
Li chanqing yang mendengar ribut-ribut juga ikut keluar kediaman
Dan betapa terkejutnya dia begitu semua orang tengah berlutut di hadapan lelaki bertopeng yang menantunya sapa dengan sebutan kaisar muda Xuande
" Salam kaisar, mohon maaf karena kami tak menyambut Anda dengan sepantasnya" ucap Li chanqing dengan sedikit melirik tajam kedua wanita yang bisa saja membuat keluarganya binasa
" Tak masalah, aku hanya ingin menengok adik kecilku sebentar
Kebetulan ada beberapa urusan di Qing an, jadi bisa mampir" balas kaisar Xuande, Wu Lei
" Apa ada urusan mendesak sampai sampai kakak datang sendiri?" tanya Jin Yan
Wu Lei menarik nafasnya yang terasa berat, ia mendekati adiknya dan membawanya dalam pelukan yang erat
" Kamu adik kesayangan kakak, namun pernikahan mu harus kakak dengar dari sepucuk surat
Apa menurutmu kakak akan baik-baik saja Jin Yan?" tanya Wu Lei yang masih setia memeluk adiknya, tak memperdulikan tatapan bingung semua orang
" Lepaskan kak, kau membuatku sesak" keluh Jin Yan, tubuh kakak sepupunya ini tinggi besar, dan dia bagaikan anak kecil jika berada dalam pelukannya
" Gadis ini...... kakak tak bisa berlama-lama, datanglah ke Xuande jika ada waktu luang
Dan tentu saja bersama suamimu, mana dia?"
Li Qian pun maju beberapa langkah dan memberi hormat kepada Wu Lei
" salam kaisar muda Xuande, saya Li Qian suami tuan putri agung Jianan "
" Aku tau..... panggil kakak jika tak dalam kondisi resmi
Aku benar-benar harus pergi, tolong jaga gadis kecilku ini baik-baik " ucap Wu Lei dan diangguki langsung oleh Li Qian
" Ini hadiah pernikahan untukmu, hubungi kakak jika kamu memerlukan sesuatu
Kakak pergi...." ucap Wu Lei, mencium kening sang adik dan memeluknya beberapa saat sebelum benar-benar pergi
Setelah Kepergian kaisar Xuande, nyonya Li jatuh bersimpuh di tanah
" Astaga tuanku......aku tadi memakinya, siapa yang tau kalau dia seorang kaisar"
" He cuihua..... sudah kubilang hilangkan sifat cerewet mu itu, lihatlah sekarang
Kau memaki-maki orang asing yang ternyata adalah kaisar Xuande, untung ada tuan putri kalau tidak mungkin kepala mu sudah menggelinding di jalanan" omel Li chanqing yang malah membuat istrinya tambah kesal
Namun kekesalan nyonya Li tak berlangsung lama begitu melihat tumpukan kotak yang dipastikan itu hadiah dari kaisar tadi
Dengan tangan yang masih bergetar ia membuka salah satu kotak
Dan betapa terkejutnya dia begitu melihat isi kotak itu
__ADS_1
" Kita kaya suamiku.....kita kaya" teriak nyonya Li kegirangan
Ternyata isi kotak yang dibuka adalah emas batangan
Semuanya juga tampak melotot terkejut begitu ikut menengok isi kotaknya namun itu tak berlangsung lama begitu tuan besar Li marah dan menutup kotak kembali
" Jangan lancang He cuihua, ini milik tuan putri
Dan hentikan kegilaan mu ini" bentak Li chanqing
" Kau yang gila Li chanqing, kau menghabiskan tabungan kediaman Li demi menyambut menantumu ini
Dan sekarang apa aku tak boleh ikut menikmati hadiahnya?" balas nyonya Li
" Bibi benar paman Li, tabungan kediaman kita sudah menipis
Miaorong rasa tak masalah jika kita menggunakan hadiah milik tuan putri untuk pengganti biaya pernikahan" saut miaorong yang membuat Li Qian marah
" Tidak...... selama aku bekerja aku tak pernah mengambil sedikitpun upah dari kediaman Li
Kurasa upahku selama bertahun-tahun ini lebih dari cukup untuk sekedar membayar biaya pernikahan
