
" Tuan putri, semuanya sudah berjalan sesuai dengan instruksi dari anda
Anda bisa tenang dan beristirahat sekarang, hari sudah larut dan anda belum makan apapun sejak tadi siang" ucap Feng yan
" Nanti dulu, sebentar lagi ini akan selesai " jawab Jin Yan tanpa mengalihkan pandangannya dari laporan yang tengah ia baca
" Makan dulu tuan putri, mari saya suapi" bujuk Feng Yan sekali lagi
" Nanti Feng Yan"
" Tapi....." ucapan Feng Yan terhenti karena ada yang menepuk pundaknya, begitu ia berbalik ternyata suami tuan putrinya telah pulang
Namun dia memberi isyarat agar tak membuat suara
Feng Yan yang mengerti, melangkah mundur dan pamit pergi tanpa suara
Li Qian kemudian menyerahkan susu hangat kepada istrinya tanpa berbicara
" Sudah kubilang tak mau Feng Yan, kenapa kau......Qian, kenapa tak bilang kalau mau pulang?" tanya Jin Yan dengan raut wajah kagetnya, ia langsung melompat ke pelukan suaminya saking rindunya
Li Qian yang melihat wajah antusias istrinya tertawa bahagia, ia menangkap tubuh istrinya dan menggendongnya ala koala
" aku hanya punya waktu satu jam untuk melihatmu" ucap Li Qian yang membuat Jin Yan tambah mengeratkan pelukan mereka
Tanpa mereka ketahui seseorang tengah menatap keduanya dengan tatapan marah, benci sekaligus sedih
Waktu satu jam Jin Yan habiskan untuk memeluk erat suaminya, ia tak melepaskan nya sedikitpun
Sampai akhirnya Wei Shu datang menjemput
" Aku harus pergi, kalau ada apa-apa segera kirim surat, aku akan langsung pulang" ucap Li Qian, ia mencium kening istrinya cukup lama sebelum pergi
" Padahal aku masih merindukannya" gumam Jin Yan setelah suaminya benar benar pergi
" Tuan agung sedang berjuang untuk masa depan keluarga nya tuan putri" ucap Feng Yan
" Aku tau, hanya terkadang merasa sangat merindukan nya saja
Feng Yan bagaimana proses pembangunannya?"
" Semua berjalan tuan putri, anda tak perlu khawatir" balas Feng Yan
" Tambahkan pekerja lebih banyak, aku ingin bulan depan semuanya sudah siap
Setelah itu, aku mau merenovasi kediaman belakang ini"
" Sesuai perintah anda tuan putri"
Pagi harinya ketika Jin Yan dan kedua pelayannya tengah di pusat kota, mereka dihentikan oleh bangsawan Jinghai
" Ada perlu apa?" tanya Feng Yan mewakili tuan putrinya yang enggan berbicara
"Menyingkirlah, aku ada perlu dengan tuan putri agung" ucap Jing Zhou seraya menggeser tubuh Feng Yan kesamping
" Bersikaplah sopan tuan muda, ada perlu apa anda mencari saya?" tanya Jin Yan ketus
" Hanya ingin menyapa dan meminta maaf kepada
tuan putri agung "
__ADS_1
" Tak perlu meminta maaf jika hatimu sama sekali tak merasa bersalah, menyingkirlah jangan menghalangi jalan "
" Tuan putri memang berbeda dengan gadis yang lain
Baiklah saya akan jujur, saya memang sengaja menemui anda
Saya hanya ingin menyampaikan kalau sekarang saya menjabat sebagai komandan militer Jinxi
Dan tentu saja saya atasan suami anda, orang rendahan itu sudah saya tempatkan di kamp Xuanjia
Kamp terdepan dengan fasilitas dan gaji yang jauh dari kamp lainnya
Jadi mulai sekarang anda harus mulai membuka hati untuk saya"
" Kita pergi...." ucap Jin Yan, ia tak mau mendengarkan ocehan orang itu lagi
Namun ia tak menampik kalau ucapannya membuat dirinya kepikiran akan keadaan suaminya
" Apakah Qian baik-baik saja disana?" gumam Jin Yan
Hari demi hari berganti dengan cepat karena Jin Yan lalui semua itu dengan kesibukannya yang super padat
Setelah memberi salam pagi kepada ayah dan ibunya, Jin Yan langsung kembali ke kediaman dan berkutat dengan tumpukan tumpukan laporan keuangannya
Semakin hari ia semakin sibuk apalagi sebentar lagi toko keluarga Li akan dibuka
Rencananya setelah pembukaan toko, ia akan mulai merenovasi kediaman belakang
Asyik dengan pekerjaannya Jin Yan dibuat kaget dengan pintu ruangannya yang dibuka, tidak lebih tepatnya didobrak dengan keras
Dan disana ada pelayan kediaman keluarga Li, beberapa diantaranya adalah pelayan senior
" Tidak sopan..." teriak Feng Yan yang baru saja tiba
Tanpa ba-bi-bu lagi, ia menendang pelayan yang tak sopan menyentuh tuan putrinya
" Kalian pikir kalian siapa berani menyentuh tuan putri agung?
