Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Malam orkestra dan Alfian dapet jodoh


__ADS_3

persiapan Exodus telah matang, mereka akan membawakan lagu avenged Sevenfold yang berjudul a little piece of heaven. Alasan memilih lagu tersebut karena banyak memainkan instrumen orkestra, lagi tersebut di dominasi oleh biola dan terompet, dipadukan dengan iringan gitar dan drum, bass pun mendominasi dalam lagu tersebut sebagai pengiring.


satria dkk sudah siap memakai atributnya. Saat naik panggung sorak dan tepuk tangan pun bermunculan, yang awalnya di hina mereka sekarang di terima karena menyadari bahwa musik metal juga masih bisa di dengar


intro lagu pun di mulai dengan Aluna biola yang menyeramkan, karena lagu tersebut bertema pembunuhan kekasih yang menolak saat di lamar.


satria pun mulai menghentakkan bass drumnya dengan tempo yang cepat, ia menggunakan double pedal, lalu Chester pun mulai mengeluarkan suara emasnya


Before the story begins, is it such a sin


For me to take what's mine, until the end of time?


We were more than friends, before the story ends


And I will take what's mine, create what God would never design


Our love had been so strong for far too long


I was weak with fear that somethin' would go wrong


Before the possibilities came true


I took all possibility from you


Almost laughed myself to tears Conjuring her


deepest fears (come here you *****)


Must have stabbed her fifty ****** times


I can't believe it


Ripped her heart out right before her eyes


Eyes over easy, eat it, eat it, eat it


She was never this good in bed, even when she was sleepin'


Now she's just so perfect I've never been quite so ****** deep in


It goes on and on and on


I can keep you lookin' young and preserved forever


With a fountain to spray on your youth whenever


'Cause I really always knew that my little crime


Would be cold, that's why I got a heater for your thighs


And I know, I know it's not your time


But bye, bye


And a word to the wise, when the fire dies


You think it's over but it's just begun


Baby, don't cry


You had my heart, at least for the most part

__ADS_1


'Cause everybody's gotta die sometime


We fell apart, let's make a new start


'Cause everybody's gotta die sometime, yeah, yeah


But baby, don't cry


lagu tersebut dibawakan hingga selesai, mereka pun mendapatkan sorakan dan tepuk tangan. Awalnya juri ragu apakah band metal bisa di campur dengan orkestra, rasa ragu pun hilang ketika the Exodus membawa lagi tersebut


di backstage Alfian penasaran dengan suara perempuan yang mengisi di lagu tersebut, karena suara tersebut tidak memunculkan sosok wanita tersebut, ia bertanya kepada Mbak Sonia panitia yang berjaga di belakang panggung


"Mbak Sonia mau tanya, kalau perempuan yang nyanyi tadi siapa ya?" ucap alfian


"oh tadi itu kita ambil dari fans, soalnya mas Chester minta penyanyi perempuan, karena tidak ada yang bersedia jadi kita pilih dari fans?"


hal tersebut membuat Alfian terkejut mendengar kata fans, soalnya seumur hidupnya belum pernah mempunyai pengagum.


"wih yang mana orangnya mba" Alfian pun kembali memakai topengnya dan mengikuti mbak Sonya


Mbak Sonya menunjuk ke arah perempuan tersebut, sontak membuat dia teriak histeris karena di hampiri oleh bintangnya


Alfian melihat bahwa dia ada metal sejati dengan dihiasi tindik di bagian hidungnya, itu membuat Alfian semakin kagum pada pandangan pertama


"anjir lumayan juga'' gumam Alfian


"kak mau foto dong sama tanda tangannya disini'' wanita tersebut mengambil handphonenya dan berfoto setelah itu ia mengambil kertas tipis untuk tanda tangan


"kak, kenalin namaku Andra Puspitasari"


Alfian pun hanya mengangguk, karena ia masih menyembunyikan identitasnya sebagai Alfian


"nama Instagram kamu apa" ujar Alfian


"kalau mau kenalan kita lewat Instagram aja ya, dan jika sudah kenal maka kamu harus merahasiakan identitas aku oke" ujar Alfian dianggukan oleh Andra


Chester, Brian dan Dika tidak sengaja melihat kejadian tersebut, refleks meledek Alfian


"awas gigit mba"


"kalau gigit lepasnya nunggu petir"


"lemparin dog food aja biar cepet pergi"


ejek mereka, satria pun melihat kegaduhan yang di buat oleh kawan kawannya dan penasaran dengan apa yang terjadi.


