
Di jamuan keluarga Dong, kursi Jin Yan dan dong dong terletak di bagian depan dan dekat dengan anggota keluarga Dong
Itu menunjukkan bahwa mereka berdua adalah tamu kehormatan kediaman Dong
Namun tak jauh dari tempat duduknya ada dua orang wanita
Mereka ibu dan anak dari keluarga Zhuang, sedari tadi mereka sibuk mencela penampilan dong dong dan itu terdengar jelas di telinga sensitif Jin yan
Jin Yan sendiri hanya melihat mereka dari sudut matanya saja, ia juga ingat kalau ia pernah bersinggungan dengan kedua orang itu saat pertama kali bertemu dengan suaminya
" Dong dong, kudengar keluarga Zhuang adalah keluarga terkaya di bingzhou
Namun dari yang kakak dengar, mereka hanya punya bisnis jual beli kereta di bingzhou
Apa mereka punya usaha di luar kota?" Tanya Jin Yan dengan cara berbisik-bisik
" Setahuku tidak kak, namun kakak ipar nyonya Zhuang adalah pejabat dalam istana
Mungkin hidup mereka bisa sejahtera karena kakak iparnya itu" jawab dong dong
jin Yan tak menyahuti ucapan adiknya, dalam pikirannya sudah berkecamuk tentang kemungkinan yang ada
Tak mungkin seorang asisten pejabat istana bisa mensejahterakan keluarganya sampai seperti ini
Apalagi nyonya Zhuang sepertinya tak takut akan hukum karena ia berani bersinggungan dengan pejabat di kota ini
Aaaakkkhh.....
Lamunan Jin Yan seketika buyar begitu mendengar teriakan dari adiknya
Dan begitu ia menengok kesamping,ia melihat adiknya sudah kotor dengan sisa makanan yang masih menempel di atas kepalanya
Dan sang pelaku malah bersedekap tangan seolah menikmati keadaan adiknya yang tampak kepanasan
" Feng ran, Feng Yan bawa nona muda berganti pakaian dan obati lukanya"perintah Jin Yan dengan nada dinginnya
Setelah memastikan adiknya dibawa pergi,Jin Yan menghampiri pelaku yang melukai adiknya yang tak lain adalah nona muda keluarga Zhuang, Zhuang Furong
Cukup lama Jin Yan menatap tajam nona muda Zhuang itu
Namun yang ditatap tak mengeluarkan sepatah katapun, malah dia memalingkan wajahnya tak mau bertatap muka dengan Jin Yan
Bahkan semua tamu dan keluarga Dong dibuat ketakutan dengan tatapan tajam dari tuan putri itu
Namun sepertinya tak berlaku untuk keluarga Zhuang
Tak sabar menunggu,Jin Yan pun menghampiri keduanya dan.....
__ADS_1
Plakk
Plakk
Dua tamparan keras Jin Yan berikan kepada Furong sampai dia terhempas ke samping saking kerasnya
Furong yang tak terima ditampar, bangkit berdiri dan berniat menampar balik Jin Yan
Namun tentu saja tak semudah itu,Jin Yan menjegal kaki Furong hingga dia jatuh berlutut dengan kedua tangan sebagai tumpuannya
Dengan raut wajah yang datar,Jin Yan menginjak tangan kanan Furong sampai bunyi tulangnya terdengar
Semua orang terdiam syok melihat kesadisan tuan putri, mereka tak mengira wanita cantik itu bisa bertindak sadis
Keluarga dong tentu saja tak kaget, tindak tanduk tuan putri sudah sering mereka dengar dari komandan Dong sendiri
Nyonya Zhuang yang melihat semua itu tentu tak terima,dia mencoba mendorong tuan putri dengan sekuat tenaganya namun tak ada yang terjadi
Sebaliknya tubuhnya sendiri yang terdorong ke belakang
Jin Yan sendiri tak terpengaruh, ia tetap menginjak tangan Furong tak perduli pada darah yang mulai mengalir di bawah sepatunya
" Jangan menangis, bukankah tangan ini yang sudah melukai adikku tadi?