Merasa paling hebat yah?" gertak Feng ran
Mereka semua tak ada yang menjawab, namun terlihat jelas mereka mengangkat dagunya tinggi-tinggi seakan tak menghormati status tuan putri
Belum sempat Jin Yan menegur, teriakan ibunya sudah menggema di halaman depan kediamannya
Mau tak mau Jin Yan pun keluar menemuinya
" Tuan putri, saya tau anda adalah orang terhormat tapi bagaimanapun juga anda tak bisa bersikap seenaknya disini
Anda sudah menikah dan menjadi anggota keluarga Li, tak bisakah anda menjaga kehormatan keluarga ini?"cerca nyonya Li begitu melihat Jin Yan keluar menghampirinya
Di halaman kediaman belakang sudah berkumpul semua pelayan keluarga Li, berikut dengan pengawalnya
Sedangkan di kediaman Jin Yan tak ada siapapun karena orang-orangnya ia suruh datang setelah tempatnya siap
" Apa maksudnya Bu?" tanya Jin Yan tak mengerti
" Jangan berpura-pura bodoh di depanku, untuk apa status mulia kalau kau tak bisa menjaga kehormatannya " gertak nyonya Li
" Nyonya Li, anda tak bisa berkata seperti itu kepada tuan putri agung " ucap Feng Yan dengan nada dinginnya
__ADS_1
" Kenapa tak boleh? ini tak boleh, itu tak boleh?
Harga diri keluarga ku bisa hancur karena tuan putri kalian ini
Apa kalian tau, karena tuan putri kalian ini keluarga Li menjadi lelucon di seluruh bingzhou" bentak nyonya Li sekali lagi
" Apa maksud ibu?" tanya Li Qian yang tiba-tiba datang
Jin Yan yang melihat suaminya datang tersenyum dan mencium punggung tangan suaminya
" Tak apa Qian, istirahat lah lebih dulu
Hanya ada sedikit salah paham dengan ibu" ucap Jin Yan
" Hayoyo......kau takut suamimu tau kebusukan mu ya?" sindir nyonya Li
Li Qian yang mendengar ucapan kasar ibunya ingin protes, namun terhenti karena miaorong menyela
" Jangan marah kak Qian, bibi hanya sedang melampiaskan amarahnya" saut miaorong
" sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Li Qian
" Tuan putri berselingkuh dengan bangsawan Jinghai kak Qian, banyak orang yang melihat mereka berdua" ucap miaorong memanas-manasi Li Qian
" Qian....." Jin Yan menggenggam tangan suaminya erat, matanya berkaca-kaca
Ia tak masalah semua orang menghakiminya asal suaminya tetap percaya padanya
Dia takut.....dia takut akan kehilangan sandarannya lagi
Li Qian yang melihat istrinya ketakutan, membawanya kedalam pelukan
" Tenanglah, aku sudah tau semuanya...... jangan menangis Jin Yan"
Hari ini ia memang mendapatkan cuti selama satu minggu kedepan
Li Qian pulang dengan senyum mengembang, ia tak sabar untuk menghabiskan waktu dengan istri cantiknya
Namun di perjalanan ia melihat beberapa orang tengah menyebarkan rumor buruk tentang istrinya
Dengan sigap, ia menangkap orang-orang tersebut dan bergegas pulang
Dia yakin istrinya sedang dalam masalah mengingat sikap ibunya yang tak terlalu suka dengan tuan putri
" Qian......istrimu berselingkuh, dan kau masih membelanya?" tanya Nyonya Li tak percaya
" Ibu, itu semua hanyalah rumor
Aku dan Wei Shu tadi meringkus orang yang memprovokasi rumor itu dan ternyata dia hanyalah orang suruhan saja" jelas Li Qian
" Tak mungkin " bantah nyonya Li
" Terserah kalau ibu tak percaya
Namun benar atau tidaknya rumor itu ibu tak bisa bersikap seperti ini kepada tuan putri
Kalau tuan putri tak bermurah hati denganmu, satu kata saja sudah bisa menebas kepala ibu
Kalau sudah begitu, baik aku maupun ayah tak akan bisa menolongmu "
__ADS_1
" Tidak Qian.....ibu tadi hanya terkena hasutan para pelayan " ucap Nyonya Li bergidik ketakutan, ia tadi benar benar lupa dengan siapa ia berhadapan