Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Konser The Exodus


__ADS_3

hari berganti hari, The Exodus telah melakukan persiapan dengan matang. Mereka melakukan penantian ini, ajang unjuk Gigi bagi orang tua, yang menganggap bahwa anak metal anak urakan.


Mereka berkumpul di belakang panggung saling merangkul membentuk lingkaran.


"kita berdiri disini dengan perjuangan yang tidak mudah, kita berdiri disini untuk menunjukkan bahwa kita telah berhasil, kita berdiri disini bertujuan untuk membanggakan orang tua kita yang menyaksikan kita disana" ujar satria dengan yakin dan tegas


"THE EXODUS!!" teriak satria


"JAYA JAYA JAYA!!" ucapnya serentak


mereka menaiki panggung dengan yakin, sorak dari penonton tak berhenti ketika The Exodus menaiki panggung, para istri dan kekasih sedang menonton lewat TV, Alisa pun meneteskan air mata ketika melihat suaminya berdiri diatas panggung. Tamara pun sama ia melihat satria berdiri dengan gagah diatas panggung, orang tua Tamara awalnya enggan melihat satria, tetapi ia tertarik dengan konser tersebut


Satria menunjukan kepada dunia bahwa ia bisa, yang awalnya dianggap anak yang urakan dan miskin, tetapi ia sekarang membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu meraih kesuksesan, para warga disekitar rumahnya mengadakan nonton bareng, ia bangga bahwa warganya sedang beraksi di TV


sebagai acara pembukaan mereka memainkan lagu ciptaannya sendiri. di pertengahan acara mereka mengcover lagu milik grup band luar negeri. mereka memilih lagu killing in The name milik range against the machine.


satria memberikan ketukan untuk menandakan bahwa lagu akan di mulai, Alfian mulai memetik bass-nya, disusul dengan irama gitar yang melengking. Setelah melakukan intro Chester pun mulai mengeluarkan suara emasnya


Killing in the name of


Some of those that work forces, are the same that burn crosses


Some of those that work forces, are the same that burn crosses


Some of those that work forces, are the same that burn crosses


Some of those that work forces, are the same that burn crosses


Huh!


Killing in the name of


Killing in the name of


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


But now you do what they told ya


Well now you do what they told ya


Those who died are justified, for wearing the


badge, they're the chosen whites


You justify those that died by wearing the badge, they're the chosen whites


Those who died are justified, for wearing the badge, they're the chosen whites


You justify those that died by wearing the badge, they're the chosen whites


Some of those that work forces, are the same that burn crosses


Some of those that work forces, are the same that burn crosses


Some of those that work forces, are the same that burn crosses


Some of those that work forces, are the same


that burn crosses

__ADS_1


Uggh!


Killing in the name of


Killing in the name of


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya


And now you do what they told ya, now you're under control


And now you do what they told ya, now you're under control


And now you do what they told ya, now you're under control


And now you do what they told ya, now you're under control


And now you do what they told ya, now you're under control


And now you do what they told ya, now you're under control


And now you do what they told ya, now you're under control


And now you do what they told ya!


mereka memainkan lagu tersebut dengan penghayatan setelah lagu killing in The name.


mereka memainkan lagu dalam negeri yaitu revenge the fate yang berjudul ambisi. Chester membuka lagu tersebut dengan Scream yang sangat panjang, skill tersebut membutuhkan tehnik yang mumpuni dan pengaturan nafas yang panjang, jika tidak menggunakan tehnik maka akan terjadi kerusakan pita suara. Maka dari itu Chester hanya makan buah buahan seperti pisang, nanas, jeruk, dan belimbing, buah tersebut dapat melegakan tenggorokan.


musik telah di mainkan oleh kawan kawannya kini giliran Chester untuk mengeluarkan screamnya


Berikanlah sepercik


Kekuatan tuk kuhancurkan


Kerasnya karang yang membentang


Lelah terasa di dalam tubuh


Melawan


Perlahan kan ku rekatkan semua pecahan


Darah kan basahi tangan yang berlumur dosa


Bisu dan terjaga


suara scream satria yang menggelegar, dan di sambung oleh satria sambil memainkan drumnya


Kembalikan yang tlah tiada


Kembalikan semua harapan


Halangi semua luka


Yang trus coba hancurkan


Mimpi yang kan tentukan semua


suara satria begitu merdu, ia memiliki skill yang cukup handal dalam memainkan drum tanpa melihat. kemudian setelah suara satria selesai langsung disambut kembali dengan Scream dari Chester


Samarkan arti dari sebuah kutukan


Keliru pada satu pilihan terkejam


Persetan semua!


