
Dua Minggu telah berlalu, Alisa dan satria sedang melakukan tradisi pingit, mereka tidak boleh bertukar kabar. Mereka memblokir nomor masing selama pingit berlangsung, tamara datang ke Indonesia hanya melakukan bridal shower bersama Clarissa yang sedang mengandung anak dari Brian.
"Clarissa lama ya nunggu aku disini?" tanya Tamara
"nggak kok, aku sama Brian kesini tuh lagi sebat di cafe" Clarissa menunjuk Brian dan Dika
"aku ajak Jeselyn untuk bergabung biar makin ramai, dan kita menginap di hotel milik orang tua Brian" lanjut Clarissa
mereka jalan menuju destinasi pertama yaitu rumah satria.
"Bu satrianya ada?" ucap Dika
"ada nak masuk aja lagi di kamar, sengaja ibu kurung" ucap ibu
mereka masuk ke kamar satria kecuali Clarissa, karena kamar satria banyak asap rokok.
"woy keluar Lo" ucap Brian mengetuk pintu kamar satria
"ngapain sih Dateng lagi ngebo nih" ucap satria
"sayang aku bawa kue dari sana sama cerutu nih Minggu kemarin katanya pengen nyobain" ucap Tamara sambi memeluk satria
"wah ini mah pingit setahun juga sanggup, orang ada pemain pengganti" ucap Dika
"syirik loh, gua mah ngikutin Rasulullah" ujar satria
"iya pak ustadz" ujar Dika
"Abang aku bawa nasi Padang isi tambosu sama rendang" ucap jeselyn
"wih adek Abang perhatian sekali sih" ujar satria sambil mengacak rambut jeselyn
"apasih Abang tuh kan berantakan" protes jeselyn
"makasih ya hadiahnya" ucap satria
"bro kata bokap gua dapet voucher nginep di hotel orang tua gua 3 hari, Lo tinggal sambungin aja jadi seminggu kan biar cepet dapet ponakan gua" ujar Brian
"eh ponakan gua gimana sehat?" ucap satria
"sehat lah nutrisinya setiap hari" ucap Brian, dan mereka semua memutar bola matanya
"udah ya aku mau bridal shower sama Alisa" ucap Tamara
"ya hati-hati kabarin aku kalau sudah sampai" ujar satria kepada Tamara
__ADS_1
"ya siap sayang" balas tamara
merekapun bersiap untuk menjemput Alisa yang rumahnya tidak jauh dari rumah satria. satria pun tak mau kalah, ia juga akan mengadakan bachelor party di rooftop rumah Brian, Brian memiliki rumah semenjak menikah dengan Clarissa, karena tidak ada Clarissa merekapun berkumpul di rumah milik Brian
"anjir rumah lu gede banget kaya diskon di mall" ujar Alfian
"ini hadiah dari bokapnya Clarissa, gua di kasih tanah sama beliau" ujar Brian
"oh berapa karung bro" ucap Chester
"kampret dikiranya bapaknya Clarissa bandar pasir apa karungan" ujar Brian
"yaelah bercanda kali bro" ucap Chester
merekapun bersenda gurau di rooftop, dan tak lupa satria membeli aneka seafood dan Frozen food, untuk melengkapi barbeque.
"bro maaf nih gua mau tanya, gimana ceritanya sih Lo mau poligami, secara fisik mereka berdua bisa dapet suami dengan gampang?" ujar Brian
satria menceritakan kepada kawan kawannya tentang percintaan dengan Tamara dan perjodohan yang di buat ibu. Satria pin juga menceritakan kisah cinta pada saat SMA dimana dia dan Tamara bertemu, mereka terkejut dengan keputusan alisa meminta menikahi Tamara dan juga dia.
"pake pelet apa sih bro sampe segitunya" ujar Dika
"ho'oh" lanjut Alfian
"gua juga kagak tau" jawab Satria
"iya juga ya apalagi gua megang ospek pas saat itu" ujar Brian
"mereka itu pendiem, kagak punya temen, Lo inget waktu gua ke WC kagak balik lagi, nah gua disitu nembak Tamara, gua Deket sama Tamara pas ospek pertama nanyain ruang TU" ujar Satria
merekapun bercanda dan bergurau hingga tengah malam. setelah selesai barbeque, mereka bermain band di studio pribadi milik Brian
disisi lain
para cewek melakukan kegiatannya mulai dari nonton bareng Drakor, melakukan spa di hotel, dan mempercantik diri di salon kecantikan. Setelah sampai di kamar mereka saling bertukar cerita. Anna ikut bergabung atas permintaan dari Chester, karena dia juga sedang liburan semester.
