Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Kepergian Bu Riska


__ADS_3

1 tahun berlalu. Satria kini sedang di pemakaman umum, memakamkan mertuanya, Alisa terus menangis menatap nisan ibunya yang bernama Riska Aprilia Yuswandari. Satria pun memeluk istrinya yang sedang menangis.


flashback on


"mamah harus kuat ya mah pasti sembuh, Alisa pasti akan memberikan mamah cucu yang lucu" ujar alisa sambil menangis. satria pun memeluk istrinya yang sedang bersedih.


"sabar sayang mamah sedang berjuang, kamu harus berdoa demi keselamatan mamah" ujar satria


Bu Riska sedang berjuang melawan kanker otak stadium 2, ia merahasiakan penyakitnya tersebut demi ke bahagiaan anaknya. Bu Riska tidak mau anaknya sedih melihat dirinya yang sedang berjuang melawan penyakitnya.


Bu Riska sadar walaupun matanya sayu tetapi ia menyanggupi untuk berbicara yang terakhir kalinya.


"nak jadilah istri yang Soleha, mamah udah gak kuat, hidup mamah tinggal beberapa jam lagi" ujar Bu Riska dengan lirih


"kamu harus nurut sama suami, baik senang maupun susah" lanjutnya


"mamah gak boleh ngomong gitu, mamah harus sembuh, Alisa sedang berusaha mendapatkan cucu buat mamah" ujar alisa


"jagalah cucu mamah nanti, kamu harus menyayangi cucu mamah dengan sepenuh hati" ujarnya


tak lama nafas Bu Riska semakin melemah, jantung Bu Riska tidak berdetak lagi, para dokter berdatangan masuk untuk memeriksa Bu Riska. Bu Dian datang dan memeluk menantu kesayangannya.


"sabar nak masih ada ibu disini, kamu harus kuat"


dokter keluar dengan wajah yang sendu.


"keluarga ibu Riska Aprilia?"


"iya dok saya anaknya"


"mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin Tuhan berkata lain"


jeder


alisa terkejut dan tidak sadarkan diri, satria membopong istrinya ke kamar, susterpun mengambil smelling salt agar Alisa sadar


"uhuk uhuk uhuk"


"sayang kamu sadar, kamu harus ikhlas dengan kejadian ini, aku selalu ada di sampingmu, dan juga Tamara, bentar lagi kalian akan bersatu" ujar satria menyemangati istrinya


"sayang mamah gak ada ya?" ujar alisa menangis di dada satria


"Allah sayang sama mamah, Allah gak tega ngeliat mamah melawan rasa sakit"


kini alat penunjang hidup Bu Riska sudah di lepas, kini ambulans membawa Bu Riska ke rumah. rumah Alisa tampak ramai dengan sanak saudara, anggota The Exodus pun hadir, Tamara sedang berada di perjalanan menuju rumah Alisa. Tak lama tamara pun datang, ia langsung memeluk Alisa

__ADS_1


"kamu yang sabar ya Lisa, aku akan ada untuk kamu, satria juga sudah berjuang agar mendapatkan restu dari orang tuaku" ujar Tamara memeluk Alisa


jenazah Bu Riska telah di mandikan kini sudah siap untuk di makamkan di tempat pemakaman umum, jasadnya kini telah terbalut dengan kain kafan. ambulan datang untuk membawakan jasadnya agar segera di makamkan.


flashback off


alisa telah pulang ke rumah Bu Riska, ia tampak termenung di dalam kamar ibunya.


"sayang ayo makan, Tamara udah masak makanan kesukaan mu loh" ujar satria


"aku gak lapar" Alisa berkata dengan tatapan kosong.


"kamu harus makan, jika bersedih terus mamah akan bersedih juga anaknya masih belum mengikhlaskan kepergiannya, yuk aku suapin" satria mengambil lauk dan menyuapi istrinya


"ayo sayang aaaa" Alisapun membukakan mulutnya menerima suapan dari suaminya


"pinter sayang" satria mengecup kening istrinya


"tenang ada aku dan Tamara, doakan aku agar mendapatkan hati orang tua Tamara" ujar satria


"doaku menyertaimu" ujar alisa


"nah begitu sebagai istri satria yang cantik dan **** harus banyak tersenyum" ujar alisa


"enak ajari aku dong" ujar alisa


"tenang jika satria menikahi aku, kita akan belajar masak bersama, iya gak sayang" ujar Tamara, dianggukan oleh satria


mereka bersenda gurau, saat malam Tamara pamit pulang rumahnya yang di daerah Cirebon.


"Alisa aku pulang ya, besok aku kesini lagi, dan lusa aku akan kelulusan diploma aku di Sidney" ujar Tamara


"besok kesini lagi aku kangen apalagi satria " ujar alisa


"sayang aku pulang ya, temenin sahabatku" ujar Tamara memeluk satria


"iya sayang kalian berdua adalah wanita hebat''


ujar satria


Tamara pun pergi meninggalkan rumah tersebut. alisa memeluk suaminya dari belakang.


''sayang aku ngantuk, kita tidur yuk" ucap Alisa


satria pun menggendong Alisa dengan gaya bridal style. satria mencium istrinya dengan lembut

__ADS_1


"aku gak mau kamu bersedih lagi, disini ada aku dan juga Tamara" ujar satria


merekapun tidur saling memeluk karena kelelahan sejak jam 3 pagi mereka sibuk dengan pemakaman ibunya. alisa terbangun di pagi hari, ia tak melihat suaminya. Alisa pun keluar melihat suaminya sedang masak.


"kamu bisa masak?" ujar Alisa


"bisa kok, cuma pake bumbu instan aja"


satria memasak nasi goreng dengan telur goreng, dan potongan sosis. satria menyajikan masakannya di piring dan menyuapi istrinya.


"enak gak masakan aku, walaupun pakai bumbu instan, tapi menggunakan cintanya gak instan"


ujar satria


"enak kok" ucap Alisa


"syukurlah"


mereka melahap nasi goreng dengan sepiring berdua. setelah sarapan Alisa membersikan kekacauan yang di buat oleh satria


"baru nasi goreng, bagaimana bikin tumpeng coba" gumam Alisa


setelah membersihkan rumah Alisa mandi, ia dikejutkan dengan masuknya satria "sayang kaget tau" ucap Alisa


"aku gabung boleh?"


"always suamiku"


merekapun mandi bersama, awalnya hanya mandi tetapi satria tidak tahan dengan godaan bodi istrinya, akhirnya mereka Melakukan penyatuan di dalam kamar mandi.


setelah mandi satria di kejutkan dengan teleponnya yang berbunyi, ternyata pak bos telpon.


"halo satria"


"halo pak, ada apa ya telpon pagi pagi?"


"gini saya akan mengadakan konser untuk The Exodus, yang diadakan 2 Minggu lagi, jadi persiapkan anggota nya, saya juga sudah menghubungi yang lain"


"oke pak boss, hari ini kita akan latihan lebih giat lagi"


"baiklah persiapkan secara matang ya, ini juga sebagai konser pertama kalian, jika sukses maka saya akan mempromosikan ke Hammersonic"


satria senang bukan main mendengar kabar tersebut, ia tak menyadari bahwa grup chatnya ramai membahas tentang konsernya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2