Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Menghampiri tamara


__ADS_3

satria duduk paling kanan di sebelah grup dance cewek, ia memperhatikan Tamara yang akrab dengan alisa, satria berpikir untuk melupakan kenangan bersama Tamara.


"eh gimana sama Steve?, aku gak sabar sama kamu naik ke pelaminan" ujar alisa yang membuat Tamara sedih


''loh kok sedih kenapa?" lanjut alisa sambil memeluk sahabatnya


"dia selingkuh sebelum lamaran, aku kecewa sama dia, aku telah berkorban membohongi pacarku, aku ingin menemui dia walaupun dia mungkin tidak percaya lagi denganku" ucap Tamara dengan sendu


degh


satria tidak percaya dengan penuturan Tamara, pasalnya ia hampir melupakan Tamara dari hidupnya, Alfian pun tersadar ada Tamara, ia mendengar percakapan tamara dan alisa, sontak membuat Alfian, mengusap punggung sahabatnya


"sabar bro mungkin, jika berjodoh Allah tidak akan pernah memisahkannya" bisik Alfian, Brian, Chester, dan Dika pun penasaran dengan satria dan grup dance cewek


lalu Alfian menjelaskan di grup agar suaranya tak terdengar oleh peserta sebelah, merekapun membacanya dan datang ke satria untuk menyemangatinya.


setelah acara selesai semua peserta menuju backstage, dari seluruh peserta hanya alisa yang mengetahui di balik topeng satria, satria pun menarik tangan alisa dengan lembut.


"tolong rahasiakan identitasku, jangan sampai semua orang tau termasuk sahabatmu" ujar satria kepada alisa


"siap, lagian apa urusannya dengan sahabatku" jawab alisa


"pokoknya semua orang gk boleh tau siapa aku oke" sambil menunjuk dua jempol kepada alisa, alisa mengangguk dan menaikan jari V.


mereka ke backstage untuk mendapat arahan dari panitia dan sistem gugur yaitu ada 2 point, dari keputusan juri dan poling dukungan dari web resmi


setelah di ruangan mereka melepas topengnya, terlihat waja satria yang sendu, mereka pun menghampiri satria


"udh bro yang penting masih segel tuh anak" ujar Chester


"lu tinggal tunjukan kepada keluarga Tamara bahwa lu Layak disana dan menjadi pendamping bagi Tamara" ujar Brian


merekapun memberi semangat kepada satria, pasalnya satria adalah anak yang baik dan sopan daripada anak orang kaya yang sombong dan arogan.


"terimakasih udah menghibur" ucap satria dan anggukan oleh sahabatnya


setelah pulang dari mall xxx, ia menuju basecamp untuk mengambil motornya yang diamankan satara (Satria & Tamara), hendak ingin pulang ia dikejutkan dengan kedatangan alisa.


''kamu ngagetin aja sih" ucap satria


"kan surprise" ujar alisa


"kamu ada hubungannya sama Tamara" ujar alisa yang to the point.


"ah itu, aku takut kamu ember mulutnya, aku merahasiakannya agar menjadi misterius hehehe" elak satria


"oh gitu, kenapa sih pake ditutupi segala, kalau di buka pun pasti banyak fansnya" ucap alisa


"eh aku nebeng ya sampe kosan td abis ngambil naro baju kerja, boleh ya" ucap alisa dengan mata memelas


"oke deh" ujar satria sambil menginjak kick starter

__ADS_1


mereka pun berkeliling kota Cirebon sampai seketika dia pergi ke alun alun kejaksan



mereka duduk sambil memakan sekoteng


"btw kamu kerja apa?" satria membuka obrolan sedikit canggung


"jadi pengurus studionya ayah" ucap alisa sambil makan sekoteng


"wih selama ini aku main band ternyata milik kamu hehehe" ucap satria


di sela obrolan dan candaan mereka melihat Chester masuk dari rumah sakit, ia mengajak alisa untuk mengikuti jejak Chester


"alisa kamu mau ikut aku gk?, tadi aku liat teman ku masuk rumah sakit" ujar satria sambil memperhatikan Chester yang sedang parkir motor


"eh siapa yang sakit, aku ikut" balas alisa sambil menghabiskan sekoteng


satria masuk dengan memegang tangan alisa, kejadian tersebut membuat jantung alisa berdetak dengan tidak beraturan


"kok aku merasa nyaman ya" ucap alisa dalam hati


wajah alisa pun menjadi merah tomat, satria tidak menyadari hal itu, karena ia terfokus kepada Chester.


setelah sampai Chester pun memasuki ruangan ICU, ia melihat pujaan hatinya sedang koma tak lupa ia mengeluarkan bunga dari tasnya dan duduk disebelah sambil menggenggam tangan sang kekasih.


