Kehidupan Anak Metal

Kehidupan Anak Metal
Tutorial dari alisa


__ADS_3

Kini Satria dan kedua istrinya telah sampai. Tamara langsung masuk ke kamar karena dirinya merasa gerah, Satria pun sama dirinya merasa gerah tetapi Alisa meminta ditemani, pasalnya kini dia akan tidur sendiri di kamar tamu. Alisa telah tidur dengan lelap, Satria telah keluar untuk mandi. Saat membuka pintu kamar Satria melihat Tamara sedang berdiri menghadap jendela.


"sayang?" ucap Satria


Tamara pun kaget dengan suara bariton milik satria, ia langsung berbalik menghadap ke satria. Satria melihat Tamara sedang gugup, ia paham karena istrinya takut akan malam pertama.


"sayang aku mau mandi. kamu udah mandi?" ucap satria


"udah kok" ucap Tamara


Satria pun masuk kamar mandi, ia langsung menyegarkan badannya yang sudah lengket. Setelah mandi Satria pun keluar tanpa menggunakan apapun, tetapi ia lupa kalau sekarang bersama istri barunya. Akhirnya Satria mengambil handuk dan melilitkan di atas perutnya. Tamara pun semakin gugup melihat Satria hanya menggunakan handuk, spontan langsung menutup matanya.


"sayang kamu kenapa kok matanya di tutup gitu?" ucap satria sambil mengenakan celananya


"gpp kok" Tamara semakin gugup dengan pertanyaan satria


"Tenang aja, malam ini aku capek sekali" satria langsung ambruk di kasur


Tamara merasa bersalah karena dirinya belum menyerahkan mahkotanya kepada satria. Ia pun turun untuk menemui Alisa. Saat hendak membuka pintu ia dikejutkan dengan Alisa yang sedang menempelkan telinganya di kamar.


"Lisa kamu ngapain?" ucap Tamara


"hehehe kayaknya pangeran kelelahan sampai langsung ambruk gitu" ucap Alisa


"aku takut" lirih Tamara


Alisapun menjelaskan pengalamannya saat malam pertama. Tamara kaget dengan penuturan Alisa, pasalnya saat malam pertama ia sedang haid. ia juga menceritakan bagaimana seorang istri yang menolak keinginan suami itu berdosa. Akhirnya Alisa memutuskan untuk memberikan tutorial kepada Tamara.


Alisa masuk ke kamar, Tamara hanya mengekori Alisa. Tamara sengaja mengumpat di sebelah lemari, ia ingin melihat penyatuan pasutri. Alisa naik keranjang dan langsung mencium leher Satria, Satria bangun dan kaget melihat Alisa sedang menggoda dirinya. Satria membalas ciuman dari Alisa, merekapun melakukan foreplay selama 10 menit. Suara ******* memenuhi kamar tersebut, satria pun ikut bersuara karena tongkat komando nya sedang di lahap oleh Alisa.


Satria menyadari bahwa Tamara sedang memperhatikan permainan dirinya dengan Alisa. Satria langsung memimpin permainannya, Alisa melenggang dengan sensual. Mereka telah mencapai titik ketinggian, Alisapun bangkit dan menarik tangan Tamara.

__ADS_1


"Sekarang giliran kamu Ara" ucap Alisa


Tamara hanya pasrah ketika tangannya ditarik oleh Alisa. Kini Tamara hanya berpasrah diri, pasalnya ia akan Melakukan kewajibannya sebagai istri.


"ayo lakukan, kamu sudah liat tutorialnya kan?" ucap Alisa dan dianggukan oleh Tamara


Tamara memberanikan diri mencium bibir satria, satria membalas ciumannya tersebut. kini ciuman satria telah pindah ke leher, Tamara merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan selama hidupnya. Kini baju milik Tamara telah terlepas, satria melahap gunung milik Tamara, walaupun tidak sebesar Alisa ia tetap menikmatinya. Alisa hanya melihat suaminya sedang berhubungan, ia menahan tawanya melihat Tamara yang memucat. Satria langsung melancarkan aksinya, ia langsung membalikkan tubuh Tamara dan berusaha memasukkan tongkat komandonya.


