Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Kontrak The Exodus


__ADS_3

Pasutri tersebut telah menikmati liburannya di hotel milik Brian. pasutri tersebut meninggalkan hotel dan menuju kostan milik Bu Riska, mereka menggunakan jasa layanan taksi online menuju kosan.


"sayang ini tempatnya, maaf kalau sempit" ujar alisa


"mau sempit, mau luas yang penting ada kamu yang menemani aku" Alisa pun tersipu malu dengan gombalan satria


mereka membenahi kamar tersebut, satria memasang peredam suara agar ketika nanti menyalakan musik maka tidak menganggu penghuni kost lain


"sayang niat banget pasang peredam, biar gak ketahuan ya" ujar alisa


"nggak kok, aku pasang ini ketika nanti aku menyetel musik gak ganggu penghuni lain"


''iya deh suamiku si paling metal"


mereka telah menyelesaikan membereskan rumah. alisa menyediakan mie instan di sertai potongan cabai, sawi hijau, dan telur setengah matang.


"sayang makan dulu nih aaaa" Alisa menyuapi satria


"kamu juga harus makan, biar kuat"


"aku mah biasa dance jadi kuat"


"nanti malam sudah bersih kan?"


"insyaallah, bersih"


"siap siap aku akan memakan mu" bisik satria


"ampun suamiku"


mereka selesai makan siang romantis ala anak kost, Alisa membersikan bekas makanannya dan duduk di pangkuan suaminya "aku tadi udah ngecek, ternyata dia sudah pergi" bisik alisa


satria menc**m dengan lembut bibir ranum milik alisa, setelah bibir satria turun kebawah leher milik alisa hingga meninggalkan jejak merah. satria pun menggendong Alisa dengan gaya bridal style. Alisa merancau, suara tersebut memenuhi ruangan berukuran 10x10 meter, untung saja satria telah memasang peredam suara.


"are you ready babe" bisik satria, Alisa tersipu malu dan menganggukkan kepalanya


alisa pun mengulum tongkat komando milik satria agar memberikan sedikit pelumas, satria tidak tinggal diam, ia menenggelamkan wajahnya. lidahnya bermain di area sensitif milik alisa. tampak nya Alisa merawat daerah itu, sehingga tampak bersih dan wangi.


"sayang cepetan" desah Alisa


"i am coming baby" bisik satria


Satria dengan gagahnya membalikan badan Alisa, ia mencoba memasukan tongkat komando nya, ia nampak kesusahan karena masih sempit.


"aaah sakit" teriak Alisa


"sabar baby, aku berusaha pelan"


akhirnya satria mencetak gol di menit ke 10, ia mendapatkan assist dari Alisa. rasa sakitnya berubah kenikmatan yang ia tidak pernah rasakan. kemudian satria menggoyangkan pinggulnya dengan tempo yang sedang.


kemudian ia memuntahkan lava pijar nya di rahim milik alisa.


"terimakasih untuk memberikan mahkota yang telah kamu jaga, maaf jika tadi sakit"


"aku bangga dengan kamu, telah mengambil apa yang aku miliki"


kecupan singkat dilakukan oleh satria, tak hanya sekali, ia melakukan berkali-kali saat itu satria menggunakan pengaman yang sangat tipis seperti tidak menggunakan apa apa.


setelah permainan yang entah mereka lakuka beberapa ronde. satria mendapat kabar bahwa jam 3 sore nanti akan ada pentanda tanganan kontrak agensi.

__ADS_1


mereka berkumpul di basecamp.


"anjir pengantin baru lama banget" ujar Dika


"kayaknya satria mencetak hattrick" ujar Chester


"biasa lah masih baru, apalagi satria menjaga keperjakaannya, seperti terbang melayang"


"anjir gara gara Lo gua jadi penasaran, emang sama ya kaya di video" ujar Dika


"beda lah, kalau di video itu menggunakan obat perangsang untuk cewek nya agar totalitas" ujar Alfian


"tau aja nih suhu" ucap Dika


"tapi ada benar nya juga, soalnya Clarissa ****** gak kaya di video sampe teriak teriak gitu" ujar Brian


Tak lama satria pun datang dengan satara, ia jalan menuju basecamp dan menyalami seluruh anggota The Exodus. Sejak tadi ia memasang wajah sumringah.


"seger bener pengantin baru" ujar Chester


"wih ada yang abis merawanin anak orang nih"


"bisa aja Lo" ucap satria sambil menyalakan rokoknya


"yaelah pasti udah dari kamar 002 lah, udah basi haha" sindir Brian


"nggak kok pas di hotel Alisa lagi datang bulan"


ucap satria dengan santainya


"ya kasian banget bestie gua" ucap Alfian


mereka pun bergegas berangkat menuju agensi, tersebut mereka datang ke gedung pencakar langit, satria tampak kagum melihat gedung tersebut. Mereka masuk dan menanyakan ruangan CEO untuk mentanda tangani kontrak.


