Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Persiapan Audisi


__ADS_3

satria terbangun jam 15.00 ia tak lupa untuk sholat ashar, setelah sholat ia memanjatkan doa kepada sang maha kuasa


"ya Rabb, jika ini jalan yang engkau berikan, aku berpasrah diri, jika jalanku meninggalkan Tamara aku juga pasrah terhadap mu, ya Allah berikanlah Rezki yang berlimpah kepada kedua orang tuaku, aku masih belum bisa membahagiakan mereka, aamiin"


setelah sholat ia menuju ke meja makan dengan wajah yang cerah, tidak seperti tadi muka seperti bungkus kacang, ia memakan apa saja yang di meja makan.


ibu langsung menghampiri putranya yang sedang rakus, lalu berkata "Allah selalu ada di sampingmu nak, jadi dekatilah Allah niscaya kamu akan mendapatkan kebahagiaan"


"io Bu akan ku laksanakan" ucap satria yang masih mengunyah makanan


ibu sontak menjitak anaknya dengan kasih sayang


"Telen dulu baru ngomong" satria pun cengengesan


"Bu doakan satria agar menjadi anak yang berguna"ucap satria sambil berlutut kepada ibunya, di balas dengan anggukan dan air mata oleh ibu


"semoga kau jadi anak yang sukses nak, kau sangat berbakti ibu bangga sama kamu nak" ucap ibu dalam hati melihat punggung putranya


setelah berpamitan satria meluncur bergegas ke studio yang berjarak tidak jauh dengan base camp, ia menabrak salah wanita yang seumuran dengannya


"eh maaf aku tidak melihat" ujar wanita


satria pun kaget dan langsung menatap wajah wanita tersebut dan berkata "cantik"


"eh gpp santai aku juga terlalu fokus dengan handphone" ucap satria


wanita itu langsung beranjak meninggalkan satria dengan terburu-buru


''sial mukanya mirip banget sama tamara'' gumam satria


setelah reservasi ia beranjak ke mini market untuk membeli rokok dan sekaleng kopi untuk menenangkan pikirannya tentang Tamara


jam telah berlalu merekapun berkumpul dan berembuk untuk lagu apa yang di mainkan saat audisi, mereka sepakat menyanyikan lagu Helena milik my chemichal romance


Chester memulai lagu tersebut dengan lancar, agar terbiasa mereka menggunakan topeng untuk audisi nanti.


"njir sumpek banget pake topeng" ujar Chester dan satria, soalnya hanya mereka yang menggunakan tenaga untuk memainkan lagu tersebut dengan tempo cepat dan suara tinggi


"gimana nanti kita nyanyi pake Scream" ujar Alfian


*Scream berarti “teriakan” atau “berteriak”. Berteriak adalah mengeluarkan suara dengan keras. Berarti Teknik Scream bisa diartikan mengeluarkan suaradengan keras, sama halnya dengan berteriak. Akan tetapi,Teknik Scream memiliki nafas yang agak berat. Jadi tidak hanya asal mengeluarkan suara.


'' iya juga ya agak berat" ujar Chester

__ADS_1


setelah beberapa lagu mereka persiapkan akhirnya merek kembali bersatu untuk merencanakan saat di audisi nanti


Brian lebih condong ke lead guitar, sedangkan Dika lebih memainkan ritme lagu, tetapi pada bagian freestyle mereka memainkan bersama, apalagi Brian kidal maka mereka merencanakan formasi seperti Synyster gate dan Zacky vegeannce avenged Sevenfold


setelah latihan mereka makan di warung pecel ayam, di karenakan kehabisan energi saat latihan tadi.


"besok kita berkumpul di basecamp jam 10, karena audisi nanti kita tampil jam 2 siang" ucap Brian


"Chester jangan minum es dulu untuk sementara supaya suara Lo jadi stabil" ujar satria, dibalas anggukan oleh Chester


mereka bersenda gurau hingga jam 12 malem, di karenakan besok tampil mereka pulang, kecuali Alfian dan satria yang sedang asik curhat mengenai Tamara.


