
hari yang ditunggu-tunggu satria, ia akan mengucapkan janji suci kepada kekasihnya Alisa. Tampak tamara hadir menjadi Bridesmaids, ia juga tak kalah dengan alisa, Tamara menggunakan dress warna putih disamakan dengan gaun yang di pakai oleh Alisa.
Satria gugup, kawan kawannya menyemangati satria agar tidak gugup.
"santai bro" ujar Brian
"kalau udah ngucapin mah saya yakin plong dah, kaya hidung mampet terus Lo pake minyak angin" tutur Brian, pasalnya hanya ia yang dapat menyemangati, karena Brian sudah mengalaminya
"bayangin aja malem pertamanya biar sedikit mengurangi gugupnya" lanjut Brian
"cok gugup ilang munculah tegang" ujar Chester
"jangan gitu takutnya malah keringat dingin hahaha" ujar Alfian
para kawan kawannya mencoba menghibur satria, mereka mengajak ke belakang rumah untuk melakukan rutinitas 'sebat' hanya itu yang dapet menenangkannya
setelah acara siap satria duduk di pelaminan berhadapan dengan penghulu dan paman Joko adik dari Bu Riska sebagai wali nikah dari alisa.
Alisa sedari tadi gugup, ia takut jika mengucapkan ijab nya salah. Tamara, jeselyn, dan Clarissa membantu menenangkan Alisa yang gugup.
"sabar nanti juga mulai, tenang lah satria pasti hafal, nge-band aja bisa, pasti ijab adalah hal yang mudah di hafal" ujar Clarissa
"nanti malem siap siap terbang ke nirwana bersama burung burung" lanjut Clarissa
alisa merasa terhibur dengan nasihat dari Clarissa, wejangan pun di dapatkan dari Clarissa.
penghulu telah bersiap untuk melakukan ijab, sebelum melakukannya ia memberi wejangan sebelum menikah.
"anakku apakah kamu siap untuk menjadi imam dalam keluargamu, menjadi pendengar bagi istri mu?" ujar penghulu
"saya siap pak"
"setelah nikah mau tinggal dimana?" untuk sementara saya bersama alisa menepati kost milik keluarga beliau, karena ibunya sendiri" ucap satria dengan yakin
"apa kamu sanggup membayar air?"
"sanggup pak"
"apa kamu sanggup membayar iuran kampung?"
"sanggup pak"
"kamu mau nikah sama siapa sih?" tanya penghulu
"alisa citra lestari binti haji Muin Iskandar"
''emang dia teman mancingmu memanggil nya tanpa bapak hah?"
"maaf pak maksud saya, saya akan menikahi alisa citra lestari binti bapak haji Muin Iskandar" sontak jawaban tersebut mengundang tawa para tamu
"ini kaya teman futsal saja, Muin oper, shoot Muin" canda pak penghulu agar satria tidak tegang
setelah bercanda pak penghulu menanda tangani surat nikah milik satria dan alisa, setelah selesai pak penghulu lalu mengucapkan ijab Kabul.
__ADS_1
"ananda satria wibisana bin bapak Muchtar Sukardi, saya nikah dan kawinkan anda dengan anak saya bersama adinda alisa citra lestari binti bapak haji Muin Iskandar dengan mas kawin sebesar emas mulia 100 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap penghulu dengan nada lantang
"saya terima nikah dan kawinnya alisa citra lestari binti bapak haji Muin Iskandar dengan mas kawin emas mulia 100 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap satria dengan sekali tarikan nafas
"gimana saksi sah?"
"SAH" ucapnya dengan serempak
tak lama alisa pun keluar diantar oleh Tamara dan juga Bu Riska, ia tampak menawan sampai satria tak mengedipkan mata.
"cantiknya" gumam satria
"silakan nak Alisa mencium tangan suaminya" ucap pak penghulu
Alisapun mencium tangan suaminya dan di balas satria mencium keningnya.
blussh
Wajah Alisa tampak memerah dengan perlakuan satria.
setelah acara selesai mereka menuju ke orang tua masing-masing untuk sungkeman.
"nak tolong jaga putriku, jadilah kamu sebagai pengganti bapaknya, dan juga suami yang baik" tutur Bu Riska dengan haru
"baik Bu akan saya laksanakan amanah ibu" ucap satria
"anakku sudah besar ya, jadilah istri Soleha, kamu harus nurut sama suami mu, apapun perintah dia kamu harus nurut, dia yang akan menuntunmu ke surga nanti" ucap Bu Riska
"tersenyum lah ini hari bahagia mu"
alisa pun tersenyum, ia naik ke pelaminan mengandeng tangan satria. Tamara pun naik keatas pelaminan.
ia memeluk sahabatnya dengan erat "selamat ya, tolong jaga satria, tunggu aku, aku akan menyusul mu, kita akan tinggal se rumah" ujar Tamara meneteskan air mata.