"cuwit cuwit" satria pun ikut mengejek Alfian


"mba klo di bonceng jangan lupa pake headset, kemarin anaknya pake RW di boncengan besoknya oplosan kuping" lanjut satria


Alfian pun meninggalkan Andra lalu berlari menghampiri kawannya


"monyed berisik soal, gua mau melepaskan masa lajang gua, ganggu amat" ucap Alfian sambil mengejar kawannya


"sini Lo gua bantai" ucap Alfian


"ya Lo sini kampret" balas Chester


"Lo ikut marathon nyampe finishnya besok saking lambatnya" ejek satria


kekocakan tersebut membuat perhatian orang banyak, merekapun kejar kerjaran dan berakhir pada backstage.

__ADS_1


"gempor gua" ujar Brian


"ho'oh" ucap satria


"makanya suruh siapa lari, mending baku hantam" balas Alfian


mereka pun berisitirahat. Tak lama satria kedatangan Tamara ke backstage, Tamara hendak berpamitan kepada satria, ia akan pulang ke Sidney karena liburan telah usai


"kak kalau satria pake topeng apa ya" tanya Tamara kepada orang yang memakai topeng Jason


"oh mbak berbalik dulu" satria melepas topengnya "nah sekarang berbalik lagi"


Tamara terkejut dengan satria yang tanpa topeng


"ah sayang mah gk dari tadi" Tamara memeluk satria dengan erat.


Satria pun mengajak Tamara menuju backstage, ia memperkenalkan satu persatu sahabatnya


"sayang takut"


''tenang ada pawangnya'' satria memberi kode kepada temannya untuk melepaskan topengnya


"tuh udah berubah jadi manusia semua" ucap Satria


"tadi masih jadi demit, sekarang udah jadi kecoa siluman" Tamara pun tertawa dengan penuturan satria


"ini ada Chester, Brian, Dika, dan Alfian sang Casanova di divisi beruk siluman" ucap satria mengejek Alfian


"ah kecoa laut bisa aja" balas Alfian


"gaes kenalin Tamara, dia calon istriku yang kedua


Tak lama alisa pun masuk ke ruangan the Exodus


"nah ini yang pertama, kalian pasti kenal dengan penjaga studio yang sering kita pake buat latihan"


"anjir cakep semua, sementara elu kaya kecoa siluman hahahaha" ucap Chester


merekapun bersenda gurau satu sama lain, Clarissa pun datang untuk membawakan makanan untuk Brian dkk


"Clarissa" ucap alisa dan Tamara


"aaa kalian ada disini, aku kangen lama tidak bertemu" Clarissa memeluk Alisa dan Tamara


"kalian saling kenal?" ucap satria dan Brian secara serentak


"iya kita memang berteman, alisa temen SMA aku, sedangkan Tamara teman les aku" ujar Clarissa


"aku gak tau kalau mereka berdua bersahabat jadi aku ikut berteman" lanjut Clarissa sambil merangkul keduanya


tak lama Tamara di jemput oleh supirnya untuk ke bandara "sayang aku pamit ke Sidney ya, mungkin 2 bulan lagi aku Dateng untuk perayaan kantor kakek"


"alisa jaga satria, kalau kalian nikah jangan lupa undangannya, aku sempetin Dateng"


Tamara pun pergi sebelum pergi tangannya di tahan oleh satria, ia memeluk kekasihnya dan mencium pucuk kepalanya "hari hati ya, kabarin aku jika sampai"


Tamara pun pergi meninggalkan kedua insan, alisa pun bertanya kepada satria " masa dia doang aku nggak" sambil cemberut


satria mencubit gemas pipinya yang tembem, lalu mengecup kening alisa "udah ya jangan cemberut lagi, katanya berbagi hati" senyum satria dan di balas alisa dengan mengecup pipi satria


alisa pun melakukan itu secara refleks, pipinya memerah bak tomat

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2