
satria terkejut dengan penuturan kedua wanita tersebut pasalnya mereka meminta menikahkan, ia bingung apa sikap harus diambil, tetapi satria tetap tenang, lalu ia meninggalkan kedua wanita tersebut, satria memesan espresso. Kedua wanita tersebut tertawa kecil melihat ekspresi satria yang sedang kebingungan.
"lucu juga ya kalo lagi bingung" ucap alisa terkekeh
"iya aku baru liat muka dia bingung kaya gitu"
"ah aku sedang jatuh cinta untuk pertama kali" ujar alisa sambil menyandarkan kepalanya di bahu Tamara
"aku juga jatuh cinta pada pandangan pertama dengan dia pada saat sekolah"
flashback on
...seorang gadis tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah, ia tak lupa membawa peralatan ospek....
"mom aku berangkat ya" ujar gadis tersebut
"gak sarapan dulu nak"
"aku sudah telat mom"
"yaudah ini bawa ya buat bekel, kalau kurang kabari ibu, biar pak supir yang akan mengantarkan, jangan jajan sembarangan ya!" ujar mommy
"siap mom"
gadis telah sampai di sekolah, ia menanyakan dimana ruang TU kepada kakak kelas yang sedang nongkrong.
"kak maaf kalau ruang TU dimana ya?"
gadis itu menanyakan kepadanya salah satu kakak kelas yang sedang memarkirkan motornya.
"adek murid baru ya?" ucap kakak kelas
"iya kak"
"ikut Kakak ya"
pria itu menghantar gadis tersebut, pria tersebut langsung berkenalan dengan gadis tersebut.
"nama aku satria, nama kamu?"
"Tamara indriana kak, panggil aja Tamara" ucap Tamara dengan gugupnya
"sial tampan banget" ucap Tamara dalam hati
"kalau perlu bantuan panggil kakak aja, kakak di kelas IX B" ujar satria dan dianggukan oleh Tamara
setelah dari TU, ia mencari kelas yang di maksud bapak kepala TU tadi, saat hendak ke kelas ia di hadang sama 2 perempuan bernama Bella dan Tasya
"maksud Lo apa Deketin gebetan gue hah"
"sial siapa dia sok kecantikan banget" ucap Tamara dalam hati
"oh itu, nggak kak aku cuma nanya sama dia kok, gak bermaksud Deketin dia"
''asal Lo tau ya dia itu calon pacar gue, sekali lagi deketin dia habis Lo, dah Yo cabut" mereka meninggalkan Tamara
"baru masuk udah ada musuh ah sial" ucap Tamara
__ADS_1
setelah masuk kelas Tamara duduk sebangku dengan cewek yang super pendiem.
''aku boleh duduk disini?"
"tentu" ucapnya
"oh iya namaku Tamara, kamu?"
"aku alisa citra lestari, panggil saja alisa"
semenjak berkenalan mereka bersahabat, awalnya tamara sering di bully karena satria mengagumi Tamara, begitu sebaliknya Tamara juga mengagumi satria karena kesopanannya.
"Ara kamu liat deh itu kakak kelas ganteng banget" ujar alisa
"hmm, dia tampan sekali"
tak lama satria menghampiri tamara dan alisa.
"hei boleh gabung" ujar satria dan dianggukan oleh Tamara dan juga alisa
"kak nanti ada yang marah kalo kakak kesini" ujar Tamara
"iya kak" lanjut alisa
"tenang aja kakak hanya nyamperin calon pacar kakak kok heheh" ujar satria yang Sontak membuat Tamara ngeblush
"ih adek Abang pipinya merah jadi gemes" satria mencubit pipi Tamara dan di saksikan oleh alisa
alisa pun melihat kedekatan merasa cemburu, tetapi jika ia memperlihatkan kecemburuan maka hubungan dengan Tamara merenggang. Hanya Tamara yang ingin berteman dengan alisa, jadi ia menyimpan rasa cemburunya
"jangan lama" balas Tamara
satria pun memegang kedua tangan Tamara dan menyatakan cintanya di depan banyak orang
"Do you want to be my Girlfriend" ucap satria menggunakan bahasa Inggris, padahal nilai Inggris dia remedial
"yes, i do" jawab tamara dengan pipi merah
Alisa pun melihat kejadian tersebut ia ikut senang, walaupun hatinya terasa sakit yang amat dalam, karena pujaan hatinya jadi pacar sahabatnya.
