
" Kak Qian, apakah menurutmu aku sejahat itu?" Tanya miaorong dengan nada sendunya
" Mungkin inilah sifat aslimu, namun aku tak bisa melihatnya sedari dulu" jawab Li Qian kemudian meninggalkan miaorong yang sudah menangis tersedu-sedu
Li Qian yang berjalan menuju kediamannya terhenti karena melihat sesuatu yang lucu
Li dongzhi adiknya yang terkenal cuek pada sekitar kini tengah mondar-mandir tak jelas di halaman kediamannya
Ia dapat melihat raut wajah adiknya yang tampak cemas dan gelisah
" Apa yang kau lakukan?" tanya Li Qian, menghampiri adiknya
" Kakak akhirnya kau datang, cepat bantu aku minta maaf kepada kakak ipar
Tadi pagi aku sudah menyinggungnya" pinta dong dong
" Baiklah tunggu sebentar " ucap Li Qian, ia tak bertanya lebih jauh karena tadi Wei Shu sudah menjelaskan semua yang telah terjadi
" Sepertinya istriku sekarang bertambah sibuk sampai tak menyambut kedatangan suaminya " sapa Li Qian, setengah menyindir istrinya yang sama sekali tak menyadari kedatangannya karena tumpukan buku yang tengah dikerjakan
" Ah Qian..... maafkan aku
Aku terlalu fokus sampai tak mendengar kedatangan mu" ucap Jin Yan, ia mencium punggung tangan suaminya lalu memeluk tubuhnya erat
" Baiklah tak apa, tapi di depan ada adikku Li dongzhi
Dia ingin meminta maaf padamu"ucap Li Qian seraya membalas pelukan istrinya dengan lebih erat
" Benarkah? Kalau begitu kenapa tak menyuruhnya masuk, dong dong masuklah....." Teriak Jin yan
Dong dong yang mendengar teriakkan kakak iparnya pun masuk, sementara Li Qian menepi
Dia membiarkan kedua gadis kesayangannya itu berbicara dan mendekatkan diri
" Kakak ipar, kakak ipar maafkan ketidaksopanan ku tadi
Tadi aku hanya terkejut dan merasa tak percaya kalau bibi Tian akan melakukan hal itu" ucap dong dong dengan wajah memelasnya, sangat tak seimbang dengan penampilannya yang terkesan seperti lelaki urakan
" Masalah tadi bisa kakak maafkan, tapi lain kali berhati-hatilah dong dong
Jangan mudah percaya dengan orang disekitar mu apalagi kau seorang prajurit"
" Tentu kakak terimakasih nasihatnya
Sebenarnya sudah lama aku ingin bertemu denganmu, jauh sebelum kakak menikah"ucap dong dong dengan wajah yang tersipu malu
" Kau mengenalku?" Tanya Jin Yan bingung, karena ia merasa tak pernah bertemu dengan dong dong sebelumnya
" Tentu saja tidak kak, aku dan kak Qian sering mendengarkan cerita kakak dari komandan Dong
__ADS_1
Kakak tau dia kan?"
" Ah pak tua itu, semoga dia tak menceritakan yang tidak-tidak tentangku "
" Tentu saja tidak kak, semua hal baik selalu di bicarakan komandan
Waktu itu kukira dia hanya membual saja, tapi ternyata setelah bertemu kakak......"
" Sudah hentikan dong dong, pujian mu pada istriku pasti ada maksud tertentu " saut Li Qian yang sudah berjalan menghampiri istri dan adiknya
Sementara dong dong sudah meringis malu karena triknya dibongkar langsung oleh sang kakak
" Apa ada yang kau inginkan dong dong?"
