
setelah dari agensi anggota Exodus, mereka berpencar ke rumah masing masing. Satria kaget dengan bonus yang fantastis, ia berniat untuk membawa Alisa belanja. Setelah sampai ke kosan, ia mendapati Alisa sedang mengosok baju.
"sayang aku pulang" ucap satria
"kamu capek ya, udah makan belum?, mau dimasakin apa?" Alisa mencium tangan suaminya, dan di balas dengan kecupan di keningnya
"gak usah repot-repot, kamu bersiap saja kita belanja keperluan kita" satria pun memberikan semua uangnya kepada alisa
"sayang kamu dapet uang dari mana sebanyak ini"
"itu bonus dari pak bos"
Alisapun bersiap untuk belanja, hal yang paling jarang dilakukan oleh Alisa, apalagi sekarang belanja dengan suami tercintanya ah rasanya tiada tara. Alisa menggunakan dress selutut dan mengkuncir rambutnya.
"jangan perlihatkan lehermu ke semua orang, hanya aku yang boleh liat" ujar satria
"iya iya suamiku yang bawel dan tampan"
"apa ulangi sekali lagi"
"tidak ada pengulangan, ayo kita berangkat keburu malem"
merekapun berangkat menggunakan taksi online, karena jika menggunakan motor akan kesulitan membawa barang. Mereka sampai di supermarket, Alisa langsung menyambar troli, awalnya ia hendak mengambil troli berukuran sedang, tetapi satria menggantinya dengan ukuran besar.
"ini terlalu besar sayang"
"tak apa, sekalian mamah butuh apa, belikan saja"
merekapun berkeliling, Satria mendorong troli nya dan Alisa memeluk lengan suaminya. mereka belanja keperluannya selama satu bulan, mereka kembali berbagai perabotan, elektronik dan kebutuhan sandang dan pangan.
"sayang aku lapar"
"Oalah istriku yang cantik ini lapar, yasudah kita ke kasir terus ke restoran" sontak membuat alisa tersipu malu
merekapun membayar tagihan belanjanya.
"Bu jadi totalnya 1,7 juta"
"ini mbak pakai ini"
kasirpun segera menggesek ATM yang di berikan oleh Alisa "sayang abis makan kita ke toko elektronik ya beli mesin cuci sama tv biar kamu gak bosen"
"nanti uangmu habis, lebih baik di simpan kita belinya pas kamu gajian" ucap alisa
"ya gak papa nanti setelah aku rekaman akan dapat gaji pertama ku"
setelah makan mereka menyambangi toko elektronik, satria melihat ada PS 5 yang di pajang di toko tetapi mengiringi niatnya karena istrinya yang terpenting. sedangkan Alisa melihat satria meratapi PS 5, Alisa tau bahwa suaminya sangat menginginkannya, Alisa berniat ingin Memberikannya pada saat ulang tahunnya
"sayang kamu capek ya" tanya satria sambil mengelus kepala Alisa
"nggak kok aku sangat senang"
"oh iya tadi aku membeli ini"
ya satria membeli pengaman dengan berbagai macam rasa "kita coba yang kopi dulu ya" muka alisa memerah melihat kelakuan suaminya, ia mengerti kebutuhan suaminya
"aku mau lihat kamu pake baju pas perform dong, yang pas audisi" satria menaik turunkan alisnya
"baik lah tetapi kamu nunggu di luar, jika aku siap maka akan ku panggil" ucap alisa sambil tersipu malu
satria keluar kamar dan menyalakan rokok yang berasa buah, ia mendapat saran dari Brian menggunakan rokok tersebut, katanya bikin mulut kita wangi, dan jangan lupa meminum teh rasa kemasan botol agar makin wangi ketika berciuman
__ADS_1
"sayang masuk"
satria dikejutkan dengan penampilan Alisa menggunakan crop top tanpa lengan dan celana hotpants berwarna pink "cantik" kata tersebut keluar dari mulut satria
"maaf pak, saya dari crush girl ingin menampilkan s**y dance" sandiwara Alisa
"baiklah, tunjukan bakat mu" satria menirukan suara juri
Alisa pun berjoget dihadapan satria, ia menggoda satria dengan tariannya yang sensual dan bergairah. tarian tersebut di akhiri dengan berjongkok dan menampakan sedikit segitiga biru (udah kaya tepung cok).
