
Setelah berbincang dengan Lin Li, suasana hati miaorong menjadi lebih baik
Dengan riang ia pergi ke dapur kediaman untuk membuat sup manis
Rencananya ia akan memberikan sup itu untuk pamannya
Beberapa hari ini pamannya itu sedang tak enak badan karena kelelahan
Begitu supnya sudah siap, ia mengantarkan sup itu ke tempat pamannya berada
" Paman bagaimana keadaan mu?
Aku membawakan sup manis kesukaan paman"
" Paman sudah jauh lebih baik miaorong, sepertinya sudah lama paman tak merasakan masakanmu
Kemarikan supnya miaorong " ucap Gao fuyu
Miaorong tersenyum dan mendekati pamannya,ia lalu memberikan sup yang ia bawa
Sementara dirinya menggantikan pamannya yang tengah membersihkan tumpukan buku-buku yang cukup tua
Pandangan mata miaorong tak sengaja melihat kertas yang terselip diantara buku buku itu
Karena penasaran miaorong menarik selembar kertas itu dan begitu membaca
Betapa terkejutnya ia....
" Paman..... kenapa paman tak pernah memberitahukan hal ini?" Teriak miaorong tepat di depan wajah pamannya
Ternyata tulisan di kertas itu menyatakan tentang perjanjian perjodohan antara dirinya dan Li Qian
Andai dia tau sejak awal, tentu saja semuanya tak akan berakhir seperti ini
" Miaorong itu perjanjian lama
Lagipula sekarang tuan muda Li sudah menikah, dengan seorang tuan putri pula
Tak ada tempat lagi untukmu miaorong
Paman tau kau mencintai tuan muda,tapi dia sudah menikah
Carilah pemuda yang lebih baik miaorong"nasehat Gao fuyu
Namun miaorong tak mendengarkan nasehat pamannya
Sebaliknya ia malah berlutut dan memohon kepada pamannya itu
" Aku mohon paman, aku sangat mencintai kak Qian
Kumohon tagihlah janji ini kepada paman Li.... kumohon paman, kumohon "
Gao fuyu tak berdaya lagi melihat keponakan yang ia sayangi memohon mohon di bawah kakinya
" Berdirilah miaorong
Paman akan mencoba berbicara kepada tuan besar
Tapi keputusannya tetap akan ada pada tun besar Li" putus Gao fuyu akhirnya
Gao fuyu pun membuat miaorong ke kediaman utama, disana dia dengan sungkan menjelaskan apa yang telah terjadi
Awalnya Li chanqing menolak dengan halus permintaan Gao fuyu dan miaorong
__ADS_1
Bukannya tak menepati janji atau apalah, namun keadaannya sekarang berbeda
Putranya menikahi seorang putri agung, tak mungkin juga ia membuat masalah dengannya
Begitu juga dengan nyonya Li, walaupun ia tak menyukai menantunya
Namun dia adalah wanita yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetiaan
Permintaan miaorong sepertinya sangat tak tau malu
Ia paling benci melihat seseorang yang ingin merusak hubungan baik sepasang suami istri
Namun perkataan miaorong yang mengatakan kalau Li Qian dan tuan putri agung tak bisa bermalam mengusik pikiran Li chanqing dan istrinya
Bagaimanapun juga mereka berdua menginginkan seorang penerus untuk keluarga Li
" Miaorong..... apapun itu, paman tak bisa menepati janji paman
Tolong mengertilah" ucap Li chanqing
Mendengar itu miaorong terdiam, namun otaknya berpikir keras
Bagaimana caranya agar kemauannya dituruti
" Baiklah kalau begitu miaorong mengerti tapi......"
