
" Aku serius ayah, nona mereka sendiri yang menolongku
Sepertinya mereka bukan orang bingzhou ayah "
" Apa kau serius Qian? kau yakin dia seorang wanita?" tanya Li chanqing sekali lagi
" Sungguh ayah, aku tak berbohong, kau bisa menyelidikinya jika tak percaya
Kurasa mereka semua bukan orang-orang biasa, lihat saja pengawalnya tadi"
" Emmm apa kau punya petunjuk?"
" Mereka tinggal di penginapan ujung pasar ayah, kau bisa menyelidiki mereka dari sana tapi jangan sampai menyinggung mereka" jawab Li Qian
Keesokan harinya, Li chanqing berjalan dengan tergesa-gesa menuju kediaman timur
Kediaman putranya tinggal
" Li Qian benar apa yang kau katakan kemarin" ucap Li chanqing tanpa basa-basi
Li Qian hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah melihat kelakuan ayahnya yang tiba-tiba datang tanpa mengetuk pintu
Untung saja ia sudah selesai berpakaian
" Apanya yang benar ayah?" tanya Li Qian
"Mereka berbahaya......
Apa kau tau apa yang telah terjadi setelah kau pergi dari hadapan keluarga Zhuang?" tanya Li chanqing yang dibalas gelengan kepala Li Qian
" Saat kau pergi, Bukankah masih ada satu pelayan pribadi nona itu yang tinggal?
Disana dua pengawal pribadi pelayan itu menghabisi seluruh pengawal keluarga Zhuang tanpa terkecuali
Dan kau tau Qian? mereka semua mati dalam keadaan tak mengeluarkan darah sedikitpun
Entah bagaimana mereka melakukannya " ucap Li chanqing menggebu-gebu
" Sepertinya kita harus berhati-hati dengan mereka ayah tapi semoga saja mereka singgah lebih lama di bingzhou "
" Haaa.....kau gila, mereka berbahaya Li Qian" bentak Li chanqing begitu mendengar kata tak masuk akal dari putranya
" Aku tau mereka berbahaya ayah, tapi menurutku mereka ada di jalan yang benar
Terlebih lagi mereka tak takut melawan keluarga Zhuang, bisa Qian pastikan kalau orang-orang itu punya dukungan yang kuat di belakangnya"
" Terserah apa katamu, lupakan dulu masalah ini
Lebih baik fokuskan dirimu untuk pemulihan, Sete itu gantikan aku ke ibukota "
" Apa maksud ayah? untuk apa aku ke ibukota?" tanya Li Qian bingung
" Sepertinya kepala mu saat ini benar-benar bermasalah ya?
Tentu saja untuk menghadiri ulang tahun ibu suri agung" jawab Li chanqing jengkel
" Bukankah biasanya kita hanya mengirimkan hadiah saja, lagipula kita ini hanya pejabat kecil ayah"
" Masalahnya semua pejabat diwajibkan hadir, ulang tahun ibu suri hanyalah pemanis saja
Sebenarnya akan diadakan rapat Akbar di istana nantinya dan itu berkaitan dengan hadirnya cucu dari kaisar pendahulu" jelas Li chanqing
" Apa cucu kaisar pendahulu itu sangat penting ayah?"
__ADS_1
Li chanqing menggelengkan kepalanya melihat putranya yang terus bertanya-tanya
" Tentu saja, dia adalah garis keturunan sah kerajaan Qing an ditambah lagi dia tuan putri agung negara Xuande
Dan menurut kabar yang beredar tuan putri agung itu memiliki tiga plakat Kerajaan"
" Baiklah ayah, aku akan menggantikan mu" putus Li Qian akhirnya
Setelah ayahnya pergi dari kamarnya, Li Qian bangkit dan keluar dari kediaman timur
Sebenarnya ia merasa sedikit asing dengan kediamannya sendiri
Semua itu dikarenakan dirinya yang lebih banyak menghabiskan waktu di kamp militer ketimbang kediamannya sendiri
Tak terasa langkah kakinya membawanya menuju kediaman belakang
Kediaman yang cukup terpencil dari kediaman lainnya
Kediaman Li sendiri dibagi menjadi empat bangunan, ada kediaman timur barat kediaman belakang dan kediaman utama
Kediaman utama ditempati oleh kedua orangtuanya dan adik perempuannya
Kediaman timur ditempati oleh dirinya sendiri, sepupu, penasihat pribadi ayahnya beserta keponakannya
Kediaman barat diperuntukkan bagi tamu dan tempat berkumpul keluarga
Sedangkan kediaman belakang dibiarkan kosong
" Sayang sekali, padahal bangunan kediaman ini sangat luas dan memiliki halaman yang lapang" gumam Li Qian sembari melihat sekeliling kediaman belakang
Bahkan di halaman belakang nya ada lahan kosong yang sangatlah luas, sayang sekali tak terurus
Li Qian kemudian mengistirahatkan tubuhnya di bawah pohon yang besar dan rindang
Ini semua salah ayahnya yang mengajaknya berbicara sampai mengabaikan sarapan
