Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Persiapan konser The Exodus


__ADS_3

The Exodus kini sedang mempersiapkan diri untuk konser nanti, mereka berlatih keras hingga tak mengenal waktu, karena ini konser pertama kali.


"bro gimana masih semangat apa udah loya" ujar satria


"ya biasa lah ngopi dulu untuk menambah energi" ucap Dika


"kalau kalian gimana?" tanya satria sambil membereskan stick drum


"klo aku sih yes, gimana yang lain" ujar Alfian


"capcus lah" ujarnya serentak


mereka menunju basecamp untuk membeli minuman dan rokok, tak lama mobil sedan Putih berhenti, pemilik mobil tersebut keluar dengan setelan jas.


"wah balak 6 Dateng" ujar Chester


ya siapa lagi kalau bukan Ardian, ia menghampiri satria yang sedang bersantai. Ardian menarik kerah satria dan memukul satria


bugh


bugh


"bangsat Lo, jauhi Alisa dia calon istri gue, kalau tidak aku akan mengutus seorang untuk membereskan semua ini" teriak Ardian dengan nafas memburu


"ajg Lo" satria membalas pukulan dari Ardian dengan membabi buta


"sat santai sat" ujar Brian


"awas aja Lo ngusik istri gua, kalau kenapa kenapa sama istri gua Lo yang pertama gua cari ajg" ujar satria


"pergi Lo jangan ganggu satria atau gua kasih tau bokap Lo tentang kelakuan Lo" ujar Alfian


"gua kagak takut ajg, siapa Lo berani ngusik gua pewaris tahta" ujar Ardian


"Lo yang harus nya takut, kami berlima dan Lo sendiri, dan lihat di belakang Lo ada warga yang terusik dengan ulah Lo" ujar Chester


Ardian pun membalikkan badan, ia melihat beberapa warga melihat ulahnya yang tidak terpuji. Ardian pun memasuki mobil dengan putus asa, ia takut bahwa mencoreng nama baik pewaris tahta dan nama keluarganya yang dinilai masyarakat ramah.


satria pun diobati oleh BI Sukri pemilik warung yang berada di basecamp, Bi Sukri adalah seorang single parents ia memiliki 3 orang anak yang masih kecil, suaminya meninggal karena kecelakaan di tempat kerja. saat sedang susah ia ditemui oleh satria. Satria menyarankan agar membuka warung di dekat basecampnya, dengan bantuan modal dari ayahnya Alfian ia membuka warung kecil-kecilan di dekat basecamp The Exodus, sedangkan orang tua Brian yang membantu menyekolahkan anaknya sampai lulus SMA berkat beasiswa dari orang tua Brian.


"aduh den kok bisa gini sih" ucap bi Sukri


"gak tau bi gak ada angin, gak ada ujan main pukul aja tuh berang berang" ucap satria


"tapi Aden gak salah, karena menikahi alisa bukanlah hal yang salah, karena kalian saling mencintai bukan karena paksaan ataupun perjodohan secara sepihak" ujar bi Sukri, satria jadi teringat dengan istrinya pasalnya cinta mereka berdua berasal dari perjodohan konyol yang di buat oleh ibunya


"udah den, udah bibi urut juga" ujar bi Sukri

__ADS_1


"makasih bi, bibi pinter ngurut juga, nanti kalo ibu saya sakit aku panggil bibi deh" ucap satria


"saya mah biasa den suka di panggil ngurut sama tetangga, ngurut bayi juga bisa, kemarin abis ngurut anaknya tuan muda" ucap bi Sukri


satria pun merasa enteng badannya setelah di pijat oleh BI Sukri, mereka kembali ke studio untuk kembali latihan.


disisi lain


Ardian sampai ke depan rumahnya, ia dikejutkan dengan tatapan dari daddynya.