"sabar lah tunggu aku datang ke Sidney, dan saat itu juga satria akan meminang mu " ujar alisa
"sayang selamat ya jangan lupain aku, kamu juga harus menikahi ku, setelah lulus nanti jangan lupa pergi ke Sidney untuk meminang ku" ujar Tamara
"baiklah tunggu aku di sana, jangan nakal sama lelaki lain ya" ucap satria memeluk kekasihnya
"hanya kamu dihati ku, kamu juga berbagi lah hatimu dengan sahabatku secara adil" ucap Tamara di balas oleh anggukan dari satria.
Tamara pun turun dari panggung, setelah Tamara anggota The Exodus naik keatas pelaminan membawa kotak hadiah yang besar.
"Bro buat elu nih hadiah hasil patungan dari anak anak, semoga langgeng dengan alisa dan juga Tamara" ucap Chester mengandeng tangan anna
'' selamat bro jangan lupa ponakan buat aku" ucap Dika
"ya elu kapan ngelamar Jessy"
"nanti bro mempersiapkan mental dan juga finansial"
"ah lama lu, keburu dua nih hahah"
__ADS_1
"bisa aja lu"
setelah semua tamu bersalaman dan berfoto dengan para tamu, saatnya The Exodus memakai topeng nya dan masih menggunakan batik, mereka juga siapkan topeng untuk kedua mempelai. Alisa di beri topeng oleh Brian bermotif psycho rabbit. Mereka berfoto bak hantu disiang hari, tak lupa Dika membawa spanduk yang bertuliskan welcome to the family. setelah berfoto bersama anggota The Exodus, Tamara menghampiri mereka dan juga ingin berfoto dengan kedua mempelai.
setelah acara selesai Tamara pamit hendak pergi ke Sidney, karena ia hanya izin tiga hari di Indonesia, satria pun pergi ke hotel milik Brian untuk berisitirahat, ia menggunakan voucher menginap selama seminggu di hotel tersebut.
"sayang kamu dapet uang dari mana, ini hotel bintang lima loh" tanya alisa
"aku dapet gratis sayang, pas aku menang kompetisi dan hadiah pernikahan dari daddynya Brian"
"oh bagus mas aku suka"
mereka memasuki hotel tersebut dan di sambut oleh karyawan hotel, satria langsung menukar voucher tersebut kepada resepsionis.
"silakan pak nikmati pelayanan dari kamu, dan kami mengucapkan selamat menempuh hidup baru" ucap resepsionis sambil membungkukkan badan
"ini pak kuncinya, kamarnya presidental suit nomor 002 di lantai 30" ujar resepsionis
mereka menggunakan lift khusus presidental suit, hanya mereka berdua yang berada disitu.
"sayang gak nyangka bisa menjadi pendampingku"
"iya sayang, jadilah bidadari ku untuk selamanya, kita akan menjalani rumah tangga bersama Tamara nanti, apakah kamu keberatan" ujar satria
"aku sangat senang jika Tamara menjadi bagian rumah tangga kami" senyum dari Alisa
Tak lama mereka sampai di lantai 30, dan memasuki kamar nomer 002. mereka takjub melihat dekorasi yang di rancang Brian, mereka berkeliling untuk melihat sekeliling ruangan tersebut terdapat, kasur berukuran king size. alisa memandang satria dan mengatakan
"sepertinya kita menunda untuk malam pertama deh"
"kenapa?, kamu belum siap?"
"aku..."
"aku datang bulan mungkin besok selesai hehehe"
tidak ada gurat kekecewaan dari wajah satria, ia paham dengan perkataan dari Alisa.
"sayang kamu marah ya?" tanya alisa
"nggak kok, aku mengerti dengan keadaan mu"
satria mengecup bibir Alisa, ia menahan tengkuknya, Alisa pun kehabisan nafas dan mendorong dada satria
"hos hos hos aku gak bisa nafas"
"maaf"
"tak apa" Alisa kembali mencium bibir satria dengan me*****, ia mendapat balasan dari satria yang mengarah ke jenjang berikutnya.
"i love you alisa citra lestari"
"i love you too satria wibisana"
__ADS_1