
" Li Qian....... berdiri" ucapku, tak tau kenapa kakiku serasa melangkah sendiri ke arahnya
Sementara Li Qian mendongak sedikit begitu mendengar suara gadis pujaannya namun detik itu juga ia menurunkan pandangannya kembali
" Saya sedang dihukum tuan putri"
" Dia hanya seorang asisten sekretaris, sedangkan aku tuan putri agung
Mana yang harus lebih kau dengarkan?" tanya Jin Yan, namun Li Qian tak mampu menjawabnya
" Berdiri dan ikut denganku" perintah Jin Yan tanpa mau dibantah lagi
Li Qian akhirnya mencoba berdiri, namun karena tak ada asupan sama sekali selama dua hari dia tubuhnya semakin lemas
" Bantu dia....." ucap Jin Yan pada kedua pelayannya
Jin Yan pun pergi terlebih dahulu menuju istana pribadinya, dibelakangnya Feng Yan dan Feng ran membantu memapah Li Qian yang ternyata sudah pingsan
Sesampainya di istana pribadiku, Li Qian diobati oleh tabib
Dan syukurnya tak ada yang mengkhawatirkan, cukup beristirahat sejenak dan makan makanan bergizi untuk memulihkan tenaganya
" Kenapa masih disini? bukankah para pejabat lainnya sudah pulang?" tanyaku pada Li Qian, begitu ia terbangun aku kembali menemuinya dengan membawa nampan makanan dan minuman
" Terimakasih sebelumnya tuan putri, saya ada tugas resmi dengan beberapa pejabat istana tuan putri "
" Oh baiklah, kalau begitu hati-hatilah
Istana adalah tempat yang paling berbahaya di dunia ini
Jaga dirimu baik-baik, aku pergi dulu"
Li Qian hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk menjawab tuan putri, namun setelah kepergiannya.....senyum bahagia tercetak jelas di wajah tampannya
Serasa mimpi, diperhatikan oleh gadis yang ia sukai
Jin Yan berjalan seorang diri menuju tempat peristirahatannya, namun sekelibat dia melihat beberapa orang asing yang keluar dari area tempat peristirahatannya
Biarkan sajalah, hari ini aku sudah cukup lelah
Keesokan harinya negara Qing an dihebohkan dengan pemberitaan panas anggota kerajaan
Berita itu terkait dengan gelar yang baru diterima tuan putri dan yang membuatnya heboh adalah rumor tentang tuan putri yang buruk rupa
Banyak orang yang mempertanyakan kevalidan berita itu, namun karena tuan putri sendiri selalu memakai cadar, semua orang berasumsi bahwa berita itu benar adanya
__ADS_1
Tak tau saja mereka seperti apa orang yang tengah mereka perbincangkan
Bahkan yang tengah mereka perbincangkan kini malah sibuk dengan makan malamnya bersama kedua pelayannya
Tak menghiraukan kehebohan yang tengah terjadi....
" Wu jin yan...... semua orang tengah heboh dengan berita tentangmu, tapi kamu......" kaisar Zhao Yi yang tiba-tiba datang dan mengomel, kini tak mampu lagi berkata-kata melihat betapa santainya ponakannya itu
" Yang mulia tenang saja, tuan putri sama sekali tak terpengaruh dengan berita itu
Lagipula rumor itu tak benar adanya" ucap Feng ran mewakili tuan putri
Karena tuan putrinya sendiri masih sibuk dengan makanannya
" Tapi rumor ini merusak nama baikmu Jin Yan, ibu suri sengaja melakukan ini agar kau tak memiliki jalan keluar lainnya " ucap Zhao Yi dengan wajah frustasinya
" tenanglah paman, lagipula aku masih di bawah umur untuk menikah saat ini
Jadi tak perlu memusingkan nama baik" bantah Jin yan
" Terserah kau saja, lakukan apapun yang kau mau.....aku harus pergi, jangan tidur terlalu larut " ucap kaisar Zhao Yi seraya mengelus dan mengecup kening keponakannya sebelum pergi
Jin Yan hanya mengangguk saja dan kembali meneruskan makannya
Setelah makan malam, Jin Yan benar benar ingin langsung tidur, karena itu kedua pelayannya pergi dan membiarkan tuan putrinya beristirahat
Tubuhnya kini terasa aneh....