''apa yang kamu lakukan Ar, kamu bikin papah turun reputasinya" ujar daddy


"dad aku hanya mengambil apa yang harus aku miliki" ujar Ardian


"kalau kami bangkrut kamu mau ?" ujar daddy dengan nada tinggi


"saya yakin 100 persen jika kami bangkrut maka kamu tidak bisa hidup" ujar daddy


"maaf dad" sesal Ardian


"kamu tau siapa yang memberi tahu daddy mengenai hal ini?" ucap daddy dan Ardian pun hanya menggeleng


"dia adalah penanam saham terbesar di perusahaan Daddy, semisal kamu ulah lagi dengan dia maka kamu angkat kaki dari rumah ini, Daddy tidak Sudi punya anak seperti kamu" ujar daddy meninggalkan Ardian


Di lain tempat, Alisa tampak cemas mendengar kabar dari sosial media yang mengatakan 'seorang anak orang kaya memukuli personil band The Exodus. alisa semakin cemas ketika melihat suaminya di pukuli. Tak lama satria datang, Alisa langsung menghambur peluk kepada satria


"sayang kamu gak apa-apa" ucap Alisa


"aku cemas sayang" Alisa menitihkan air mata


"sayang kenapa kamu nangis, aku gak apa kok cuma memar, tadi udah diobati oleh BI Sukri" ujar satria


merekapun masuk kedalam rumahnya, Alisa menyiapkan makan malam dan obat untuk mengobati suaminya.


keesokan harinya, satria terbangun ia mendapati istrinya masih terlelap, satria senang melihat istrinya mencemaskan dirinya, ia mengusap lembut wajah istrinya. Tak lama alisa bangun mendapati suaminya yang sedang bermanja dengan dirinya.


"sayang maaf ganggu ya" ucap satria


"nggak kok aku malah senang" Alisa mencium bibir satria.


"mulai berani ya istriku ini" bisik satria


"siapa takut'' bisik alisa


merekapun melakukan penyatuan di pagi hari, semenjak mertuanya meninggal satria tidak memakai pengaman lagi. satria ingin agar ada buah hatinya di rahim istrinya. mereka menggapai puncak nirwana, mereka melakukannya lagi dan lagi. bagi satria istrinya membuat dia merasa candu sama seperti rokok.


"sayang aku ingin ada dia di perut mu" ucap satria

__ADS_1


"aku juga ingin jadi mommy seperti Clarissa" ujar alisa


mereka membersihkan diri dan melakukan penyatuan kembali di kamar mandi. setelah itu mereka pergi ke warung Jamblang langganan satria


"Bu saya nasi 3, pake sayur tahunya 2, tempe 2, sama sambelnya 3" ucap satria


"mbaknya mau persen apa?" ujar ibu penjual


"saya nasinya 2 aja sama semur daging, pake cemplungnya 2"


*cemplung adalah menu yang berada di nasi Jamblang yang terbuat dari tahu yang di tumbuk dan parutan kelapa, dan di goreng. sejarahnya cemplung adalah makanan rakyat bawah yang berbahan dasar sisa makanan tentara Belanda yang di mix, asal nama cemplung berasal dari bunyi minyak saat bahan hendak di goreng. bisa dibilang perkedel tahu dan kelapa



"udah saya makannya" ujar satria


"udah ayo"


satria pun hendak pulang ke rumah orangtuanya, saat sampai rumah ia dikagetkan dengan kehadiran jeselyn.


"Abang adek rindu" ucap jeselyn


"kak alisa aku kangen" jeselyn memeluk Alisa dengan erat


"kakak juga Jes"


"kakak bang satria gak macem macem kan sama kakak" ucap jeselyn


"nggak kok malahan dia baik" ucap Alisa


"kak kalau bang satria macem macem kasih kecoak aja" ujar Jeselyn


"Jes udah deh jangan buka kartu" ucap satria


"huh penampilan sangar tapi Taku kecoak" ucap Alisa


"nggak Takut kok cuma geli aja" ujar satria


alisa melihat kecoak di dekatnya, lalu ia mengambilnya.


"sayang hadiah buat kamu"


satria pun lari terbirit-birit, Alisa mengejarnya.


"sayang aku mohon, iya aku mengakui kalau aku takut" ucap satria sambil berlari


"hahahaha suamiku takut sama kecoa"

__ADS_1


merekapun di sambut oleh ibu satria, mereka bercanda dan mengobrol, Alisa mendengarkan ibu mertuanya tentang masa kecil satria dan masa pacaran dengan Tamara. mereka pun mengobrol dengan akrab, Alisa merasakan kehangatan keluarga, ia terharu dengan sikap Satria yang menyayangi ibunya.


bersambung.....


__ADS_2