Mau tak mau Li Qian pun bangkit dan pergi menuju dapur untuk mencari makanan
Baru separuh perjalanan, langkanya terhenti karena sapaan seorang gadis
" Kak Qian..... kapan kakak pulang?" tanya Gao miaorong
Dia adalah keponakan penasihat ayahnya, Gao fuyu
Sedari kecil ia memang tinggal di kediaman Li karena ayah dan ibunya yang sudah meninggal, jadi pamannya yang mengurus Gao miaorong
" Kakak sudah pulang dari kemarin miaorong" jawab Li Qian lembut
Ia memang sudah menganggap miaorong sama seperti Li dongzhi, adik kandungnya sendiri
" Emmmm..... berarti benar rumor yang tengah beredar di bingzhou
Apa kakak tak apa? kudengar kakak bermasalah lagi dengan keluarga Zhuang" tanya miaorong penuh perhatian
" Tak apa, ada orang baik yang menolongku kemarin
Miaorong bisakah kau meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untukku " pinta Li Qian
" Tentu saja kak, biar miaorong sendiri yang menyiapkan makanan untuk kak Qian
Kakak tunggu saja di ruang makan" ucap miaorong kemudian berlalu pergi tanpa mendengarkan persetujuan dari Li Qian
Di tempat lain Wu jin yan, tuan putri agung negara Xuande dan cucu sah kerajaan Qing an tengah sibuk bersiap di dalam penginapannya
__ADS_1
Tak tau saja dia kalau namanya saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di seluruh penjuru Bingzhou
" Nona mau kemana dengan penampilan seperti ini?" tanya Feng Yan begitu masuk ke dalam kamar nonanya
Saat ini ia cukup terkesima dengan penampilan nonanya, entahlah..... padahal ia sudah melayani nonanya dari kecil tapi keterpesonan nya terhadap sang nona tak pernah hilang
Padahal Jin Yan sendiri hanya mengenakan hanfu polos berwarna putih dengan cadar putih yang senada dengan hanfunya
" Astaga nona kecilku ini...... dengan cadar yang menutupi sebagian wajah anda, itu sama sekali tak menutupi pesona anda nona
Lebih baik nona memakai penutup kepala saja agar lebih aman
Kita masih baru disini nona" saut Feng ran
" Dicuaca yang sepanas ini? oh tidak terimakasih" balas Jin yan acuh kemudian pergi meninggalkan kedua pelayannya
Mau tak mau kedua orang itu akhirnya mengikuti sang nona
Jin yan sendiri sebenarnya tak memiliki tujuan, ia hanya ingin berjalan jalan dan merilekskan otak saja sebelum kembali ke istana
Sampai di tengah jalan ia bertemu dengan pemuda yang kemarin ia tolong, tapi bedanya dia saat ini tengah mengenakan seragam prajurit dan diikuti beberapa orang berseragam prajurit juga
Sepertinya dia sedang bertugas
Namun anehnya dia berjalan menghampiri kedua pelayanku dan melewati diriku begitu saja
" Selamat siang nona Feng ran dan nona Feng Yan, kebetulan sekali kita bertemu disini" spaa Li Qian berbasa-basi
" Sepertinya kau memang sengaja menghampiri kami tuan" sarkas Feng yan
" Maafkan saudara saya tuan muda Li, apa tuan ada kepentingan sampai menghentikan jalan kami?" tanya Feng ran
" Ya.....saya ingin mengundang nona besar kalian untuk jamuan di kediaman Li
Hitung hitung sebagai tanda terimakasih saya dan keluarga" ucap Li Qian
" Sepertinya tak bisa tuan, nona kami sibuk" ketus Feng Yan
" Bahkan nona belum menanyakan hal ini kepada nona besar" sangkal Li Qian
Feng Yan yang memang dasarnya tak mudah didekati mendengus kasar dan pergi berlalu meninggalkan Li Qian
Feng ran sendiri hanya bisa meminta maaf sekali lagi karena sikap saudaranya
" Tuan muda Li, sekali lagi maafkan ketidaksopanan Feng Yan, dia memang susah berinteraksi dengan orang baru
Namun yang dikatakan saudara saya memanglah benar, nona saya tak bisa menerima ajakan tuan muda
Sekali lagi mohon maaf"
" Apa nona Feng ran yakin? coba tanyakan dulu pada nona besar kalian, siapa tau dia setuju"
" Tak perlu tuan muda, nona saya sudah mendengarnya sendiri tadi
Dan juga jangan panggil nona saya dengan sebutan nona besar tuan, dia tak akan suka " ucap Feng ran yang semakin membuat Li Qian kebingungan
" Gadis berpakaian putih dan bercadar yang anda lewati tadi adalah nona kecil kami tuan muda
Saya garis bawahi, dia adalah nona kecil kami
Umurnya masih belasan tahun, karena tak ada kepentingan lagi saya pamit tuan"
Feng ran pun pergi meninggalkan Li Qian yang memaki-maki dirinya sendiri
__ADS_1