
The Exodus sudah menyelesaikan Tournya, mereka sedang menikmati liburannya di Bali. Bagi Brian ini adalah surga, pasalnya makanan disana kebanyakan non halal. Para anggota hanya bisa melihat Brian sedang lahap memakan babi guling.
"bro rasanya apa sih daging babi" ucap Chester
"enakan babi daripada sapi atau kambing" ujar Brian
"lihat lah pemuda itu, makan babi minumnya alkohol!" ucap satria sambil menunjuk Brian
Setelah makan mereka pergi ke pantai Sanur, manager mereka membelikan kelapa muda. Setelah dari Sanur merekapun bergegas untuk pulang, kali ini mereka pulang menggunakan pesawat.
Satria sampai rumah, ia berniat memberikan kejutan kepada alisa. Satria menggedor pintu rumah dan mengatas namakan paket
tok
tok
tok
"punten paket!" ucap Satria
Alisapun bangun dari sofa dan mengenakan cardigannya, pasalnya ia hanya mengenakan tank top dan celana pendek. Alisapun membukakan pintu, ia dikejutkan dengan kedatangan satria secara tiba tiba.
"sayang!" Alisapun memeluk satria dan mencium bibir satria, satria membalas ciuman tersebut dan masuk ke rumahnya. Alisa membuka cardigannya, menunjukkan tubuh **** kepada satria.
"sayang aku kangen, sepertinya Dede juga rindu kepada papahnya" ucap Alisa dengan nada manja
"surprise, aku bawakan oleh oleh dari Bali. Kamu suka kan sama kacang disko" ucap Satria
Alisa membuka koper milik satria dan mencuci baju milik satria, ia juga sambil menyantap pie susu dan kacang disko. Semenjak hamil, nafsu makan Alisa makin bertambah.
"sayang aku gendutan gak?" tanya Alisa
"gak kok, seperti biasanya" ucap Satria
"yang bener?" alisa memastikan jawaban dari satria
"bener kok, mungkin Dede bayi bawaannya laper terus kayak papahnya" ujar satria
__ADS_1
Alisa pun tersipu malu mendengar jawaban dari satria, ia mencium satria dengan penuh hasrat. Satria terkejut pasalnya kini Alisa menjadi ganas, sebelum hamil Alisa masih malu-malu walaupun dari raut mukanya ia memberanikan diri di hadapan Satria. Ciumannya menuntun ke jenjang yang berikutnya, baju Alisa sudah melorot memperlihatkan bra-nya.
"sayang Dede minta di tengok" bisik alisa
Satria membuka baju milik alisa, Alisa tampak menikmati setiap sentuhan yang di berikan satria. sudah 2 Minggu Alisa tidak di jamah oleh Satria, Alisa berjongkok dan membukakan ****** ***** milik satria, tongkat komando satria telah berdiri tegak, Alisa langsung melahapnya dengan ganas
"pelan sayang nikmati" ucap satria
kini Alisa memperlambat gerakannya, saat sudah kokoh satria memasukkan tongkat komando nya ke tempat yang sudah basah. Satria ingat dengan perkataan dokter, ia melakukannya dengan perlahan dan hati-hati, tak lupa memakai pengaman seusai saran dokter. Alisa merancau menyebutkan nama satria, kini Alisa sudah berada di atas, saat ini ia memimpin jalannya pertandingan tersebut. Mereka sudah mencapai nirwana. Satria yang tampak lelah dengan permainannya ia tertidur, tak lama alisa pun ikut tertidur di pelukan satria tanpa menggunakan sehelai benang.
pagi hari satria bangun untuk mempersiapkan pernikahannya, selama tour satria hanya bisa menghubungi Tamara, karena Alisa sudah tertidur di jam tersebut barulah pagi hari ia menghubungi Alisa. Kini Satria menggunakan kemeja putih untuk melakukan foto sebagai pelengkap syarat nikah. Alisa hanya mengekori suaminya, Alisa ikut karena setelah ini ia akan belanja keperluan ibu hamil. Setelah foto mereka makan di restoran milik Chester.
"ah sudah lama gak makan disini, biasanya setiap Minggu makan disini" ucap Satria
"emang disana makan apa aja?" ucap Alisa
"makan di hotel sama nasi kotak, menunya selama 2 Minggu cuma itu itu aja" ujar Alisa
Tak lama pesanan mereka datang, seperti biasa Alisa yang memesan satria hanya mengikut saja. Mereka memesan gurame bakar, karedok, dan sambel leunca. Alisa makan secara lahap, begitupun satria ia tampak menikmati makanan yang di pesan oleh Alisa. Chester melihat satria langsung menghampirinya.