Aku hanya membantumu untuk menghapus dosa"ucap Jin Yan tanpa rasa bersalah sedikitpun
Tanpa berpindah posisi,Jin Yan mengambil mie di atas meja
" Sayang sekali mie nya sudah dingin,apa aku harus meminta mie yang baru untuk membasahi kepalamu?" Tanya Jin Yan pada Furong yang sudah menangis tersedu-sedu di bawahnya
" Ampun tuan putri, tolong lepaskan saya.....saya....."
Byurr
Ucapan Furong terhenti karena kepalanya disiram dengan mie oleh Jin yan
Lengkap sudah penderitaannya, kalau tau begini ia tak akan terang-terangan membuat masalah dengan tuan putri tadi
" Maaf tanganku terpeleset....Kau tak marah kan?
Baiklah sudah cukup main-main nya
sekedar mengingatkan saja,jaga batasan kalian jika tak ingin kubuat babak belur untuk kedua kalinya" ucap Jin Yan,ia juga melepaskan injakan kakinya
Furong langsung menangis histeris begitu melihat penampakan tangannya yang hancur karena injakan tuan putri
Sementara nyonya Zhuang menatap Jin Yan kebingungan
__ADS_1
" Sepertinya nyonya Zhuang sudah lupa ya?
Pelayan saya tadi pernah memberikan hadiah kepada anda beberapa bulan yang lalu
Mungkin nyonya mau mengingatnya lagi?biar saya panggilkan Feng Yan...."
" Oh tidak, tidak...... tidak tuan putri terimakasih,kami akan pergi "panik nyonya Zhuang, ia baru ingat kalau pelayan yang berdiri di belakang tuan putri tadi adalah orang yang menghajarnya dan putrinya beberapa bulan yang lalu
Dan yang lebih parahnya lagi, semua orang malah mendukung aksi pelayan itu dan tak ada yang mau menolongnya
Sekarang ia baru mengerti siapa tuan putri itu, mengingatnya saja membuat tubuhnya bergetar
Yang ada di otaknya sekarang adalah ia harus pergi dari sini sebelum kemalangan yang lebih besar akan menimpanya
" Tunggu sebentar, nyonya Zhuang dengarkan ucapan ku baik-baik
Aku tak akan berdiam diri jika kalian mengusik keluarga ku lagi, camkan itu"ucap Jin Yan sebelum kedua wanita itu pergi
" Kakak ipar terimakasih...."ucap dong dong dari arah belakang
" Dong dong bagaimana?apa lukanya parah?" Tanya Jin Yan, ekspresinya langsung berubah menjadi khawatir
" Tak ada kak, tadi hanya sedikit kepanasan saja
Kak Feng Yan sudah mengompres ku dengan air es tadi
Kakak tak perlu khawatir,tapi apa tak masalah kita melakukan hal itu pada mereka kak?"
" Tenanglah dong dong, kakak iparmu ini seorang tuan putri
Siapa yang berani menyakitinya?
Tuan putri maafkan kami karena tak bisa mengendalikan situasi sampai membuat anda harus mengalami hal yang tak seharusnya "ucap Dong shanhu
" Santai saja shanhu, justru aku yang meminta maaf karena sudah merusak acara keluarga kalian
Maafkan saya atas keributan yang terjadi, silahkan nikmati kembali jamuannya " ucap Jin Yan kepada shanhu kemudian beralih kepada seluruh tamu undangan
Semua orang kini tampak kagum sekaligus takut kepada menantu kediaman Li itu
" Sepertinya anda besok akan menjadi perbincangan panas di Bingzhou tuan putri" bisik shanhu
" Yah sepertinya begitu, semoga saja bukan hal buruk seperti waktu itu lagi
Sangat merepotkan......"
"Untuk saat ini sepertinya tidak tuan putri Apa anda tak melihat seberapa gugupnya mereka saat ia ini?
__ADS_1
Tentu saja mereka tak akan berani berbuat ulah setelah melihat seberapa hebatnya tuan putri kami ini"ucap shanhu yang dibalas dengusan jengkel Jin yan