Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Alisa diculik


__ADS_3

Pagi hari Satria terbangun, ia melihat ranjangnya hanya mendapati Tamara sedang tidur, Satria tidak melihat Alisa. Saat hendak bangkit dari tempat tidur, ia mendengar suara Alisa berteriak minta tolong. Satria bergegas keluar dan mendapati Chester sedang memukuli preman, ia keluar dan melihat Alisa sedang di bopong oleh preman.


"berhenti Lo!" teriak Chester


Saat satria berlari mobilpun bergerak dengan cepat, Satria tidak sempat menghampiri preman tersebut. terdapat 3 preman yang terluka akibat teman Chester.


"Lo diperintahkan oleh siapa?" tanya Satria menarik kerah baju milik preman tersebut


"rahasia" preman pun memukul wajah satria sehingga membuat bibirnya berdarah. Satria membalas pukulan tersebut hingga preman tak sadarkan diri.


"Sat udah, lu jangan bikin mampus tuh preman" ujar Chester yang menahan Satria


"kita tanya ke yang satunya, kali ini gua bawa alat" Chester mengeluarkan alat piting dan menjepitkan ke kedua tangan preman Tersebut.


"oke, oke ini sudah keterlaluan, saya mengaku kalau saya di bawah perintah tuan Ardian. ampuni saya, saya masih punya anak kecil" ucap preman dengan memelas


"Istri anda di bawa ke gudang di jalan xxx" ucap preman dengan muka pucat. Pasalnya piting yang dijepitkan menghubung ke aki mobil, jika Chester menghubungkan ke aki maka tamat lah preman tersebut.


Chester dan kawannya bergegas ke gudang tersebut, tak lupa satria berpamitan kepada Tamara yang sedari tadi cemas karena sahabatnya di culik. "Sayang aku ingin menjemput Tamara ya, tolong kunci rapat pintu dan jangan keluar!" ucap satria


"Sayang hati hati" Tamara memeluk dan mengecup bibir Satria. Satria pun lang berangkat menuju ke gudang yang diberi tahu oleh preman tersebut, ia berangkat dengan teman preman Chester. Setelah sampai ia segera menelepon polisi, tetapi di halangi oleh Chester.


"Sat jangan gegabah, nanti aja kalau udah beres. nih Lo ambil" Chester memberikan tongkat baseball. Mereka akan menyergap Alisa melalui segala arah. Satria mengambil melalui arah belakang, karena tempat tersebut Alisa di letakan


Disisi lain Alisa telah tersadar, ia diikat di kasur yang berukuran king size.


"aku dimana nih" gumam Alisa, ia pun menangis terisak diatas ranjang. tak lama Ardian datang, ia datang dengan preman yang menjaganya.


"Sayang kamu sudah bangun?" ucap Ardian mengelus rambut Alisa

__ADS_1


"kamu jahat!" ucap Alisa memberontak


Kemudian Ardian menampar wajah Alisa "Kamu harus menjadi milikku, Satria tidak berhak untuk memiliki kamu. lihat dia, dia sudah menikah lagi dengan Tamara, artinya dia tidak sayang sama kamu" ucap Ardian dengan nada tinggi


"Tinggalkan Satria maka aku tidak akan menduakan mu" ucap Ardian


Tak lama satria masuk dengan mendobrak pintu. Ardian dan orang suruhannya kaget, kemudian Satria menembakkan stun gun kepada preman tersebut. Sontak membuat preman pingsan akibat stun gun. Kemudian satria memukul Ardian dengan membabi buta, Ardian tersungkur di lantai Satria langsung menyelamatkan Alisa dan memeluknya.


"Maafkan aku tidak becus menjaga mu" ucap Satria dengan nada bergetar


"gak sayang, ini bukan salah kamu ini perbuatan brengsek itu" ucap Alisa menunjuk ke arah Ardian


Kemudian Ardian mengeluarkan pistol yang ada di sakunya, ia menodongnya ke Satria.


"mati kamu satria" Ardian menarik pelatuk pistol tersebut


dor


"Che suamiku gpp kan?" ucap Alisa terisak


"doakan suamimu cepat sadar" ucap Chester menuntun Alisa menuju mobil ambulans. Alisa sempat mengalami pendarahan, karena saat ia memberontak tak sengaja membentuk tembok.