Kau bisa menulis rincian biayanya dan tagih padaku nanti jika semuanya masih kurang, tapi jangan pernah lancang untuk menyentuh barang barang milik tuan putri "
" Tak perlu rincian rincian biaya, itu sudah kewajiban kediaman Li
Semuanya terdiam tak tau harus menjawab apa
Sementara Jin Yan sendiri merasa tak enak hati, ia baru satu hari di kediaman Li tapi sudah membuat keributan
" Ibu..... bukannya aku tak mau memberikan hadiah ini padamu
Namun ini pemberian kaisar Xuande, dia tak sama seperti keluarga ku yang lainnya
Dia terkenal tiran ibu, kuharap ibu mengerti "
" Ha.... benarkah itu? jangan membohongi ku tuan putri" ucap nyonya Li tak percaya
" Jin Yan rasa sepak terjang kak Wu Lei merebut tahta sudah tersebar di seluruh pelosok negeri ibu, kalau tak percaya ibu bisa bertanya pada ayah"
" Sudah sudah, yang tuan putri katakan itu benar
Mulai sekarang tak ada yang boleh ikut campur masalah tuan putri dan Qian
Terutama kalian berdua " ucap Li chanqing akhirnya, ia kemudian membawa istrinya yang masih lemas pergi kembali ke kediaman
" Apa kak Qian butuh pelayan dan pengawal?
kalau iya, miaorong bisa mencarikannya" ucap miaorong kepada Li Qian, namun Li Qian enggan membalas
__ADS_1
Sementara Jin Yan sudah menatap aneh wanita di depannya itu
Semenjak di aula utama tadi gerak gerik wanita ini cukup membuatnya waspada
" Orang-orang ku akan datang besok, nona Gao tak perlu merepotkan diri" jawab Jin Yan sebelum pergi menarik suaminya untuk kembali
Dibelakang mereka para pengawal membantu membawa kotak hadiah dari kaisar Xuande
Sampai di kediaman alangkah terkejutnya Ki Qian dan Jin Yan begitu melihat satu ruangan penuh dengan kotak-kotak hadiah
Padahal kotak pemberian kaisar Xuande belum dimasukkan
" Ini semua milikku?" tanya Jin Yan
" Benar tuan putri, ini hadiah dari para pejabat istana namun sebagian besar ini dari keluarga Jiang dan kaisar Zhao Yi" jawab Luse
" Bagaimana kita akan menatanya tuan putri?" tanya Meng Yao kebingungan
Kediaman belakang memang sangat luas namun
untuk ruangannya sendiri masihlah terbatas
" Kalian keluar dulu" pinta Jin Yan begitu melihat suaminya tampak murung
" Ada apa?" tanya Jin Yan, tubuhnya tanpa sadar melangkah dan memeluk suaminya
Qian yang mendapat pelukan hangat dari istrinya tersenyum manis
" Hanya merasa bersalah padamu..... harusnya kamu tak mengahadapi masalah seperti ini dana mendapatkan hal hal y terbaik "
" Dan kamu adalah yang terbaik...." jawab Jin Yan, ia mendongak dalam pelukan suaminya dan mengecup rahangnya sekilas
Perbedaan tinggi mereka cukup jauh, namun itu malah terlihat menggemaskan di mata semua orang
" Kamu adalah hadiah terindah yang pernah kuterima Jin Yan, oh ya aku ada sesuatu untukmu" Li Qian merogoh saku celananya dan memberikannya pada istrinya
" Ini uang simpanan ku yang kutitipkan pada temanku Jin xiao, tak banyak hanya lima ratus tael, kuharap kamu mau menerimanya dulu
Setelah ini aku berjanji akan lebih giat lagi agar dapat membahagiakan mu" ucap Li Qian, kepalanya menunduk, ia malu
" Terimakasih suamiku......tapi sebelumnya bisakah aku meminta sesuatu"
" Tentu saja, katakan padaku apa yang kau mau" jawab Li Qian antuasias
" Bukankah sebelum menikah kita sudah membuat kesepakatan, kamu menerima ku apa adanya dan begitu juga dengan diriku
Kuharap kamu tak merasa rendah diri lagi Qian"
" Emmm aku akan berusaha"
__ADS_1