
The Exodus sedang berlatih untuk tour pertama mereka yang akan diadakan di Jawa dan Bali. Merekapun latihan dengan sungguh sungguh, selama sepekan mereka akan melakukan latihan dari pagi hingga malam hari. Saking bersemangatnya mereka tidak mengenal kata lelah, yang ada di pikirannya adalah bagaimana tour tersebut berjalan dengan lancar.
Setelah latihan merekapun pulang. Satria sepanjang jalan hanya melamun, ia teringat kata-kata dari pak Darwin dan kakek Wijaya perihal pernikahannya dengan Tamara. Kakek Wijaya meminta satria agar segera menikahi Tamara, karena ayah dari Steve mendesak untuk melanjutkan tunangannya dengan Tamara. Jika dalam 1 bulan Tamara tidak menikah maka Steve akan menikahkan Tamara secara paksa. Karena daddy Anton adalah pemasok saham terbesar di alberden corp, ayah dari Steve takut jika daddy Anton akan berhenti untuk memberikan suntikan dana.
Saat satria pulang, ia melihat Alisa sedang tidur di sofa. Di meja makan telah tersedia berbagai hidangan untuk makan malam. satria berinisiatif untuk menggendong Alisa, agar tidur di kamar. Hal itu membuat Alisa kaget dan terbangun
"kamu kapan pulang?" ucap Alisa
"barusan, lihat kamu tidur gak tega buat bangunin. Pasti kamu lelah" ucap satria
Alisapun mencium tangan satria dan menuju meja makan dan menghidangkan makan untuk suaminya. setelah makan satria bergegas menuju kamar mandi untuk menyegarkan pikiran yang terngiang perihal pernikahannya dengan Tamara.
"sayang baju kamu di kasur ya" ucap Alisa dan tidak ada jawabannya di dalam kamar mandi. Alisa melihat suaminya sedang melamun di bawah guyuran shower.
"sayang, kamu kenapa" ucap Alisa
"eh kamu kenapa di buka, mau gabung?" ucap Satria
"apasih orang aku ngomong gak ada jawaban, lagi mikirin apa sih?" ucap Alisa
satria pun keluar dan memakai bajunya yang sudah disiapkan Alisa, kemudian ia mengandeng tangan alisa menuju ke kasur. Alisa merasa aneh dengan tingkah laku satria yang random, tidak seperti biasanya yang ceria ketika selesai latihan.
"sayang apa yang kamu pikirkan?, berbagi lah dengan aku" ucap Alisa
Satria pun menceritakan perihal pernikahannya dengan Tamara yang harus dilakukan secepatnya. Alisa mendengar penuturan dari satria sambil menahan tawanya.
"oh jadi ini yang membuat suamiku jadi pendiam" ucap Alisa
"ya tapi Gimana, soalnya aku lagi fokus buat tour. tapi di satu sisi aku juga harus menikahi anak orang" ucap satria
"gimana kalau nikah di KUA dulu, setelah tour baru mengadakan resepsi" ujar alisa sambil membelai rambut Satria
"tapi gimana orang tua Tamara, apakah mau menikah di KUA terlebih dahulu"
"pasti mau aku yakin" ucap Alisa
merekapun menghubungi Tamara, ia memberi tau bahwa pernikahannya di percepat Minggu depan, dan melakukan resepsi setelah tour The Exodus. Tamara kaget dengan penjelasan dari satria mengenai dipercepatnya pernikahan karena desakan dari kakeknya.
"nanti aku kasih tau Daddy perihal ini"
__ADS_1
"tak usah biar kakek yang akan menjelaskan kepada Daddy, aku sudah menghubungi kakek untuk hal ini" ucap Satria
Alisa mengambil alih handphone di tangan satria dan berbincang dengan Tamara. ia membicarakan tentang pernikahannya nanti, Alisa memberi wejangan ketika nanti menjadi istri satria. Alisa tidak mengetahui bahwa suaminya sudah menjelajah ke alam mimpi.
"sayang kamu gak pamit ke Tamara" ucap Alisa
"ye udah ngorok ternyata" gumam Alisa
merekapun menyudahi obrolannya dan beristirahat untuk keesokan hari.
pagi hari satria bangun, ia dikejutkan dengan Alisa yang muntah di kamar mandi.
"sayang kamu kenapa?" ucap satria dengan panik
"gpp kok, kayaknya masuk angin" ucap Alisa dengan nada lemas
"kita ke dokter ya?"