" Aaaakkkhh tidak, hentikan miaorong
Apa yang kau lakukan?" Bentak nyonya Li begitu melihat miaorong melukai tangannya dengan jepit rambut
" Aku sangat mencintai kak Qian, kalau aku tak bisa memilikinya
Lebih baik aku mati" ancam miaorong
Walaupun hati mereka dipenuhi keraguan, entah apa yang akan terjadi kedepannya
Saat itu juga Li chanqing membawa miaorong ke kediaman belakang
Hal itu ia lakukan karena mengetahui putranya sedang pergi
Jadi dia memanfaatkan kesempatan itu
Memikirkan putranya,ia yakin sebentar lagi anak itu akan marah besar jika mengetahui apa yang terjadi
" Sampaikan kepada tuan putri, aku ada perlu dengannya" ucap Li chanqing kepada pengawal yang menjaga gerbang kediaman belakang
Biasanya ia akan langsung diperbolehkan masuk oleh si pengawal
Namun melihat ia datang bersama miaorong, pengawal itu sedikit ragu dan berakhir menahannya di depan gerbang
Setelah beberapa saat menunggu, salah satu pengawal mempersilahkan Li chanqing masuk
" Bagaimana kabar tuan putri? Apakah sudah lebih baik?" Tanya Li chanqing begitu sudah dipersilahkan duduk oleh Jin Yan
" Sudah ayah, ada apa ini?
Kenapa tiba-tiba datang bersama nona Gao?
Apa ayah ada perlu?" Tanya Jin Yan
" Emmm begini tuan putri, saya membawa miaorong untuk tinggal disini
Tolong terima dia" ucap Li chanqing, dia bingung harus bagaimana menjelaskan nya
__ADS_1
" Tinggal disini? Apa maksudnya ayah?" Tanya Jin yan kebingungan
Li chanqing pun mau tak mau menjelaskan tentang perjanjian pernikahan antara miaorong dan Li Qian
Dengan penuh permohonan Li chanqing meminta Jin Yan untuk menerima miaorong
Apalagi Jin Yan takĀ bisa memenuhi kebutuhan biologis Li Qian
Sementara Jin Yan sedari tadi sudah mencoba menahan emosinya
"Alasan yang tak masuk akal, pasti ini semua karena hasutan siluman rubah itu" batin Jin yan
Dan benar saja,Jin Yan melihat seringaian miaorong di balik wajahnya yang menunduk
" Karena sudah ada perjanjian terlebih dahulu
Apa ku harus mengalah?
Miaorong menjadi istri pertama dan aku menjadi selir
Begitukan seharusnya ayah?" Tanya Jin Yan, masih tetap mempertahankan ekspresi tenang di wajahnya
" Oh tidak tuan putri, tentu saja tidak
Anda tetap menjadi istri pertama putraku Li Qian, hanya saja biarkan miaorong hidup berdampingan dengan kalian" pinta Li chanqing
" Benar tuan putri, asal anda membiarkan saya berdiri di samping kak Qian
Saya tak membutuhkan status apapun" saut miaorong
" Baiklah aku mengerti, ayah bisa pergi dulu dan bawa miaorong
Masalah ini biar Li Qian yang memutuskan sendiri
Aku akan menerima miaorong kalau Li Qian juga menerimanya " putus Jin Yan
Li chanqing dan miaorong pun akhirnya keluar dari kediaman belakang
Berbeda dengan Li chanqing yang tampak gelisah, miaorong justru tampak berbunga-bunga
Ia sangat yakin kalau Li Qian akan menerimanya
Selepas kepergian tamu yang tak diundang itu, Jin Yan terdiam dan merenung di ruang kerjanya
Dia tak mau dan tak rela berbagi suami...
Selama ini ia ingin menjalani kehidupan normal, sebuah keluarga yang bahagia
Dia ingin suaminya menjadi sandarannya ketika lelah, dan hanya ia yang boleh bersandar pada suaminya
Sangat posesif, itulah Jin yan
Harta benda bisa ia relakan, namun tidak untuk orang yang ia cintai
Tak lama kemudian Jin Yan melihat kedatangan suaminya
Dia baru saja kembali setelah mengantarkan temannya pulang
Begitu suaminya akan masuk kediaman, Jin Yan segera menutup pintu
Tepat di depan wajah suaminya
" Apa yang terjadi....?" Gumam Li Qian
__ADS_1