Persetan semua!


Kembalikan yang t'lah tiada


Kembalikan semua harapan


Halangi semua luka

__ADS_1


Yang trus coba hancurkan


Mimpi yang kan tentukan semua


Goreskanlah ambisimu kelak


lagu tersebut selesai, sebagai acara penutup, mereka memainkan lagu utama.


setelah acara selesai para penonton membubarkan diri, ada yang menghampiri di backstage sekedar meminta tanda tangan dan berfoto-foto dengan semua member The Exodus


"anjir letih bro, butuh pijatan bi Sukri" ucap Brian


"iya anjir kira-kira mau gak yang mijit orang 5" ucap satria


"temen temen mari berkumpul sebentar" ucap panitia


"terimakasih atas kerjasamanya, acara ini sukses maka dari itu ada uang bonus bagi kalian yang di persembahkan oleh sponsor" ujar panitia


"hore" ucapnya serentak


"untuk kalian semua, masing masih 50 juta" panitia tersebut memberi koper yang berisi 250 juta


"nih untuk kalian, karena kalian telah bekerja keras" ujar satria.


merekapun mendapatkan bonus kembali, yaitu bonus pijat refleksi on the spot, yang di datangkan dari spa ternama. Anggota The Exodus pun menikmati pijatan tersebut, Alfian, Brian dan Chester pun sampai tertidur tinggal Satria dan Dika yang masih terjaga.


Satria dan Dika berinisiatif untuk meminjam toa kepada panitia, untuk membangunkan ketiga kawannya tersebut.


"mbak Ajeng minjem toanya boleh" ujar Dika


"boleh mas, kalau boleh tau buat apa ya?" ucap mba Ajeng


"ada 3 kerbau tidur, mau di siram air takut kejang" ujar Dika


"oh iya mas gpp, nanti taro aja disitu, nanti saya ambil" ujar mba Ajeng


"oke mba"


satria berinisiatif untuk mengambil snare drum, ia meminta kepada panitia logistik.


"mas snarenya pinjem boleh gak?" ucap satria


"boleh mas, nih nanti kasih ke pak Tarjo aja, yang itu tuh orangnya" ucap masnya


"oke" satria mengacungkan jempolnya


saat mereka sudah mendapatkan barang tersebut satria dan Dika langsung beraksi


"BANGUN COK BANGUN, TENDA HAMPIR AMBRUK" teriak Dika menggunakan toa


tak


tak


tak


Teratak


Teratak


satria memukul snarenya dengan kencang


"ajg berisik cok!" ucap Brian


"berisik sumpah, mana kayanya tenda ambruk masih utuh cok kaya NKRI" ucap Alfian


"ajg bgst emang kalian" ucap Chester


merekapun bersiap untuk pulang, mereka pulang menggunakan mobil travel milik kantor.


setelah pulang satria di sambut oleh Alisa. Alisa menggunakan lingerie untuk menyambut suaminya "sayang kamu udah pulang" Alisa Dengan bergelayut di pintu dan menggunakan nada yang bergairah.


satria melakukan penyatuan dengan istrinya, karena hanya dirinya pelepas penat bagi satria.


setelah melakukan beberapa ronde satria pun tumbang, ia tidur di pinggir Alisa. Satria mencium kening Alisa.


"i love you sayang, terimakasih telah melepas penat aku" ucap satria


"i love you too sayang, ini buat kamu untuk melepas penat" ucap Alisa

__ADS_1


merekapun tidur berpelukan sepanjang malam.


bersambung.....


__ADS_2