"sebelumnya udah punya janji dengan beliau?"


"sudah mbak"


"oh ya atas nama siapa?


"satria dari The Exodus mbak"


kemudian resepsionis pun menelpon CEO nya, menanyakan apakah ada janji dengan The Exodus


"mas ruangannya di lantai 25, kebetulan pak Darwin sedang ada makan siang, nanti bisa tunggu di waiting room"


"oh ya mba disini ada masjid terdekat gak?" ucap Alfian


"oh ya disana, ada kantin lurus aja nanti ketemu"


"makasih mba"


merekapun menuju ke masjid untuk menunaikan sholat ashar, kecuali Brian yang menunggu di kantin. mereka takjub dengan imam masjid suara nya sangat merdu hingga menusuk ke hati.


tak lama mereka pun menuju ke lantai 25, saat sampai lift ternyata lift pun penuh. ia melihat pria dewasa yang sedang buru buru.


"maaf saya buru ada klien yang sedang menunggu" ucap pria tersebut


"oh iya gpp duluan aja" ucap satria, kemudian merekapun keluar

__ADS_1


"bagaimana kita naik tangga biar menantang?" ucap brian


"siapa takut'' ujar dengan serentak


merekapun menaik tangga, pada lantai 5 mereka semangat, tetapi saat lantai 15 mereka tampak lelah dan memilih naik lift


"ide Lo bodoh yan" ucap alfian


"ku kira sepele ternyata udah kaya candi Borobudur" ucap Brian


"ah bodo lah" ucap satria


"pengantin baru loyo nih" ejek Chester


merekapun sampai di lantai 25, ia mencari ruangan CEO dan menanyakan kepada pegawai setempat.


"mas punten kalau ruangan CEO dimana ya?" ucap Dika


"oh, itu di pojok kanan yang ada tanamannya" ucap karyawan tersebut


mereka menghampiri ruangan tersebut dan tak lupa mengetuk pintunya.


"masuk!"


mereka kaget melihat CEO tersebut, ya dia adalah orang yang masuk lift dengan buru buru tadi


"oh jadi kalian The Exodus?"


"iya pak kami The Exodus"


"bagus anak muda attitude nya sangat baik, yang dibayangkan saya, the Exodus adalah anak urakan yang tidak tahu tata Krama, ternyata sopan juga ya"


"oke bisa perkenalkan diri masing-masing"


mereka memperkenalkan diri, CEO tersebut memanggil asistennya untuk membawakan surat kontrak. satria sebagai ketua mentanda tangani kontrak tersebut. Mata satria membulat melihat gaji yang fantastis.


"maaf pak apa ini gak terlalu besar ya?" ucap satria.


"dengan kerja keras kalian memenangkan kompetisi tersebut dan sopan santun kalian, maka itu adalah hal yang wajar"


"kalian nanti akan memulai rekaman besok jam 10 pagi, dan ini adalah bonus pertama kalian" ucap CEO tersebut


"oh iya nama saya Darwin putra Mahendra, saya selaku CEO disini" ucap pak Darwin


"iya pak salam kenal"


merekapun berbincang dengan pak Darwin. Awalnya di benak pak Darwin, The Exodus adalah orang yang datar, tidak punya agama, dan arogan ternyata ekspetasi dia salah, mereka adalah anak yang sopan dan hangat, bahkan jawaban mereka selalu menghibur.


Tak lama waktu semakin sore, mereka akan melaksanakan sholat magrib di kantor tersebut


"oh iya kalian sholat tidak, apa kalian berbeda dengan saya?" ucap pak Darwin


"cuma saya pak, kalau begitu saya pamit duluan, soalnya mau nganter istri periksa" ucap Brian sambil menyalami pak Darwin, Brian pun meninggalkan mereka dan menuju ke rumah untuk mengantar istrinya


"anak jaman sekarang sudah beristri, waktu saya nikah, saya berumur 29 tahun, tetapi kalian yang umurnya di bawah saya saja sudah menikah"


"nggak pak cuma satria dan Brian saja pak, sisanya lajang pak"


merekapun sholat dan pak Darwin bergerak selaku imam. setelah sholat mereka pamit untuk pulang.

__ADS_1


"aku tidak bisa membayangkan jika seluruh anak muda mengikuti jejak mereka" gumam pak Darwin


bersambung.....


__ADS_2