
Tak perlu ditanyakan lagi apa yang bisa membuat laki-laki bahagia
Di kehidupan nya dulu, Jin Yan mau tak mau harus tau dan bisa menyenangkan suaminya
Lebih tepatnya adalah urusan ranjang, karena tak perduli secantik apapun dan semempesona apapun wanita itu, semuanya akan percuma kalau dia tak bisa menyenangkan suaminya
Dan hal itu baru Jin Yan ingat hari ini,hati ketika ayah mertuanya membawa wanita lain untuk menyenangkan suaminya
Sakit memang namun itu juga karena kebodohannya sendiri, salahkan saja kenapa saat ini umurnya masih dini
Namun Jin Yan saat ini tak memperdulikan masalah umur lagi,ia tak ingin kehilangan suaminya
Jin Yan menatap suaminya yang juga tengah menatapnya penuh puja
Ia tau seberapa besar suaminya ini mencintainya
Perlahan namun pasti Jin Yan mendekatkan wajahnya
Mencium bibir suaminya sekilas dan menatap wajah terkejutnya
Namun begitu suaminya akan membalas ciumannya, Jin Yan tak membiarkan hal itu terjadi
Ia ingin mendominasi suaminya saat ini
Disisi lain Li Qian terkejut bukan main,ia tak menyangka istrinya bisa seagresif ini
Perlahan namun pasti tubuhnya terbaring dengan Jin Yan yang berada di atasnya
Ciuman ringan dari istrinya kini berubah menjadi ciuman liar namun ia menikmatinya
Ingin sekali ia membalas istrinya dan menyalurkan gairahnya dengan menyentuh tubuhnya
Namun ia tak diperbolehkan untuk itu
Malah dirinya sekarang dibuat mati-matian menahan nikmat
Dunia sepertinya terbaik, itu yang ada dalam pikiran Li Qian
Entah apa yang akan dipikirkan orang begitu melihat apa yang terjadi saat ini
Tapi bukan berarti ia akan membiarkan orang lain melihatnya....
Saat ini Li Qian sudah terbaring dengan tangan dan kaki yang terikat di ranjang
Diatasnya Jin Yan tengah memberikan kenikmatan yang tiada Tara padanya
Sempat protes dan menolak saat mengerti apa yang akan dilakukan istrinya
Namun istrinya tak mau mendengarkan
" Aku hanya belum cukup umur jadi tak boleh hamil
Bukan berarti aku tak bisa melakukan hal ini
__ADS_1
Tadi aku sudah meminum ramuan pencegah kehamilan, lagipula hari ini bukan masa suburku" ucap Jin Yan sebelum mengeksekusi suaminya
Erangan nikmat kini terdengar di penjuru kamar pasangan itu
Tubuh keduanya pun sudah basah oleh keringat
Sampai akhirnya Jin Yan menyerah dan terkulai lemas di atas tubuh suaminya
" Apa aku memuaskan mu?" Tanya Jin Yan dengan nafas yang masih terengah-engah
" Emm kau sangat nikmat sayang, tapi aku belum puas
Bolehkah.......?"
Jin Yan tersenyum manis sebelum melepaskan ikatan suaminya
Dan kini keadaannya pun berbalik....
Malam itu Li Qian menggempur istrinya habis-habisan
Dia baru menghentikan kegiatannya begitu hari menjelang pagi
Pagi harinya Wei Shu dan kedua pelayan Jin Yan dibuat kebingungan di depan kamar majikan mereka
Hari sudah menjelang siang namun keduanya tak ada yang keluar kamar
" Apa jangan-jangan mereka pingsan?" Tebak Feng ran dengan asalnya
Sebenarnya mereka berdua tau kenapa majikan mereka belum keluar kamar
Namun mereka malah dibuat merona malu karena mendengar sesuatu yang tak seharusnya didengar oleh gadis-gadis seperti mereka ini
" Kau benar Feng ran, atau mungkin tuan putri dan tuan agung terkena masalah di dalam?" Saut Feng Yan yang juga ikut memanas-manasi suasana
Wei shu yang berdiri di belakang mereka berdua semakin panik, dan tanpa sempat dihentikan Feng Yan dan Feng ran
Wei shu mendobrak pintu kamar dan...
Aakkhh....
Teriakkan membahana Feng Yan dan Feng ran pun terdengar
Begitu juga dengan Wei shu yang juga ikut berteriak saking terkejutnya
Mereka bertiga kemudian dengan kompak membalikkan badan dengan wajah yang sudah merah padam
Di atas ranjang yang tak tertutup dengan kelambu, mereka bertiga melihat kedua majikannya tertidur pulas tanpa pakaian, hanya bagian pinggang ke bawah yang ditutupi selimut
Li Qian sendiri tersentak kaget mendengar pintu kamarnya didobrak dan jeritan pelayan istrinya
Hal pertama yang ia lakukan adalah melihat istrinya, dan untung saja istrinya masih terlelap
Namu seketika ia melotot melihat Wei shu di ambang pintu kamarnya
__ADS_1
Masalahnya saat ini mereka berdua tak mengenakan apapun
Walaupun tertutupi selimut, tapi itu hanya sebatas pinggang saja
Dan istrinya berbaring miring di pinggir ranjang, yang otomatis Wei shu sempat melihat punggung mulus istrinya
" Feng Yan tutup pintunya" ucap Li Qian pelan, tapi masih bisa didengar
Setelah memastikan pintu kamar tertutup dengan benar, Li Qian bangkit dari tidurnya secara perlahan
Ia kemudian membersihkan tubuhnya dengan cepat lalu memanggil Feng Yan untuk membawanya makanan
Sebelum makanan datang Li Qian membawa istrinya yang masih tidur ke kamar mandi
Dengan telaten ia membersihkan tubuh istrinya
Dari mandi memakai baju dan merias, Li Qian lakukan seorang diri
Sementara Jin Yan hanya diam saja dengan mata yang masih enggan untuk terbuka
Tak lama kemudian makanan datang,Jin Yan mau tak mau pun mulai membuka matanya
Karena perutnya sendiri juga minta untuk segera diisi
" Kenapa kau pandai sekali merias wanita Qian?" Tanya Jin Yan curiga
Ia pikir riasan suaminya akan sedikit buruk, namun nyatanya justru sebaliknya
" Karena tuan agung banyak membaca buku buku tentang kecantikan tuan putri " saut Feng Yan yang ternyata masih berada dalam kamar
Dia dan Feng ran tengah membersihkan ranjang yang tampak mengenaskan
Jin Yan yang melihatnya memalingkan wajahnya karena malu
Sementara suaminya malah tampak bangga....
Aneh memang
" Qian aku ingin merenovasi rumah kita, bagaimana menurutmu?" tanya Jin Yan
" Aku sih tak masalah tapi apa tak bisa menunggu lagi?
gaji ku bulan ini dan kemarin belum dikirim"
" Tak apa Qian, uang dari toko kita sudah lebih dari cukup
Lagipula kita juga memiliki uang hadiah dari istana"
" Apa kamu tak apa jika memakai uang itu Jin Yan?
Bagaimanapun juga itu hadiah dari kerajaan bukan"
" Astaga sungguh tak apa Qian, sebenarnya walaupun tanpa uang hadiah itu kita masih bisa merenovasi rumah
__ADS_1
Keuntungan dari toko kita sangat banyak Qian, jadi jangan khawatirkan apapun oke
Urusan rumah biar aku yang mengaturnya" ucap Jin Yan yang langsung dibalas kecupan manis dari suaminya....