"gk usah sayang, bikinkan aku teh anget aja" satria pun bergegas menuju dapur untuk membuat teh hangat. Setelah meminum teh dari satria, Alisapun kembali tidur. Saat tidur satria menghubungi Brian, satria bertanya mengenai awal kehamilan Clarissa
"coba Lo beli test pack, barangkali udah ngisi"
"Lo beli jangan 1 tapi 3, dengan harga yang berbeda"
setelah penjelasan dari Brian, satria bergegas pergi ke apotik untuk membeli test pack. Alisa bangun ia tak melihat satria berada di rumah. Alisa mencoba menghubungi satria, tetapi ponsel milik satria tertinggal di kamar, ia menjadi khawatir satria tidak berada disisinya. Tak lama satria datang dengan membawa susu ibu hamil dan 3 buah test pack.
"sayang aku beli test pack, ayo kita coba siapa tau satria junior sudah ada" satria mengelus perut Alisa yang masih rata
"kalau hasilnya negatif gimana?" ucap Alisa
"ya gpp, kita berusaha lagi" ucap satria
Alisapun mencoba testpack yang di berikan oleh satria, ia gugup jika hasilnya negatif. Tak lama alisa keluar dengan sembari mengeluarkan air mata.
"Kok nangis,gimana hasilnya?" satria menghampiri Alisa. Alisa memberikan testpacknya. satria terkejut dengan hasilnya yang menunjukkan garis 2.
"sayang kamu hamil" ucap satria dengan nada bergetar, lali satria sujud syukur memeluk Alisa
"terimakasih ya Allah telah memberikan buah hati untuk kami" ucap satria
__ADS_1
Kemudian satria menghubungi orang tuanya, untuk mengabari bahwa alisa sedang mengandung cucu mereka.
"Alhamdulillah nak, akhirnya ibu bisa momong cucu" ucap ibu
"terimakasih ya nak" ucap pak Kardi
setelah menghubungi satria kembali memeluk Alisa "terimakasih sayang Telah mengandung anakku, dan mau menjadi ibu dari anakku" ucap Satria
"sudah kodratnya aku menjadi ibu sayang" Alisa membelai rambut Satria
"anak papah sehat sehat ya, Jangan rewel kalau papah tinggal" ucap Alisa
"iya papah, papah juga harus cari uang buat Dede" ucap Alisa menirukan suara anak kecil
siang harinya satria izin terlambat latihan untuk menghantarkan Alisa ke dokter kandungan. Alisa tampak senang suaminya begitu perhatian, bahkan satria meminta ibu dan bapak tinggal di rumah untuk menjaga Alisa selama tour nanti.
"atas nama ibu Alisa citra" ucap suster
"ya saya" merekapun masuk ke dokter, Alisa langsung dituntun oleh satri untuk berbaring di ranjang. Setelah berbaring dokter pun mengoleskan gel dan menempelkan USG.
"kandungan ibu berumur 2 Minggu, jadi harus berhati-hati jangan banyak stress" ujar dokter Saras
"eh dok semisal berhubungan itu boleh gak" ucap satria, dan mendapat cubitan dari Alisa
"selagi kuat itu tidak masalah, tetapi harus dengan perlahan agar janinnya tetap aman. Dan satu lagi harus pakai pengaman untuk sementara" ujar dokter dan dianggukan oleh satria
Setelah periksa susterpun dengan sigap membersihkan gel di perut Alisa. Merekapun keluar ruangan dengan hasil USG, mereka langsung mengabadikan hasil tersebut dan memposting di akun sosial medianya, dengan caption 'terimakasih @Alisa_citra21 telah mengandung anakku' setelah itu mereka pulang dan dengan sangat hati-hati satria memapah tubuh Alisa.
"sayang turunin, malu dilihat tetangga" ucap Alisa
"gpp daripada kamu capek" ucap satria, dan Alisapun membenamkan wajahnya di dada satria.
Setelah sampai, Satria dikejutkan dengan kedatangan Tamara dan Clarissa, Clarissa membawa Brian junior
"selamat ya buat calon ibu" ucap Tamara
"wah Axel ada temennya nih" ucap Clarissa
merekapun berbincang, satria pamit untuk latihan dan menitipkan Alisa kepada Tamara dan Clarissa.
__ADS_1
bersambung.......