Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Rekaman pertama The Exodus


__ADS_3

satria telah selesai dengan sarapannya, ia berniat untuk mengambil handuk di jemuran depan. Saat keluar kamar ia melihat istrinya sedang jalan ke warung Madura "sepertinya ia suka memandang aku dari kejauhan" gumam satria


Satria melihat cowok menghampiri Alisa, satria menahan untuk menghampirinya, ia ingin melihat reaksi dari Alisa apakah dingin atau hangat (udah kaya dispenser cok)


"aku sudah menikah lihat ini" Alisa memperlihatkan cincinnya


"menikah dengan pria miskin hah, pantas saja tinggal disini" ucap Ardian


"aku tidak peduli anda tinggal di istana atau semacamnya, aku tidak Sudi satu rumah sama anda" ketus Alisa


"lihat Nanti suatu saat kamu akan membutuhkan ku" Ardian meninggalkan alisa


Alisa pun bergegas pergi dan menuju kosannya, ia melihat satria sedang duduk di depan kamarnya


"cantiknya istriku kalau lagi di goda sama pria lain" sindir satria


"ah aku lagi bad mood sayang" Alisa duduk di pangkuan satria


"istriku galak juga ternyata"


alisa membenamkan wajahnya di dada satria, ia merasa nyaman duduk di pangkuan satria.


"sayang aku mau mandi dulu, bentar lagi mau kerja" ujar satria


"mau bareng mandinya" lanjut satria


"udah ah, takut celaka lagian kamer mandinya sempit" ucap Alisa dengan manjanya


"suatu saat aku akan membuat kamer mandi yang besar agar bisa mandi bertiga" goda satria


satria pun mandi sendiri, Alisa sebagai istri yang baik menyiapkan baju yang akan di pakai suaminya.


"aaaaa sayang pake bajunya" teriak alisa


"lagian kamu sudah tau setiap inci dari badanku"


satria memakai bajunya dan bersiap memanaskan motor kesayangannya. Alisa meraih tangan satria dan menciumnya, tak lupa satria pun membalas dengan kecupan di keningnya. Mereka tak menyadari ada 2 pasang mata yang sedang memperhatikannya


"jeng liat deh anak mantu serasi banget ya" ujar Bu Riska


"iya jeng, inget masa muda ya hihihi" ujar ibu dian

__ADS_1


satria pun melenggang menggunakan motor kesayangannya. Alisapun membalikan badan dan melihat ibu dan ibu mertuanya sedang gosip.


"hadeuh pengantin baru mesra banget deh, dunia serasa milik berdua yang lain ngekost" sindir Bu Riska


"apa sih mamah malu ada ibu mertua" ucap Alisa


"gimana nak sama satria?" tanya Bu Dian


"muantep Bu hahaha" jawab alisa dan mencium tangan ibu mertuanya


"iya lah mantep masih anget, anak Soleh punya ibu dian, dia kan gak pernah nakal, iya gak Bu" ucap Bu Riska


"iya dulu pas pacaran sama tamara cuma via telepon, lucu banget pas dapet paket sama surat dari Tamara, itu bocah nangis terus, selesai nangis langsung makan kaya kuda lumping" ucap Bu Dian


mereka bersenda gurau antara ibu, anak dan mertua.


disisi lain para member The Exodus sedang check sound untuk rekamannya. tak lama komposernya datang bersama crewnya


"jadi gimana udah siap?" ujar komposer


mereka melakukan rekaman tanpa hambatan, Chester menyanyikan lagu tersebut dengan lancar.


"demi rekaman gua makan tahu rebus sama bubur tersebut biar tenggorokan lancar" ucap Chester


"gak lah emang gua makan yang lembut doang biar gak gatel, abis ini aku mau bales dendam makan nasi Padang plus gorengan" ucap Chester


"nah yang penting di accept gak sama pak bosnya, kalau udah di accept baru Lo bales dendam" ujar Alfian


"oke anak anak, rekaman sudah di kirim ke pak Darwin, tinggal nunggu accept aja" ujar asisten Andi


merekapun makan siang di kantin, Chester tampak murung ia hanya makan bubur dan tahu rebus.


"bro Lo makan kaya orang penyakitan aja, apa jangan-jangan Lo sakit" ujar satria


"nggak bro serius, nanti kalo udah di accept gua traktir kalian di restoran Padang, ajak anak istri kalian" ujar Chester


"yaelah bro anak gua belum brojol" ujar Brian


"iya iyalah dibawa emang mau di tinggal" ujar satria


merekapun makan siang, setelah itu mereka beranjak untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid sekitar, sedangkan Brian masih di kantin bermain game online.

__ADS_1


"nak silakan siapa yang jadi imam?"


satria pun maju dan menjadi imam, ia tampak fasih membaca surat tersebut.


setelah sholat, pak Darwin menghampiri satria dan berkata


"berikan aku 4 pemuda seperti mu maka akan ku goncangkan dunia"


"bapak bisa aja, saya hanyalah umat yang taat dan banyak dosa pak" ucap satria


"amal mu melebihi dosa mu" ujar pak Darwin


merekapun pulang ke rumah masing masing, satria pulang dan di sambut oleh istrinya.


"aku kangen, pulangnya lama sekali" Alisa bergelayut manja di tangan satria


"aku sibuk sayang, itu rekaman pertama aku, nanti kita makan malam di luar, ajak mamah kamu, nanti aku juga ajak ibu dan ayah" ujar satria


"oke deh, aku mau makan di restoran Sunda di jalan xxxx" ucap Alisa


"apapun untuk mu sayang"


merekapun masuk dan satria membersikan diri, ia makan malam di rumah dengan mertuanya. satria langsung tidur setelah makan, badan ia lelah karena seharian bekerja demi istri tercinta


keesokannya ia di beri kabar bahwa rekamannya telah di accept oleh pak boss. mendengar kabar tersebut Chester langsung menghubungi kawannya, mengajak makan siang di restoran Padang.


"sayang bersiaplah, kita akan makan siang bersama Chester"


"hah senang sekali mee time bersama suami dan kerabatnya, tunggu ya aku mandi dulu. mereka pun datang ke restoran Padang yang telah di reservasi oleh Chester. mereka membawa pasangan masing-masing, kecuali Dika, pasalnya orang tuanya tidak mengizinkan jeselyn untuk keluar karena akan menghadapi ujian sekolah. Chester membawa Anna calon istrinya, sedangkan Alfian kini memberanikan diri membawa Andra, dan mengenalkan andra kepada rekan rekannya, satria dan Brian pun membawa istrinya.


mereka bercanda gurau satu sama lain, sementara para cewek sibuk dengan urusan sosialitanya. setelah makan mereka pulang ke rumah masing-masing


"makasih bro atas perjamuannya" ucap satria


"santai bro ini syukuran atas di accept nya lagu kita" ucap Chester


"sering sering bro" ucap Dika


"ya gantian lah masa gua Mulu, di rolling aja" ucap Chester


"setuju" ucapnya serentak

__ADS_1


mereka pun pulang ke rumah masing-masing dengan wajah sumringah, pasalnya Chester membebaskan memesan dan memakan apa pun, bahkan ia menawarkan untuk membungkus untuk orang rumah.


bersambung.......


__ADS_2