Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Satria junior


__ADS_3

Perut Alisa hari demi hari kian membesar, kini Alisa sedang menunggu HPL. Satria telah pulih total akibat peristiwa yang lalu, Satria sudah mulai aktif di bandnya, dan berencana mengeluarkan album pertamanya.


"sayang papah pergi dulu ya" ucap satria mengelus perut Alisa


"ya Daddy" Alisa menirukan suara anak kecil


Setelah berpamitan kepada Alisa, Satria langsung menghampiri Tamara yang sibuk bikin cake.


"sayang berangkat dulu ya" ucap Satria memeluk Tamara dari belakang


"hati hati ya" Tamara mencium bibir satria


Alisa melihat itu menjadi terharu.


"Aduh ada anak kecil papah hihi" ucap Alisa menirukan suara anak kecil


Satria berangkat menggunakan mobil, ia jarang menggunakan motor lagi karena masih baru sembuh. Setelah perjalanan yang menempuh sekitar 30 menit, Satria sampai ke basecamp dan di sambut oleh anggota The Exodus dan pak Darwin


"Wih serinya hadir nih" ucap Chester


"Hehehe baru pulih Bray" ucap Satria


Merekapun berangkat ke studio milik Red entertainment bersama pak Darwin, kini Alfian yang menyetir mobil Satria.


Anggota The Exodus bersiap siap untuk melakukan rekaman. Tak hanya satu, mereka akan rekaman sebanyak 7 lagu sekaligus. Setelah check sound mereka langsung Melakukan rekaman.


Disisi lain Alisa merasakan perut yang keram, ia juga mulai merasakan mules di perutnya. Tamara melihat Alisa yang sedang merintih seketika panik, ia mencoba menghubungi satria tetapi hasilnya nihil, akhirnya Tamara menghubungi pak Darwin untuk memberi tahu bahwa Alisa akan segera lahiran.


Satria sedang melakukan rekaman merasa tidak tenang, ia tak sesantai seperti biasanya.


"Sat lu kenapa?" ucap Alfian


"Iya sat gak kaya biasanya" ucap Dika


"Gak tau, kaya gak tenang aja. perasaan gua juga gak enak sedari tadi" ujar satria


"Oh iya, Alisa kan lagi bunting. Lebih baik Lo pulang cepetan" ujar Brian


Satria bergegas pulang menuju ke rumahnya, ia melihat Tamara sedang panik mondar mandir.


"Sayang ada apa?" ucap Satria lari tergopoh-gopoh


"Ah kamu, cepetan Alisa mau lahiran" ucap Tamara

__ADS_1


Satria langsung menggendong Alisa dengan bridal style, Satria langsung memasukkan Alisa ke dalam mobil. Tamara mengambil alih kemudi, sedangkan Satria duduk di belakang bersama Alisa


"Sayangnya papah, mohon sabar ya" ucap Satria mengelus perut Alisa


Alisa merasakan basah di pahanya, ketubannya telah pecah. Tamara memarkirkan mobilnya di depan pintu UGD, para suster dengan sigap membawa brangkar, Alisa langsung di bawa ke ruangan UGD. Tamara mengurus biasa administrasi, sedangkan satria masuk ke ruang persalinan untuk menemani Alisa.


"baik pembukaan telah sempurna, Bu Alisa saya berikan aba aba ya" ucap dokter


Dokter memberikan aba aba, Alisa pun mengejan. Satria mendapatkan jambakan dan cakaran di mukanya, ia menahan rasa sakit itu karena ada perjuangan di muka Alisa. orang tua Satria pun datang setelah diberi kabar oleh Tamara. Tak lama suara tangisan bayi memenuhi ruang persalinan. Alisa melahirkan bayi laki-laki, tampak membuat mata satria berbinar.


Satria seketika mengecup kening Alisa, ia juga meneteskan air matanya.


"Terimakasih sayangku telah melahirkan anakku" ucap satria sambil menghujani Alisa dengan ciuman.


Satria langsung mengadzani bayi tersebut dan mengiqomakan. Satria memberi nama bayi terutama dengan nama Adibrata putra wibisana.