"sudahlah bukan jodoh, Allah menyiapkan yang terbaik buat elo, jadi elo harus bersemangat agar menjadi superstar dan membuktikan ke orang tua mereka bahwa saya bisa sukses" ujar Alfian panjang lebar


"cuma kalian ada saat saya terpuruk, terimakasih ya bro" ucap satria sambil meneteskan air mata


"cuma gara gara ini Lo jadi pendiem cih, gua gak mau tau besok mau liat wajah bahagia elo sama ketengilan elo" ujar Alfian yang merangkul satria


"yaudah sekarang Lo pulang istirahat dan jangan memikirkan Tamara, dia udh masa lalu" lanjut Alfian yang memundurkan motor sport nya


"aku harus bisa mengalahkan semua" gumam satria dengan percaya diri


sementara di belahan bumi lain


"Tama kamu udh memberi tau ke satria seperti itu?" ucap mommy


''tapi ini demi kebaikan kamu, daddy akan menjodohkan dengan teman sahabat Daddy" ucap Daddy sambil menyeruput kopi


"kebaikan Daddy apa kebaikan aku?" dengan nada tinggi Tamara membalas daddynya dengan tegas


"kurang ajar kamu, dasar anak tidak tau diuntung" ucap Daddy dengan nada tinggi


"apa baiknya dia dengan Steve, dia adalah pewaris tunggal alberden grup" ucap daddy


"cukup dad, cukup aku gk tahan dengan semua ini" ucap Tamara


Tamara pun masuk kamar dan menangis sepanjang malam "Satria maafkan aku yang telah membohongimu"


Tamara pun mengambil laptop melihat kenangan yang ia buat bersama satria foto zaman SMA dan sebelum pergi ke bandara, Tamara memeluk bantal yang di berikan satria yang masih disimpan secara terawat, bau bantal pun masih khas dengan minyak wangi yang di pakai satria, bahkan Tamara membeli parfum yang sama agar dirinya teringat dengan satria


Tak lama ia pun terlelap masuk ke dalam mimpi, Tamara bermimpi di taman yang hijau dan di hampiri oleh remaja menggunakan baju putih dan tersenyum ke Tamara, Tamara pun membalas senyuman ke remaja tersebut, remaja tersebut menyampaikan pesan


"kak jika mencintai seseorang maka bersabarlah dalam menjalaninya'' ucap remaja tersebut dengan pandangan kearah depan

__ADS_1


"kakak tidak salah mencintai orang tersebut, karena dia orangnya baik dan penyayang" lanjutnya


"aku tidak bisa berbuat apa-apa, Daddyku terlalu memaksa" jawab Tamara sambil menitihkan air mata


"akan ada keajaiban dalam kisah cinta, maka bersabarlah dalam hal tersebut" remaja itu meninggalkan Tamara yang sedang menangis


tak lama Tamara bangun ia kaget dengan kehadiran kakek, Tamara sangat menyayangi kakek, karena cuma kakek yang dapat mendengarkan ucapan Tamara.


Tamara turun kebawah dan langsung memeluk kakek "Ara kangen sama kakek" sambil menitihkan air mata


"cup cup cup, cucu kakek bersedih, cerita sama kakek" kakek memeluk cucunya yang sedang menangis


Tamara menceritakan tentang perjodohan konyol yang di buat orang tuanya, disela sela obrolan mommy datang dan memeluk anaknya " mommy tidak bisa berbuat apa-apa nak"


di sisi lain satria masih berselancar dengan mimpi nya ia bermimpi di hamparan hijau dihampiri remaja yang sangat manja terhadap dirinya


"kak Tria kia rindu sama kakak"


"kakak juga rindu dek" ujar satria sambil memeluk adiknya


"kakak harus memperjuangkan cinta Kakak, walaupun dia kotor mau pun suci, kia yakin dia masih suci, karena dia orang baik" ucap kia


"kakak terus berdoa dek tidak akan pernah capek" balas satria


"kia harus pulang, kakak harus berjuang demi ibu dan bapak" lalu mengecup pipi kakaknya


satria terbangun karena jeselyn tiba secara mendadak


"bang bangun woy" teriak jeselyn


"bang kecoak di kasur" ucap jeselyn


"mana, mana" teriak satria, sontak membuat satria terkejut


"tapi bohong hahahaha" jeselyn tertawa terpingkal


"sial" gumam satria


"ayo bang, katanya mau audisi" ucap jeselyn


"kok kamu tau" balas Satria


"aku kan cari informasi" balas jeselyn

__ADS_1


satria pun mandi dan menyiapkan pakaian yang akan di pakai, setelah itu ia membuka group chat


"comerade, assamble" ketik satria lalu dikirim ke grup chat


__ADS_2