang tersedia tidak terbatas.


Setelah pengesahan perkawinan, Ellio dan Elaine duduk berdua di pelaminan sambil bergandengan tangan. Elaine mengkaitkan tangannya kanannya di lengan Ellio, sambil jari-jarinya memainkan cincin emas berulir berlian yang melingkat di jari manis kirinya.


__ADS_1


Ellio tersenyum melihatnya. “Cincin itu, kau suka?” Tanyanya.


Elaine menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


“Cincin ulir jerami putihku yang berharga,” kenangnya sambil mengelus cincin itu. “Aku ga menyangka dia bisa berubah jadi semakin cantik seperti ini.” Sambungnya dengan lembut.


“Aku sudah bilang padamu kan, dia akan menjadi pengikat kita selamanya.” Ujar Ellio lagi.


“Ya, kau memang sudah bilang begitu.” Ujar Eline, mengangkat kepalanya, memandang ke laut lepas yang ada didepan mata mereka. “Cincin ini adalah penguatku ketika aku masih hidup di dalam rumah Edward, sebagai pengingat akan janjimu untuk membawaku pergi. Juga sebagai temanku, pengganti kamu selama aku ada di alam baka. Dan sekarang, dia akan ada selamanya, selama aku hidup berbahagia dengan kamu.”


Elaine memandang mata Ellio, mereka berdua tersenyum.


“Terima kasih sudah hadir di hidupku. Sejak pertama kau hadir sebagai anak laki-laki yang begitu baik hati dan menawan, lalu menghiburku pada saat aku sakit, memberikan aku obat, mendampingi orang tuaku disaat mereka menderita, sampai saat ini kau membahagiakan aku.” Elaine mendekap lengan Ellio, berbisik di telinganya.


Ellio mengecup dahi Elaine, lalu berbisik, “Itu semua karena aku mencintaimu. Aku jatuh cinta saat kau menyediakan aku makanan disaat aku kelaparan. Kebaikan hatimu, pengorbananmu dan kecantikanmu membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama.”

__ADS_1


Wajah Elaine merona, ia malu lagi-lagi Ellio menyatakan cintanya.


Ellio berdiri lalu mengulurkan tangannya.


“Apakah kau mau berdansa denganku, Princess?” Ujarnya sambil tersenyum.


Elaine tersenyum bahagia. Ia ingat, ‘Princess’ adalah panggilan sayang dari Ellio untuk Elaine saat ia baru sembuh dulu.


Elaine menganggukkan kepalanya, lalu menyambut tangannya. Mereka berdua turun dari pelaminan, menuju lantai dansa. Para peri yang sedang berdansa menyingkir dan memberi ruang untuk pasangan itu. Dengan lembut dan gemulai, keduanya berdansa berkeliling lantai dansa.


Demikianlah hari itu merupakan awal dari pejalanan cinta mereka sebagai pasangan suami istri. Peri Ellio tetap menjalankan tugasnya sebagai peri bunga matahari, setiap hari berkeliling menyemai dan merawat bunga matahari, menjaga kelestarian jenis bunga matahari. Sedangkan Elaine seringkali mendampingi Ellio disampingnya, menyebarkan cahaya ke seluruh pelosok muka bumi. Pada malam hari, mereka pulang ke rumah mereka di ladang bunga matahari atau sesekali menginap di lembaran helai kelopak Sunny, di rumah Papa Dylan dan Mama Angel, sekaligus mengobati kerinduan Elaine kepada keluarga itu.


🌻❤️❤️🌻


Hi Readers, bab ini adalah penutup kisah cinta Ellio dan Elaine yang awalnya berada di dua dunia yang berbeda, namun akhirnya dapat bersatu berkat perjuangan mereka.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan readers sekalian, nantikan novel author berikutnya ya...


Sampai jumpa lagi... ❤️❤️


__ADS_2