
keesokan harinya satria dan kawan kawan, sepulang kuliah ia menyempatkan untuk belanja keperluan bandnya dari mulai memesan jumpsuit hingga topeng yang akan di gunakan, mereka sepakat untuk memakai nama panggung agar identitasnya tersebut, karena nanti akan timbul perasaan orang tua yang tidak suka anaknya menjadi urakan
mereka berencana setelah sukses baru membuka kedoknya, yang akan menjadi surprise, setelah mereka sampai di mall xxx, baru lah mereka berpencar
Brian dan Chester bertugas mencari topeng untuk masing-masing anggota, sedangkan Alfian dan Dika mereka mencari jumpsuit yang pas di setarakan, sedangkan satria memilih wig untuk menutupi rambut aslinya
pada saat masuk satria di kejutkan dengan orang tua yang sedang sesak nafas
"pak, bapak kenapa?" tanya satria dengan paniknya
"pak mari ikut saya ke rumah sakit" lanjut satria
"anak muda bapak hanya butuh panggilkan su supir ba bapak di parkiran" ucap bapak tersebut terbanta banyak
"mobilnya yang mana pak?, platnya brp?" tanya satria
''hi hitam, disana ada supir dan asisten saya" ucap bapak tua tersebut
satria pun berlari tergopoh-gopoh, setelah sampai ia mencari mobil yang di maksud bapak tua tersebut.
''njir mana mobil, yang ada supir dan asistennya'' gumam satria
"kayaknya itu deh"
satria menghampiri mobil tersebut dan mengetuk kaca.
"pak, pak tolong pak" ujar satria
''heh anak muda berani sekali anda mengganggu, klo mobil ini lecet emang mau ganti hah?" ujar sopir
"ya Allah pak, majikan bapak sedang sesak cepet tolong keburu terlambat'' ujar satria
lalu sang asisten tersebut turun dari mobil, dan membuka bagasi mengambil oksigen kaleng
"anak muda tunjukan jalan dimana bapak" ujar sang asisten yang panik bukan main
"ayo"
lalu mereka tepat waktu datang, bapak tersebut hampir tergeletak tak berdaya, asisten tersebut dengan sigap membantu
"huh, untung pas waktunya" gumam satria
saat satria ingin pergi asisten tersebut menarik tangan satria
"anak muda siapa namamu?" ujar asisten
"saya satria pak, satria wibisana"
"saya Dias, ini kartu nama saya barangkali anda perlu bantuan, jangan sungkan, karena anda menolong majikan saya, itu sebagai rasa terimakasih saya" ujar sang asisten
''ah bapak jangan repot, saya juga memiliki orang tua, maka dari itu saya tolong karena iba" ucap satria sambil mengambil kartu nama tersebut
"sekali lagi terima kasih, anda adalah anak baik saya percaya itu" asisten Dias pun tersenyum
"jangan sungkan sama saya pak, ini kewajiban saya sebagai anak muda untuk menolong" ucap satria lalu meninggalkan asisten Dias
setelah mereka berkumpul di titik yang di tentukan, mereka akhirnya makan di food court, karena disitulah tempat makanan murah
"gimana kalian dapet apa aja" ujar satria sambil meminum es teh
"nih jumpsuit aman tinggal fitting ukuran aja, kalau masalah desain beres deh" ujar Dika dan di anggukan oleh Alfian
__ADS_1
" masalah topeng aman saya udh beli, nih kalian tinggal milih mau yang mana" ujar Brian
setelah makan mereka menuju basecamp untuk memilih topeng dan wig, satria memilih topeng ski, seperti Jason, Alfian memilih topeng badut, Brian memilih topeng scar face, sedangkan Chester memilih topeng yang memiliki rambut gimbal diatasnya
topeng satria
topeng Alfian
topeng Brian
topeng Chester
setelah memilih topeng mereka latihan di studio milik Brian, kebetulan hanya orang tua Brian yang mendukung anaknya, yang lainnya menolak, karena perbuatan tersebut dianggap menyimpang dari kawasan masyarakat tersebut
setelah latihan mereka membubarkan diri ke rumah masing masing.
saat sampai rumah satria di kejutkan dengan paket dengan nama pengirim misterius, paket tersebut berisi barang kesukaannya yaitu stick drum dan drum pads, setelah membongkar ia melihat catatan di sticky note yang bertuliskan
"semoga kamu bahagia dengan hobimu, dan aku hanya bisa mendukung dari kejauhan."
satria penasaran dengan catatan tersebut, tak sengaja satria menemukan undangan pernikahan yang bertuliskan Tamara & steve, sontak membuat satria terkejut hingga melemas
flashback on
...4 tahun yang lalu...
