Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Periksa Alisa


__ADS_3

Satu bulan berlalu, kedua istri satria sedang melakukan pekerjaan rumah tangga. Mereka membagi pekerjaan di rumahnya, Alisa mendapatkan bagian di dapur sedangkan Tamara bagian bersih rumah. Satria semakin sibuk dengan jadwal rekamannya, bahkan pulang ke rumahpun langsung tidur.


Kini ia telah meluangkan waktunya untuk periksa kandungan Alisa, satria sengaja mengosongkan jadwalnya untuk menemani istrinya. Tamara pun ikut mengantar Alisa periksa kandungan, ia juga akan memasang spiral karena Tamara belum siap untuk hamil. Satria mengerti dengan keputusan Tamara, sebab dirinya juga masih belum siap punya banyak anak.


"atas nama Alisa citra" ucap suster


Alisa dan Satria pun masuk, Tamara menunggu mereka di ruang tunggu, ia juga menunggu untuk di panggil. Setelah masuk Alisa langsung tiduran diatas ranjang rumah sakit, dokter pun mengoleskan gel dan menempelkan USG pada perut Alisa.


"Pak kandungan dalam keadaan sehat, hindari stres agar janin tetap sehat"


"baik dok" ucap Satria


merekapun keluar, tak lama nama Tamara pun di panggil. Satria pun kembali masuk ke ruangan tersebut, dokter yang melihat itu terkejut.


"Loh bapak kok masuk lagi?" ucap dokter


"Hehehe iya pak ini istri kedua saya" ucap satria


"Loh kalau gitu kenapa gak sekalian saja tadi" ucap dokter


"Saya gak tau prosedur nya pak"


Dokter pun menyiapkan alat kontrasepsi, Tamara menggunakan alat kontrasepsi berbentuk spiral, karena dapat bertahan hingga 10 tahun. Setelah terpasang merekapun keluar ruangan tersebut, satria berencana untuk makan siang di luar. Ya restoran Chester lah pilihan yang tepat untuk makan siang. Merekapun berangkat menggunakan mobil, satria membeli mobil agar istri-istrinya bisa ikut semua, walaupun kredit mereka tetap bahagia. Setelah sampai merekapun makan siang dengan lahap. Tamara tampak kebingungan dengan sayur mentah yang di makan Alisa, ya Alisa memakan lalap Dengan sambal, satria membatasi sambal yang di makan Alisa.


"Sayang sambalnya jangan banyak-banyak ya, kasian Dede nya nanti kepedasan" ucap satria mengelus rambut Alisa


"iya sayang" ucap Alisa dengan nada manja. Semenjak hamil Alisa semakin manja dengan satria, Tamara memaklumi karena dirinya melihat ibunya hamil juga manja terhadap daddy.

__ADS_1


Selesai makan satria menghisap rokok, tak lupa ia juga memberikan masker kepada kedua istrinya, ia takut kalau kedua istrinya menjadi perokok pasif. Setelah makan merekapun pulang ke rumah, ia dikejutkan dengan kedatangan ibu Dian dan bapak Kardi.


"Loh bapak kok datang gak bilang" ucap Satria


"hehe surprise, ibu mu kangen katanya" ucap pak Kardi


Ayah dan anak pun berbincang mengenai rumah tangga, pak Kardi selalu menanyakan kabar calon cucunya. Satria langsung memberikan hasil USG kepada pak Kardi dan juga Bu Dian. Mata Bu Dian berbinar ketika melihat perkembangan calon cucunya yang tumbuh dengan sehat.