"makan bang?" ucap satria menirukan gaya rapper.
"samain aja sama gua nanti resepsinya" ucap Satria
"ah gua kagak enak kalau bareng, yang penting sah aja" ucap Chester
mereka berbincang mengenai pernikahan, satria memberikan wejangan kepada Chester. Alisapun sama memberi wejangan dan tips saat malam pertama.
"eh kak Lisa udah berapa bulan" ucap Anna
"udah 4 Minggu" ujar Alisa
"wih aku juga pengen kayak kak Lisa tapi masih sekolah" ucap Anna
"wah bro kayanya lu harus pake pengaman deh, kalau gak pake spiral" ucap Satria
Setelah berbincang merekapun meninggalkan restoran tersebut, satria mengunjungi supermarket untuk membeli susu ibu hamil. setelah masuk satria di kejutkan dengan kehadiran Tasya.
__ADS_1
"satria kamu kemana aja? aku kangen loh" ucap Tasya yang langsung memeluk satria, tetapi langsung di tahan oleh satria
"Tasya sekarang aku sudah mempunyai istri dan akan mempunyai anak, jadi mohon untuk berjaga jarak mulai saat ini" ujar satria sambil merangkul pundak Alisa
"heh si culun! udah berani loh Deketin satria, mana sampe hamil lagi. dasar cewek gatel!" ujar Tasya dengan nada tinggi
"Tasya jaga ucapan mu kepada istri ku!" ucap satria dengan nada tinggi
"mulai sekarang kau jangan mendekati aku lagi, silahkan banyak cowok tampan berserakan!. kau pantas bahagia" satria pun meninggalkan Tasya, Tasya melihat kejadian itu langsung geram dan menghentakkan kakinya
"awas aja Lo culun, satria hanya milik gua Tasya Novianti" gumam Tasya
Keesokan harinya satria disibukkan dengan pernikahannya, hari yang ia tunggu akhirnya tercapai. Alisa memberikan selamat kepada suaminya yang akan menikah.
"selamat ya sayang, nanti malam akan menjadi malam pertama part 2" ucap Alisa sambil cekikikan
"iya, terimakasih ya sayangku telah mempersatukan aku dengan Tamara" ucap satria lali mengecup bibir Alisa, Alisa pun membalas ciumannya. efek ibu hamil Alisa semakin ganas, ciuman tersebut menuntut ke arah yang lebih intim. Tetapi Alisa mengelak "sayang nanti malah gak jadi nikahnya. Nanti malam saja di lanjut sama Tamara l" ucap Alisa
Satria keluar dengan gagahnya, ia melihat Tamara duduk bersama daddynya di meja penghulu. satria duduk menghadap kepada daddy. setelah mentanda tangani buku nikahnya, satria mengucapkan ijab Kabul.
"saya terima nikah dan kawinnya Tamara indriana binti bapak Anton Wijaya dengan mas kawin kalung berlian dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" satria mengucap ijab kabul dengan lancar tanpa gugup, satria sudah pengalaman saat menikahi Alisa. alisa melihat suaminya terharu.
Setelah doa Tamara mencium tangan suaminya dan di balas dengan kecupan di keningnya. setelah ijab mereka langsung mengadakan resepsi pernikahan di belakang rumah, ia memakai konsep outdoor. anggota The Exodus telah datang, tak lupa membawa topeng untuk berfoto-foto nanti. alisa naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada pengantin.
"sayang selamat ya atas pernikahan yang kedua, jangan lupa sama yang pertama nanti" ucap Alisa memeluk Satria
"gak akan lupa, disini ada satria junior" ucap Satria mengelus perut rata Alisa
"Ara selamat ya, jodohmu sudah menghalalkan mu" ucap Alisa memeluk Tamara
"iya, terimakasih Lisa kamu lah sahabat terbaikku" ucap Tamara
anggota The Exodus pun naik ke pelaminan dan mengucapkan selamat kepada satria. Mereka berfoto bersama, Alisapun ikut dengan kerumunan tersebut untuk berfoto, tak lupa memakai topeng lamanya.
acara telah selesai para tamu sudah pulang meninggalkan tempat tersebut. Alisa sudah pulang ke rumah sedari tadi, karena efek hamilnya Alisa menjadi cepat lelah.
Tamara pun ikut pulang ke rumah satria, ia memilih tinggal disana. setelah pulang Tamara pun masuk kamar ia masih gugup dengan malam pertamanya. tak lama satria pun masuk ke kamarnya, satria melihat Tamara sedang gugup, satria langsung memanggil istrinya yang sedang gugup itu
__ADS_1
"sayang" panggil satria yang membuat Tamara terkejut.
bersambung.....