"eh kok kakak bisa sih menikahi cowok yang sama?" ujar Anna
"ya karena kita gak mau kehilangan orang yang kita cintai, dan juga aku gak mau kehilangan sahabat satu satunya" ujar alisa
"kalian nanti pisah rumah dong" ujar Jeselyn
"kata satria kita akan satu rumah, dia juga takut kalau pisah rumah nanti akan condong ke satu sisi" ujar alisa
"wah berarti Lo bisa main bertiga dong hahaha" ujar Clarissa, pasalnya Clarissa paling dituakan di situ
__ADS_1
"ah udah deh jangan bahas itu ada anak di bawah umur nih" ujar Tamara melirik Anna
"iya deh tapi aku juga udah lamaran sama Chester, lamaran tersebut dilakukan secara mendadak" ujar Anna
"loh kok gk ngasih tau kalau udah lamaran" ujar alisa
"iya karena aku masih sekolah bulan depan akan menikah" ucap Anna
"buset gua dilengkahin gak tuh" ucap Tamara
"iya nih kita kalah sama dedek SMA" ucap jeselyn
setelah bertukar cerita Clarissa menghubungi suaminya yang ada disana ia hanya menanyakan kabar disana. Clarissa pun menerima panggilan video dari Brian.
"papi lagi ngapain?"
"aduh mommy mau liat gak kelakuan satria"
Brian pun membalikkan kameranya, terlihat satria sedang main karambol dengan Alfian, tampak satria sedang di hukum karena kalah. Muka satria dipenuhi oleh bedak dan cat air sehingga terlihat seperti topeng milik Alfian
"alisa, Tamara liat deh kelakuan calon suami kamu" Alisapun melihat video satria yang sedang dihukum, satria dengan muka cemongnya sedang jalan bebek mengitarin kolam renang, Dika memeluk ide jahil yaitu mendorong satria, Dika pun mendorong satria, alhasil mereka berdua tercebur di kolam, Alfian dan Chester melihat itu ikut menceburkan diri di kolam renang
"sayang udah dulu ya aku juga mau ikutan"
"iya deh hati hati awas licin"
"bye sayangku jangan begadang terlalu larut ya kasian Dede nya"
"iya kamu juga hati hati awas licin itu lantainya, dan satu hal jangan minum lagi"
"iya sayang gak akan, ada bibi yang menjadi saksi "
Brian menutup telponnya, Clarissa melanjutkan obrolan tadi hingga tadi, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, merekapun tidur untuk mengisi tenaga untuk esok hari. di karenakan esok hari akan menjadi hari yang bersejarah bagi alisa
Alisa tak dapat memejamkan matanya ia kepikiran dengan satria, sedang apa dia?, apakah dia juga merasakan hal Yang sama?, atau kelelahan?. Pikiran tersebut terus, tak lama Ia pun terlelap dalam mimpi.
disisi lain satria sedang berselancar di media sosialnya, ia mendapatkan pesan dari Tamara yang memfoto Alisa yang sedang terlelap. satria menghubungi tamara melalui video call.
terlihat aura manis di gurat wajah Alisa, satria menscreenshot kejadian tersebut. Mereka saling bertukar kabar, hingga satria pun terlelap.
"tampannya calon imamku kelak" gumam Tamara
tak lama tamara pun ikut terlelap, hpnya masih nyala. Alisa terbangun karena perutnya yang merasa keram, ia mengecek tanggal datang bukannya, ternyata ia akan datang bulan. Alisapun mengambil pembalut di tasnya, untung saja ia membawa, setelah itu ia melihat handphone Tamara yang menyala, terlihat wajah wajah seseorang yang sangat ia rindukan, ia mengambil handphone milik Tamara dan mengucapkan
"selamat tidur pangeranku, aku selalu merindukan mu" ucapnya
__ADS_1
kemudian ia menaro hp milik Tamara diatas nakas dan melanjutkan tidurnya.
bersambung...