Kehidupan kedua tuan putri

Kehidupan kedua tuan putri
Episode 12


__ADS_3

Akhirnya aku tau maksud perkataan Kaka Alv tadi pagi


Setelah aksinya menggigiti pipi chubby istrinya, Li Qian dibuat kelimpungan karena istrinya merengek kesakitan


Namun melihat pipinya yang memerah malah membuatku gemas, kalau tak melihatnya yang akan menangis aku tak akan menghentikan aksiku tadi


" Baiklah baiklah aku minta maaf, ayo istirahat" ucap Li Qian mengistirahatkan tubuhnya dan diikuti oleh Li Qian juga


" Jin Yan, kenapa kau selalu memakai cadar?" tanya Li Qian ingin tau


" Keluarga dan keempat pelayanku itu sangat posesif Qian......dan juga, ayahku dulu cinta mati pada ibu jadi semua orang memintaku menutup sebagian wajahku karena wajahku yang agak mirip dengan ibu


Kau tau Qian, ayahku sengaja membuat dirinya sakit agar bisa menyusul ibu, sebegitu gilanya dia mencintai istrinya


Aku marah padanya namun disisi lain aku juga kagum dengannya "


" Jadi mulai sekarang kau tak akan memakai cadar lagi?" tanya Li Qian memastikan


Sebenarnya ia tak rela berbagi kecantikan istrinya, namun mengingat gosip yang beredar tentang istrinya ia tentu saja tak terima


" Mungkin tidak......" jawab Jin Yan agak ragu


" Lakukan apapun yang membuatmu nyaman, aku akan selalu mendukungmu


Aku tak tau apakah cintaku padamu akan sebesar cinta ayah pada ibu


Namun yang pasti aku sudah menempatkan dirimu dalam posisi tertinggi di hidupku Jin Yan" ucap Li Qian


Lama menunggu jawaban dari istrinya namun Li Qian tak mendengar suara apapun dan ternyata istrinya sudah tertidur pulas.....


" Selamat malam istriku......."


Keesokan harinya Li Qian bangun terlebih dahulu dan mendapati istri tercintanya yang masih lelap


Dia bangun perlahan agar tak membangunkan istrinya


Membuka pintu kamar dan langsung berhadapan dengan keempat pelayan istrinya


" jin Yan masih tidur, datanglah satu jam lagi"


" Tidak bisa tuan agung, anda dan tuan putri harus memberi hormat kepada keluarga Li


Jadi kami harus menyiapkan tuan putri "


Li Qian baru teringat akan hal itu


" Baiklah, bangunkan pelan pelan" ucap Li Qian kemudian pergi berkeliling kediaman belakang sambil menunggu istrinya siap


Dari halaman samping Li Qian bisa melihat istrinya yang tengah didandani oleh pelayan


Namun Li Qian saat ini baru tau kalau istrinya itu sama sekali tak suka berdandan


Terbukti wajahnya yang masam saat didandani


" Tuan putri, anda sudah menikah jadi harus membiasakan diri untuk merias diri" ucap pelayan yang kuketahui bernama Meng Yao

__ADS_1


Ia dan teman-teman nya sepertinya sudah putus asa mengikat rambut istrinya


" Biar aku saja....." ucapku yang langsung dituruti oleh keempatnya


" Jangan marah marah, mereka hanya ingin yang terbaik untuk tuan putrinya ini


Aku sendiri tak masalah kalau kamu tak suka berdandan, karena kamu sudah sangat cantik " ucap Li Qian, tangannya dengan cekatan menyanggul setengah rambut istrinya dan mengikatnya dengan pita kuning, serasi dengan pakaiannya


Sekitar sanggulnya dihiasi dengan jepit bunga-bunga kecil dan disisipkan rantai emas di bawah sanggulnya


Sederhana namun cantik......


Setelahnya kami berangkat menuju kediaman utama, dan saat ini istrinya tak memakai cadar


Semuanya pasti sangat terkejut nantinya....


Dan benar saja, begitu sampai di aula utama semua orang yang tengah berkumpul menatap Jin Yan dengan tatapan yang berbeda-beda


" Li Qian......dimana tuan putri dan siapa dia?