"sayang aku datang" ujar Chester sambil menahan tangisannya


flashback


"sayang suara kamu bagus banget, kamu cocok jadi vokalis" ujar wanita yang sedang mengagumi kekasihnya


"aku akan menjadi vokalis terkenal dan di sukai, aku janji" sambil menunjukkan jari kelingking


"kamu harus sukses sayang" ujar wanita


"tenang saja semisal aku sukses aku janji akan melamarmu" ucapnya sambil mencium keningnya


Anna adalah kekasih dari Chester, ia menjalin hubungan dengan Chester sejak bangku SMP, setelah kejadian kecelakaan saat mengendarai motor, ia koma selama 3 bulan, dokter berkata ini adalah keajaiban yang langka, pasalnya benturan keras yang di alami anna sangat lah keras hingga menyebabkan retaknya tengkorak


kejadian tersebut membuat Chester terpukul dan putus asa, ia hampir bunuh diri pasca kejadian tersebut, lalu ia di hampiri satria dan Alfian yang kebetulan sedang membeli rokok


"jangan bodoh, selesai masalah dengan kepala dingin" ujar Alfian sambil menarik Chester


satria pun membantu Chester dalam hal pemberi nasihat, ia pun membeli minuman keras agar lebih tenang, hal tersebut membuat Alfian tidak setuju, tapi apa boleh buat karena Chester hilang kendali


esok paginya baru Chester cerita berbagai masalah yang ia hadapi dan merasa lebih tenang, sejak itu mereka bersahabat


flashback off


Chester menyadari kehadiran satria, lali ia memeluk sahabatnya, satria pun membalas pelukannya agar lebih tenang

__ADS_1


alisa mendapat kabar dari Tamara bahwa ia akan berangkat ke Sidney untuk melanjutkan studinya


"satria kamu mau anter aku ke stasiun gk?, temanku mau pergi aku ingin menyusulnya" ucap alisa


"oh iya boleh dengan senang hati" ujar satria


"bro sabar, dia pasti sadar, ajak lah berkomunikasi dengannya agar kesadarannya meningkat" ujar satria sambil salaman dengan Chester


"gua anter alisa dulu" lanjut satria


"hati-hati bro" ujar Chester sambil melambaikan tangan


satria dan alisa menaiki motor, ia tiba di stasiun langsung menyadari siapa yang datang


degh


"ta tamara" ucap satria dengan nada bergetar


"sa satria" ucap Tamara


"kalian saling kenal?" tanya alisa


kedua insanpun berpelukan deselingi tangis


"semoga kamu bahagia dengan dia, aku hanya bisa mendukungnya" ucap satria dan di balas dengan gelengan kepala


"aku tidak Sudi menikah dengan si brengsek itu, tapi kita terhalang orang tua, semoga kamu mendapatkan penggantiku yang menerimamu apa adanya" ucap Tamara meninggalkan satria dan alisa


kaki satria pun melemas hingga ia berlutut dan menundukkan kepalanya, alisa pun sontak menahan tubuh satria, ia merangkul satria dengan perasaan tidak karuan.


"ingat Lisa, dia milik sahabatku" ucap alisa di dalam hati


beberapa menit satria mengantar alisa ke kostnya, dengan perasaan berkecamuk, ia menahan rasa tersebut, setelah sampai alisa pun turun dari motor dan mengatakan


"aku ada 24jam untuk kamu, jika kamu membutuhkanku aku bersedia" ucap alisa


"terimakasih" ucap satria, dan langsung menari thortle motornya


sesampainya di rumah ia langsung masuk kamar dengan wajah lesu


"kenapa tuh pah, wajahnya kaya gorengan gitu" ucap ibu


"Halah paling sama tamara'' ujar bapak sambil melihat bola


"apa kita kenalin sama anak Bu Riska pah" ujar ibu


"Bu Riska yang mana Bu" tanya bapak


"yang punya kos kosan itu loh" ujar sang ibu


"terserah ibu aja, jelek banget tuh anak mukanya udh kaya gorengan" ejek bapak

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2