" Kakak ipar memang yang terbaik, emmm begini...... komandan Dong pernah berkata kalau kakak mahir menggunakan semua senjata dan ilmu beladiri dari berbagai negara
Bolehkah kakak mengajariku?" Tanya dong dong agak ragu
" Kakak tak bisa berjanji padamu, seperti yang kau lihat kakak sangat sibuk
Tapi kakak rutin berlatih setiap dua hari sekali, kau bisa melihatnya jika ingin
Atau kalau kau mau, kau bisa meminta Feng Yan dan Feng ran mengajarimu
Ilmu beladiri kedua orang itu diatas rata-rata" tawar Jin Yan
" Baiklah kak terimakasih, aku akan datang lagi jika ada waktu luang
" Yah dan orang itu adalah aku, pergilah kembali ke tempatmu sana" usir Li Qian, ia menyeret adiknya sampai ke depan gerbang kediamannya lalu menutup gerbang itu rapat-rapat
Setelah mengusir adiknya, Li Qian kembali mengusir pelayan dan pengawal yang tengah bertugas, ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan istrinya selagi ia mendapatkan tugas di bingzhou
" Istirahatlah lebih awal Qian, kau pasti lelah " ucap Jin Yan kepada suaminya yang sedari tadi duduk diam menemaninya bekerja
" Aku ingin menemanimu, lagipula mana bisa aku tidur tanpa memeluk istri cantikku ini"
" Baiklah baiklah terserah kau saja " putus Jin yan akhirnya
Malam itu Jin Yan menghabiskan waktunya untuk membaca seluruh pembukuan keluarga Li
Pembukuan itu mencakup pemasukan dan pengeluaran kediaman Li yang berasal dari usaha pribadi
Lain halnya dengan tunjangan maupun gaji dari pihak kerajaan
Namun sekian lama ia membaca, ia menemukan banyak keganjalan dalam pembukuan itu, jumlah pengeluarannya sangat tak masuk akal
Bahkan sisa anggarannya saja tinggal sedikit
Sudah sangat jelas kalau keuangan kediaman Li telah digelapkan seseorang
__ADS_1
" Qian sepertinya aku harus mendiskusikan ini dengan ayah" ucap Jin Yan begitu ia mengetahui garis besar isi pembukuan
" Hmmm sebenarnya baik aku ayah maupun ibu sendiri tak mengurus hal ini jin Yan, jadi kami tak tau kalau keuangan kediaman sangat buruk
Padahal kami baru panen beberapa bulan yang lalu, dan hasilnya sangat bagus
Tapi ternyata......"
Li Qian sendiri juga kebingungan melihat pembukuan kediamannya,dia tak pernah tau biaya kebutuhan rumah tangga
tapi tak masuk akal juga kalau sampai sebanyak itu
" Sudahlah, masalah ini biar ku bicarakan dengan ayah
Yang penting keuangan keluarga kita aman"
" Yayaya istriku memang yang terbaik "
" Kau tak ingin melihat keuangan kita Qian?"
" Tak perlu, aku lebih berminat untuk mengajak istriku ini beristirahat
Ayolah, ini sudah larut malam jin Yan, setidaknya biarkan suamimu ini melepas rindu"
Pagi-pagi buta Jin Yan sudah berlatih, namun saat ini ia ditemani suaminya
Selepas latihan pasangan itu bersiap untuk memberikan salam pagi kepada kedua orangtuanya
Di kesempatan itu juga jin Yan ingin membicarakan masalah keuangan dengan ayahnya
" Ayah jin yan ingin melapor, ini mengenai tugas yang ayah beri kemarin
Semalam saya sudah mempelajarinya ayah, dan ayah harus melihatnya sendiri,aku tak mau ada kesalahpahaman nantinya"
" Tuan putri bisa langsung mengatakannya saja, lagipula ada Qian yang menemani jadi tak mungkin ada kesalahpahaman" jawab Li chanqing
" Baiklah ayah, ini hanya pembukuan bulan ini saja
Terhitung bulan ini kediaman Li memiliki pemasukan dari sawah dan beberapa rumah yang disewakan
Total pemasukannya sekitar lima ribu tael emas dan seratus tael perak
Namun kediaman juga mengeluarkan banyak biaya, dua ribu tael emas untuk pelayan dan pengawal
Seribu lima ratus tael emas untuk ibu dan dong dong
Seribu tael emas untuk paman Gao, Lin Li dan miaorong
Dan sisanya untuk kebutuhan kediaman, anggaran yang tersisa kini hanya tinggal lima ratus tael perak saja ayah" jelas Jin Yan
__ADS_1
" Kenapa bisa sebanyak itu?" Kaget Li chanqing