
The Exodus telah bersiap untuk tournya, mereka akan menggunakan bis milik perusahaan. Satria telah mengurus untuk nikah nanti, ia berencana akan menikah dengan Tamara setelah Tour nanti.
Setelah siap mereka berkumpul untuk berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Brian dan Satria berpelukan dengan istrinya, mereka akan berpisah untuk 2 Minggu kedepan.
"sayang hati hati ya disana, jangan genit sama fans nanti!. oh iya kalau disana sebelum tidur jangan lupa video call!" ujar Alisa panjang lebar
"iya sayang, kamu juga sehat sehat ya. Makan yang bergizi, yang nurut sama ibu!" ucap satria
satria berjongkok dan mencium perut Alisa yang masih rata "sayangnya papah jangan rewel ya sama bunda, jangan nyusahin bunda ya. papah kerja dulu buat Dede" ucap satria
"iya papah yang semangat kerjanya ya" ucap Alisa menirukan suara anak kecil
Setelah berpamitan satria pun memasuki bis, tak lupa Alisa mencium tangan satria dan di balas kecupan di kening. Tak lama bis pun berangkat, mereka mengobrol dan bersenda gurau untuk menangkis rasa bosan. Mereka berangkat pada jam 6 pagi, tujuan pertama mereka adalah Jakarta. Setelah sampai para anggota The Exodus beristirahat di hotel yang telah disediakan khusus, mereka langsung ambruk karena lelah setelah Berjam jam duduk.
"anjir capek cok" ucap Dika
"Bu Sukri kemana engkau" ucap satria
Merekapun bergegas makan malam dan di lanjut briefing mengenai apa saja lagu yang akan di bawakan, mereka sepakat untuk lagu cover akan membawakan 2 lagu 1 dari luar negeri, satu lagi lagi lokal. Merekapitulasi membentuk formasi untuk penampilannya nanti, merekapun masih menggunakan formasi lama saat audisi. Dika dan Brian akan bergabung untuk nanti freestyle, mereka mengadaptasi gaya manggung seperti Synyster gate dan Zacky vegeannce avenged Sevenfold.
"teman teman kita berkumpul disini memiliki satu tujuan. Seperti biasa mari berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa mulai!" ucap satria
Merekapun berdoa dan menyuarakan yel yel. Setelah berdoa mereka pun menaiki panggung, sorak dan tepuk tangan mengiringi mereka.
disisi lain, Alisa melihat penampilan suaminya di TV, Bu Dian pun ikut menonton putra semata wayangnya.
"ibu gak nyangka satria bisa kaya gini, ibu dulu menganggap bahwa dia menjadi superstar adalah angan angan saja" ucap Bu Dian
"iya Bu, kegigihan satria bukan main. waktu ikut ajang pencarian bakat, ia sangat fokus dan menghiraukan orang orang yang mengolok-olok dia" ujar Alisa
merekapun menonton, tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam. Alisa mengerti bahwa suaminya baru selesai konser, pasti ia kelelahan. Alisapun tertidur, ia merasa kurang saat tidur tidak ada yang meluknya.
disisi lain, Tamara melihat konser satria melalui poselnya. ia takjub dengan penampilan satria yang begitu semangat saat perform. Ia teringat dengan ucapan satria saat masih pacaran dulu.
flashback on
__ADS_1
sepasang kekasih kini duduk di bangku taman sambil meminum Boba.
"sayang kamu kok nge-band terus, waktu buat akunya kapan?" ucap Tamara
"mungkin nanti setelah nge-band, karena aku mengejar mimpi ku menjadi superstar" ucap satria
"aku berjanji semisal aku menjadi superstar, aku akan menikahi mu" lanjut satria
"huh kamu tuh belajar aja dulu baru nikah"
merekapun asik berbincang, Tamara menyadarkan kepalanya di bahu satria. Tak lama orang tua Tamara datang.
"kamu bukannya pulang malah pacaran sama si miskin ini!" ucap daddy dengan nada tinggi
"maaf dad" Tamara menunduk tak berani menatap daddynya
"kamu juga!, jadi orang tau diri, bapak kamu cuma butuh beraninya kamu mendekati anak saya yang notabene anak dari Presdir" satria menunduk, ia menyadari bahwa pekerjaan ayahnya hanyalah buruh, tetapi ia bertekad untuk menjadi superstar kelak nanti
Tamara pun ditarik paksa oleh daddy nya, ia tak berhenti meneteskan air mata saat melihat satria
flashback off
Anggota The Exodus telah selesai konser, kini mereka langsung menuju hotel. Satria melihat jam sudah melewati jam 10 malam, ia yakin bahwa alisa telah tidur. satria mengirimkan pesan kepada alisa 'met tidur calon ibu dari anaku🥰'. Satria pun bergegas mandi dan bersiap untuk tidur.
keesokan harinya, para anggota The Exodus turun untuk sarapan mereka berbincang mengenai konsep untuk destinasi selanjutnya. Satria menghubungi Alisa, tetapi tidak ada jawaban dari sana, ia pun khawatir kepada istrinya yang sedang hamil muda, karena rentan dengan yang namanya keguguran. Tak lama satria mendapat pesan dari Tamara, ia mengirimkan foto Alisa sedang makan rujak tumbuk. Hal tersebut membuat hatinya sedikit tenang. Kemudian satria mengambil gitar milik Brian dan memainkan gitar tersebut sambil merekam. satria hendak mengirimkan video tersebut kepada Tamara, gitar pun mulai di petik dan video sudah merekam.
Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahanmu
Kupandang tajam bola matamu
Cantik dengarkanlah aku
Aku tak setampan Don Juan
__ADS_1
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini ku tak ragu
Ku sungguh memintamu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamarmu
Video tersebut dikirimkan kepada Tamara
disisi lain, Tamara terkejut dengan video yang di kirim oleh satria, ia meneteskan air matanya melihat video tersebut. alisa pun mendapat videonya, sontak membuat Alisa ikut meneteskan air mata.
"Ara kamu kenapa? dapet video dari Satria?" ucap Alisa
"ahhh aku baru tau kalau satria bisa sweet gini" ucap Tamara
"aku juga dapat, jadi terharu" ucap Alisa
merekapun berpelukan sambil merindukan suami dan calon suaminya. Tamara memposting video tersebut ke akun sosial medianya dengan caption
'sweetheart 🥰🥰 @Satria_W6661'. Steve melihat postingan dari Tamara, ia langsung memfollow akun sosial media milik satria, ia menjelajahi akun milik satria.
"tunggu permainan ku" ucap Steve dengan senyum smirknya
__ADS_1
bersambung......