"Sayang tolong jaga cucu ibu yah" ucap Bu Dian


"Pasti dong" ucap satria dengan mengacungkan jari jempol nya


"Ingat sekarang istri kamu 2 harus adil dalam memberikan nafkah lahir batin, dan juga tanggung jawabmu sekarang 2 orang" ujar Pak Kardi


"Beres Bu, toh mereka pun menurut apa kata suaminya kok" ucap Satria


"Ara kamu makan apa?" ucap Alisa


"ini Nemu permen karet di jaket Satria" ucap Tamara


Tak lama alisa pun tertidur karena efek hamilnya, selama hamil kegiatan sehari-harinya hanya makan, masak, dan tidur saja. Hal tersebut di maklumi oleh Satria dan Tamara. Tamara merasakan sensasi panas di dalam tubuhnya setelah makan permen tersebut, hasrat yang menggebu-gebu pun muncul. Satria memasuki kamar melihat Tamara sendang merancau tidak jelas di sofa. Satria tak sengaja melihat Bungkus permen karet yang diberikan oleh Brian.


flashback on


Siang hari di basecamp anggota The Exodus pun berkumpul untuk beristirahat sehabis rekaman. Dika dan Alfian pamit terlebih dahulu karena ia akan menemui kekasihnya, tersisa Chester, satria, dan Brian.


"Bro gua punya permen ajaib buat kalian semua" ucap Brian

__ADS_1


"Permen apaan bro" ucap Chester


Chester telah menikah dengan Anna seminggu setelah satria menikah. Alisa memberikan saran memasang spiral untuk menunda kehamilan


"Ini permen cocok untuk elu pada" Brian mengeluarkan 2 permen dan membagikannya kepada Satria dan Chester "Nih buat lu pada. Awas ini permen bukan sembarang permen, ini permen untuk menambah gairah kepada wanita. Khusus untuk satria gua kasih 2 soalnya biji Lo 2" ujar Brian


merekapun pulang dan beristirahat mengumpulkan tenaganya untuk kegiatannya esok hari.


flashback off


Tamara mencium bibir Satria dengan ganas, Satria merasa heran dengan tingkah Istrinya yang ganas, pasalnya Tamara memiliki sifat pemalu berbeda dengan Alisa yang ganas diatas ranjang. Tamara terus merancau menyebutkan nama satria


"sayang aku mau sekarang, buruan!" ucap Tamara dengan nada yang menggoda


Satria melancarkan aksinya dengan ganas juga, selama ini ia melakukannya dengan lembut, saat ini ia diperbolehkan dengan sedikit kasar. Tamara pun tidak mempedulikan perlakuan Satria yang kasar, pasalnya saat ini ia membutuhkannya secara extra, efek obat itu membuat Tamara semakin ganas. Satria melancarkan aksinya dengan cepat. Tak cukup sekali ia melakukannya berkali kali hingga jam 3 pagi. Setelah melakukan penyatuan bertubi-tubi, akhirnya Tamara tumbang di sisi Satria, Satria pun menggendong Tamara keatas ranjang bersama Alisa. Selama penyatuan mereka melakukannya di luar kamar karena tidak ingin mengganggu Alisa yang sedang tidur.


"sialan Lo Brian, untuk Alisa gak ikut makan" gumam Satria


Satria pun tumbang di kasur, ia kelelahan dengan kelakuan Tamara yang sangat Hyper.


Pagi hari tiba Alisa bangun terlebih dahulu untuk membuang hajat, ia melihat satria dan alisa sedang tidur. Alisa tak sengaja melihat Tamara sedang berhubungan badan dengan satria secara ganas, ia juga menyadari efek permen karet yang di makan oleh Tamara.


"untung aku gak makan, coba kalau makan satria masuk UGD kali" gumam Alisa


Alisa keluar untuk menikmati udara pagi. Tak lama ia terkejut dengan laki-laki berbadan besar menghampiri dirinya. Alisa yang ketakutan pun teriak meminta tolong, para preman pun langsung membius Alisa dengan sapu tangan. Preman pun membopong tubuh Alisa masuk ke dalam mobil. Chester pun datang, tak lupa ia membawa temannya yang juga preman terminal


"berhenti Lo"

__ADS_1


bersambung........


__ADS_2