"aku akan setia menunggu kamu satria" ucap Tamara
"jangan lupa merindukan ku" ucap satria sambil mencium kening Tamara
lalu mereka berpisah di bandara Soekarno Hatta, Tamara akan menyusul kedua orang tuanya yang berada di Sidney, dan melanjutkan studinya di sana.
awalnya mereka saling bertukar kabar selama satu tahun, dan setelah itu mereka lost contact, satria berusaha mencari nomor telpon Tamara hingga menghubungi akun sosial medianya, tapi hasilnya nihil.
maka dari itu satria bertekad untuk menjadi sukses dan kaya agar menemui Tamara suatu saat nanti.
flashback off
satria menangis hingga dini hari sambil menatap foto terakhir kalinya saat bertemu di bandara
"kenapa Lo jahat sama gue tam" teriak satria
kamar satria di pasang peredam agar dirinya tidak terlalu ganggu orang tuanya saat menyetel musik
"gua udh berusaha tam" tangisnya semakin terisak
satria membuka galeri di laptopnya dan melihat kenangannya bersama Tamara
"sayang jangan tinggalkan aku" ujar Tamara
"kejar aku sayang"
"hiks hiks kau meninggalkanku"
__ADS_1
"aku tidak akan meninggalkan kamu Tamara, hanya ada kamu di hatiku"
"hatiku hanya terisi dengan mu"
"You are always gonna be my love"
"You will always be inside my heart"
video pun berakhir
"kamu pembohong Tamara, aku benci sama kamu" teriak satria
setelah terisak satria pun terlelap hingga pagi, ia di kejutkan dengan ketukan ibu.
"nak ada surat untuk kamu, cepetan" ibu menggedor
krekkk
"loh kata kamu kenapa nak" lanjut ibu
"gpp Bu, kena serangga jadi sakit matanya" ucap satria dengan suara serak bangun tidur
"jangan bohong sama ibu nak, ibu tau kamu bersedih, jika sudah siap bercerita kapanpun ibu akan mendengarkannya" ujar sang ibu sambil memeluk dan membelai wajah sang putranya
satria pun duduk di meja belajarnya dan membuka surat yang berisi foto kenangan masa lalunya dan sepucuk surat
"*kamu ada salah satu yang berada di hatiku, aku sudah kotor, kamu pantas bahagia, aku akan pergi jauh bersama calon suami aku, walaupun begitu akan ada nama kamu di hatiku, hanya kamu satria wibisana.
Tamara indirana
i love you satria*
You will always be inside my heart
satria pun kembali menangis terisak sembari memukul dadanya dengan sangat kencang, di tengah Isak tangisnya satria kembali tidur.
siang hari ia dikejutkan dengan dering telepon dari nomer yang tidak di kenal
"halo"
"halo sayang kamu lagi ngapain, aku rindu sama kamu, aku cuma sayang sama kamu, kamu pasti lelah menunggu yang tidak akan kembali, jika aku diberi izin memeluk mu kaum tidak akan sia-siakan waktu ku, semoga kamu bahagia disana, cari wanita yang bersih dan menyayangi mu, diriku sudah kotor"
"sayang jangan begitu aku menerima mu apa adanya"
"aku hamil satria"
jeder
bagaimana petir di siang bolong, satria pun terdiam dengan tatapan kosong
"kamu harus turuti permintaan aku"
"apa"
"kamu harus bahagia dengan orang yang bikin kamu nyaman, jangan sia-siakan dia, sejujurnya dia memang pantas dengan dirimu"
"ta tapi cuma kamu yang"
Tut Tut Tut
satria menunduk dan menangis ia tak mampu berbuat apa-apa lagi hanya berdiam diri sambil tatapan kosong melihat langit-langit.
__ADS_1
tak lama ia di telpon sama Brian, memberi tahu bahwa jam 8 nanti latihan band untuk audisi tiga hari lagi
bersambung...