"Bu Alisa waktu memberikan asi pertama" ucap suster


Baby Adi langsung di berikan kepada Alisa. baby Adi langsung mencari sumber makanan pertamanya, Alisa merasakan sakit ketika baby Adi menyedot ****** milik Alisa. Seketika baby Adi menangis karena Alisa tidak mengeluarkan ASI nya.


"ee sus ini kok belum keluar ya" tanya Alisa


"coba untuk suaminya agar menyedotnya terlebih dahulu, jika belum keluar harus melakukan pijatan ********" ujar suster


"kok rasanya kaya pepaya ya" ucap satria


"Mungkin sebelumnya Bu Alisa makan pepaya" ucap suster yang belum lama masuk ke ruangan


"hehehe iya tadi pagi baru makan pepaya dari mertua sus" ucap Alisa


Tak lama kemudian orang tua Satria dan Tamara masuk kedalam ruang pemulihan, mereka langsung melihat cucunya yang sedang tidur. Bu Dian langsung berhambur peluk kepada Alisa.


"terimakasih anak ibu, telah melahirkan seorang cucu jagoan" ucap Bu Dian


"hehe sama sama Bu" ucap Alisa


Alisa berdehem dan melirik Tamara, Tamara mendapatkan kode dari Alisa agar segera menyusul.


"wah berarti mantu ibu satu lagi harus melahirkan seorang princess" goda Alisa kepada Tamara


"hehe insyaallah aku akan menyusul" ucap Tamara dengan yakin


"kamu serius sayang" ucap Satria

__ADS_1


"tunggu sampai baby Adi umur sebulan" ucap Tamara


Tamara menggendong baby Adi dan menghujani kecupan di pipi gembul milik Adi. "sayang mommy disini" ucap Tamara


Anggota The Exodus mendengar Alisa lahiran langsung berangkat menuju rumah sakit, tak lupa Brian dan Chester membawa pasangannya. Jeselyn juga hadir, ia di jemput oleh Dika di kediamannya. Tak lama rombongan The Exodus pun datang, ia membawa berbagai macam hadiah.


"wih selamat bro telah menjadi daddy satria" ucap Brian


"hihi makasih ya" ucap satria


"wah kita kapan ya sayang punya anak" ucap Chester.


Anna tersipu malu mendengar penuturan Chester, pasalnya ia belum siap untuk hamil, kini Anna telah lulus sekolah dan ia memilih untuk tidak kuliah, karena Anna lebih suka menjadi ibu rumah tangga. Begitupun jeselyn langsung melihat baby Adi di box bayi.


"ih lucunya sini onty gendong" ucap jeselyn


"emang bisa?" ucap satria


"gini gini sering gendong anaknya kak Brian" ucap Jeselyn


"sayang gimana kalau kita juga bikin kaya satria" celetuk Dika mengundang jitakan dari seluruh anggota The Exodus


"halalin dulu blok" ucap satria


"jangan macem-macem" ucap Tamara


"maksud saya bikin buku nikah" ucap Dika


Penuturan Dika mengundang gelak tawa di ruangan tersebut, yang berakhir tangisan dari baby Adi. "kalian sih berisik" ketus Alisa


"hehe maaf" ucap Dika


Setelah beberapa lama, akhirnya Alisa sudah diperbolehkannya pulang. Satria dengan sigap langsung mengambil kursi roda agar Alisa tidak kecapekan.


"Sayang aku bisa jalan" ucap Alisa


"Gak kamu harus pake ini, agar kamu tidak kecapekan pasca lahiran" ujar Satria


akhirnya Alisa mengalah dengan suaminya, ia duduk di kursi roda sambil menggendong baby Adi. Akhirnya baby Adi di letakan di kamar yang telah disiapkan Satria di sebelah kamar Satria, Satria juga sudah memasang pintu akses masuk ke kamar baby Adi. Setelah memindahkan baby Adi, Alisa terkejut dengan tangan melingkar di pinggangnya.


"terimakasih sayang telah melahirkan baby yang sangat lucu" bisik Satria


"sudah kodratnya seorang wanita sayang" bisik Alisa

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2