Kamu jangan macam-macam Qian" ucap Li chanqing


Li Qian tertawa kecil mendengar nada antisipasi ayahnya


Semua orang tak mengenali istrinya, mungkin mereka sudah terperdaya oleh rumor buruk diluaran sana


" Salam ayah, ibu.....ini Jin Yan" ucap Jin Yan, sebenarnya ia juga ingin ikut tertawa


Namun sepertinya waktunya tidak pas


" Qian......Qian ini...?" Li chanqing tergagap dan tak bisa berkata apa-apa sembari menatap Jin Yan dan putranya bergantian


" Jaga pandangan mu ayah, ini istriku Wu jin yan


Ah tidak, sekarang sudah menjadi Li jin Yan" ucap Li Qian


Ia sedikit kesal karena ayahnya menatap istrinya dengan pandangan penuh puja


Tapi sebenarnya itu tak mengherankan, ia sendiri juga belum pernah melihat gadis secantik istrinya selama ini


Mungkin ayah juga begitu.....


Setelah sadar akan sindiran putranya, Li chanqing segera mengambil alih suasana


Dia memperkenalkan mendiang istri pertamanya yang tak lain ibu kandung Li Qian


Meminta anak dan menantunya untuk mendoakan mendiang istrinya sebelum memberi hormat kepadanya dan istrinya yang sekarang


Setelah itu barulah penghormatan untuk tuan dan nyonya besar Li dilaksanakan


Sesuai adat negara Qing an, orangtua akan memberikan hadiah kepada menantunya sebagai balasan atas penghormatan nya


Li chanqing memberikan beberapa akta tanah kepada Jin Yan


Sementara nyonya Li hanya memberikan gelang emasnya, itupun gelang yang biasa ia pakai

__ADS_1


Li Qian menatap istrinya tak enak hati, namun Jin Yan sendiri tak mempermasalahkan nya


Dia lalu memperkenalkan seluruh anggota keluarga beserta pelayan penting di kediaman Li


" Karena tuan putri sudah menjadi menantu kediaman Li, mulai sekarang semua urusan rumah tangga akan diurus tuan putri


Kita sudah cukup tua istriku, biarkan menantu kita yang mengurus semuanya" ucap Li chanqing yang langsung ditatap protes oleh beberapa orang


" Tidak bisa tuanku, aku sudah berjuang untuk mendapatkan semua ini


Mana bisa aku memberikannya langsung kepada orang asing


Lagipula semuanya sudah diurus oleh miaorong , dia sudah lebih dulu mengurus semuanya " bantah nyonya Li


" Benar paman, lagipula tuan putri masih baru di kediaman ini


Dan semua pelayan terbiasa menuruti ucapan miaorong, jadi tak perlu merepotkan tuan putri lagi, miaorong bisa mengurusnya " saut miaorong


" Tapi....."


" Tak masalah ayah, lakukan seperti yang ibu mau


Asal masalah kediaman belakang dan Qian tak ada yang boleh mengganggunya sesuai kesepakatan kita" ucap Jin Yan menengahi pembicaraan yang sudah mulai memanas


Li Qian sekali lagi merasa tak enak hati pada istrinya, masalah kediaman belakang saja sudah membuatnya malu


Sekarang malah ditambah lagi...


Li chanqing menatap istrinya tajam, untung saja tuan putri pengertian kalau tidak habislah sudah riwayat keluarga Li


Selesai dengan salam paginya, Li Qian membawa istrinya berkeliling kediaman untuk memperkenalkan seluk beluk kediaman Li


Namun baru setengah jalan, mereka mendengar ribut-ribut dari depan


" ada apa itu?" gumam Li Qian


" Tak tau, ayo kita lihat"


Sampai di depan gerbang utama kediaman Li, Li Qian dan Jin Yan melihat miaorong dan ibunya tengah memaki-maki seorang pria bertopeng


Li Qian mengernyitkan dahinya heran melihat lelaki itu, dan yang lebih herannya lagi adalah istrinya yang berlari kesana.....


Li Qian pun ikut berlari mengejar istrinya


Sesampainya disana Jin Yan dibantu Li Qian menerobos kerumunan


Dan alangkah terkejutnya mereka semua begitu melihat tuan putri yang membungkuk hormat kepada lelaki bertopeng itu


" Salam kaisar muda Xuande, semoga dewa selalu memberkati " ucap Jin Yan, ia sengaja melakukan itu karena takut sepupunya itu akan lepas kendali dan membantai keluarga barunya


Lagipula kenapa juga ibu dan nona Gao itu memaki-maki orang tanpa bertanya terlebih dahulu


Semua orang yang mendengar sapaan Jin Yan langsung jatuh berlutut dan memberi salam


Tak terkecuali miaorong dan nyonya Li yang sudah gemetaran di tempatnya....

__ADS_1


__ADS_2