
sepulang dari kampus satria pun langsung menuju base camp menggunakan motor bebek.
setelah sampai ia langsung memesan kopi dan tak lupa membeli rokok sebagai alat untuk brainstomingnya dia.
1 jam kemudian ketiga sahabatnya muncul secara bersama
'' sorry telat bro nunggu Dika motornya di step" ujar Chester sambil membuka helm
'' ye santai kali gua juga lagi ngopi sambil mikirin konsep band'' balas satria
'' lagian motor lu knp masih di bengkel itu sih, mau aja di tipu sama tu bengkel'' lanjutnya
'' abis gimana gua gk punya kenalan bengkel lagi"
ujar Dika
'' gua punya kenalan bengkel langganan adik gua, tapi tuh anak sibuk banget" balas Alfian
"btw Brian kemana kan, bucin lagi?" ucap satria
''biasa kalo udh sama Clarissa begitu'' ujar Chester
"tapi gpp lah kan belum ba'da isya" satria sambil mengambil papan tulis kecil
''suatu saat jika kita menjadi bintang jangan lupakan hal terkecil seperti papan tulis ini'' ucap satria sambil menatap papan tulis kecil
tak lama Brian pun Datang dengan wajah sumringah, sontak membuat membuat seluruh penghuni base camp heran
'' tumben muka lu gk di tekuk'' ucap Alfian
pasalnya Alfian memang pendiam tetapi dia sangat peduli tentang sahabatnya dan menjadi pendengar yang handal di setiap permasalahan sahabatnya tersebut
Brian pun duduk sambil menyalakan rokok elektrik dan memesan kopi "Bu kopi satu, sama tagihan semua orang ini saya yang bayar"
'' tumben den Brian, biasanya ngutang dulu''
'' sekarang aku lagi bahagia Bu hehehe'' jawabnya sambil terkekeh
'' oke lah kalau begitu '' balas ibu penjaga warung
'' tumben lu kerasukan apa'' ucap Dika
'' Clarissa ulang tahun, tadi gua di kasih uang buat traktir lu pada'' jawab Brian sambil video call Clarissa
'' ayang ini aku udah traktir semua, aku kabarin untuk bukti''
__ADS_1
" ih kamu mah kok disitu bukan di cafe kan aku gk enak sama temen aku"
" anak-anak lidahnya sederhana, jadi semisal di cafe takut gk doyan hehehe'' jawab Brian
'' yauda kirim alamat nanti aku kirim pizza, pada doyan pizza kan?"
" doyan dong kapan lagi makan pizza" jawab serentak
tak lama ojol pun datang membawa pizza, semua tampak menikmati terutama satria yang dari tadi sudah menahan lapar.
tak lama adzan Maghrib pun berkumandang, satria dan kedua temannya menuju masjid, kecuali Brian yang menganut agama Nasrani.
setelah sholat mereka kembali menyantap hidangan yang dikirim oleh pacarnya Brian, setelah itu kembali ke masjid untuk menunaikan sholat isya
setelah sholat mereka berkumpul untuk berunding nama dan konsep band
" jadi sesuai rencana kita akan berunding dan mengisi data diri yang tadi Brian bikin, mana kertasnya" ucap satria
mereka pun langsung menulis data diri masing-masing dan langsung memberikan ke satria
" jadi apaka kalian punya ide untuk nama band?"
ujar satria sambil menulis data diri
"gimana klo El Toro band" ucap Brian
" gimana klo Exodus"
"the Exodus" jawab satria dengan lantang
"setuju" ucap serentak
" oke tinggal konsep nya gimana"
semua berpikir keras hingga kepala keluar asap
"gimana kalau kita pakai topeng dan jumpsuit, kaya Slipknot gitu" ucap Chester
" wih mantap kita tutupi identitas kita, suatu saat kita buka bisa kaya Rey Mysterio gitu hehe" ucap Dika, sontak semua terbahak bahak
" boleh kalau gitu, kita pake uang kas dan patungan untuk membeli jumpsuit dan topeng" jawab satria sambil menggambar konsep di papan tulis
"kalau begitu tinggal kita pakai nama samaran agar lebih misterius lagi" ujar Alfian
" ide bagus" jawab serentak
__ADS_1
merekapun memikirkan nama panggung dan topeng yang ia akan pakai
setelah memilih mereka pun membubarkan diri ke Rumah masing-masing
kecuali satria dia berdiam diri di sambil meratapi rencana dan konsep yang tadi ia rembukin
"aku akan menjadi bintang agar menunjukkan kepada orang-orang bahwa aku bisa
pasalnya satria tumbuh di keluarga yang sederhana, namun ia sering di rendahkan oleh sanak saudaranya, asalnya hanya keluarga satria lah yang tidak punya banyak harta, harta satu satunya adalah sebuah sawah peninggalan dari ibu satria.
akan tetapi satria tidak kecewa karena ia tumbuh dari kasih sayang ayah dan ibu, sepupunya sendiri sering curhat kepada satria karena keluarganya kurang kasih sayang dan kebersamaan, pasalnya ibu dan ayah mereka sibuk dengan dunianya masing-masing, mereka lebih dekat dengan satria daripada dengan ayah ibu mereka
Jeselyn namanya ia suka main ke rumah satria, meskipun ia bergelimang harta tetapi ia senang di rumah satria
'' bang tria boleh gk nginep di rumah Abang, soal bosen di rumah sendirian papah lagi di malang ngurus perusahaannya, sedangkan mamah lagi pergi sama teman arisannya" ujar Jeselyn via telegram
"boleh kok tp izin dulu sama orang rumah nanti nyariin'' imbau satria
" iya deh nanti aku kasih tau bibi sama bang Billy"
balas jeselyn
" oke aku tunggu nanti aku kasih tau ibu klo kamu mau datang" jawab satria
" oke makasih sayang deh sama bang tria🤗🤗"
balas jeselyn
sementara di rumah jeselyn
'' kak bil aku mau ke rumah satria ya, besok sore pulang" teriak jeselyn
"ya, tapi gk usah teriak juga kali budeg nih kuping" jawab Billy Kakak jeselyn
"oke deh muach" jeselyn mencium pipi kakaknya
" hati-hati ya, klo bawa mobil jangan ngebut inget!"
imbau billy
"iya kakakku paling bawel seantero dunia" jawab jeselyn
__ADS_1
bersambung...