"maaf kamu tidak lolos kriteria" ucap satria menirukan gaya juri
alisa pun duduk di pangkuan satria "apa yang harus di lakukan agar bisa lolos pak" ucap Alisa dengan nada bicara yang sensual
"ulangi sekali lagi, tetapi harus lebih sensual" bisik satria
alisa pun mengulangi tariannya, kalian ini lebih sensual dengan membuka sedikit bajunya, terlihat gunung Semeru yang sedikit terlihat. satria pun membuka celananya dan memijat tongkat komando yang sudah seperti menara Pisa
"bapak mau, biar saya yang melakukannya" ucap Alisa
mereka pun melakukan penyatuannya hingga beberapa ronde "gimana pak saya lulus"
"iya kamu lulus" ucap satria sambil menghisap gunung Sinabung
"ahh kapanpun bapak minta saya siap"
mereka kembali melakukan penyatuan, kali ini satria tidak memakai pengaman ia merasakan hal yang beda. tongkat komando milik satria pun merasakan hempitan di bawahnya
"faster babe"
merekapun melakukan pelepasan untuk yang sekian kali
"i love you too"
merekapun tidur saling berpelukan tanpa sehelai benang.
⛅⛅⛅
Matahari telah menunjukkan anugrah nya, Alisa telah bangun dan membiarkan satria terlelap ia menyiapkan sarapan untuk suaminya. Teringat bahwa suaminya harus bekerja untuk menafkahi dirinya, Alisa menyiapkan berbagai keperluan suaminya seperti baju yang akan di gunakannya nanti.
"sayang bangun, sarapan sudah siap"
"hmmm, iya bentar lagi masih ngantuk nih"
"emang rekaman jam berapa?"
"nanti jam 10, ini jam berapa?"
"jam setengah 7, yaudah bangun dulu terus sarapan nanti lanjut tidur lagi kalau masih ngantuk" satria pun bangun mencium aroma masakan yang di buat oleh istrinya
satria pun menghampiri istrinya yang sedang membuat kopi, lalu mencium bibir istrinya
cup
"morning sayang, makasih udah kasih energinya"
"hmmm"
alisa mengambilkan sarapan buat suaminya, "sayang rokokku habis nih, beliin dong hehehe"
"iya sayang, rokok apa aku nggak tau?"
__ADS_1
"Surya 16"
Alisapun memakai cardigannya dan menuju warung Madura. ia melihat Ardian dari kejauhan, Alisa hafal dengan plat mobil Ardian. Ardian pun menghampiri Alisa.
"kamu disini wah sebuah kebetulan" ujar Ardian
"iya" ucapnya jutek
"jangan jutek jutek dong sama calon pacarmu ini"
ucap Ardian mencolek dagu Alisa
Alisapun geram dengan sikap Ardian yang memaksa, memang secara harta Ardian lah yang menang, tetapi Ardian adalah orang yang arogan dan mau menang sendiri
flashback on
alisa menunggu namanya untuk di panggil, ia duduk dengan temannya untuk menyerahkan berkas kepada panitia. sesosok pria duduk di sebelah Alisa.
"sendirian aja nih?" ucap pria tersebut
"iya" ucapnya singkat
"wah kebetulan aku juga mau daftar, kamu mau nampilin apa?"
"dance, kalau kakak sendiri?" ucap Alisa
"wah sama dong berarti kita jodoh"
"kamu pakai konsep apa?" tanya pria tersebut
"**** cute" jawab alisa
"wih ini sih auto menang ini mah"
"oh iya kita lupa kenalan, nama aku Ardian bimasena, kamu?" Ardian memajukan tangannya
"alisa citra lestari, panggil aja Alisa atau Lisa" Alisa menjabat tangan Ardian
"kalau panggil sayang boleh" ujar Ardian
"nggak aku udah punya pacar maaf" ucap Alisa
"pacar kamu sekaya apa sih, mending sama aku pewaris dari perusahaan indo jaya textile" ujar Ardian dengan bangganya
"maaf aku gak suka sama pria sombong" Alisa pun meninggalkan Ardian
"awas aja kamu akan menjadi milikku"
Alisapun menyerahkan berkasnya, kemudian ia melihat satria bersama seorang wanita. ia tampak sedang berdebat dengan cowok yang tadi ngajak kenalan
"iya saya pacarnya emangnya kenapa?" ucap wanita tersebut dengan ketus
"ngapain pacaran sama si miskin itu, paling juga di porotin"
Alisapun meninggalkan kedua orang tersebut dan duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari antrian tersebut. "ah mungkin bukan jodohku, baru aja ditinggal Tamara udah dapet yang baru" gumam Alisa
Tak sengaja Alisa mendengar percakapan satria dengan cewek tersebut, ia terkejut dengan penuturan satria bahwa dia adalah sepupuan bukan pacaran "ahhh kenapa aku baper duluan coba" ucap Alisa di dalam hati
flashback off
bersambung.......
__ADS_1