Tamara merasa kesakitan saat tongkat milik Satria sedang mencari jalan, ia mengeluarkan air matanya ia merasa kesakitan. Alisa pun menghampiri Tamara, ia menghapus air mata Tamara. Akhirnya benteng Takeshi milik Tamara telah jebol, awalnya tamara merasakan sakit perlahan rasa sakit itu hilang di gantikan dengan rasa yang belum pernah ia rasakan. Penyatuan tersebut di lakukan berkali-kali, Satria merasa candu kepada kedua istrinya. Satria telah merebut keperawanan 2 orang dalam kurun waktu 2 tahun.


"terimakasih ya udah ngejaga kehormatan untuk aku" ucap satria mengecup kening Tamara


"sudah seharusnya kehormatanku diberikan kepada suaminya" ucap tamara


Merekapun tidur bertiga, disisi kanan ditempati oleh Tamara, lalu disisi kiri oleh Alisa. mereka tidur berpelukan, satria merasa seperti raja yang di kelilingi oleh dua istrinya.


"selamat malam istri istri ku" ucap satria mengecup kening kedua istrinya


"ya ampun kok sakit banget sih" gumam Tamara


Tamara berusaha untuk melepaskan spreinya, saat ingin melepas ia langsung dihadang oleh satria.


"udah biar aku saja, kamu pasti sakit disini kan?" ucap satria menunjuk ke bagian kewanitaan milik Tamara


Tamara tersipu malu mendengar penuturan dari satria. "kamu duduk aja dulu masalah Alisa sudah teratasi" ucap satria menuntun Tamara ke sofa


satria dengan sigap mengganti sprei yang sudah kotor lalu menggantinya dengan yang baru. Merasa masih ngantuk, Tamara tertidur di sofa. satria melihat istrinya yang kelelahan langsung membopong Tamara ke kasur dan menidurkan Tamara dengan perlahan.


Satria keluar kamar, ia langsung menghampiri Alisa, tak lupa satria membuatkan teh hangat untuk Alisa.


"sudah mendingan?" ucap Satria, dan memberikan teh hangat kepada Alisa

__ADS_1


Alisa mengangguk dan langsung memeluk satria, ia merasa nyaman jika dekat dengan satria.


"senang melihat istriku yang manja ini" ucap satria


"sayang papah jangan nakal ya, kasian bunda sampe pucat" ucap satria sambil mengelus perut rata Alisa


disisi lain Chester sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Anna, pernikahan tersebut akan dilaksanakan hanya di KUA. Mengingat bahwa Anna masih sekolah, iapun merahasiakan pernikahan tersebut. Chester hanya mengundang sanak saudara dan anggota The Exodus saja.


"sayang udah siap? ayo berangkat nanti keburu telat" ucap Chester


"iya aku udah siap, lagian pagi banget sih ini kan baru jam 6 loh, aku kan masuk jam 7" ucap Anna


"sebagai murid kelas 12 harus mempersiapkan untuk ujian nanti, jadi kamu bisa ke perpustakaan dulu" ujar Chester


"iya iya calon suamiku yang bawel"


Chester menghantarkan Anna berangkat, seperti biasa ia membelikan nasi kuning untuk Anna.


"nih jangan lupa di makan, aku juga udah siapin teh hangat di Tumbler" ucap Chester


Saat ingin pulang ia melihat Ardian dan sekelompok preman sedang merencanakan penculikan Alisa, kebetulan Ardian tidak mengenal Chester. Chester pun duduk di dekat Ardian, ia memesan kopi agar terlihat seperti pelanggan.


"jadi jam 10 nanti biasanya satria akan latihan dengan band kampung itu, nah disitulah kita langsung beraksi" ujar Ardian


"baik boss"


"ingat aku membayar mahal untuk ini, jangan sampai kecolongan mengerti !" ujar Ardian


Mereka tidak sadar percakapannya telah di rekam oleh Chester. merekapun bubar Chester menghubungi kawan kawannya agar berkumpul.


"awas aja lu pada sampe nyakitin istri sahabat ku" gumam Chester

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2