"cinta tak harus memiliki" gumam Alisa
flashback off
Satria pun duduk sambil mengusap wajahnya, ia bingung dengan keputusan sendiri, sedangkan satria orang yang tidak punya.
"aku harus bagaimana?" tanya satria
"pertama kamu harus menikahi alisa, nanti setelah kamu dapat meyakinkan orang tuaku, baru kamu menikahi ku" jawab Tamara
"oke jika begitu, apakah kamu mau menunggu?''
tanya kembali
"oke aku akan menunggu, orang tuaku menyuruh aku mencari jodohnya sendiri, dia trauma dengan kejadian Steve"
satria mendapat titik terang dari Tamara. Kemudian ia menatap alisa
__ADS_1
"bagaimana denganmu, apakah kamu mau menjadi pendampingku untuk selamanya bersama Tamara" alisapun tersebut lebar dan mengangguk, kemudian ia mengecup alisa dan tak lupa dengan Tamara.
blush
hal tersebut membuat alisa salah tingkah, ia bingung dengan perlakuan satria, pipinya memerah tomat
"aku mencintaimu alisa citra lestari"
"aku mencintaimu Tamara indriana"
alisa semakin salah tingkah, wajahnya semakin memerah. Tamara melihat tingkah laku alisa membuat ia tertawa. Mereka berdua tersenyum dan mengucapkan
"aku juga mencintaimu satria wibisana" ujar alisa dan Tamara dengan kompak
mereka bercanda satu sama lain menceritakan masa sekolah, satu hal yang membuat satria terkejut adalah alisa mengagumi satria sejak SMP.
satria pun pulang ke rumah, ia menceritakan tentang keputusan alisa untuk berpoligami dengan Tamara. Hal itu membuat ibu terkejut, pasalnya ibu merasa bimbang dengan keputusannya tersebut, apakah bisa menghidupi alisa maupun Tamara.
"apa kamu yakin nak dengan keputusanmu, bagaimana Bu Riska tanggapan Bu Riska mengenai hal ini" ujar ibu
"gaya banget kamu boy mau punya istri 2" ejek bapak
"iya pak Bu, satria telah memutuskan untuk menikahi alisa terlebih dahulu, lalu disusul dengan Tamara ketika aku sudah meyakinkan orang tuanya" ujar satria
"ibu dan bapak selalu mendukung keputusan mu nak" ucap ibu
"kamu harus menghidupi 2 manusia, jadi jangan main-main dengan berpoligami, bapak pun berpikir 2 jika dapat pilihan tersebut" ucap bapak
"oh jadi bapak mau ikut ikutan satria hah" ucap ibu
"eh bukan begitu maksud ku Bu" ucap bapak sambil mengelus pundak ibu
satria pun masuk kamar ia menyetel musik agar pikirannya tenang, bagaimana cara ngomong dengan Bu Riska mengenai hal tersebut. satria bimbang dan menuju ke basecamp.
satria bercerita dengan anggota the Exodus, semua anggota tampak terkejut dengan penuturan satria yang hendak poligami, iapun meminta pendapat dengan temannya.
"anjir diem diem berisitri 2, salut bro" ucap Chester
"asli Lo mau poligami, kayaknya seru tapi terhalang agama" ucap Brian
"hebat lu, semoga bisa menafkahi secara batin" ujar Alfian
"anjir lu gua satu aja belum Lo udah dua" ujar Dika
"katanya mau Deketin jeselyn?" ucap satria
"gua minder sama orang tuanya brp" balas Dika
"suatu saat gua akan melamar dia" ucap Dika dengan semangat
"pacarin aja dulu" balas Brian
"gak mau dosa, gua pengennya pacaran setelah menikah, biar asik gitu hehe" ucap Dika
"niat Lu bagus, pas nginep di hotel tinggal bikin spanduk gede di depan kamar jangan ganggu gua lagi produksi anak hahaha"
setelah mengobrol dan bercanda, the Exodus menuju studio untuk latihan, mereka di beri tantangan memainkan lagu dengan diiringi orkestra. Mereka tampak berpikir keras, akhirnya memutuskan untuk membawa lagi a little piece of heaven yang dipopulerkan oleh avenged Sevenfold, di dalam musik tersebut banyak diiringi dengan biola dan terompet, jadi lagu Tersebut cocok dengan tema yang di berikan oleh panitia.
__ADS_1