Semakin lama tubuhku semakin panas dan tak terkendali
Aku masih berusaha mewaraskan diriku, sampai akhirnya pintu kamarku terbuka
walaupun mataku sudah berkunang-kunang, aku masih bisa melihat dengan jelas kalau Jing Zhou tengah berdiri di ambang pintu dengan seringai kemenangannya
" Oh tidak....... tubuhku semakin tak terkendali, aku harus segera pergi dari sini" batinku
Dengan bersusah payah aku mencoba kabur lewat jendela kamar yang kebetulan berada di samping tempat tidurku
Aku melompat dari jendela dan jatuh berguling-guling di rerumputan
Seandainya keadaan ku tak seperti ini, melompat dari jendela bukanlah hal yang sulit
Namun sepertinya perjuangan ku belum berakhir, Jing Zhou ikut melompat dari jendela dan mulai mendekati ku
Baru kali ini aku ketakutan menghadapi seseorang, aku takut tak bisa mempertahankan harga diriku
__ADS_1
Lihat saja tatapan matanya, begitu liar seakan akan menemukan mangsa yang lezat
semua pria pasti akan seperti itu ketika melihat seorang wanita dengan pakaian tidur yang cukup terbuka tengah jatuh tak berdaya
Walaupun tubuhku sudah mulai tak terkendali, aku mencoba berdiri dan melawannya
Namun karena sedikit saja sentuhan, tubuhku semakin tak terkendali dan berakhir aku yang terlentang tak bisa melakukan apapun lagi
Setetes demi setetes air mataku berjatuhan, kalau sampai pria ini berhasil menodai ku, aku tak akan sudi melanjutkan hidup ini
Namun sepertinya aku mempunyai harapan, di ambang kesadaran ku, aku melihat kedatangan pemuda yang akhir akhir ini selalu menghantuiku
Dia datang menyelamatkan ku, dengan ganasnya dia memukul Jing Zhou hingga hilang kesadaran
" Tuan Putri.....tuan putri, tuan putri tak papa?" tanya Li Qian panik, ia memangku tubuh Jin Yan saking paniknya
" Li Qian..... afrosidak, sepertinya ada yang meracuniku dengan itu
Aku....aku sudah tak tahan lagi" ucap Jin Yan lirih, sentuhan tangan Li Qian dipipinya malah semakin memperburuk kondisinya
Dengan tangan yang bergetar, aku menarik wajahnya dengan cepat, tak membiarkan dirinya menolak ku
Kutempelkan bibir mungilku pada bibirnya, hanya sekedar menempel karena aku tak tau harus bagaimana
Namun hal itu membuat tubuhku semakin membaik
Namun itu tak berlangsung lama, sampai tengkukku dipukul dan jatuh ke dalam kegelapan
Li Qian sang pelaku kini malah terdiam seperti orang bodoh
" Dia......dia menciumku?" gumam Li Qian pada dirinya sendiri
Tangannya terangkat untuk mengelus wajah gadisnya yang tak terlapisi cadar
Cantik....... sangat cantik, semua orang yang melihatmu pasti akan gigit jari melihat kecantikannya
Entah berasal dari mana rumor tak berdasar itu
Karena takut gadisnya kedinginan, Li Qian mengangkat tubuh putri agung dan berniat membawanya kembali ke kamar
Namun begitu ia berbalik ia dikejutkan dengan rombongan kaisar dan ibu suri agung yang menatapnya tajam
Aku hanya terdiam tak bisa melakukan apapun namun aku tak menyesali apa yang sudah kulakukan
Dengan lembut, kaisar Zhao Yi mengambil tuan putri dari gendonganku dan meminta prajurit untuk menahanku
__ADS_1
" Aku tau ini akan terjadi, semoga saja nyawaku masih bisa diampuni
Aku masih ingin melihat lagi wajah cantiknya" dia Li Qian dalam hati