Satria dan Alisa di bawa ke rumah sakit, Tamara mendapat kabar dari Chester bahwa satria tak sadarkan diri. Brian, Dika dan Alfian datang ke rumah sakit, Brian membawa pengacara pribadinya untuk mengurus kasus Ardian. Tamarapun datang ia langsung tersungkur melihat suaminya tak sadarkan diri, Alisa menangis tiada henti akhirnya dokter memberikan obat penenang agar tidak stress dan tidak berpengaruh kepada janinnya.


"keluarga satria" ucap suster


"saya!" ucap Tamara, merekapun berjalan menuju dokter. Dokter menjelaskan bahwa satria kekurangan darah, satria membutuhkan darah A.


Akhirnya Tamara memanggil Dika yang mempunyai golongan darah yang sama dengan suaminya.

__ADS_1


Dika pun menyetujuinya, ia langsung di bawa ke ruangan, Dika pun merebahkan dirinya di stretcher. suster pun langsung mengeluarkan alat transfusi darah, awalnya Dika takut dengan jarum suntik tetapi bayangan satria muncul, akhirnya ia memberanikan diri untuk mentransfusikan darahnya. Setelah pengambilan darah suster bergegas ke ruang operasi, darah yang di ambil dari Dika cukup banyak sehingga dirinya lemas. Suster langsung menancapkan infus ke lengan Dika.


Jeselyn mendengar Satria tak sadarkan diri bergegas menuju rumah sakit, ia tak lupa menjemput Bu Dian. Bu Dian mendengar satria masuk ke rumah sakit langsung pingsan, beruntung ayah dari jeselyn memapahnya dan membawa Bu Dian menuju rumah sakit.


Sesampainya jeselyn langsung memeluk Tamara, Tamara pun membalas pelukan jeselyn.


"Kok bisa gini sih kak?" ucap jeselyn menangis di pelukan Tamara.


Chester menjelaskan tentang kejadian sebelum satria tak sadarkan diri. Ayah dari jeselyn shock mendengar anak dari rekan bisnisnya yang membuat keponakannya tak sadarkan diri.


"jadi seperti itu, tetapi sebelumnya saya sendiri mendengar dari rencana dari Ardian, saya sedikit terlambat untuk menangani penculikan tersebut" ujar Chester


Daddy jeselyn langsung menghubungi sekertarisnya agar memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan milik ayah dari Ardian. ayah Ardian langsung terkena serangan jantung ketika mendengar pemutusan kerja sama dengan koleganya. akhirnya pak Tama di bawa ke rumah sakit, ia juga memerintahkan kepada pengacara agar tidak membantu putranya.


Ardian pun di gelanggang ke kantor polisi, saat sidang ia mendapatkan hukuman kurungan seumur hidup. bukti telah di serahkan kepada pihak berwajib, Chester memberikan buktinya kepada pengacara milik Brian


Alisa tersadar, ia langsung bangun dan menuju ruangan Satria, ia memeluk suaminya yang tidak berdaya, Tamara datang memeluk Alisa, Tamara menenangkan Alisa yang menangis


"Tamara jangan menangis, kasian janin mu. kita doakan agar satria cepat pulih, yuk ke musholla kita sholat magrib dulu" ucap Tamara menitihkan air mata


Merekapun sholat Maghrib dan berdoa meminta agar suaminya cepat pulih. setelah berdoa merekapun makan malam di kantin terdekat. Alisa nampak tak nafsu makan, ia akhirnya di bujuk oleh Tamara, Alisa masih enggan.


"Lisa ayo makan, kamu gak kasian sama Dede" ucap Tamara


"Ara aku masih khawatir, soalnya gara gara aku Satria jadi seperti ini" ucap Alisa


"ini bukan salahmu, ini sudah takdir yang dijalankan oleh Allah. Makanlah kasian jika nanti satria sadar lalu melihat mu melemah, nanti akan membuat dia sedih" buku Tamara.


Akhirnya Alisapun mau makan setelah di bujuk oleh Tamara. setelah makan merekapun menuju ke ruangan satria untuk berpamitan. Alfian lah yang menjaga satria, awalnya Alisa dan Tamara yang akan menjaga, tetapi di tolak oleh Alfian karena Alisa tidak boleh kelelahan. merekapun pulang diantar oleh Brian, di dalam mobil tidak ada percakapan. Akhirnya merekapun sampai dan langsung beristirahat.

__ADS_1


bersambung.........


__ADS_2